Zenon Silhotte hanyalah seorang Pemuda yang lemah tanpa mana dan tubuh yang sakit sakitan. Setelah kehilangan orangtuanya yang tidak tahu keberadaannya, Zenon yang merupakan anak tertua dari Keluarga Duke Silhotte harus terpaksa naik menggantikan ayahnya yang menghilang.
Dengan keadaan lemah dan putus asa atas hilangnya orangtuanya membuat Wilayah yang dia pimpin menjadi incaran banyak orang dan harus hancur ditangan musuh sehingga membuat adik adiknya tewas.
Kehancuran Keluarganya membuat Zenon Silhotte bertekad dan berhasil menciptakan Energi miliknya sendiri yang sangat cocok untuknya, dia menamainya sebagai Energi Bayangan.
Dengan Energi Bayangan, dia yang awalnya hanya manusia tanpa mana dan tubuh sakit sakitan berhasil menjadi dewa yaitu Dewa Bayangan yang sangat kejam karena masa lalunya yang kelam.
Semua Ras dan Dewa bersatu untuk melenyapkannya hingga akhirnya Zenon Silhotte kalah. Namun sebelum kematiannya, dia berhasil mengembangkan Teknik pemutaran waktu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wartrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 19- Keberadaan Alchemist Adrian
Zenon pun tiba di tempat latihan pribadi dimana hanya bisa digunakan oleh Keluarga Silhotte.
Untuk Claude tentu Zenon berikan hak lain karena latihan-nya berbeda dengan Ksatria lainnya dan dia juga tidak ingin ada orang yang melihat-nya.
Sekarang Zenon menatap Claude yang dari tadi masih mengasah Teknik-nya tersebut berulang-ulang dan setelah itu dia diam bermeditasi sambil terus memahami Teknik-nya tersebut.
Tidak lam kemudian dia pun kembali membuka mata-nya dan sedikit kaget saat melihat Zenon sudah berada di depan-nya tanpa dia sadari.
"Tuan, kapan kamu disini?" Claude bertanya dengan keheranan.
Sebagai orang yang ingin menajdi Assasin Zenon sudah melatih sensitif Claude terhadap kehadiran seseorang, dia harus merasakan kehadiran seseorang baik itu manusia biasa ataupun seorang Mage/Ksatria.
Tapi Claude sampai sekarang tidak dapat merasakan kehadiran Zenon, bahkan dia tidak bisa merasakan Energi dalam diri Zenon namun Claude tahu Zenon sangat kuat setelah dia berlatih langsung dengan Zenon.
"Aku baru saja datang untuk melihat perkembangan-mu." Kata Zenon dengan tersenyum.
"Sepertinya kamu sudah berlatih dengan sangat keras Claude." Ujarnya lagi memuji Claude yang berlatih dengan gigih.
Sekarang Claude sudah berada di tingkat pertama yang lebih rendah dari adik-nya karena sebelum-nya Zenon lebih memfokus-kan Claude untuk menguat-kan fisik dan juga Teknik-nya.
"Yah, Tapi aku masih banyak yang kurang dan harus lebih banyak berlatih lagi." Jawab Claude dengan penuh antusias.
Mendengar jawaban-nya tersebut, Zenon mengangguk puas.
Zenon membuka jubah bangsawan-nya, "Bagaimana kalau sekarang kita bertarung." Ucap Zenon.
Claude mengagguk, dia pernah sekali bertarung dengan Zenon namun dengan mudah-nya dia dikalahkan.
Sekarang kedua kali-nya bertarung dengan Zenon membuat Claude sangat bersemangat, dia ingin mengukur hasil latihan-nya melawan Zenon.
Claude dengan pedang kayu sudah dalam posisi bersiap siaga melawan Zenon yang hanya menggunakan tangan kosong.
"Aku mulai!" Teriak Claude lalu menghilang dari tempat-nya.
Zenon yang melihat Claude menghilang langsung tahu dia sudah menggunakan Teknik Langkah-nya.
Claude pun kemudian muncul dari belakang Zenon yang masih belum membalikkan badan-nya.
Dia mengayunkan pedang-nya dengan sekuat tenaga yang mencoba langsung membunuh musuh-nya seperti yang di lakukan-nya saat latihan.
"Langkah mu masih sangat mudah dibaca~" Kata Zenon tiba tiba saja berbalik dan mencoba menahan pedang kayu milik Claude hanya dengan tangan kosong.
Saat Zenon mencoba menahan serangan yang datang kepadanya, Claude terseyum kecil lalu menghilang dari tempat-nya yang membuat Zenon hanya menangkis udara.
"Ho~" Zenon menaikkan alisnya.
Claude pun kembali muncul bersamaan dari sisi kanan kiri belakang Zenon. Mereka adalah Klon yang diciptakan oleh Claude dengan Mana miliknya.
"Sebuah Klon ya~" Gumam Zenon tersenyum kecil.
"Tapi trik itu sama sekali tidak terpengaruh pada ku!" Kata Zenon menghindari serangan dari Claude yang berada di belakang dan Kiri lalu bergerak dengan cepat ke Claude yang berada disisi kanan.
BAM~ Tinju keras datang ke arah perut Claude yang berada disini kanan Zenon tadi. Setelah meninju-nya, dia kemudian menendang dua Klon milik Claude tersebut hingga terlempar jauh.
Ugh~ Claude yang ditinju oleh Zenon langsung memuntah-kan banyak darah dan dua Claude lainnya langsung menghilang seperti udara.
Claude bangkit dari jatuhnya sambil mengelap darah yang keluar dari mulut-nya. "Bagaimana anda bisa mengetahui itu tubuh asliku?" Tanya Claude kepada Zenon.
Zenon tersenyum, "Mungkin jika kamu melawan orang lain itu akan berhasil. namun dimataku itu semua-nya akan terlihat." Jawab-nya.
Claude menghela nafas panjang, "Seperti-nya aku harus banyak berlatih lagi." Kata-nya dengan wajah semangat.
"Bagus, berlatih lah hingga kamu bisa melukai-ku." Ucap Zenon memberi semangat.
Claude membalas dengan anggukan.
Disaat Zenon kembali mengambil jubah bangsawan-nya, seseorang muncul dengan jubah hitam bercorak emas berlutut dihadapan Zenon.
Tentu itu adalah seorang Mage dari Divisi Pengintai Keluarga Silhotte. "Lapor Tuan~" Kata-nya.
"Apakah kalian sudah menemukan keberadaan tentang Alchemist bernama Adrian itu?" Tanya Zenon langsung tanpa basa basi.
Orang dari Divisi Pengintai tersebut mengangguk, "Benar Tuan.." Jawab-nya.
Wajah Zenon langsung berubah tampak senang, dia sebelum-nya berpikir akan membutuh-kan waktu yang sangat lama mencari keberadaan Alchemist bernama Adrian tersebut yang mungkin akan menghabiskan waktu selama setahun.
Tapi sekarang, hanya dalam beberapa bulan Tim Divisi Pengintai berhasil menemukan keberadaannya. "Jadi di mana keberadaan-nya sekarang?" Tanya Zenon.
"Sekarang dia berada di Wilayah Kerajaan Arclis, Tepatnya di Desa Nicum, Tuan." Jawab-nya.
"Kerajaan Arclis? Itu cukup jauh dari sini." Gumam Zenon. "Mungkin itu akan menghabiskan waktu beberapa minggu jika dari tempat ini." Gumam-nya lagi.
"Mungkin aku harus meninggal kan tempat ini sekali lagi..." Batin Zenon.
Dia tentu harus langsung berjumpa dengan Adrian secara langsung untuk membawa-nya ke Wilayah Silhotte.
...
Zenon kembali ke ruangan pribadi milik-nya dan sekarang sudah ada Jack di ruangan tersebut.
"Jack, aku akan pergi ke Wilayah Kerajaan Arclis. Aku ingin berjumpa seseorang disana..." Ujar Zenon.
"Apa, Tuan...Itu tempat-nya sangat jauh. Akan berbahaya jika pergi ke Wilayah Kerajaan lain." Kata Jack. "Tapi jika memang anda bersikeras, Tolong biarkan aku juga ikut bersama anda..." Jack berkata lagi.
Zenon menggelengkan kepala-nya, "Tidak, Kamu tetap lah disini dan mengatur semua Wilayah Silhotte menggantikan ku sementara." Ucap Zenon melarang.
"Tidak Tuan, akan saangat berbahaya jika anda pergi ketempat itu seorang diri." Jack mencoba melarang Zenon.
"Siapa bilang aku akan pergi sendiri. Aku akan ditemani oleh seseorang dari Divisi Pengintai." Jawab Zenon. "Lagipula meninggalkan kamu dan yang mengatur semua urusan Wilayah Silhotte akan membuat-ku lebih tenang dari pada menyuruh orang untuk mengurus-nya." Kata-nya.
Di Wilayah Silhotte, hanya Jack dan Sebas lah yang Zenon sangat percayai karena dia sangat yakin bahwa mereka tidak akan berbuat sesuatu hal yang memperburuk keadaan Wilayah Silhotte.
Jack pun hanya bisa terdiam tidak bisa membantah-nya lagi.
...
Dengan jubah yang menutupi dirinya agar tidak dikenal, Zenon sudah bersiap pergi dari Wilayah Silhotte.
Sebelum pergi, Zenon juga berpamitan dengan adik-nya Walau sempat menolak dan tidak ingin Zenon pergi dari Kota Vale.
Tapi dengan sedikit bujukan, Silvy pun mengizinkan Zenon untuk pergi namun dia tidak boleh terlalu lama pergi.
Tentu saja Zenon tidak sendirian, sama seperti yang dia katakan kepada Jack. Dia ditemani oleh seorang gadis dengan rambut pendek yang merupakan seorang dari Divisi Pengintai dimana dia sudah melepaskan jubah-nya karena akan berpergian dengan Zenon.
"Kalau begitu kita akan berangkat!"
[Bersambung]...
tak tunggu kelanjutan nya Thor
semangat terus sampai tamat Thor 💪💪💪💪