NovelToon NovelToon
Ruang Teduh Untuk Arkan

Ruang Teduh Untuk Arkan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:286k
Nilai: 5
Nama Author: sakabiya

Dalam setiap perceraian, korban paling nyata adalah anak. memiliki orang tua yang tidak pernah harmonis adalah pukulan telak untuk seorang anak yang sudah mulai mengerti arti sebuah keluarga, itulah yang dialami Arkana.

Diusia remaja yang butuh perhatian penuh dan bimbingan untuk menentukan jati diri, Arkan malah mengalami keterpurukan atas perceraian kedua orangtuanya. dia tidak menemukan kehangatan dan dia selalu mencari perhatian dengan cara brutalnya.

Mungkinkah akan ada ruang teduh untuknya merasakan kehangatan ??
Bisakah dia melewati masa transisinya dengan baik ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sakabiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menanggung Aib Tiara

Nina sudah sampai di ruang BP, dia dihakimi bagai tersangka yang sesungguhnya. Di dalam ruang itu juga ada Kayla, Tatia dan Tiara, sementara siswa lainnya berkerumun di depan ruang itu karena ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada Lanina.

"Biarpun dia memang bersalah! Kalian gak seharusnya memperlakukan Lanina seperti ini!" kata Pak Chandra yang tak suka dengan cara Tatia memperlakukan Nina.

"Maaf Pak, habisnya saya kesal! Dia udah mengambil beberapa barang berharga saya!" sahut Tatia.

Nina diam saja, hati dan otaknya sedang berdebat. Hatinya ingin melindungi Tiara tapi otaknya mendesaknya untuk berkata jujur yang sebenar-benarnya.

"Lanina! Coba jelaskan! Apa benar yang Tatia tuduhkan ini? Jawab! Dan apa motifnya!" tanya Pak Chandra, Nina masih diam menunduk membiarkan tetesan air mata membasahi rok seragamnya.

"Jawab!" Dengan lancang Tatia memberi toyoran tepat di kepala Lanina.

"Tatia! Hentikan! Biar saya yang bicara disini!" peringatkan Pak Chandra yang sepertinya juga tak suka dengan sikap kasar Tatia.

'Gue harus bilang apa? Apa gue harus jujur? Apa Tiara bisa menanggung malu?' batinnya.

"Habisnya dia gak mau ngaku Pak! Padahal buktinya udah jelas kok, dia punya alat buat membuka kunci loker, dia udah mahir banget!"

"Lanina! Sikap diam kamu ini telah menegaskan tuduhan mereka!"

Tak lama Bu Arini masuk, dia sangat sangat sangat tak percaya dengan kabar yang dia dengar dari para muridnya. Bu Arini tak percaya kalau murid kebanggaannya melakukan perilaku tidak terpuji itu. Bu Arini yakin kalau Lanina tak mungkin melakukannya.

"Lanina ... Lanina ini apa maksudnya coba jelaskan!" tanya Bu Arini penuh emosional begitu dia sampai di dekat Nina yang semakin tak mampu membuat keputusan tegas.

"Lanina ...." Bu Arini bahkan merendahkan tubuhnya untuk menatap Nina yang hanya menunduk menangisi fitnah keji ini.

"Tuh kan Pak! Dia diam aja! Ini karena dia gak bisa kasih pembelaan, sudah jelas kalau dia memang bersalah!" kata Tatia semakin berapi-api.

"Gak mungkin! Saya percaya sama kamu Nina, saya yakin kalau kamu gak melakukan hal ini!" kata Bu Arini.

"Murid berprestasi gak menjamin kalau dia bukan seorang pencuri Bu, ini buktinya! Dia sudah membuat saya rugi jutaan rupiah! Ponsel, make up, parfum, dia sudah menjarah itu semua!" timpali Tatia lagi dan lagi.

"Saya beri kamu waktu 2 menit untuk menyangkal kalau kamu tidak bersalah, kalau kamu tetap diam, berarti kamu telah mengakui perbuatan kamu secara tidak langsung!" kata Pak Chandra.

120 detik waktu yang Nina miliki untuk mengungkap kelicikan Tiara. Dia bisa saja menjelaskannya detik ini, tapi murka Ibu akan menunggunya di kemudian hari. Nina merasa hubungan baiknya dengan Ibu lebih penting dari pada skorsing atau stigma dari orang-orang di sekolah.

Sebenarnya di ruangan itu yang merasa benar-benar tegang adalah Tiara. Dia sangat takut kalau Nina akan bicara yang sebenarnya, dia sangat harap-harap cemas dan waktu terus berjalan.

'Diam Lanina! Diam! Tetaplah seperti itu! Lo gak mungkin kan bikin gue hancur di depan orang-orang!' batin Tiara.

"Oke! Tidak ada bantahan! Berarti benar kamu melakukannya!" putuskan Pak Chandra. Tiara tersenyum lega dan Bu Arini masih tak bisa mempercayai semua ini.

"Perbuatan kamu ini gak bisa ditoleri Lanina! Pihak sekolah akan memberi kamu skorsing dan semoga, Tatia mau menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan!" putuskan Pak Chandra.

"Saya mau berdamai dengan syarat dia kembalikan semua barang-barang saya yang sudah dia ambil!"

Sidang masih berlangsung dan semua orang menunggu keputusan dari kejadian yang seketika menggemparkan jagad sekolah ini.

Arkan dan Vero juga menunggu di depan ruang BP beserta Aldi.

"Masa iya sih dia pelakunya! Gue masih gak percaya!" ungkap Aldi.

"Gue juga gak percaya Al, Nina bukan pencuri, gue yakin itu!" lanjut Vero, sedangkan Arkan diam saja, dia juga sedang menunggu keputusan, dalam hati dia berharap Nina tak bersalah.

Sidang sudah berakhir, Nina keluar sebagai tersangka.

"Beri jalan buat pencuri!" kata Tatia membuat orang-orang berdecak karena ternyata keputusan sudah dibuat. Nina mendapat skorsing selama 3 hari sampai dia bisa menyelesaikan perkaranya dengan Tatia, dan jika dia tak bisa membuat kesepakatan damai maka pihak sekolah akan menambah masa skorsing untuk Nina.

Arkan bergerak, menarik lengan Nina saat orang-orang mencemooh dan memberi lemparan kertas kepadanya. Lanina semakin malu karena Arkan menatapnya seolah-olah dia sedang menuntut penjelasan darinya.

"Kamu gak mungkin melakukannya kan?" tanya Vero, Nina masih menjawab dengan air mata yang tak kunjung surut.

"Sudah terbukti kok, gak usah bertanya lagi, dia sudah mengakuinya di depan Pak Chandra!" tegaskan Tatia, Arkan maupun Vero masih tak habis pikir.

"Kalau ini benar, lo udah bikin gue kecewa Lanina!" gumam Arkan dan itu semakin menyakiti hatinya. Lanina malah cepat-cepat melepaskan lengannya dari cengkraman Arkan.

Dia setengah berlari menjauh dari kerumunan ....

"Huuuuuuuuuuu!" sorakan dan cemoohan mengiringi kepergiannya. Arkan benar-benar kecewa dengan Nina.

Nina pulang di Jam istirahat ini, dia pulang sebagai tersangka yang tak bersalah. Lagi dan lagi dia harus berkorban demi Tiara yang bahkan sama sekali tak pernah menghargai pengorbanannya itu.

'Sampai kapan? Sampai kapan semua ini harus gue jalani? Sampai mati? Sampai Tiara mendapat kebahagiaannya sendiri?' batinnya di sepanjang perjalanannya menuju kelas, sementara semua orang yang ia lewati terus menyorakinya.

Nina ambil tasnya dan bersiap untuk pergi. Dunia memang masih saja terlalu kejam untuknya. Kesabaran Lanina masih harus diuji lebih lama lagi sepertinya.

"Nin, apa yang sebenranya terjadi?" Ami menahan kepergian Lanina di dalam kelas, Nina bahkan tak mau membicarakan faktanya pada sahabatnya sendiri.

"Aku pergi dulu ya!" Nina malah cepat-cepat pergi bersama aib Tiara yang ditanggungnya.

Ami terus menangis karena dia merasa kalau sahabatnya adalah korban, Ami percaya akan keyakinannya sendiri.

Dalam kejadian hari ini, banyak yang merasa heran, banyak yang merasa puas, banyak yang merasa kecewa dan yang paling kecewa mungkin saja Arkan. Baru saja dia menganggap Nina sebagai ruang teduhnya selama ini, tapi kejadian hari ini hampir mematahkan kepercayaannya itu.

Arkan tahu kalau Nina memang anak yang gigih tapi keadaan ekonomi keluarganya yang menyedihkan membuat Arkan berpikir kalau Lanina memang mungkin saja mencuri karena desakan ekonomi.

'Kenapa lo lakukan hal bodoh ini Lanina? Harusnya lo ceritakan kesusahan lo ini! Lo benar-benar membuat gue kecewa!' batin Arkan di sepanjang sisa jam pelajarannya hari ini.

Konsentrasinya buyar, dia masih memikirkan kasus Lanina. Dia ingin menuntut penjelasan pada Lanina sekali lagi, apakah Arkan akan kembali menemui Lanina dan meminta penjelasan konkrit atas kejadian hari ini?

1
erviani
telat bgd ya cek cctv nya
erviani
baru mampir . .
Nurul Azzandy
Hai Ka biya
ko tokohnya sm kaya d platform sebelah y arkana n lalina 😂
Srie Hastuti
bagus... sangat mendidik u/anak muda yg mncari jati diri
Srie Hastuti
lanjuttt Thor... sampe dewasa
Srie Hastuti
lanjut Thor... sampe mereka nikah😁
Aan Nurhasanah
lanjut donk cerita nya sampai nina &arka dewasa👍👍👍
Aan Nurhasanah
kagum sama nini saking semangat nya bujuk arka belajar& sekolah lanjut kak👍👍👍
Tri Haryani
salut banget sama tokoh Lanina, banyak pelajaran hidup bisa diambil oleh Arkan dari Lanina
Choiriyah ArBy
sampai menikah punya anak
Sri Rahayuu
bagus, menginspirasi
Lia Yulia
q mampir kak🤗
🥰Dewimitohamasreka🥰
nagis aku thor😭😭😭😭
🥰Dewimitohamasreka🥰
bab pertama meyentuh, mari lanjutkan
Leni Fatmawati Fatmawati
aku yg nangis Thor,Nina baik bngt sih km
Leni Fatmawati Fatmawati
hadeuuhh udah kaya sinetron,aku kesel author
Leni Fatmawati Fatmawati
ga kerasa mata ku berair Thor,sakit aku thor
sry rahayu
ah.... so sweet
sry rahayu
ya Allah ... terharu banget....
sry rahayu
senangnya.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!