NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran

Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / TimeTravel / Reinkarnasi / Isekai / Fantasi Timur / Identitas Tersembunyi / Time Travel / Chicklit / Tamat
Popularitas:183.5k
Nilai: 4.6
Nama Author: @juna_nadia

bab nya telah di lengkapi, bab revenge Jia Li juga dah full

reinkarnasi

"BANGUN GADIS SI4LAN." suara itu sangat menggangu.

"HEI BANGUN KAMU." ck benar-benar ck benar-benar menyebalkan.

"ibu apa dia sudah mati?"

"Ck bagus kalau dia sudah mati, jadi keluarga Mu tidak perlu merawat gadis bisu sepertinya." sarkas wanita tua itu.

"KALIAN SUNGGUH RIBUT, SANGAT MENGGANGU."

"HANTUUU." teriak gadis itu.

"BERANI-BERANINYA KALIAN MENGANGGU TIDUR SEORANG LI Mia." rahang ku mengeras, ck siapa yang tidak kesal jika tidur ku di ngangu, eh, tunggu, tunggu sebentar, bu-bukanya aku sudah mati tertusuk pisau yah?waktu menjalankan misi ku. aku dimana aku sekarang? bangunannya? bangunannya terlihat seperti kerajaan Cina kuno! ja-jangan bilang kalau, kalau aku melakukan perjalanan waktu....aku melakukan REINKARNASI...APA



Welcome to novel fantasi pertama saya
kalau suka like komen vote favorit
kalau gak suka gak maksa
Harap saling menghargai ☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @juna_nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

Panglima Li, adalah sebutan baru untuk Jia Li sekarang, gadis itu sekarang sangat gagah dengan pakaian panglimanya, dan jangan lupa kan pedang samurai di tangan Jia Li sekarang, gadis itu sekarang sedang memperagakan cara menggunakan pedang yang benar.

"ingat kalau sedang di dalam situasi perang, kalian harus waspada dan hati-hati." ujar Jia Li lalu mengeluarkan pedang samurai dari sarungnya.

"Ayun dan arahkan pedang kearah lawan, semuanya ikuti yang saya lakukan." Ujar Jia Li sambil memperagakan, semua yang ada di sana mengikuti gerakan yang di lakukan Jia Li tadi.

Pelatihan berakhir bersama dengan matahari yang terbenam di ufuk barat.

Jia Li sekarang sedang duduk beristirahat sambil menyekat keringat di keningnya.

"ini untuk mu panglima Jia Li." Sebuah tangan terulur memberikan botol air minum kepada Jia Li. Jia Li mendongak melihat siapa yang memberikan minuman untuk nya.

"Yuan!" beo Jia Li saat melihat pria gagah yang sempat menjadi teman satu tim nya waktu pelatihan kemarin. Yuan laki-laki itu langsung duduk disebelah Jia Li.

"Bagaimana?" Tanya Yuan pada Jia Li, gadis itu mengerutkan keningnya.

"Apanya?" Tanya Jia Li kembali

"Hari pertama menjadi panglima dari prajurit Phoenix? mereka pasti sangat merepotkan bukan?" Tanya Yuan dibalas gelengan kepala dari Jia Li.

"Tidak kok, mereka baik dan mudah untuk di latih, mereka itu berbakat dalam bertarung, hm hanya saja mereka tidak di anggap di sini makanya membuat mereka malas untuk berlatih." Yuan hanya mengangguk mendengar ucapan Jia Li barusan.

"Bagus kalau begitu." Seru Yuan.

"Bagaimana dengan mu, Yuan? Apa kau bisa mengendalikan Prajurit Singa?" Tanya Jia Li pada Yuan, Yuan menghelaakan nafasnya lalu menoleh kearah Jia Li.

"Hm mereka sangat keras kepala, sangat sulit mengendalikan mereka, dan nama Prajurit Singa sangat cocok dengan keganasan mereka, mereka hebat kalau dalam hal bertarung, tapi yah begitulah, sangat sulit di atur." Ujar Yuan mengeluarkan unek-unek dalam dirinya. Jia Li mengangguk lalu menepuk pundak Yuan beberapa kali, guna menyalurkan semangat kepada pria yang sudah di anggapnya sebagai temannya itu.

"Aku yakin kalau kau bisa mengendalikan keganasan prajurit Singa, jadi semangat lah Yan Yuan." Yuan seketika tersenyum sambil melihat wajah polos Jia Li.

"Terimakasih Jia Li, kau memang pantas menjadi seorang panglima, kau itu bisa membuat seseorang bersemangat." Ucap Yuan sambil tersenyum.

"yah dong, aku gitu loh." seru Jia Li sambil memperlihatkan senyumannya, Yuan hanya ikutan tersenyum walau dia tak begitu mengerti dengan ucapan Jia barusan.

"Tapi sayang, pipi dan wajah mu tidak mendukung profesi mu sekarang Jia Li, kau terlalu imut untuk menjadi seorang Panglima hahaha." Yuan tertawa begitu keras sambil mengacak-acak rambut pirang Jia Li. Gadis itu hanya mendengus sambil berujar dalam hati.

Cih menyebalkan sekali, profesi ku yang sekarang sangat keren, tapi sayang wajahku begitu bocil, pipi gembul, bibir tipis, tubuh pendek cih sangat berbeda dengan tubuh ku yang dulu, wajah tirus, bibir seksoy dan tinggi badan yang ideal, dan jangan lupakan perut six pack ku, hiks hiks hiks, aku merindukan mu, tubuh lama ku. Jia Li menangis dalam hati. Kesal sih dengan perlakuan Yuan barusan, tapi apalah dayanya, karena memang benar apa yang di ucap kan Yuan.

like komen vote makasih

maaf Kalau banyak typo.

baru pemula

jadi saling menghargai yah.

see you next episode

1
Murni Murniati
apa jendral tak tau udah seperti itu,
Memyr 67
𝗍𝗒𝗉𝗈𝗇𝗒𝖺 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗄𝗂𝗋𝖺 𝗄𝗂𝗋𝖺. 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
@han haela
bagus thor semangat 👍👍👍
@han haela
bagus thor
@han haela
baru mampir 👣👣
fitri
Luar biasa
fitri
dah mulai seru ni cerita nya
Murni Dewita
👣
cheng phong
tolong itu beberapa bahasanya di ubah thor karena tdk sesuai dgn jamannya
Rere Salsa
Kecewa
Rere Salsa
Buruk
Diah Susanti
"kantuk" bahasanya terlalu kaku
cheng phong: betul ada beberapa kosa kata yg belum ada di jaman kuno seperti yg di ucapkan oleh sang pelayan yg mengatakan cetar membahana karena yg aku tahu kosa kata itu baru ada di zaman sahrini😂
total 1 replies
Oi Min
cocok visual nya
Oi Min
kok Ying Ying g terkejut liat Jia Li bsa bicara?? katanya bisu??
Oi Min
kok Ying Ying g terkejut liat Jia Li bsa bicara?? katanya bisu??
Binti
jangan2 yg dimaksud adik kecil jia li.waah bisa seru nih kakak adik rebutan cewek
Binti
typo
Binti
bagus sih tapi kok pake aku2 ya serasa baca diary
Oi Min: kan td POV nya Li Mia
total 1 replies
Dede Mila
baca
Nur Lela
luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!