NovelToon NovelToon
The Stellar Blood Swordmaster'S

The Stellar Blood Swordmaster'S

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:169
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Di sudut tergelap Distrik Kumuh Oakhaven, Ren bertahan hidup sebagai pelayan di sebuah rumah bordil sekaligus tempat penampungan anak-anak telantar. Di balik fisiknya yang tampak biasa dan otaknya yang encer, Ren menyembunyikan kutukan sekaligus berkah: ia adalah keturunan Vampir terakhir yang murni, terpaksa menahan dahaga darah agar tidak memicu kecurigaan Gereja Suci.

​Dunia Ren runtuh ketika sekelompok Ksatria Suci berzirah perak—yang seharusnya menjadi simbol kehormatan—membantai tempat tinggalnya demi menutupi skandal korupsi ordonya. Di ambang kematian, Ren merangkak ke ruang bawah tanah rahasia dan menemukan Crimson, roh pedang kuno yang haus darah. Demi membalaskan dendam dan mengubah takdirnya, Ren memulai jalannya sebagai Sword Master yang tidak biasa: memadukan teknik pedang legendaris dengan kekuatan darah yang terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11.kehormatan Palsu

Hujan turun semakin deras, membasahi lantai batu altar kuno yang kini telah berubah menjadi lautan darah. Sisa-sisa kabut merah yang keluar dari cawan emas bergerak liar, seolah meratapi kehancuran para ksatria yang dipuja sebagai pelindung kekaisaran.

Kaelen Vance terengah-engah, memegangi dadanya yang terasa remuk. Zirah perak kebanggaannya yang retak seribu merefleksikan kilatan petir di langit. Di depannya, Ren berdiri tegak tanpa goresan, memegang pedang Crimson yang bilahnya mendesis menuntut sisa darah terakhir sang komandan.

"K-Kau... monster sialan..." Kaelen meludah, darah segar mengalir dari sudut bibirnya. "Jika kau membunuhku... seluruh Ordo Ksatria Perak dan Kekaisaran tidak akan melepaskanmu. Kau akan diburu sampai ke ujung dunia!"

Ren menatap Kaelen dari balik poni rambut perak abu-abunya yang basah. Tidak ada kemarahan di wajah tampannya, yang ada hanya kekosongan sedalam lautan dan sebuah *dangerous smirk* yang dingin. One of his eyes is glowing intensely with a vibrant red aura, casting a sharp red energy streak across his face.

"Diburu?" Ren berbisik, suaranya begitu tenang namun sanggup menembus gemuruh guntur. "Kaelen, kau masih tidak paham juga, ya? Aku tidak sedang bersembunyi dari kalian. Aku berjalan masuk ke akademi kalian, menggunakan sistem kalian, dan menghancurkan kalian dari dalam. Akulah yang sedang memburu kalian."

**"Hahaha! Potong kepalanya, Ren! Lidahnya yang penuh kebohongan itu membuatku mual!"** Crimson berteriak haus darah, memancarkan gelombang energi crimson yang pekat di sekitar bilahnya.

Ren mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.

"Ini untuk panti asuhan Oakhaven," ucap Ren datar.

*SLAAASH!*

Satu tebasan vertikal yang bersih membelah udara malam. Cahaya suci yang sempat tersisa di tubuh Kaelen padam sepenuhnya seiring dengan kepalanya yang terjatuh ke atas lantai batu, menyusul tubuhnya yang ambruk tak bernyawa. Zirah perak itu kini benar-benar menjadi peti mati yang merah, persis seperti yang Ren janjikan.

Begitu Kaelen tewas, bilah pedang Crimson langsung menusuk dada jasad sang komandan, menyerap seluruh esensi kehidupan dan sisa Mana murni tingkat tinggi milik Kaelen dengan rakus.

*WUUUSH!*

Ledakan energi kehidupan yang masif mengalir masuk ke dalam tubuh Ren. Jalur Mana vampirnya bergetar hebat, meluas, dan memadat ke tingkat yang belum pernah ia capai sebelumnya. Rambut perak abu-abunya bergerak liar ditiup angin berenergi, dan luka-luka kecil akibat gesekan Mana Kaelen tadi lenyap tanpa bekas dalam hitungan detik.

### Warisan dari Altar Darah

Lyra berjalan mendekat dari arah bayangan pilar, setelah memastikan sisa ksatria pengawal Kaelen tidak ada yang bernyawa. Gadis itu menatap jasad Kaelen, lalu melirik ke arah cawan emas kuno di atas altar yang kini energinya mulai memudar.

"Semuanya sudah berakhir," ucap Lyra, napasnya agak memburu. "Kaelen Vance sudah mati. Tapi Ren... apa yang akan kita lakukan dengan artefak ini? Jika pasukan utama akademi tiba besok pagi dan menemukan tempat ini hancur, mereka akan tahu ada kekuatan besar yang terlibat."

Ren berjalan menuju cawan emas tersebut. Cerdas seperti biasa, ia segera menyadari bahwa esensi darah di dalam cawan ini dikumpulkan dari orang-orang distrik kumuh untuk mengekstrak kekuatan murni ras vampir kuno. Kekaisaran sengaja memburu rasnya demi teknologi persenjataan magis ini.

Ren mengulurkan tangannya, menyentuh cawan tersebut. Menggunakan teknik *Blood Circulation*, ia menyerap sisa-sisa esensi darah murni yang ada di dalam wadah itu ke dalam tubuhnya sendiri, membiarkan cawan emas itu menjadi kosong dan kehilangan kilaunya.

"Biarkan mereka mengira ini adalah serangan dari monster teritorial tingkat tinggi," ujar Ren sambil membalikkan badannya. Ia menyarungkan kembali pedang Crimson, yang langsung berubah wujud menjadi segel tato hitam di lengan bawahnya. "Julian van Asche masih hidup di luar sana. Dia adalah saksi mata yang sempurna untuk menyebarkan berita bahwa tim Kaelen disergap oleh monster reruntuhan."

Lyra tersenyum sinis, mengagumi otak kalkulatif Ren yang selalu selangkah di depan musuh-musuhnya. "Kau benar-benar licik, Ren. Julian yang penakut itu pasti akan mengarang cerita demi menyelamatkan mukanya sendiri karena telah meninggalkan komandannya."

### Langkah Menuju Panggung Dunia

Ren berjalan menuju tepi reruntuhan, menatap hamparan Perbatasan Barat yang gelap dan berkabut di bawah guyuran hujan. Dengan tewasnya Kaelen Vance, satu dendam masa kecilnya telah terbalaskan. Namun, rahasia di balik cawan darah ini membuka tabir yang jauh lebih besar dan mengerikan.

Kekaisaran adalah musuh yang sesungguhnya. Dan mereka tidak akan berhenti sampai ras vampir benar-benar punah dari muka bumi.

"Ayo kembali ke kamp sebelum fajar," ucap Ren sambil menarik kembali tudung jubah hitamnya, menyembunyikan wajah tampannya di balik kegelapan. Seringai penuh percaya diri kembali menghiasi bibirnya. "Ujian di akademi baru saja dimulai. Dan kali ini, aku akan mengambil alih seluruh faksi warga biasa untuk membangun pasukanku sendiri."

**"Hahaha! Bagus, Bocah! Mari kita buat seluruh benua ini gemetar di bawah bayang-bayang pedang darahmu!"** Crimson tertawa puas.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Coba bikin yang murim 👍🏻
EAGLE EZ: oke untuk bab pertama dulu bree kalo ingin di tambah mohon bantu juga bree👍
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!