NovelToon NovelToon
Dinikahi Anak Konglomerat

Dinikahi Anak Konglomerat

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:294.5k
Nilai: 5
Nama Author: ocybasoaci

Ikatan suci pernikahan sejatinya terjadi antara dua insan yang saling mencinta, lalu berkomitmen untuk setia, dan berjanji akan selalu bersama dalam suka maupun duka. Namun, tidak dengan pernikahan yang terjadi di antara Jova (23 tahun) dan Felix (38 tahun). Pernikahan yang terpaut perbedaan umur hingga lima belas tahun itu terjadi lantaran keluarga Jova yang terlilit hutang dengan juragan Guntoro, seorang konglomerat di kotanya.

Karena sakit gagal ginjal yang diderita oleh adiknya membutuhkan pengobatan yang mahal, sehingga keluarga Jova terlilit hutang pada Juragan Guntoro. Sementara cara untuk melunasi hutang keluarganya yang sudah menggunung, Juragan Guntoro menawarkan pernikahan dengan putranya seorang perjaka tua yang terkenal galak, sombong, dan bertingkah semena-mena, dia adalah Felix.

Mampukah Jova membuat Felix jatuh hati padanya? Ikuti terus keseruan Jova yang selalu mempunyai ide unik, dan membuat Felix tidak bisa menindasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocybasoaci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Buruk

Jova yang sudah biasa dalam mengerjakan apa-apa cepat pun tidak betah mandi berlama lama. Hanya butuh waktu dua puluh menit saja kini wanita itu sudah selesai mandi. Sabun, Shampo dan juga sikat gigi sudah cukup untuk Jova, bahkan wanita itu heran kalau ada yang mandi tapi berlama-lama di kamar mandi mereka itu ngapain? Ngukur suhu air dulu atau justru mereka mengadakan konser dulu di dalam kamar mandi? Ah itu hanya mereka yang tahu.

"Astaga ini, sabun, shampo wanginya sampe kembang tujuan rupa juga minder, karena kalah saing." Tidak henti-hentinya Jova memuji perlengkapan mandi yang lengkap sekali dan juga wanginya enak. Bahkan Jova akui kalau Felix pasti sangat bersihan sekali orangnya itu terlihat dari perlengkapan mandi yang super lengkap, Jova sendiri sampe bingung untuk apa ajah benda-benda yang ada di dalam kamar mandi itu. Biasanya cewek yang perlengkapan mandinya banyak ini malah cowok yang seperti itu. Perlengkapan mandi Jova hanya sabun, shampo Emeron, dan sikat gigi udah cukup.

Setelah selesai mandi kini tinggal wanita itu yang bingung mau apa dia saat ini, pakai pakeian yang barusan dia pakai? Tidak mungkin baunya saja sudah sangat unik. Hanya pakai handuk? Itu tidak mungkin.

"Ya Salam!! Sial, siapa sih yang ketuk pintu?" umpat Jova yang tersentak kaget karena tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar mandi di mana sejak sepuluh menit yang lalu ia mematung di balik daun pintu, memikirkan apa yang akan dia lakukan.

"Siapa?" tanya Jova dengan suara yang cempreng, meskipun wanita itu sudah yakin kalau yang mengetuk pintu kamar mandi adalah Felix.

"Bibi, Neng."

Ah, ternyata tebakan Jova salah, yang mengetuk pintu kamar mandi bukan Felix melainkan bi Suro. Jova mah apa-apa Felix.

"Iya Bi, ada apa?" taya Jova lagi.

"Bibi bawa baju untuk Neng Jova," balas Bi Suro. Jova pun langsung tersenyum dengan lebar, ternyata Felix memang tidak jahat-jahat banget, buktinya meminta bi Suro untuk mengambilan bajunya. Jova pun akhirnya membuka pintu kamar mandi, dan meminta bi Suro masuk.

"Neng, ini tadi ponsel Neng Jova dari tadi bunyi terus." Bi Suro mengulurkan ponsel Jova, tentu setelah melihat kalau Jova sudah selesai untuk berpakaian.

Dengan hati yang tidak tenang, Jova pun mulai meraih ponsel dari tangan bi Suro dengan tatapan Jova dan bi Suro saling bertemu.

"Kenapa perasaan Jova tidak tenang gini yah Bi," ucap Jova sembari tangan satunya memegang dada sebelah kirinya.

"Neng Jova tenang saja, semoga bukan kabar buruk," balas Bi Suro. Jova dan bi Suro pun tersentak kaget ketika ponsel kembali berbunyi.

"Angkat Neng," ucapan Bi Suro berhasil mengagetkan Jova yang ternyata tengah melamun dengan tangan bergetar akhirnya jari jempol Jova menekan ikon gagang telpon berwarna hijau.

"Ha... hallo..." ucap Jova dengan suara yang bergetar, sedangkan dia sendiri berusaha menguatkan hatinya yang mungkin saja telpon dari papahnya adalah kabar yang kurang mengenakan.

"Hallo Mbak... gimana kabarnya?" tanya Janu dengan suara yang berat. Jova pun sedikit merasakan lega karena ketakutanya tidak akan terjadi di mana Jova terlalu takut kalau panggilan telepon yang masuk adalah kabar yang paling dia takutkan selama ini. Yaitu kabar buruk.

"Kabar Jova baik Ayah, Jova juga senang tinggal di sini," balas Jova dengan suara yang ceria. Dan memang Jova merasakan juga Felix yang saat ini sudah jauh perubahanya. Setidaknya tidak terlalu ketus.

"Syukur deh Mbak, ayah ikut senang dengarnya."

"Ayah, kabar Ayah sendiri bagaimana? Kabar Ibu dan juga Jini gimana?Jova sangat kangen dengan kalian?" tanya Jova dengan suara yang masih lepas menadakan bahwa wanita itu memang sangat bahagia.

"Kabar Ayah baik, begitupun dengan yang lainya," jawab Janu, meskipun dari suaranya seolah laki-laki paruh baya itu sedang menyimpan sesuatu yang berat. Kini Janu dan Jova pun terlibat sambungan yang cukup lama, hal itu karena Jova yang terus bercerita dengan kehidupanya di Jakarta yang sangat berbeda dengan kehidupan di desa.

Bahkan cemong pun tidak luput dari cerita Cucu dari awal mula dia bertemu dengan makhluk Tuhan yang paling menggemaskan itu hingga kini cemong sudah semakin pintar dan mengenali dirinya sebagai Momy-nya.

Janu pun lagi-lagi terlihat benar-benar mendengarkan cerita Jova, hal itulah yang membuat Jova semakin dekat dan bahagia dengan apa yang sedang ia perjuangkan itu semua karena ayahnya yang sangat perhatian. Sehingga Jova merasakan kalau dia sangat bersemangat untuk bekerja karena dukungan dari keluarganya.

Sementara itu di luar kamar mandi Felix masih menunggu Jova yang  di dalam kamar mandi sana masih senang bercerita dengan keluarganya.

"Jova masih lama Bi?" tanya Felix yang saat itu sedang duduk di sofa ketika melihat asisten rumah tangganya ke luar dari kamar mandi.

"Kalau di lihat dari obrolanya sih masih Tuan," jawab bi Suro dengan sopan sebelum akhirnya ia pamit untuk pergi kembali bekerja.

Felix pun kembali pada pekerjaanya sembari menunggu Jova selesai berkomunikasi dengan keluarganya yang dapat Felix simpulkan dari obrolan Jova yang sedikit bisa Felix dengarkan dia sangat bahagia bisa berkomunikasi dengan keluarganya.

Felix pun merasa senang ketika Jova bisa sebebas itu bercerita dengan keluarganya, tidak tertekan terus oleh sikapnya.

Kembali lagi pada Jova yang masih di dalam kamar mandi sedang asik berjongkok di balik pintu kamar mandi dengan sebelah tangan masih memegang ponsel dan tangan satu lagi digosok-gosokan pada ubin marmer kamar mandi yang bersih.

"Ehem... Mbak apa bisa pulang malam ini juga?" tanya Janu, setelah obrolan panjang mendengarkan curhatan putri sulungnya yang bisa sedikit mengobati perasaan sedihnya. Hanya cerita Jova yang bisa menjadikan hiburan untuk dirinya. Setelah mendengar cerita Jova yang sangat antusias Janu pun mulai membahas tujuan awal dirinya menelepon putrinya.

Deg! Jova cukup terkejut dengan ucapan ayahnya. "Pulang Yah? Malam ini juga?" tanya Jova pikiranya sudah tidak bisa berpikir jernih.

Cukup lama Janu tidak menjawab, karena di sebrang telepon Janu sedang menahan tangisnya.

"Ini ada apa sih, Yah?" tanya Jova dengan perasaan yang sudah mulai tidak tenang, justru semakin Janu berusaha menyembunyikan keadaan dan berusaha baik-baik saja malah membuat jiwa penasaran Jova semakin tinggi. Setinggi gunung.

"Tidak ada apa-apa, Mbak Jova pulang dulu saja Jini kangen dengan Mbak Jova." Janu tetap tidak mau mengatakan yang sesunggungnya.

"Yah, ini ada apa? Kalau Jini kangen sama Jova, mana? Biar Jova bicara dengan Jini? Jova juga kangen sama Kini, " ucap Jova tetapi nada bicaranya sudah tidak baik-baik saja, suara yang serak dan tenggorokan yang tercekik menandakan kalau Jova sudah bisa berpikir kalau ada yang tidak beres dengan adiknya.

"Udah Yah, katakan yang sesungguhnya saja, percuma ditutupi juga pada akhirnya Jova akan tahu kalau adiknya sudah tidak ada." Suara dari Lasmi bisa Jova dengan dengan jelas.

Jedueeerrrr... Suara petir seketika membuat tubuh Jova lemas, air matanya jatuh meskipun Jova masih berharap bahwa Jini masih berjuang, tapi suara dari wanita yang ia dengar mematahkan semuanya.

"Yah, apa itu suara Ibu?" Bodoh, Jova justru bertanya pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban. Saking paniknya. Sudah jelas suara yang barusan di dengar adalah suara dari wanita yang melahirkanya. Namun, justru Jova masih bertanya.

"Yah, katakan kalau Jini masih berjuang," ucap Jova dengan tangisan yang sudah pecah.

"Maafkan ayah Mbak, ayah memang payah tidak bisa menjaga Jini. sampai adik kamu tidak bisa tertolong. Maafkan ayah!"

Seketika tangisan Jova pun semakin pecah. Tidak terbayangkan sama sekali perngorbananya akan sia-sia.

"Jini, kenapa kamu bohong. Bukannya kamu janji akan berjuang sama-sama kenapa kamu bohong," racau Jova, Felix di dalam kamar pun langsung belari ke kamar mandi ketika mendengar tangisan Jova.

"Jojo, kamu kenapa?"

#Yang sabar yah Jo, pasti ada bahagia di balik duka.

1
Nur Syamsi
Ngidam kali ya Jovanya
Nur Syamsi
Bagus Jova dg pakaian menutup aurat bagi wanita Tdk mengundang Hawa syetan pd mrka 👍👍
Nur Syamsi
Alhamdulillah sudah akur tu si suami istri
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭 Apa yg dikatakan mbok ttg Felix sudah kelihatan baiknya, dia bersikap arogan. Krn Papa dan ibu yirinya
Nur Syamsi
Ayo Felix ceritakan jpd Jova ap yg pernah kamu alami terhadap ayahmu dan ibu tirimu yg kayaknya trauma trhap wanita shga kelakuanmu begitu thdap wanita spya Jova TDK salah faham atas sikapmu selama ini
Nur Syamsi
perjuanganmu Tdk akan sia sia Jova
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭😭
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭 semoga ada keajaiban, moga Allah mengangkat penyakitmi Jini
Nur Syamsi
Jova mengembalikan struk atmnya itu suatu bukti bahwa istrimu itu wanita jujur coba klaw wanita matre mana ada narik sedikit uang dr kartu saktimu pak Felix
Nur Syamsi
bikin pusing ni laki satu
Nur Syamsi
Jadi perawat berarti mungkin Felix sudah ada rasa ma Jova istrinya cuma gengsi aja ngakuinya jdi dia mau jadikan Jova merawat dirinya sbgai modus
Nur Syamsi
suami kurang ajar, nyiksa perempuan tanpa ampun ntar karma ya thor
Nur Syamsi
pelajari saja dulu apa maunya suami aroganmu,
falea sezi
katanya kaya punya asisten kok bodoh
Dewi Aqila
Luar biasa
Nurbismi Mimi
lg mampir
Ernha Ciuss
tanda tada pelakor
Ernha Ciuss
bikin nangis..😭😭😭😭😭
Ci_Osyih Aenta: Sabar, untung udah buka yah kalau belum bisa batal nih 🤭
total 1 replies
Ernha Ciuss
jagan jahat" bgt dadi orang...
Bidadarinya Sajum Esbelfik
mommy nya Cemong ngidam yaaaa😍😍
Ci_Osyih Aenta: kayaknya Cemong bakal punya saingan... 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!