NovelToon NovelToon
Di kejar om-om gila.

Di kejar om-om gila.

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:718.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Zia Lin

Naura Aurora, (18thn). Gadis SMA yang memiliki nasib menyedihkan, karena selalu diremehkan oleh ketiga kakaknya bahkan dia nyaris dijual untuk membayar hutang sang kakak.


Arnold William Maxime (35thn). Seorang pengusaha besar, tampan dan gagah yang memiliki hobi membawa racun serangga kemanapun dirinya pergi, memiliki tangan ajaib, takut ketinggian, dan hal-hal aneh yang belum pernah dia lihat.


Kira-kira, bagaimana jadinya jika mereka disatukan secara tidak sengaja dalam satu rumah? Ikuti terus kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zia Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 34

"Apa! Om bilang apa barusan? Dasar mesum, c*bul … om sengajakan mengguntingnya!" teriak Naura kesal.

"Hei, jangan menuduh sembarangan, kau yang menyuruhku untuk menutup mata ya itu hasil dari menutup mata." 

"Kau menyebalkan om tua!" Naura mengangkat tangannya yang terluka dan hendak memukul tapi ia langsung meringis ketika merasakan sakit yang begitu dahsyat menyerang bekas luka jahitannya. 

"A-aw sssttt," ringis Naura menyentuh tangan kanannya.

"Setan kecil, kau baik-baik saja?" tanya Arnold khawatir.

"Apa aku terlihat baik-baik saja? Semua ini karena om," ketus Naura yang masih terlihat kesakitan. 

"Kenapa menyalahkanku? Kau sendiri yang telah membuat tanganmu terluka kenapa menyalahkan orang lain," timpal Arnold tak terima karena disalahkan. 

"Tapi—," 

"Sudah diam, berhenti berdebat.

 Kepala ku pusing." Arnold membuka kancing piyamanya satu persatu di hadapan Naura. 

Naura yang melihat majikannya hendak membuka baju mengerjapkan matanya berulang kali dan menelan ludahnya kasar. 

"A-apa yang akan om lakukan?" tanya Naura gugup.

Melihat gadis itu gugup dan ketakutan Arnold menyeringai kan senyumnya. "Apa yang akan aku lakukan?" Arnold melepaskan bajunya dan menghampiri Naura secara perlahan. 

Naura mundur beberapa langkah dari Arnold yang terus mendekatinya. "Jangan macam-macam atau tidak aku akan—," ucapannya langsung terhenti ketika Naura melihat Arnold memakaikan piyama tersebut ke tubuhnya. 

Gadis itu menatap Arnold dengan perasaan bersalah karena sudah menuduhnya yang tidak-tidak. 

"Atau apa, hah?" 

Naura tampak tertegun dan menundukkan kepalanya. 

"Ayo ke kamar mandi," ajak Arnold membuat Naura kembali terhenyak. 

"Hah!" 

"Tidak perlu kaget seperti itu, ini sudah siang aku tahu kau tidak bisa mandi sendiri jadi aku akan membantumu." 

Naura kembali menggelengkan kepalanya cepat. "Aku tidak mau!" 

Arnold tak menghiraukan tolakkan Artnya ia malah langsung menggendong tubuh mungil Naura dan membawanya ke kamar mandi. 

"Om, turunkan aku," teriak Naura berontak.

"Diamlah, jika tidak aku akan melemparkan mu." 

"Om, aku bisa mandi sendiri … pria dan wanita mana boleh bersentuhan seperti ini." 

"Setan kecil, diamlah aku sudah melihat sebagian tubuhmu jadi itu tidak masalah apa susahnya menerima niatan baikku ini." 

Naura berteriak frustasi, niatan baik apanya yang ada ini hanyalah modus Arnold untuk bisa melihat keseluruhan tubuhnya yang mulus. Ia jadi menyesal karena telah menyuruhnya menggunting baju, jika tahu akan seperti ini dia lebih baik tidak perlu pergi kesekolah hari ini. 

Karena Arnold yang terus memaksa ingin membantunya, Naura pun hanya bisa pasrah meskipun malu karena harus bertelanjang di hadapan seorang pria yang bukan siapa-siapa dalam hidupnya Naura tak bisa melakukan apapun.

"Om, keluarlah aku bisa mandi sendiri."

"Ssst, diamlah." Arnold membungkam mulut Naura dengan telunjuknya membuat jantung gadis itu kembali berdebar kencang.

"Oke Arnold kau hanya perlu memandikannya seperti seorang bayi, stabilkan jantungmu dan jangan sampai khilaf," gumam Arnold dalam hatinya.

Meskipun ia sudah berusaha untuk tidak terpancing dengan kemolekan tubuh Naura, tetap saja jiwa ke laki-lakiannya terus berdesir saat melihat sesuatu yang begitu menggoda di bawah sana dan suatu hal milik Arnold pun seketika terasa sesak minta untuk dilepaskan. 

"Tidak, kau tidak boleh melakukannya itu akan menghancurkan perasaan gadis ini tahan Arnold tahan," monolognya dalam hati, dengan penuh konsentrasi ia pun menggosok tubuh Naura secara perlahan. 

"Om." 

"Om." 

"Om!" teriak Naura membuyarkan lamunan Arnold.

"Apa?" Jawab Arnold tanpa rasa bersalah.

"Tanganmu." 

"Kenapa dengan tanganku?" tanya Arnold menatap wajah Naura.

" Tanganmu kemana-mana, om sengajakan," tuduh Naura.

Arnold menatap tangannya yang kini sedang memegang sebelah gunung Naura. "Owh, maaf aku tidak sengaja." Ia menjauhkan tangannya dari benda kenyal tersebut dan membersihkan tubuh Naura dengan air bersih. 

Wajah gadis itu tampak memerah karena malu, kini hancur sudah semuanya. Tubuh yang selama ini ia jaga sekarang telah ternoda oleh sang majikan, ya meskipun kegadisannya masih utuh tapi ia merasa telah gagal menjaga tubuhnya dari jamahan seorang pria. 

Setelah per dramaan yang terjadi di kamar mandi kini Naura sudah tampak rapi dengan seragam sekolahnya, dia duduk di depan cermin hias dan menatap bayangan dirinya yang sedang disisir oleh Arnold. 

Mendapat perlakuan seperti ini, hati Naura terasa tersentuh oleh sikap sang majikan yang begitu perhatian padanya. Dan baru kali ini dalam hidupnya, dia bisa mendapat perhatian lebih seperti ini dari seseorang. 

Sebuah senyum tampak terlukis dari sudut bibir Naura, detak jantungnya pun kembali berdebar tak menentu kala tangan besar Arnold menyentuh dan membelai rambut panjang ikalnya dengan lembut. 

"Sudah selesai," ucap Arnold yang ikut menatap bayangan Naura dan dirinya dalam pantulan cermin. 

Ditatap dalam seperti itu, Naura kembali gugup dan menundukkan pandangannya dari Arnold. 

"Dimana sepatumu?" tanya Arnold.

"Di rak sepatu luar." 

"Oke, tunggu di sini." Arnold pergi ke luar dan mengambil sepatu Naura yang usang. 

"Ini sepatumu?" 

Naura menganggukan kepalanya. 

Tanpa banyak bicara, Arnold berlutut di depan Naura dan membantu memakaikan sepatunya. 

"Tunggulah sampai Dafa datang, kita berangkat bersama," ucap Arnold yang bangkit dari berlututnya.

"Tapikan kita beda arah." 

"Tidak apa-apa, aku mandi dulu sarapan lah lebih dulu." 

Naura menganggukan kembali kepalanya sambil menatap punggung lebar Arnold. 

🌸🌸🌸

Di depan gerbang sekolah. 

"Kalau sudah waktunya pulang, pulang jangan keluyuran kemana-mana jangan lupa minum obatnya juga … malam ini aku akan pulang terlambat tidak perlu menunggu." 

"Emp." 

"Baiklah, belajar dengan benar jangan mengecewakan ku yang sudah membayar semua tunggakan sekolahmu," cetus Arnold mendelik.

Baru juga Naura akan tersenyum dengan sikap Arnold yang manis, tapi Arnold sudah membuatnya bad mood lagi. 

"Ya, aku tidak akan mengecewakan mu … terimakasih dan hati-hati dijalan." Naura menatap mobil hitam tersebut sampai kendaraan roda empat itu menghilang di balik tikungan. 

"Naura!" teriak Calista, gadis dengan rambut yang dicepol ke atas itu menghambur ke pelukan sang sahabat yang telah lama ia rindukan. 

"Ra, gue kangen banget sama lo. Lo nggak apa-apa kan?" tanya Calista yang memindai Naura dari ujung kaki hingga kepala. 

"Gue nggak apa-apa, cuman sedikit oleh-oleh aja dari rumah juragan Jaka." Naura menunjukan tangannya yang di perban sambil tersenyum lebar.

Calista membulatkan kedua matanya menatap tangan Naura yang dibalut oleh kain perban berwarna kulit. 

"Tangan lo?" 

"Biasa, gue mau nyoba ilmu gue yang dari Banten gue pikir udah kebal eh ternyata masih lemah," kekeh Naura. 

"Gila, lo. Lo ngapain?" 

"Gue adu jotos sama cermin, kerenkan gue haha." 

"Keren mata lo soek, lo mau mati," pekik Calista khawatir. 

"Tadinya sih ingin pindah alam, eh malah nggak ACC jadinya gue tetap hidup," celoteh Naura terkikik. 

"Dasar gila lo, kalau sampai terjadi sesuatu sama lo gimana Ra? Siapa yang mau jadi sahabat gue lagi," protes Calista dengan manik mata yang berkaca-kaca.

"Ya ampun, Ca jangan lebay deh. Buktinya gue nggak apa-apakan, udah ah jangan melow … sekarang Lo pikirin gimana caranya buat dapet contekan matematika." 

"Contekan yang lo pikirin, gue sedih tahu liat tangan Lo luka kayak gini," lirih Calista terisak. 

Naura menyunggingkan senyumnya, ketika melihat sang sahabat menangisi keadaan dirinya. Ia memeluk Calista dan mengusap air mata yang menetes di wajah sahabatnya. "Thanks, ya. Lo udah khawatir sama gue, tapi gue berani bersumpah gue nggak apa-apa kok." 

Calista memeluk kembali Naura, sebagai pelepas kerinduannya karena sudah cukup lama tak berjumpa. Begitu juga dengan Farel yang saat itu melihat Naura telah kembali ke sekolah, ia ikut menghambur memeluk kedua gadis yang sedang saling merangkul tersebut sebagai rasa bahagianya. 

Bersambung….

1
Herlina M. Siman
cepat tangkap orang yang jahat perusahannya arnold
Muji Lestari
Naura ini ngeyel kalo di bilangin/Grin/
Anna Khairurr
Luar biasa
Neng Alifa
lahhh Kaka lucknut
Lilik Dewi
punya anak kembar ya
Yuli Ani
thorr bisa ga jangan berbelit ceritanya
Yuli Ani
bisaga thorr jangan mnoton dong jdi sbel deh
Zia_Lin: di akhiri saja kak bacanya, jangan mempersulit sendiri🙏
total 1 replies
Yuli Ani
cape bacanya terlalu gimana gitu jadi bosen aku bacanya perasaan kpan mau bahagianya yg ada gaji Mulu
Lilik Dewi
tiga roda aja kuat ,5 roda, kasi 7 roda thor/Joyful//Joyful//Joyful/
Lilik Dewi
kaciiian deh farel
Lilik Dewi
asiiik
Ranita Rani
emang ya masa SMA masa paling uhuuuuiiii,,,, gk bisa ngerjain soal y conteklah wlau itu gk baex tp tetep ja bandel,,,
Ranita Rani: q jd keingat pas waktu ujian semua yg q tulis itu hasil dr temenq semua,,,,
total 2 replies
Ambu_Radul
kenapa Didin sih /Drowsy/
Ambu_Radul: mantan eyke itu thooor /Grievance/
total 2 replies
Elizabeth Zulfa
ini dialog sama narasi /monolognya sama za gada beda gitu
Zia_Lin: penulisannya aja yang berantakan kak🤭 aku juga baru ngeuh
total 1 replies
Meili Rahma
untung kedua istrinya jaka ngak seperti novel sebelah syukurlah
Zia_Lin: kenapa memangnya kak🤭
total 1 replies
Windakiki Lestari putri taswinhn
sakit banget perutku ketawa mulu
Zia_Lin: jangan lupa bintang limanya ya 🤭
total 1 replies
Windakiki Lestari putri taswinhn
sakit perutku thor wkwkwkwkwkwk
Windakiki Lestari putri taswinhn
wkwkwkwkwkwk, authornya gabut yah.
Windakiki Lestari putri taswinhn
sama thor aku juga ngayal dari istri Yoongi
Zia_Lin: semangat ya suaminya lagi wamil😂
total 1 replies
Windakiki Lestari putri taswinhn
wkwkwkwkwk bawang jahat, kek berasa nonton film.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!