NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Jadi Suami

Tiba-tiba Jadi Suami

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Menantu Pria/matrilokal / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:91.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Mengikhlaskan Yohana menjadi istri kakaknya bukanlah hal yang mudah untuk Beni, sebab teman sekelasnya itu adalah cinta pertamanya, selama enam tahun ia harus jaga jarak untuk memulihkan patah hati, hingga akhirnya kakaknya meninggal karena kecelakaan motor.

Tiga bulan kemudian ia diminta pulang oleh ibunya. Kepulangannya ternyata untuk dinikahkan dengan Yohana, kakak iparnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Reni Sakit

Baru saja selesai sarapan, pintu kamar di ketuk. Aku buru-buru keluar, sembari berusia berangkat kerja. Awalnya kupikir itu adalah pak Zainal yang ingin memberikan kabar tentang penginapan, tapi ternyata Yohana. Ia berdiri di hadapanku sambil tersenyum, begitu melihatku, ia langsung memberikan bungkusan yang dibawanya.

"Apa ini, Han?" tanyaku, sambil membukanya, ternyata lontong sayur yang jadi favoritku. Lengkap dengan bakwan udang dua potong. Aku yang sudah pernah merasakan lontong ini sebenarnya ingin menyantap tapi saat ini perutku sudah terlanjur kenyang karena sarapan bersama Reni.

"Makanlah Ben. Ini kami beli sebagai ucapan terimakasih karena kamu sudah mengajak aku dan anak-anak jalan-jalan." Katanya, sambil tersenyum malu-malu.

"Ben, siapa?" Reni muncul dari dalam. Mendadak wajah kedua perempuan itu berubah. Yohana yang awalnya tersenyum langsung pudar senyumnya, begitu juga dengan Reni yang cemberut. Muka mereka benar-benar tak sedap dipandang.

"Hei, ini, kalian sudah saling kenal sebelumnya kan. Sini aku perkenalkan. Ini Yohana, dan ini Reni." kataku, memperkenalkan mereka berdua. Tapi tak ada tanggapan. Dua-duanya sama-sama diam. Ketika aku ingatkan lagi barulah keduanya berjabat tangan. Itu pun tak ada basa-basi seperti orang lain ketika berkenalan. Mereka diam seribu bahasa. "Maaf Han, aku sudah sarapan. Tapi ini akan aku bawa ke kantor untuk makan siang " kataku

"Eh, kalau sudah sarapan tidak apa-apa Ben, biar aku bawa saja, siapa tahu ada teman-teman yang belum makan." Kata Yohana, ia merebut bungkusan di tanganku dengan cepat. Lalu oanut pergi, tapi tak jadi sebab aku menahannya. Aku ingat Yohana tinggal di sekitar lingkungan sini, barangkali ia tahu tentang kontrakan yang agak lumayan untuk tempat tinggal Reni hingga orang tuanya datang menjemput.

"InshaAllah nanti akan aku carikan, Ben." kata Yohana, masih dengan kepala tertunduk.

"Oh ya, bagaimana dengan anak-anak? Maksudku, apa mereka suka jalan-jalannya?" tanyaku, mengingat anak-anak yang kemarin terlihat bahagia saat jalan-jalan. Aku belum tahu kabar mereka pagi ini, apakah mereka baik-baik saja setelah seharian kemarin beraktivitas

"Anak-anak terbiasanya untuk aktif kok Ben, jadi jalan-jalan kemarin tidak jadi masalah untuk mereka." Kata Yohana lagi. Setelah itu ia benar-benar pamit, saat aku panggil ia juga tetap abai.

"Kamu kemarin jalan-jalan, Ben?" Tanya Reni, yang masih berdiri menunggui aku yang bersiap berangkat ke kantor.

"Ya, nyari hiburan." Kataku.

"Nyari hiburan? Oh, jangan-jangan uang yang kamu pinjam itu untuk jalan-jalan denganny?" Reni sewot. Membuatku bingung dengan sikapnya yang tiba-tiba berubah.

"Kenapa Ren? Kan aku hutang, nanti kalau sudah ada uangnya akan aku kembalikan." Kataku

"Aku enggak masalah dengan pinjaman kamu, Ben. Bahkan aku sudah ikhlas, hanya saja aku heran, kenapa juga kamu harus jalan-jalan sama Perempuan itu? Seperti tak ada kerjaan saja! Kamu ke sini kan untuk bekerja bukan main-main!".

"Apa sih Ren? Terserah aku dong. Lagian kan aku liburannya diakhir pekan, nggak ada masalah dengan pekerjaan. Lagian kalau soal hutang nanti akan aku bayar. Enggak malah jukid begitu. Bikin kesal saja!" aku langsung berangkat ke kantor tanpa pamit pada Reni. Biar dia tahu kalau aku kesal padanya. Lagian aku mau apa juga terserah diriku sendiri. Baru saja baikan sekarang kami kembali tidak akur.

***

Pekerjaan di kantor sudah lumayan lama. Apalagi aku sedang ada misi dengan Genta untuk memastikan apakah semuanya berjalan dengan baik sesuai dengan aturan yang ada. Kami berkomunikasi lewat Hp karena khawatir hal-hal yang tidak diinginkan. Gerak Genta cukup cepat, hanya dalam hitungan hari ia sudah bisa memastikan bahwa memang ada korupsi besar-besaran di pabrik ini. Ada permainan nakal cukong. Sebenarnya hal itu banyak terjadi di perkebunan dan pertambangan, tapi karena ini sudah sangat merugikan dan bahkan perusahaan bisa bangkrut makanya aku memutuskan untuk membantu Genta spek up. Tentunya Genta dan timnya yang akan maju. Aku tetap diam, agar bisa membongkar data-data lebih banyak lagi. Di sini aku benar-benar belajar tentang para mafia hukum. Cukup banyak yang terlibat, termasuk para petinggi, makanya kami harus sangat hati-hati. Karena kalau sampai salah langkah, bisa saja kami yang kena serangan balik dengan UU pencemaran nama baik.

Jam makan siang, aku masih asyik di depan komputer. Saking transfer data untuk Genta. Hingga tiba-tiba pak Zainal datang kr ruangan mengabarkan tentang Reni yang tengah sakit. Karena tak bisa meninggalkan komputer dalam keadaan menyala sebab khawatir ada yang mengetahui apa yang sedang aku lakukan, makanya ku minta pak Zainal menyuruh salah satu cleaning servis atau siapapun untuk menemani Reni, tak lupa ku beri ia dua lembar uang seratus ribu. Penjaga mes itu akhirnya pergi dengan senyum lebar karena mendapatkan fee yang lumayan.

Di perusahaan ini, aku belum tahu betul siapa yang bakal menjadi teman atau lawan, makanya ku putuskan menyimpan semuanya sendiri sampai terang benderang.

***

Pukul lima sore, aku kembali ke mes. Di sana tak ada Reni. Kata pak Zainal, Reni dirawat di klinik, Yohana yang mengantarkan dan menjaganya. Mendengarnya aku langsung menyusul, sebenarnya bukan untuk Reni, tapi Yohana. Hampir setengah hari ia di sana, pasti repot juga, ditambah juga mereka sepertinya tidak cocok sebab dua kali bertemu sama-sama dingin.

Benar saja, sampai di klinik, Yohana ada di sana. Ia duduk termenung di depan kamar tempat Reni dirawat dengan raut wajah sendu. Waktu melihatku, Yohana hanya diam.

"Bagaimana keadaannya?" tanyaku pada Yohana, sebelum masuk ke kamarnya.

"Alhamdulillah sudah baik, hanya kelelahan." Kata Yohana. "Tapi karena kondisinya lemah, makanya bidan menyarankan agar mbak Reni dirawat di sini dulu untuk observasi." tambahnya.

"Oh begitu. Terimakasih ya Han, kami sudah merepotkan kamu." kataku

"Enggak apa-apa Ben, selamat ya sebentar lagi kamu akan punya anak. Aku pamit dulu, Upik dan Puti pasti sudah menunggu." Katanya, lalu pergi meninggalkan klinik. Setelah ia menghilang dari pandangan, barulah aku masuk ke ruangan tempat Reni di rawat.

"Ben, kamu sudah datang?" perempuan itu berusaha bangkit, tapi terhalang infus di tangannya.

Aku benar-benar tak paham dengan jalan pikiran Reni, kenapa ia harus seperti ini. Ia yang dahulu sungguh berbeda dengan yang sekarang. Reni benar-benar seenak hatinya, tak memikirkan anak yang tengah ada dalam perutnya. Sudah tahu apa yang ia lakukan berbahaya, tapi tetap saja dia datang ke sini. Sekarang kalau sudah begini aku yang bingung, mau membawa ke kota juga berbahaya, dipulangkan tidak bisa, orang tuanya pun tak bisa menjemput.

"Ben," Reni kembali memanggil.

1
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
nah itu, hidup itu adalah pilihan. cari jalan sendiri ben
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
berasa abah dia itu makhluk yang sempurna, dia ngerasa betul sendiri
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
itulah kelemahan bundamu, terlalu nurut. surga nya istri ada di ridho suami, tapi bukan untuk di siksa atau di sakiti hati nya 🙄
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
coba di selidiki ben
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
abahku teu boga otak, agama di no satu kan, semua agama, dia sendiri sudah berkelakuan seperti yang di ajar kan agama?
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
agama pake alasan 🤦‍♀️
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
padahal kalau di lawan kalah tenaga tuh, wkwkwk ngajarin gak bener aku🤦‍♀️
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
malangnya nasib mu Ben, paling menyebalkan punya ayah diktator punya ibu yang gak bisa membela, nasib kita kok sama ya🥲
Nurrosi Qolby
Luar biasa
Badai Putih
Seru banget episode yang ini.. jangan lama-lama update bab barunya ya
NewJerseyJack
Lanjut dong Thor! Aku mah nangis kalau cerita ini gak lanjut :(
monsoonblooms
thor up nya jan lama" yaaahhh😃 ⓈⒺⓂⒶⓃⒼⒶⓉ ⓉⒽⓄⓇ 🔥🔥
MouthofMexico
Thor udah ga tahan nih pengen baca bab baru hihi
Nightingale Soakage
Iiiii ditunggu kelanjutannya! *baru kali ini aku ninggalin jejak nih uwuwuwu
Yuni Rahma
lanjut
Yuni Rahma
cerita nya bagus, tetap semangat nulis thor. d tunggu up ny
Yuni Rahma
Ben jd laki g peka bgt sih, setiap masalah yg ada krn ketidak pekaan dia.
Arkana
up thor
Nova
ichhhhh tambah penasaran....ayooooo kak othor.....up lg...jgn Ampe aku sakit Krn penasaran
Nova
aduchhhh si abah.....kgk ada sopan santunnya ya...ngusir tamu seenaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!