NovelToon NovelToon
Terjebak Kawin Kontrak

Terjebak Kawin Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Mafia / CEO / Nikah Kontrak / Romansa
Popularitas:386k
Nilai: 4.7
Nama Author: Wanita Dibalik Layar

Deon diminta Mamanya untuk segera menikah karena ingin secepatnya menimang cucu, mengingat Deon adalah Putra semata wayangnya serta umurnya yang sudah tidak muda lagi. Deon berusaha keras menolak namun akhirnya ia luluh tapi berencana untuk mencari perempuan yang mau diajak kawin kontrak. Deon dan Grizelle bertemu dan salah satu diantara mereka berhutang nyawa. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Terus baca dan mohon dukungannya yaa karena ini pertama kalinya aku nulis😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanita Dibalik Layar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MASUK PERANGKAP

Grizelle sudah lama menghabiskan waktunya di dapur, meskipun kerjaannya lebih banyak dihabiskan untuk melamun memikirkan Deon yang mengamuk malam itu. Grizelle kembali teringat perkataan seorang pelayan separuh baya yang masih sibuk menyiapkan makanan di meja, "Bisa jadi Tuan sangat sayang dengan Nona, jadi saat Nona kabur Tuan merasa sangat sedih dan tidak terima, Non" tiba-tiba Grizelle merasakan sebuah getaran kecil dihatinya. Apa benar begitu? Dilihat dari sikapnya saja, orang seperti Deon itu tidak mungkin sampai jatuh cinta, dia hanya memperalat Grizelle untuk alasan tertentu, apa sebaiknya akhiri saja semua sandiwara ini?

Ting..tong

Rupanya Sekretaris Nuca sudah datang membawa Bastian ke Villa L, seorang pelayan yang lain membukakan pintu untuk mereka berdua, Grizelle yang mengetahui kedatangan Ayahnya itu langsung berjalan cepat dan memeluk erat Bastian.

"Loh kok kurusan?" Bastian mengernyitkan kening

"Masa sih Yah? pasti karena kangen berat sama Ayah nih" Grizelle berusaha sehalus mungkin menyembunyikan keresahan hatinya

"Silakan masuk dulu, Tuan" pinta Sekretaris Nuca

Bastian melihat kesekeliling Villa, ia sedikit mencibirkan bibirnya dan sesekali tersenyum.

"Cukup menarik"

"Apanya Yah yang cukup menarik?"

"Setidaknya anak Ayah satu-satunya ini bisa hidup dan tinggal dengan bahagia di sini"

"Oh iya, mana suamimu Griz?" mencari-cari keberadaan Deon yang tidak muncul dari tadi

"Ada di kamar, bentar Griz panggilin"

Krek

Pintu kamar langsung terbuka, Grizelle berhenti melangkah saat melihat Deon dengan senyum mempesona keluar dari kamar. Baru kali ini Grizelle melihat senyum Deon yang membuat dirinya sedikit salah tingkah. Deon mengecup lembut kening Grizelle saat mereka berpapasan dihadapan Bastian dan Sekretaris Nuca. Grizelle langsung mematung di tempat lalu kembali tersadar saat suara Deon yang sudah duduk di meja makan memanggilnya.

"Sayang, ayo cepat ke sini, Masa Ayah datang jauh-jauh ke sini mau dibiarin kelaparan sih"

"Eh" Grizelle berjalan cepat menuju kursi di samping Deon, sementara Bastian dan Sekretaris Nuca mengikuti dari belakang

"Waduhh pagi-pagi begini Ayah sudah disuguhkan dengan pemandangan yang sangat romantis" Goda Bastian

"Ayaahh" Grizelle nampak malu-malu

"Gimana keadaan Ayah sekarang? udah mendingan?" Tanya Deon

"Iya sudah lumayan lah, terimakasih atas bantuannya"

"Tidak masalah Yah, demi Grizelle apapun akan Saya lakukan"

"Uhuukkkk" tiba-tiba Grizelle tersedak (bisa-bisanya orang ini berkata seperti itu, sungguh sandiwara yang sangat sempurna)

Bastian hanya tersenyum mendengar penjelasan menantunya itu

"Jadiii, kapan Ayah bisa menimang cucu?"

Batuk Grizelle semakin tidak bisa dikendalikan, Deon mencoba untuk menepuk pelan punggung Grizelle untuk meredakan batuknya

"Sebenarnya..." Deon ingin menjawab

Grizelle menginjak kuat kaki Deon, matanya melotot. Takut rahasianya selama ini terbongkar

"Sebenarnya kami belum melakukannya Yah, karena Griz sedang halangan"

"Hahahaaa.." Bastian tergelak mendengar jawaban nyeleneh Deon. Sementara Grizelle wajahnya semakin memerah karena teramat malu

"Oke..oke, secepatnya tolong berikan aku cucu" Bastian kembali tertawa

Usai acara makan-makan, mereka mengobrol sebentar kemudian Bastian minta pamit karena ada urusan lagi. Sementara menunggu Sekretaris Nuca kembali, Deon dengan kasar menarik tangan Grizelle dan membawanya masuk ke dalam kamar.

"Apa-apaan tadi hah?"

"M-maaf Tuan, Saya takut Tuan membongkar semuanya"

"Tsk, takut? Tapi minta cerai?"

"Saya juga berhak hidup bahagia dan memilih dengan siapa Saya harus jatuh cinta"

"Apa katamu!?" Deon semakin emosi, kepalan tangannya membentur dinding lumayan keras

"Dimata Tuan saya ini cuma wanita ******, saya cuma dimanfaatkan untuk kepentingan Tuan, saya tidak bisa hidup dengan orang yang tidak saya cintai" Grizelle tak kalah emosi, namun jawabannya barusan membuat wajah Deon berubah muram

"Kamu bilang kamu tidak bisa hidup dengan orang yang tidak kamu cintai?"

"Iya, memangnya kenapa?" balas berteriak

Dibalik wajahnya yang muram Deon menyunggingkan senyum sinisnya, dengan cepat tangannya meraih kepala Grizelle hingga begitu dekat dengan wajahnya lalu mencium Grizelle dengan kasar.

"Akan aku buat kamu jatuh cinta kepadaku" Ucap Deon lalu berbalik meninggalkan Grizelle pergi

(Dasar gila!)

*******

Terik matahari siang itu benar-benar membakar kulit, usai bertengkar lagi dengan Deon, Grizelle memilih untuk pergi dan mengangkut barang-barangnya lebih banyak dari pertama kali ia kabur. Ia mampir di sebuah tempat yang agak lapang, lalu menghabiskan waktunya untuk berlari sekuat tenaga mengelilingi tempat tersebut untuk menghilangkan rasa sesak dihatinya. Dia bertekad saat itu juga agar secepatnya bisa mendapatkan uang 3,5 Milyar supaya bisa terlepas dari Deon, kemudian Grizelle teringat sahabatnya Olivia, cuma Olivia saat ini satu-satunya orang yang bisa menolongnya.

"Liv, tolong pinjamkan aku uang 3,5 Milyar. Aku akan bekerja lebih giat lagi nanti untuk melunasinya, aku mohon" suara Grizelle terdengar lirih dibalik telpon

"Kamu kenapa Griz? kamu lagi di mana?"

"Aku mau cerai aja Liv, aku sudah tidak tahan lagi dengan sikap laki-laki sialan itu"

"Sabar Griz, sabar...emm saat ini aku nggak punya uang sebanyak itu Griz, tapi aku bisa bantu ngenalin kamu sama teman aku, dia pasti bersedia kok bantu kamu"

"Teman? siapa Liv? Beneran dia bisa bantu?"

"Iya beneran, ada deh pokoknya. Coba aku telpon dulu orangnya ya"

"Oke deh Liv, nanti tolong kabarin aku secepatnya ya"

(Ah, syukurlah. Akhirnya sebentar lagi aku bisa lepas dari orang itu)

Grizelle kembali tersenyum, bajunya basah oleh keringat dan nafasnya yang tadi sedikit tersengal kini sudah bisa kembali normal. Grizelle kembali masuk ke dalam mobilnya lalu melanjutkan mengemudi ke apartemen Olivia namun di tengah perjalanan, tiba-tiba Olivia kembali menelpon

"Hallo Liv, gimana?"

"Griz, orangnya siap membantu tanpa syarat apapun, tapi katanya malam ini mau ketemu kamu"

"Hah masa? secepat itu Liv? kok dia bisa gitu aja percaya sama aku?"

"Iya beneran, katanya karena kamu teman aku jadi dia bisa percaya"

"Oh gitu ya? baguslah, untuk mengucapkan terimakasih aku setuju ketemu orangnya malam ini"

"Oke deh Griz, nanti aku sampaikan"

(Yes, akhirnya. Aku janji habis ini bakalan lebih giat lagi bekerja)

Malam itu Grizelle sangat senang, tidak ada sedikitpun rasa curiga didalam hatinya. Dengan sedikit polesan make up diwajahnya Grizelle terlihat sangat menarik dan mempesona. Olivia yang melihat Grizelle juga tidak berhenti memuji sahabatnya itu. Mereka pun akhirnya berangkat menuju sebuah restoran mewah yang sudah dijanjikan. Setelah sampai dan memasuki restoran itu Olivia mengedarkan pandangannya mencari teman yang mau membantu Grizelle, matanya nampak bahagia ketika menangkap sosok orang yang dicarinya.

"Yuk Griz, itu dia" Olivia segera menarik tangan Grizelle dengan antusias, Grizelle berjalan tak beraturan hingga tidak fokus melihat orang yang dituju Olivia. Saat mereka sudah mulai dekat dengan orang itu tiba-tiba mata Grizelle membelalak lebar dan dia nampak sedikit shock

Deon!

"Deon, udah lama ya nggak ketemu" Olivia sangat antusias

"Iya" tersenyum jahat

"Oh iya kenalin, ini sahabat aku Grizelle yang mau kamu bantu"

"Hallo sayang" kata Deon sambil terkekeh

"Hah? sayang? kalian udah saling kenal?" terkejut mendengar Deon mengucapkan kata "sayang" kepada orang yang baru saja ditemuinya

"Hei, jelasin sana!" perintah Deon kepada Grizelle. Olivia memandangi Deon dan Grizelle secara bergantian seperti ada sesuatu yang aneh diantara mereka berdua.

"Dia...suamiku" jawab Grizelle lemas

"Apa!? Griz, maaf..." Olivia merasa bersalah karena ketidaktahuan dan kecerobohannya sehingga membuat suasana mendadak berubah menjadi tidak nyaman

"Makasih Liv udah nganterin istriku" Deon merasa menang.

(Untung aja Sekretaris Nuca bilang Grizelle tinggal di mana selama kabur, sampai kapanpun kamu tidak akan aku lepaskan Griz)

1
Dinda Rista Ok
eaaaa ko ga lnjut lg sih
Dinda Rista Ok
aku suka peran ceweknya yg brsikap apa adanya, biasanya kn selalu penurut dan trindas diem aja...
bnr2 oke dech
Dinda Rista Ok
nice
Eni Yuliati
makin seru ceritanya,malin semangat membacanta
Desica Amanda
knp belum up thot
Gibran Maulana
lanjut 👍👍
Masgahera Lubis Mana Ali
masi menenggu
Masgahera Lubis Mana Ali
kelalanjutannya
Masgahera Lubis Mana Ali
lanjutka
Friska Tobing
sampai HR ini juga nggak ada kelanjutannya 😭
Yusria Mumba
lanjut,
Diana Putrie
masih menunggu
Diana Putrie
di tunggu lanjutannya thor
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Elimaria Br Perangin-angin
f
Elimaria Br Perangin-angin
yeeee
Samsudin Din Ambo
lanjut Thor...
Hendri Silalahi
lanjut
Akipbibi
sampai situ saja ngga seru...
Julius
lanjut tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!