NovelToon NovelToon
SISTEM HEWAN KONTRAK TERKUAT

SISTEM HEWAN KONTRAK TERKUAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Balas Dendam / Summon
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

Saat ujian SMA, Rio menjadi bahan tertawaan satu sekolah karena mengontrak seekor monyet kurus dekil tingkat Warrior (Trash-Rank). Semua orang menganggap masa depannya hancur, namun sebuah panel gaib tiba-tiba muncul di hadapannya:

[Ding! Sistem Push Rank Immortal Aktif!][Target: Monyet Lumpur (Identitas Asli: Sun Wukong - Segel Dewa)][Status Pengguna: SSS-Rank Hidden Power]

Di saat murid lain sibuk pamer kekuatan di sekolah, Rio memilih "mabar" di Dungeon terlarang bersama lima hewan mitologi miliknya: Sun Wukong, Serigala Kegelapan, Qilin, Phoenix, dan Ratu Laba-laba. Ketika gerbang bencana dunia jebol, Rio melangkah maju membawa squad top globalnya yang sudah berada di tier MYTHICAL IMMORTAL!

Siapa bilang dia salah kontrak?

#System #SunWukong #Overpowered #HiddenPower #Evolution #Mythology

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Belas Tahun

Mata itu berwarna cokelat tua.

Sama persis dengan yang Rio lihat setiap pagi di cermin kamar mandi kontrakannya yang cerminnya sudah buram di sudut kanan bawah. Sama persis dengan yang ada di foto buram setengah halaman majalah tua yang sekarang tersimpan di dompetnya bersama kartu nama dua belas digit Raymond.

Laki-laki di kursi batu itu membuka matanya dan menatap Rio selama dua detik penuh tanpa bergerak, tanpa berbicara — dengan cara seseorang yang sudah sangat lama menunggu sesuatu dan ketika sesuatu itu akhirnya tiba, membutuhkan dua detik untuk memastikan bahwa ini bukan lagi salah satu dari versi yang sama yang sudah ia bayangkan terlalu banyak kali selama tiga belas tahun.

Kemudian ia berbicara.

"Sudah makan?"

---

Rio berdiri di ambang ruangan itu sangat diam.

Dari semua kalimat yang mungkin ia perkirakan — dari penjelasan, dari permintaan maaf, dari apapun yang layak menjadi kalimat pertama setelah tiga belas tahun — ia tidak pernah memperhitungkan dua kata yang paling biasa dari semua kemungkinan yang ada.

*Sudah makan.*

Kalimat yang setiap pagi Rio tanyakan kepada Wukong sebelum mereka keluar ke dungeon atau ke sekolah, dalam nada yang persis sama dengan nada laki-laki di depannya sekarang — bukan nada orang yang benar-benar mengkhawatirkan kondisi fisik seseorang, melainkan nada orang yang butuh memulai percakapan dari tempat yang paling konkret yang bisa ia temukan karena semua tempat lain terlalu besar untuk dijadikan titik pertama.

Rio menelan sesuatu di tenggorokannya.

"Belum," jawabnya.

Adrian Albert mengangguk pelan — anggukan yang mengandung *aku kira begitu* dan *kita perbaiki itu dulu sebelum hal lain* sekaligus — dan berusaha berdiri dari kursi batunya.

Berusaha.

Gerakannya lambat dengan cara yang bukan karena tidak mau bergerak cepat. Tangannya yang bertumpu di sisi kursi gemetar sedikit sebelum ia berhasil mendorong tubuhnya ke posisi berdiri. Lututnya tampak memerlukan satu detik ekstra untuk memutuskan bahwa mereka memang akan berdiri.

Tiga belas tahun di ruangan batu di bawah pohon yang tumbuh miring ke timur tidak ramah terhadap sendi manusia.

---

Rio melangkah masuk ke ruangan itu.

Bukan untuk membantu — tidak ada sinyal yang diminta. Hanya melangkah masuk karena berdiri di ambang pintu terlalu lama sudah tidak terasa seperti pilihan yang masih perlu dipertahankan.

Wukong melompat dari belakang Rio ke tanah, berjalan ke arah Adrian dengan langkah yang tidak terburu-buru tapi sangat langsung — tanpa ragu, tanpa memeriksa, tanpa prosedur perkenalan apapun.

Seperti pulang.

Adrian menatap Wukong yang berjalan ke arahnya dan untuk pertama kalinya sejak matanya terbuka, ekspresi di wajahnya berubah dari sesuatu yang dikontrol menjadi sesuatu yang tidak.

Ia berlutut di depan Wukong dengan gerakan yang jelas menyakitkan lututnya tapi dilakukan tanpa ragu.

Wukong berdiri di depannya.

Dua makhluk yang sudah sangat lama tidak bertemu, bertatapan di ruangan batu bercahaya di bawah lembah tujuh batu, dalam keheningan yang tidak butuh diisi oleh siapapun termasuk sistem apapun.

Kemudian Wukong meletakkan satu tangan kecilnya di atas lutut Adrian.

Satu tangan. Satu gerakan kecil yang tidak bisa masuk ke dalam kategori teknis apapun.

Adrian menutup matanya selama tiga detik.

---

Serigala masuk ke ruangan, melewati Rio, berjalan ke sudut yang paling jauh dari pintu masuk dan berbaring di sana — posisi yang membelakangi semua orang di ruangan ini, telinga terangkat menghadap ke arah tangga.

Berjaga.

Di lekukan bahu kiri Rio, Abyssal Goddess Weaver tidak bergerak. Tapi kehangatan yang sudah tiga hari menjadi bagian dari ritme tubuhnya berdenyut dengan cara yang berbeda dari semua sebelumnya — lebih lambat, lebih dalam, seperti detak jantung seseorang yang akhirnya beristirahat setelah berlari sangat lama.

---

Adrian berdiri kembali, lebih lambat dari tadi, dan menatap Rio dari jarak yang sekarang hanya dua meter.

Ia menatap wajah Rio dengan cara yang berbeda dari cara Raymond menatapnya, berbeda dari cara Pak Darmawan, berbeda dari cara siapapun yang pernah menatap Rio sepanjang hidupnya.

Cara seseorang yang melihat sesuatu yang pernah sangat ia kenal di dalam wajah seseorang yang belum pernah ia kenal cukup lama.

"Rambutmu," kata Adrian pelan. "Selalu acak-acakan?"

"Selalu."

"Ibumu pasti frustrasi."

"Ibu meninggal waktu saya empat tahun," kata Rio datar. "Saya tidak cukup ingat apakah ia frustrasi atau tidak."

Adrian diam selama dua detik.

"Maaf." Suaranya turun ke nada yang paling rendah. "Saya tidak tahu."

"Tidak ada cara untuk tahu." Rio menatapnya. "Bapak sudah di sini dari sebelum itu terjadi."

Kalimat itu tidak diucapkan dengan marah. Tidak dengan dingin. Hanya fakta yang diletakkan di atas meja di antara mereka — bukan untuk menyakiti, melainkan karena percakapan yang dimulai dari kebenaran selalu lebih efisien dari percakapan yang dimulai dari tempat yang lebih nyaman.

Adrian menerimanya dengan cara yang sama.

"Iya," katanya. Satu kata yang tidak mencoba menjadi lebih dari yang seharusnya.

---

Rio melihat sekeliling ruangan untuk pertama kalinya dengan benar.

Di sisi kanan ada rak batu yang penuh dengan benda-benda yang tidak bisa langsung Rio kategorikan — botol-botol kecil berisi cairan berbeda warna, buku-buku yang covernya sudah rusak, beberapa benda logam yang bentuknya tidak familiar. Di sisi kiri matras tipis yang sudah sangat kempes, dengan selimut yang sudah dicuci terlalu banyak kali. Satu meja batu kecil dengan satu lampu kristal kecil yang tidak menyala karena ruangan ini sudah cukup terang dari dindingnya sendiri.

Bukan penjara.

Tapi bukan tempat yang dipilih.

"Berapa lama Bapak bisa bertahan di sini?" tanya Rio.

"Energi pelindung ruangan ini masih cukup untuk beberapa bulan." Adrian berjalan pelan ke sisi rak batunya, mengambil sesuatu — bungkusan kecil yang dibuka menjadi roti keras yang sudah lama tapi masih ada. Ia meletakkannya di meja batu dan mendorongnya ke arah Rio. "Tapi saya tidak mau bertahan lebih lama."

"Karena?"

"Karena kamu sudah di sini." Adrian menatapnya dengan cara yang tidak mengandung dramaturgi apapun — hanya fakta yang disampaikan oleh orang yang sudah terlalu lama hidup di bawah tanah untuk masih tertarik pada cara penyampaian yang tidak efisien. "Dan karena Hana sudah mulai bergerak lebih aktif dari biasanya. Yang artinya waktunya sudah sempit."

Rio mengambil roti itu. Menggigit sekali — keras, tidak enak, tapi ada.

"Apa rencananya?" tanya Rio sambil mengunyah.

Adrian menatap anaknya makan roti keras di ruangan batu di bawah lembah terpencil, dengan seekor kera di sampingnya dan seekor serigala yang berjaga di sudut, dan di bahu kirinya sesuatu yang bahkan dari jarak dua meter sudah bisa ia deteksi keberadaannya meskipun tidak bisa melihatnya langsung.

Dan untuk kedua kalinya sejak matanya terbuka, ekspresinya bergerak di luar kontrol yang sudah sangat lama ia latih — tapi bukan ke arah yang sama dengan tadi. Kali ini lebih kecil. Lebih pribadi.

"Rencananya," kata Adrian, "adalah bahwa untuk pertama kalinya dalam tiga belas tahun, saya tidak membuat rencana sendirian."

---

Panel sistem menyala satu kali.

Bukan dengan notifikasi. Bukan dengan angka.

Hanya satu baris dengan warna putih bersih yang sama dengan warna saat ikatan jiwa pertama kali terbentuk.

---

**[Pengguna dan Adrian Albert berada di lokasi yang sama.]**

**[Sistem siap untuk fase berikutnya.]**

---

Rio menatap baris itu.

Kemudian menatap Adrian yang berdiri di sisi rak batunya, menunggu dengan cara seseorang yang sudah sangat terlatih menunggu dan sudah memutuskan bahwa malam ini ia tidak perlu melakukannya lagi.

"Fase berikutnya apa?" tanya Rio.

Adrian menarik napas.

"Kita keluar dari sini," jawabnya. "Dan kita pergi menemui Hana Soekarno."

Mereka tidak langsung pergi. Satu malam di ruangan batu itu, Rio mendengar hal-hal yang tidak ada dalam tujuh fragment manapun — tentang ibunya, tentang bagaimana sistem ini benar-benar bekerja, dan tentang satu kelemahan Hana Soekarno yang bahkan Raymond tidak tahu.*

1
SANG
Lanjut cek....
SANG
Iklan untukmu brooooo👍💪💪💪👍👍👍👍
SANG
Hadiah bunga untukmu thor👍💪👍💪/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG
Semangat ya💪💪💪💪💪
SANG
Aku datang sebagai tamu baru👍👍👍👍
,
lanjut
the misterius author 🐐: nanti malam kita lanjut kan ua bg
total 1 replies
Benni Yong
mantab
Jacky Hong
jadi gk sabar pengen liat si MC jadi kuat thor
semangat upnya thor
Benni Yong: dah tak kasih vote hari ini thor
akun baru soalnya yang akun Jacky kena hapus😁
total 2 replies
Jacky Hong
gas trus up thor
semangat dah tak krim kopinya👍
the misterius author 🐐: setiap hari minggu update 3 bab bg kalau hari biasa update 2 bab bg nanti kan jadwal nya ya bg jangan lupa ajak teman teman abg baca juga
total 1 replies
SANG
Beken deh, sip deh, tenar deh, mantap deh, keren deh, pokonya top mar ko top deh. Bintang sepuluh untukmu Thor.
SANG
Namanya mulai beken💪👍
the misterius author 🐐: udah mulai tenar kah bg 🤣
total 1 replies
SANG
Namamu pasti ku ingat💪👍
the misterius author 🐐: jangan di ingat thor 🤣
total 2 replies
SANG
Semangat. Lanjut💪👍
the misterius author 🐐: parah parah emang wkwk
total 9 replies
SANG
Bunga untukmu thor/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/Sembilan belas
SANG: Haha🤣🤣🤣👍👍👍
total 2 replies
SANG
Mantap banget💪👍
SANG
Pokonya keren deh💪👍
SANG
Keren deh💪👍
the misterius author 🐐: ok thor😍
total 3 replies
SANG
Wah novel baru lagi ya Thor💪👍
the misterius author 🐐: pokok nya fresh trus thor
total 6 replies
Jacky Hong
buat chpter 6 tak kasi kopi biar semungut upnya Thor
klo bsa up besok 2 chpter🤣
the misterius author 🐐: novel kita ogah main tingal bg
total 4 replies
Jacky Hong
lanjut up thor👍
the misterius author 🐐: sudah up bg 🤣
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!