Anyelir jatuh cinta pada ayah angkat angela, Namun big menolak nya karena sudah menganggap anye sebagai keponakan nya.
Namun cinta anye yang sangat besar membuat nya maju pantang mundur, Meski ia harus menjadi istri kedua dari big.
Kesengsaraan yang ia alami tidak membuat anye putus asa, Karena zizi istri pertama big sangat membenci nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seina demam
Usai jadwal mata kuliah nya anye langsung ingin pulang, Hampir tiga jam tidak bertemu dengan seina sudah membuat anyelir rindu berat.
"Pulang sama siapa kamu mi?" Tanya anyelir ketika melihat pahmi berjalan.
"Aku naik angkot nye." Jawab pahmi melirik sana sini karena takut ada yang memperhatikan.
"Bareng aku saja yok." Ajak anyelir.
"Enggak usah nye, Aku masih ada urusan lain." Tolak pahmi.
Anye pun mengangguk dan langsung melajukan mobil nya, Sambil bernyanyi riang di sepanjang jalan.
Sampai lah ia di mansion dan langsung turun, Bodyguard memarkir mobil anye saat mendapat kan kunci.
"Mama pulang seina." Teriak anyelir berlari kecil.
Namun langkah anye langsung terhenti ketika melihat seina sedang bermain dengan seorang pria, Dari punggung nya saja anye pun sudah bisa menebak siapa pria ini.
"Kenapa kau menemui anak ku lagi big?!" Langsung saja anye marah.
"Baru pulang kok udah marah nye." Big berkata pelan.
"Kau yang membuat ku marah sialan! Berapa kali harus ku bilang padamu kalau jangan menemui anak ku." Bentak anyelir sangat marah.
"Seina juga harus tahu papa nya anyelir." Sahut big memelan kan suara nya.
"Harus tahu papa nya?! Mulut sampah siapa dulu yang mengatakan jika dia tidak mau punya anak dariku?" Sinis anyelir.
"Bukan kah dulu aku sudah bilang padamu big, Ketika nanti seina besar dan dia bertanya tentang ayah nya. Maka aku menjawab bahwa rumput di kuburan ayah nya sudah setinggi diri nya." Geram anyelir.
Sangking emosi nya bahkan air mata anye menetes tidak terasa, Kembali teringat dalam otak nya ketika big datang meminta ia menggugur kan kandungan.
"Anyelir."
"Aku memohon dengan segenap hatiku padamu, Tolong jangan temui seina lagi." Anye menyambar seina yang terdiam sejak tadi melihat pertengkaran orang tua nya.
Big terdiam sendirian mendengar ucapan anyelir, Hati nya sakit karena merasa tercampak kan.
Jasson yang sejak tadi mendengar kan pertengkaran mereka pun keluar, Ia mendekati big.
"Aku mengizin kan mu menemui seina karena mempertimbang kan masa lalu kita big, Tapi hanya sekali ini aku memberi mu izin." Ucap jasson.
"Aku sungguh minta maaf padamu dan juga anyelir tuan." Sesal big.
"Apa kau pikir maaf itu bisa mengembali kan keadaan? Jika sudah terjadi dan ada penyesalan, Maka sang pelaku dengan enteng nya minta maaf." Ujar jasson.
"Aku bodoh karena membuang anyelir dan mempertahan kan zizi." Ucap big.
"Pulang lah, Dan jangan kembali lagi menemui seina." Usir jasson.
Big merasa sangat remuk hati nya karena pupus harapan untuk bisa sering menemui putri nya, Entah bisa lagi atau tidak ia bertemu dengan seina.
"Bisakah anda memberikan ini untuk seina?" Pinta big menyerah kan amplop tebal.
"Tidak perlu big, Uang ku tidak akan habis kalau cuma untuk membiayai seina." Tolak jasson yang tahu isi amplop.
"Tolong lah tuan, Aku juga ingin memberi nafkah untuk seina." Kekeh big.
"Kalau daddy ambil uang itu, Maka aku akan pergi bersama seina dari sini." Ancam anyelir mendekat.
"Kau dengar sendiri kan big, Lebih baik gunakan saja uang mu untuk yang lain." Jasson berkelebat pergi karena tidak mau kena imbas amukan anyelir.
Sekarang big sadar betapa sakit nya dulu hati anyelir saat ia mencampak kan nya, Terbukti sekarang anye sangat marah.
"Mau apa kau masih di sini?" Tanya anyelir melipat tangan nya di dada.
"Bisakah satu minggu sekali aku bertemu seina nye." Big masih berusaha.
"Tidak!"
"Satu bulan sekali?"
"Tidak!"
"Aku mohon nya, Aku tahu kalau kamu marah dengan ku! Tapi jangan libat kan anak kita." Big menjatuh kan diri di kaki anyelir.
"Cih anak kita! Koreksi ucapan mu itu big dawson." Anye berdecih sinis.
"Baik lah anak mu, Tolong ya izin kan aku bertemu seina seminggu sekali." Hiba big.
"Dia tidak perlu kau big! Jadi tidak usah masuk kedalam hidup seina." Anye menjauh dari big.
"Anak anak korban perceraian orang tua pun ada jadwal bertemu nye." Big berkata pelan.
Bukan nya anye tidak mau jika seina bertemu dengan ayah kandung nya, Hanya saja anye takut jika seina nanti terbiasa dengan kehadiran big.
"Seina bisa memanggil aku papa nye." Beritahu big tersenyum girang.
"Apa?! Kau mengajari seina memanggil papa padamu?" Kaget anyelir.
"Iya, Dia bisa manggil papa tadi." Bangga big.
Semakin anye takut kehilangan putri nya, Karena sampai saat ini seina belum bisa memanggil nya mama.
"Ya tolong izin kan kami bertemu, Aku janji tidak akan lama kok jika bertemu dengan dia." Desak big.
"Aku perlu memikir kan nya." Anye membuang muka.
Big bersorak senang meski anye belum memberi nya izin, Setidak nya ada harapan untuk bisa bertemu dengan seina.
...****************...
Sudah dua hari ini seina demam panas tinggi, Kedokter pun sudah mereka lakukan. Namun seina masih saja terus merengek meski demam nya mulai turun.
"Mama capek nak gendong terus." Anye kelelahan karena seina terus saja minta gendong.
"Sama grandma ya sayang." Tawar bianca mengulur kan tangan.
"Dak au, Huaaa dak auu." Seina malah nangis kejer.
"Duh sayang kasihan mama nya nak." Bianca kasihan melihat anye yang mengurus seina sendirian.
Bukan nya bianca tidak mau membantu, Namun seina nya yang tidak mau di gendong oleh orang lain.
"Cup cup sayang mama, Ayo bobok dulu ya nak." Anye menimang nimang dengan kain gendong.
Meski tidak nangis kejer, Namun rengekan seina masih terdengar dalam gendongan mama nya.
Bianca pergi dari kamar anyelir karena ia menlfon seseorang, Barang kali saja bisa membantu.
"Mommy tolong ambil kan anye minum dong." Anye yang duduk sambil menggendong meminta air.
"Udah bobok dia?" Tanya bianca melongok gendongan anye.
"Udah, Tapi kalau di taruh kasur dia pasti bangun lagi." Jawab anye.
"Ya sudah kamu gendong sambil sanderan ya, Biar mommy ambil kan makanan sama minum untuk kamu." Ujar bianca.
Anye pun mengangguk kan kepala, Ia menyandar kan tubuh nya kesofa dan memejam kan mata. Hampir semalaman anye juga tidak tidur karena seina yang terus saja menangis.
"Uuh pegal nya pundak ku." Keluh anye memegang pundak nya yang sakit terkena kain gendongan.
Bobot seina yang tiga belas kilo membuat anye ngos ngosan, Baru kali ini seina demam terus saja merengek minta gendong.
"Kalau kamu punya papa kan bisa gantian gendong nya sei." Ujar anye tersenyum kecut.
"Aku kan papa nya nye." Big masuk tiba tiba kedalam kamar.
Anye melotot hingga mata nya hanpir keluar sangking kaget nya, Setelah mendapat panggilan dari bianca tadi. Big langsung tanjap gas menuju mansion de lamozada.
Enak ya om di buang satu datang satunya.😅