Elysia Putri Abraham adalah seorang pelukis di Negara Italia. Lebih tepatnya berada di kota Milan, Italia.
Elysia adalah anak kedua dari pasangan Qenan dan Nadira (Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA). Memiliki kepribadian yang baik, lemah lembut, manja. Tetapi dibalik sifat itu, dirinya adalah gadis yang mandiri.
Sebenarnya, alasan utama memilih domisili di Milan karena ia suka mode dan romantisme.
Tetapi, siapa sangka bila kehadiran nya di Milan justru membawanya bertemu dengan seorang pria yang selama ini ia anggap pahlawan dalam hidupnya. Ia tak pantang menyerah untuk mendapatkan cinta pria tersebut.
Namun pada akhirnya, Elysia menyadari bila pria yang sering bersamanya adalah dua orang yang berbeda dengan wajah yang sama.
Siapa yang dipilih Elysia? Apakah Elysia tetap bersama pilihan nya setelah mengetahui sesuatu yang disembunyikan darinya selama ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Windii Riya FinoLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. TLTR
Cukup lama Elysia merenung hingga mendapatkan suatu ide agar dapat keluar dari sangkar emas ini.
Karena hari mulai gelap, Elysia membersihkan diri lebih dahulu sebelum Reymond pulang bekerja. Ia berharap rencananya kali ini akan berhasil.
Selesai membersihkan diri, Elysia mengeringkan rambut menggunakan hairdryer, kemudian memakai skincare, terakhir mengenakan pakaian di walk in closet.
Benar dugaan Elysia bila Reymond tidak akan lama lagi pulang. Melihat wajah lelah Reymond membuatnya iba. Bagaimanapun dirinya sudah mencintai pria itu sejak lama.
Elysia mematung ketika tubuhnya di peluk Reymond begitu saja tanpa mengatakan hal apapun. Cukup lama pelukan itu hingga ia mendorong dada Reymond.
"Kenapa, kak?" tanya Elysia terlihat khawatir.
Reymond menggeleng. "Hanya masalah kerja. Aku butuh kamu untuk menenangkan ku," tutur nya jujur dan kembali memeluk Elysia cukup lama.
"Mau aku pijat?" tanya Elysia lembut karena segera melakukan rencana nya agar dapat keluar dari kamar ini sesegera mungkin. Jika saja memungkinkan, ia harus bisa keluar dari mansion.
Reymond mengurai pelukan menatap mata dan senyuman Elysia. Sosok lemah lembut yang ia rindukan terlihat jelas di depan matanya. "Boleh."
Keduanya naik ke atas ranjang, Reymond tidur di kedua paha Elysia dan memijat kepala pria itu.
Mata Reymond terpejam tetapi senyuman nya terukir karena benar-benar merasa bahagia mendapat perhatian seperti ini dari Elysia.
"Kak," panggil Elysia membuat Reymond membuka matanya.
"Aku bosan di kamar terus. Bolehkah aku keluar kamar?" tanya Elysia.
Wajah sumringah dan senyum bahagia Reymond lenyap begitu saja. Sikap manis yang diberikan Elysia yang dianggapnya tulus seperti dahulu ternyata salah.
Reymond bangkit dan langsung turun dari tempat tidur menuju kamar mandi tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Elysia menyadari perubahan sikap Reymond padanya. Tidak tahu mengapa hatinya sakit melihat sikap Reymond begitu padanya.
Kenapa sakit sekali?
Di dalam kamar mandi, Reymond mengguyur tubuhnya di bawah shower. Ia menduga apakah kebohongan nya telah menghilangkan rasa cinta yang dimiliki Elysia kepadanya?
Reymond mengurung Elysia karena takut bila istrinya itu pergi meninggalkannya dan kembali kepada Dean yang jelas-jelas selama ini menyimpan perasaan untuk istrinya.
Ia tidak rela itu.
Cukup lama Reymond berada di dalam kamar mandi hingga perasaan nya tenang setelah ia mendapat suatu ide agar Elysia tidak akan pernah meninggalkan nya.
Reymond memeluk Elysia dari belakang. Menghirup aroma tubuh istrinya dalam-dalam karena sudah menjadi candu baginya.
"Maaf," kata Reymond sangat menyesali kelakuan nya tadi.
Elysia membalikkan tubuhnya menghadap Reymond. "Aku yang seharusnya minta maaf," katanya jujur.
Reymond tidak mengatakan apapun karena memilih membungkam bibir Elysia sangat lembut. Walau sikapnya berubah-ubah kepada Elysia, tetapi jika mengenai hak ini ia selalu melakukan nya dengan lembut.
Keduanya larut dalam percintaan sehingga melupakan rencana mereka masing-masing. Suara desaahan dan racauan saling bersahutan memenuhi ruangan. Permainan yang seakan memiliki tujuan agar selalu teringat dalam ingatan kedua belah pihak.
Keduanya dapat menyadari jika dalam keadaan begini mereka merasa saling mencintai. Tetapi sulit untuk mengatakan nya setelah hati telah dikecewakan.
"Aaahh..?!!"
Reymond semakin menggila setiap kali mendengar suara desaahan yang keluar dari mulut Elysia. Respon tubuh Elysia tidak dapat membohongi Reymond jika sang istri sangat menikmati permainan nya.
Hingga hentakan itu menjadi cepat dan keduanya merasakan pelepasan terakhir yang begitu nikmat. Reymond mengecup dahi dan bibir Elysia.
"Terimakasih sayang," ucap Reymond. Semoga kamu segera hamil.
semangat thoor