NovelToon NovelToon
Aku Bukan Dukun Cabul

Aku Bukan Dukun Cabul

Status: tamat
Genre:Mata Batin / Horor / Tamat
Popularitas:184.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kang Haji RIS'

Terlahir dari Keluarga yang sangat religius serta kedua orang tua nya ahli dalam agama dan di hormati oleh para warga, sungguh berbeda jauh dengan anaknya.

Jaya Jaeludin pemuda lajang berusia 23 tahun yang hobinya berpetualang ke tempat tempa seram dan penuh dengan ke mistikan. Selain Ia suka berpetualang Jaya pun bergaul dengan para preman yang hobinya mabuk mabukan dan berjudi... Sampai titik dimana Ia membantu seorang wanita yang berstatus sebagai wanita yang di tinggalkan oleh suaminya, memasang kan sebuah susuk ilmu Hitam. Ia di kampung nya sampai tingkat desa di cap sebagai Dukun Cabul.

Ikuti kisah nya Novel Aku Bukan Dukun Cabul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kang Haji RIS', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Agus Sudah terlepas dari pengaruh ghaib.

"Jangan memikirkan apapun, sebaiknya konsentrasi saja dengan membaca sholawat, saya akan segera mengirimkan hawa panas ke tubuh mu." Ucap Jaya.

"Hehehe..... Sebentar sebentar Jay..." Kata Agus menoleh ke arah Muhtar.

"Kang masih ada pisang nggak, saya mendadak lapar." Tandas Agus, tingkah nya garuk garuk persis seperti seekor monyet.

Jaya dan Abah Dewa mengetahui bahwa Agus berusaha menolak dengan mengulur ngulur waktu.

Wajahnya menyiratkan rasa ketakutan di luar kesadaran nya yang tiba tiba menghinggapi alam bawah sadarnya itu.

Sesaat Muhtar ragu, lalu menoleh kearah Jaya dan Abah Dewa, anggukan yang di berikan oleh mereka berdua, tanda setuju dengan permintaan dari Agus. Jaya dengan sabar mengikuti saja apa yang di lakukan oleh Agus. Mereka berdua paham betul dengan kondisi Agus saat ini yang berada dalam pengaruh mahluk tak kasat mata.

Muhtar pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan menuju dapur yang di simpan dalam meja makan tak lama kemudian lalu Muhtar pun kembali dengan membawa pisang dan Agus pun secepat kilat langsung menyambar pisang yang di sodorkan oleh Muhtar. Dengan lihai dan cepat Agus membuka kulit pisan satu persatu dan langsung melahap nya dalam dua kali suapan pisang tersebut.

"Nyam...... Nyam...... Nyam......." Jay mau apain saya sih Jay.." Celetuk Agus yang dalam pengaruh mahluk ghaib dan mengunyah pisang.

"Sudah habis pisang nya... Kamu turuti saya ya Kang Agus." Kata Jaya.... Seraya membacakan mantra dan meniupkan nya ke seluruh tubuh bagian punggung Agus.

Agus langsung seketika tertunduk dan mau menuruti perintah Jaya. Samar samar suara Agus mulai membaca sholawat.

Ya Nabi Salam 'Alaika

Ya Rasul Salam 'Alaika

Ya Habib Salam 'Alaika

Sholawatullah 'Alaika

Jaya menatap punggung Agus sebentar lalu Ia mulai berkonsentrasi sembari membacakan mantra mantra. Kedua telapak tangan nya di tempelkan tepat pada tulang tengah punggung Agus. Matanya terpejam mulutnya komat kamit.

Selang beberapa menit kemudian. Jaya menghentakkan kedua telapak tangan nya dengan keras ke punggung Agus di barengi dengan teriakan.

"Allah Hu Akbar.!!

Bersamaan dengan itu. Agus langsung memuntahkan sesuatu yang keluar dari mulut nya.

"Hoek.........! Hoek.......!

Agus bener bener muntah.!!

Semua yang ada di ruangan itu beringsut mundur. Muhtar dan Mang Jaka beserta empat orang lain nya di buat terbengong bengong dan terkejut melihat muntahan nya. Dari mulut Agus keluar gumpalan gumpalan mirip agar agar berwarna hitam sebesar jempol orang dewasa.

"Terus muntah kan semua nya Kang.!! Ayo Gas ken Kang Agus." Teriak Jaya bersemangat.!

"Kamu pasti bisaaaaaaa Gus........ " Teriak Abah Dewa semangat empat lima.

Pada muntahan yang ketiga kalinya, tampak keluar satu gumpalannya yang ukurannya empat kali lipat besarnya dari gumpalan gumpalan muntahan yang pertama dan kedua hingga membuat mulut Agus terbuka lebar. Setelah usai muntahan yang terakhir Agus pun tubuhnya menggelosoh tak berdaya ke samping dan tergelatak pingsan.

"Naon eta Kang Jaya.?" Teriak Ubey refleks berbicara memakai bahasa Sunda.!

"Jangan di sentuh dulu. Biarkan gumpalan saja gumpalan gumpalan itu.?" Cegah Jaya. Tampak Ubey dan Muhtar bersamaan mendekat kearah baskom dan ingin menyentuh nya.

"Kalau menurut terawangan saya. Itu salah satu minuman yang di berikan oleh Kuncen Gunung Kong. Kepada Agus.... Gumpalan itu adalah darah monyet yang sudah menyatu dengan tubuh Agus." Terang Jaya kepada mereka yang ada di ruangan itu.

"Astaghfirullah alladzim.!! Masya Allah.!! Teriak mereka semua, seraya mulutnya menganga terbuka lebar.!!

"Kang Muhtar.. Mang Ubey..! Tolong di bantu Agus nya di luruskan tidur nya." Pinta Jaya.!

"Siap." Kata mereka serentak..!

Mata Agus masih tertutup rapat dengan kondisi tubuh yang masih lemas. Raut wajah mereka bergidik melihat kondisi Agus yang masih belepotan noda merah di mulut nya.

Jaya kembali menelisir seluruh bagian tubuh Agus, menerawang bagian mana saja yang masih terhinggap mahluk ghaib di tubuh nya Agus. Mula mula dari ubun ubun kepala Agus telapak tangan Jaya mengibas kibas kan menyisir membersihkan bias bias aura negatif nya hingga ke ujung kaki nya.

"Kang Muhtar. Minta Air Sumur satu gelas." Pinta Jaya.!!

Ia. Mengangguk lalu beranjak menuju kamar mandi.! Jaya sendiri mengeluarkan salah satu botol dalam saku celana nya.!!

"Pak Dewa...... Minyak ini harga nya murah.! Bila kita tahu cara membelinya... Tetapi minyak yang ada dalam botol berukuran kecil ini bisa jadi mahal ketika sudah berada dalam paranormal." Terang Jaya kepada Abah Dewa.

"Kok. Bisa begitu Eyang.?" Tanya Abah Dewa penasaran.!!

"Hehehehe.!! Khasiat minyak ini menjaga dan mengeluarkan hal hal yang sudah terpengaruh oleh mahluk ghaib. Cara memasukan Aura ghaib kedalam minyak ini yang membuat harga nya mahal. Mungkin Pak Dewa juga mengetahui memasukan Airod yang paling susah, butuh mata batin yang sangat sakti agar aura aura positif itu masuk kedalam pelantara minyak ini." Kata Jaya menerangkan.!

Abah Dewa manggut-manggut mengerti setiap inci ucapan yang di katakan oleh pemuda itu.

Beberapa saat kemudian Muhtar sudah kembali dan memberikan segelas berisi air putih lalu di bacakan nya doa oleh Jaya. Setelah itu air di tuangkan ke telapak tangan kanan dan di banjurkan keseluruh muka dan kepala Agus hingga air dalam gelas itu habis.

"Alhamdulillah.!! Ucap Muhtar dan Abah Dewa bersamaan ketika melihat kedua mata Agus bergerak lalu perlahan lahan terbuka..

Agus merasakan seluruh tubuhnya segar dan sejuk, usai Kang Jaya meraupkan air nya ke wajah dan kepalanya. Perlahan Agus bangkit, menatap ke seluruh ruangan d

itu. Sungguh menakjubkan, sorot mata Agus yang sebelumnya kosong seperti orang linglung. Kini mata nya berbinar binar.

"Abah....... Lihat...... Ubey, dan kalian semua lihatlah.. Ini mata Agus yang sebenernya. Sorot mata yang penuh semangat seperti Agus yang dulu." Ucap Muhtar tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya melihat adik ipar nya.

"Alhamdulillah.!! Kata mereka bersamaan seraya meraupkan kedua tangannya ke wajah masing masing tanda syukur atas kesembuhan Agus yang sudah terpengaruh siluman monyet.!!

"Kang Muhtar. Coba tawari Agus pisang masih doyan nggak." Bisik Jaya.!!

Muhtar beranjak setelah bisikan dari Kang Jaya... Ia mengambil pisang yang ada di meja makan lalu kembali duduk di depan Agus..

"Ini ada pisang Agus... Makanlah." Kata Muhtar sambil menyodorkan satu ikat pisang kepada nya.

"Ahk.... Kang Muhtar meledek saya. Dari dulu kan saya tidak suka sama pisang. Kalau durian boleh lah mau berapa biji juga , hehehehe." Jawab Agus terkekeh.

Semua nya tertawa di buat nya oleh tingkah Agus, Padahal sebelumnya mereka di buat repot setiap malam atas ulah Agus, hingga hampir tiap hari di meja makan harus ada pisang untuk makanan yang di makan oleh Agus.

Bersambung.

1
Siti Choiriyah
kok ceritanya mirip cerita yang ono yak🤔... cuma beda judul tahun pembuatan...
Endro Budi Raharjo
bisa dipelajaru nih..
Endro Budi Raharjo
nah agak nyesel, jaya bertarung gak lama....
Endro Budi Raharjo
ternyata msh blm mampu....
Endro Budi Raharjo
Allohu Akbar....
Endro Budi Raharjo
senjata ampuh yg terlalu dihubung2kan....
Endro Budi Raharjo
dimulai pertempuran lawak....
Endro Budi Raharjo
sapa dia...
Endro Budi Raharjo
daging yg menggetarkan....
Endro Budi Raharjo
ragu2 lbh baek kembali....
Endro Budi Raharjo
kena sdh...
Endro Budi Raharjo
nah klo cara halus gak bisa....gmn..????
Endro Budi Raharjo
ternyata begitu critanya....
Endro Budi Raharjo
sementara slesai....
Endro Budi Raharjo
nenek lampir....
Endro Budi Raharjo
siap-siap....
Endro Budi Raharjo
kok lewat....
Endro Budi Raharjo
tambah pasukan...
Endro Budi Raharjo
utk sementara bisa tidur/Grin/
Endro Budi Raharjo
brp nomor nya....????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!