Arabella gadis belia berusia 16 tahun yang harus menjadi dewasa sebelum waktunya karena suatu keadaan.
Dia masih duduk di bangku SMA dan terpaksa harus bekerja di diskotik pada malam hari.
Pekerjaannya mengenalkan dia kepada seorang pria bernama Roger, duda berusia 32 tahun yang merupakan seorang pengusaha di Jakarta yang bisa membawa Bella keluar dari dunia malamnya bahkan kelak akan menjadi pendampingnya.
Bagaimana kisah Arabella dan apa yang menyebabkan dia harus menjadi dewasa sebelum waktunya? Ikuti kisahnya di sini....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T. L. Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pindah Rumah
Terlalu menikmati suasana di tempat kerja baru membuat Bella lupa waktu.
Hari sudah mulai gelap, Roger sempat terpisah dengan Bella karena duda tampan itu harus mengontrol ruangan lain.
Roger kembali menghampiri Bella dan mengajaknya pulang. Namun Bella menolaknya.
"Nanggung om...nanti aja ya pulangnya.." kata Bella.
"Kamu belum makan Bella..ayo istirahat dulu...mulai besok kamu sudah bisa ikut bekerja pulang dari sekolah..." tutur Roger.
"Beneran om??" tanya Bella yang begitu gembira.
"Iya...ini aku bawakan seragam buat kamu pakai besok .." jawab Roger sambil menyodorkan sebuah kaos untuk Bella.
"Makasih om....." Bella tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
"Ayo sekarang kita pulang dulu..." ajak Roger.
Bella menurut akan perintah pria yang akan menjadi atasannya tersebut. Ketika perjalanan pulang mereka mencari makan di warung makan sesuai dengan permintaan Bella , untung saja Roger tidak banyak protes dengan menu makanan yang jarang dia konsumsi.
Di tempat baru Bella bekerja, tidak banyak yang curiga tentang hubungan mereka karena Bella begitu fasih mengucap kata om untuk Roger. Padahal tidak seperti itu kenyataan awal perkenalan mereka.
Malam itu Bella akan mengemasi barang barangnya yang ada di rumah Viona dan akan pindah ke rumah Roger sesuai perintah pria itu.
Mereka telah sampai di rumah Viona, janda tiga puluh lima tahun itu masih berada di rumah karena waktu masih menunjukkan pukul 20.00 malam.
Bella membuka pintu, Roger masih setia menunggu di depan. Dia enggan ikut masuk tanpa perintah Viona.
"Tante...aku pulang" sapa Bella.
Viona menyambut dengan senyum manis lalu bertanya,
"Kamu di antar atau pulang sendiri??"
"Di antar tan...itu om Roger ada di depan" jawab Bella.
"Di depan?? ngapain Bella??" tanya Viona.
"Nungguin aku tan...soalnya....rencananya ... mulai besok ....aku ..sudah mulai...kerja ...tan....jadinya...malam...ini... rencananya... aku mau pindah...." jawab Bella terbata bata dengan di campur rasa takut jika Viona tidak mengizinkan.
Viona belum menjawab pertanyaan Bella. Dia malah menyuruh Roger masuk.
"Ajak dia masuk Bella.." tutur Viona.
Bella sedikit khawatir jika mereka akan beradu mulut , tapi Bella hanya bisa mengikuti perintah Viona.
"Om...tante Viona nyuruh om masuk..." kata Bella.
"Untuk apa?" tanya Roger.
"Entahlah.. aku juga tidak tahu om..ayo om...disini kan om jadi tamu ..masak di luar??" rayu Bella.
Roger masih enggan melangkahkan kaki untuk masuk ke rumah Viona.
Hingga kemudian Viona lah yang memilih untuk keluar.
"Jika tidak mau tidak usah di paksa Bella.." suara Viona mengagetkan Bella.
"Tante..." jawab Bella yang seketika langsung melepas tangan Roger karena sebelum Viona keluar , Bella berniat menarik tangan Roger agar mau ikut masuk.
"Bella tidak..." ucapan Bella terputus.
"Tidak perlu malu Bella, lambat laun dia juga akan terima dengan kedekatan kita" Roger tiba tiba menyela ucapan Bella.
"Om..." tangkas Bella.
"Ehem...hmmmm...tidak perlu berdrama di depanku, aku menyuruhmu masuk hanya untuk mengatakan jika Bella harus tetap pulang ke rumahnya tiap akhir pekan karena orang tuanya pasti merindukannya" tegas Viona.
"Hanya itu? bahkan meski setiap hari harus mengantarnya pulang dan menjemputnya kembali, aku tidak keberatan...!!" jawab Roger.
Bella benar benar merasa tidak enak , karena sepertinya keduanya sedang berdebat memperebutkan dirinya.
"Sudah... om... tante...jangan berdebat... kalian baikkan ya....ayo salaman..." kata Bella sambil menarik salah satu tangan mereka untuk di suruh berjabat tangan.
" Apaan sih Bella ???aku bukan anak kecil..!!!" sangkal Roger.
"Tapi sikapnya kayak anak kecil suka berantem..." jawab Bella.
"Sudah... sudah ...kalian lanjutkan saja nanti...sebentar lagi aku mau berangkat kerja... jadi aku tunggu sampai Bella selesai mengemasi barang barangnya" ucap Viona sambil berjalan masuk.