NovelToon NovelToon
My Disastrous Life

My Disastrous Life

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Persahabatan / Zombie
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: zareef

Ketika pandemi melanda, seakan-akan sebuah saklar telah diputar. Suatu hari, kehidupan berbalik drastis dari normal, semua orang telah tiada. telah menyebar virus yang mematikan.

ketika sekelompok pemuda mengadakan liburan dadakan ke desa pinggiran kota untuk waktu istirahat dan bersenang-senang.

Di saat yang bersamaan, Kota tempat syarif dan teman-temannya tinggal telah kosong dalam waktu singkat, saat akan pulang Mereka terjebak di kota mati, tanpa ada cara untuk mengetahui di mana keluarga mereka berada atau apakah mereka masih hidup.

Syarif dan teman-temannya tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan diri mereka sendiri. Mereka tidak tahu apa yang diharapkan dari pandemi, atau berapa lama pandemi akan berlangsung - tetapi mereka tahu bahwa mereka tidak bisa hanya duduk-duduk saja menunggu orang lain untuk menolong mereka.

Sekarang Syarif dan kawan kawan terjebak di dunia baru yang aneh tanpa mengetahui apa yang terjadi pada keluarganya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zareef, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 32 : BENJI CITY

DOR..! .. DOR..! ... DOR..!

Saleh menembakkan tembakan peringatan tiga kali ke udara. " Tenang semuanya tenang!. jangan ribut! ", teriak Saleh. " Semuanya tenang dulu!, kita bisa bicarakan, paham? ", ujar samim.

Fana dengan pistolnya menyuruh pengungsi lainnya untuk mundur dari pria berkumis dan menjaga jarak, samim menertibkan para pengungsi untuk duduk dan tenang.

Pria berkumis berdiri dengan samim dan mis'al.

" Coba jelaskan siapa anda", tanya samim ke pria berkumis. " Saya asong.. Saya hanya pedagang biasa saya berasal dari distrik 7..", jawab pria berkumis.

" Anda datang bersama 6 orang, apakah anda kenal? ", tanya mis'al. " Tidak saya bertemu di jalan.. ", jawab asong. " Anda bersamanya, tolong jelaskan bagaimana anda bisa bertemu dengan asong", tanya samim ke seorang wanita berkaos hitam yang datang dengan asong.

" Kami semua memang tidak mengenal satu sama lain.. Kami bertemu saat mencoba mencari makanan.. Si asong ini baru kemarin kami bertemu dia memohon untuk ikut kami", jawab si wanita berkaos hitam.

" Jelas ini petugas pemerintahan! Ini orangnya! Dia menyulitkan ku saat itu! , coba mintai KTP nya! ", teriak pria berjaket kuning. " Apakah saya bisa melihat KTP anda atau apapun yang berkaitan dengan identitas anda? ", tanya samim ke pria berkumis. " Saya.. Saya.. Kehilangan dompet.. ", jawab pria berkumis dengan terlihat bingung.

" Ya kan? Jelas dia berbohong! ", teriak pria berjaket kuning dan memicu kemarahan pengungsi lainnya, " ayo kita hukum orang ini! Gara gara dia kita semua tidak bisa ikut evakuasi! ", teriak pengungsi lainnya.

" DIAAAMM!, Tolong harap tenang! Kalau ada yang bertindak main hakim sendiri akan kami tembak! ", fana berteriak dengan garang memperingati para pengungsi.

" Tolong yang lainnya kita di sini untuk bersama, aku menyediakan hotel ini untuk kita semua bisa hidup selamat, kalau ada dari kita yang bermasalah kita akan selesaikan dengan baik baik, aku tidak mentolerir adanya kekerasan! ", ucap samim.

" Bai.. Baiklah.. Maaf.. Aku memang berbohong... " , jawab si asong. Tak pelak para pengungsi lainnya terlihat marah, namun fana dan Saleh sigap dengan pistol dan kembali memperingati para pengungsi untuk tetap diam di tempat duduk mereka. " Jadi, siapa anda? ", tanya samim.

" Namaku ali... Benar kata pria ini aku yang mengurus proses registrasinya saat hari evakuasi ", jawabnya.

Semua pengungsi menjadi geram mereka terlihat ingin mengeroyok ali namun tak berani karena Saleh dan fana siaga membidik dengan pistol.

" Kenapa?.. Kenapa kau persulit? Kenapa kau bagi dengan surat pengelompokan? " , tanya salah seorang pengungsi.

" Aku tidak tahu.. Aku hanya menjalankan tugas.. Dengar.. Aku bekerja di dinas perhubungan dan aku di tugas kan sebagai staff khusus distribusi dan pengadaan dokumen evakuasi, surat pengelompokan itu langsung dari pusat, aku tak tahu apa apa! ", jawab ali.

Mis'al menatap ali dengan sinis ", gara gara kalian... Betapa banyaknya orang yang tertinggal... Mereka semua berhak untuk di selamatkan.. ", ucap mis'al.

" Aku tahu.. Aku tahu... Aku hanya menjalankan tugas.. Maafkan aku, aku tak bisa apa apa ", ucap ali.

" Harusnya kau dan teman teman mu yang bekerja itu bisa membantu ...kau yang mengurus dokumen kan? Harusnya kau gunakan hati nuranimu sekali saja.. Sekali saja kau bantu warga yang tak bisa berangkat.. ", ujar salah seorang pengungsi.

" Aku tak bisa berbuat banyak..coba kalian pikir harusnya aku ikut ke pesawat khusus staff pemerintahan, coba pikir kenapa aku bisa di sini? ", ujar ali.

Kata katanya membuat semua pengungsi terdiam. " Kenapa kau tidak berangkat? ", tanya samim.

" Dengar.. Aku tak bisa membantu memasukkan semua warga.. Jelas aku tak mampu.. Aku juga sama kesalnya dengan kalian soal surat pengelompokan evakuasi, aku marah tentang itu, aku dan rekan ku berniat memalsukan dokumen untuk tetangga tetangga dan keluarga..

Sejumlah 10 dokumen ku palsukan demi mereka bisa berangkat, saat hari H, aku dan rekanku ketahuan, 10 orang yang ku masukkan yang sudah berada di pesawat di usir dan di tahan. ..

" Aku dan rekanku juga di tahan oleh pihak militer, rekanku mencoba melawan dan dia tertembak.. Setelah evakuasi semua militer berangkat dan meninggal kan ku sendiri dengan temanku yang terluka..

aku membopong nya kesana kemari mencari pertolongan namun aku bertemu orang yang bersenjata dan mengira kami terkena virus rekanku di bunuh aku berhasil kabur..berhari hari aku terlantar sampai aku bertemu dengan orang orang ini.. " , ujar ali.

Penjelasannya membuat isi ruangan yang tadinya kesal dan marah sekarang mereda, ali tak dapat di salahkan dia hanya menjalankan tugasnya. Aku yang berdiri di belakang para pengungsi yang duduk berbaris mendatangi ke arah ali ada yang ingin kutanya kan ke dia.

" Permisi pak ali, waktu anda bertugas apa anda tahu semua data yang ikut evakuasi? ", tanyaku. " Jumlahnya sangat banyak dan semua data berada di komputer, tak mungkin aku mengingatnya satu per satu ", jawab ali. "

Pasti ada kategori wilayah kan, bisa anda beritahu apakah wilayah anvil road di distrik 3 terdaftar evakuasi? ", aku bertanya tentang wilayah rumah ku. " Aku tak tahu.. Yang aku tahu distrik 3 salah satu zona merah, hanya beberapa yang di evakuasi ", jawab ali.

" Ada yang di evakuasi? Distrik 3 ada yang di evakuasi? ", tanyaku lagi. " Ya, setahuku tidak banyak", ujar ali.

Jawabannya sedikit melegakanku , bager menatapku dengan tatapan senang, walaupun belum pasti aku mengetahui dengan tepat keberadaan orang tuaku, namun setidaknya distrik 3 masih ada yang di evakuasi, masih ada kemungkinan orang tuaku selamat.

" Ali berapa banyak warga yang sudah di evakuasi? ", tanya samim. " Aku tak tahu pasti... kira kira 1 juta warga..targetnya 60 persen warga boyo city yang negatif virus yang harus di evakuasi , 1 juta orang .. itu hampir memenuhi target", jawab ali.

" Data yang belum pasti kejelasannya , masih banyak yang belum terdaftar, evakuasi ini tidak efektif..", ujar mis'al.

" Ya aku paham itu.. Entah kenapa pemerintah pusat memutuskan begitu dan hanya mengevakuasi satu kali saja ", ujar ali.

" 1 juta manusia di kumpulkan di probo city , tidak mungkin memindahkan ke tempat yang juga padat penduduk , probo city sendiri warganya sudah banyak", ujar samim.

" Probo city? Tidak, probo city juga sama situasinya dengan boyo city, di sana juga banyak yang positif dan banyak warga yang terinfeksi menjadi unknown beast creature istilah dari pemerintahan..tahu kan apa yang kalian sebut zombie atau sebagai nya", ujar ali.

Aku kaget ketika mendengar evakuasi bukan ke probo city. begitu juga samim.

" Bukannya probo city? Ayahku berangkat duluan dan ... ", samim tiba tiba berhenti berbicara karena ia takut para pengungsi lainnya mendengar soal evakuasi untuk pejabat dan orang orang penting yang di lakukan sehari sebelumnya.

Samim berkata ke ali kalau setelah ini ia ingin bertanya tanya lagi dengannya aku bilang ke samim aku ingin juga mendengar penjelasan ali dan samim menyetujui. Ia menyuruh Saleh berjaga untuk tetap menenangkan para pengungsi dan menyuruh fana untuk mengantar para pengungsi ke kamar masing masing untuk beristirahat.

Setelah para pengungsi memasuki kamar. Saleh dan fana balik ke ruang balai temu, kami semua kembali menyakan hal ke ali.

" Dengar ali, ayahku seorang tokoh penting di kota ini, ia penggalang dana untuk walikota, aku tahu info tentang first evacuation

ayahku bersama orang orang penting berangkat dan tujuannya adalah probo city, tujuan yang sama dengan second evacuation ", bilang samim.

" Hah? Kau.. Kau orang pemerintahan? ", ali tampak terkejut. " Bukan..kebetulan ayahku dekat dengan pejabat..tolong jelaskan kemana tujuan evakuasi? ", tanya samim.

" Tujuannya adalah benji city..", ujar ali. " Benji city? Loh itu kan masih bisa di lalui darat? ", tanya mis'al.

" Ya , second evacution tujuannya benji city di sana steril dan minim penduduk ", ujar ali. " Lalu kemana tujuan first evacuation? ", tanya samim. " Aku tak tahu itu informasi rahasia, aku hanya bertugas untuk second evacuation ", ujar ali.

Samim terlihat kecewa ia melepas kacamata nya dan mengusap usap dahinya. " Tak kusangka.. Tak kusangka ayahku berbohong... " , ujar samim .

Fana dan mis'al menepuk bahunya. " Yang penting kita tidak sama dengan mereka, kita ini adalah pejuang", ujar fana. " Soal benji city kita bisa lewat darat ke sana kan? Mim kita harus ke sana, tak mungkin kita bertahan di sini selamanya ", ujarku.

" Tidak semudah itu.. aku sudah mencoba berangkat menggunakan mobil tapi di tiap perbatasan di jaga oleh militer, bagaimana kita bisa lolos?", ujar ali.

" Hei, kita kan punya senjata, kita bisa melawan kan?", sahut bager sambil menunjuk AK-47 yang di gantung di punggung saleh dan fana. " Hehehe, kalian pikir militer yang berjaga satu dua orang? ", ujar ali.

" Soal itu, mim ingat kan aku pernah bilang saat sebelum aku masuk boyo city di parang village aku dan teman teman kabur dari kamp karantina setelah ada beberapa orang bersenjata yang melawan dan berhasil. Kita gabung saja dengan mereka", ujarku.

" Emang seberapa kuat mereka sih kok kau sebut terus? ", tanya Saleh. " Mereka seperti orang orang yang terlatih dan lihai dengan senjata api entah siapa mereka, menurut ku kita bisa gabung dan melakukan perjalanan ke benji city", bilang ku.

" Tidak cukup, penjagaan kamp militer berada di tiap titik kota di luar boyo city, mereka sudah berjaga jaga kalau ada orang dari boyo city yang lewat ", bilang ali.

" Aku bisa saja ke parang village aku lihat keadaan di sana dan mencoba berunding dengan kelompok yang nizar temui", ujar saleh.

Samim memegang dagunya ia tampak berpikir, " Tenang dulu, harus kita pertimbangkan matang matang dan harus di rencanakan baik baik, karena yang kita bawa adalah nyawa manusia, sekarang di sini sudah ada 14 pengungsi dan besok mungkin ada lagi yang berdatangan", bilang samim.

Kemudian ali meminta untuk beristirahat dan dia di antar oleh fana ke kamar yang di sediakan.

" Baiklah kita istirahat dulu, besok pagi aku mulai siaran lagi .. siaran akan terus di lakukan sampai sekiranya semua orang di penjuru Kota datang kemari

dan tolong jaga rahasia tentang Kate dan mila ke siapapun maupun soal benji city ke para pengungsi ", bilang samim.

Saleh menuju ruang keamanan mendatangi fahme. Samim memintaku dan bager untuk beristirahat. Di kamar tidur hotel yang cukup nyaman dan dingin , ku tak tidur sampai tengah malam karena suara suara zombie di luar jalanan , dan aku juga kepikiran tentang benji city, aku harus kesana.

Kesokan pagi nya aku dan bager di bangun kan oleh fana untuk sarapan dan bersiap siap , alwi tidur dengan kakaknya bobbi di kamar lain. Dia sangat senang sekali karena sudah bertemu kakaknya namun ia bilang tetap membantu the royal saviour. Aku berkumpul di restoran hotel dengan pengungsi lainnya untuk sarapan. mis'al dan fahme di stasiun radio membantu samim melakukan siaran.

Setelah siaran aku, samim, Saleh, mis'al , dan fana bersiap di tempat parkir seperti biasa menunggu para pengungsi yang datang. Alwi dan bager membantu fahme di ruang keamanan dan pengawasan. " Kate dan mila sudah makan kan? ", tanya samim.

" Sudah, aku yang membawakan makanan dan kusuruh untuk terus mengunci pintu nya", ujar fana. " Kita atur waktu setelah ini agar Kate dan mila bisa keluar kamar, karena kasihan mereka kalau berada di kamar terus terusan ", ujar samim.

Tak lama fahme memberi tahu lewat walkie talkie . " Ssrtt... Ada 1 mobil datang kemari".

" Berapa orang? ganti", ujar samim. " ssrrtt.. Tiga orang tampaknya tidak membawa senjata, ganti ", ujar fahme. " Oke , buka gerbang ", jawab samim.

TIING... Pintu lift terbuka , bager dan alwi turun ke ruang parkir dari ruang keamanan dan pengawasan, mereka berlari mendatangiku.

" Zar.. Nizar....!!",

1
Soyaji Kim
novel nya seru banget
Max Zareef: thankyou, ikutin terus ya dan jangan lupa share novel ini sebanyak2 nya :)
total 1 replies
anggita
like👍 ae thor.
anggita
Boyo🐊 City
BlackNeco
Yang kena penyakit ini langsung ko-it wkwkwk
siti aisyah: pp, Q. qa. 1
1*, 1.
, q
..,. 👍.
total 1 replies
༺Leͥgeͣnͫd༻ᴳᵒᵈ
Ceritamu keren, thor! Rasanya bener-bener kaya hanyut ke dalam cerita
DavidTheDancer
Thor chakep, kalau saya bilang lanjuut, lanjuuuut~ hahah
Max Zareef: wani piro? wkwkwk
ikutin terus ya makasih dukungan nya :))
total 1 replies
theseafiles
seru bgt Thor di cepetin lahh update nya
Intan Haryanti
Kok ya aku digantung sih…? Lanjut ga thor?! Lanjut ya? Haha
MouthofMexico
SERUU.....BUET CERITANYA
sharing_genes
Huft kok udah abis aja? Yok di next bab lanjutannya yok..
WillofWashington
Next thor, biar aku bisa jadi first comment di bab selanjutnya haha
SecretFruity
Kutunggu jandamu thor! Ehh kutunggu lanjutannya haha
Max Zareef: author cowo woi kok janda 😆, anyway thanks ya ikutin terus bab selanjutnya
total 1 replies
Madu Yang Luar Biasa
seru banget novelnya, semangat terus buat author, ku tunggu karya indahnya☺
Max Zareef
sama sama salam kenal juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!