NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Mafia / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: Reni t

Dilarang Bom like ..

Adelia Fasha adalah seorang gadis matang berusia 25 tahun, sehari hari ia mencari nafkah dengan berjualan gorengan yang ia jajakan dengan cara berjalan keliling kampung.

Suatu hari ia menemukan seorang laki laki dalam keadaan tak sadarkan diri dengan tubuh penuh luka.

Adelia pun menolongnya dan membawanya ke rumahnya, tanpa ia sadari, bahwa laki laki yang ia tolong adalah seorang mafia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menangis Seperti Anak Kecil

Brak

Pintu di buka secara paksa dan bersamaan dengan itu pula.

Prang

Adelia tanpa sengaja menjatuhkan bingkai Poto yang di pegang'nya ke atas lantai hingga hancur berantakan. Dia pun menatap ke arah pintu dengan jantung yang sedikit bergetar serta tubuh yang terlihat gemetar.

Lalu dirinya meraih patung kuda yang terbuat dari kayu yang terletak di atas meja, Adelia memasang posisi kuda-kuda seolah siap untuk memukul orang yang akan masuk ke dalam sana menggunakan patung kuda yang kini diangkat ke udara oleh satu tangannya.

Dan Adelia pun berjalan maju menghampiri pintu yang terbuka, dengan seseorang yang sedang berjalan masuk ke dalam kamar. Dia pun benar-benar menghantamkan benda di tangannya kepada orang tersebut dan tepat mengenai pelipis wajahnya.

Argh...

Orang itu meringis kesakitan, dia menunduk seketika dan darah segar pun sedikit keluar, dia menutup pelipis dengan kedua tangannya, setelah itu dirinya mengangkat kepala lalu melihat ke arah Adel.

''Leonardo...?'' tanya Adelia, seketika hatinya terhenyak, karena orang yang akan masuk ke dalam sana adalah suaminya, dan salahnya lagi dia memukul dengan keras karena mengira jika yang masuk itu adalah pencuri.

''Maafkan aku, tadi aku kira pencuri,'' ucapnya dengan penuh penyesalan.

''Argh...! seharusnya sebelum memukul lihat dulu siapa yang datang, jangan main pukul saja, sakit tahu, kalau aku hilang ingatan lagi gimana? susah-susah berusaha agar ingatan ku kembali lagi, sekarang kepalaku malah di pukul begitu saja,'' jawab Leo mencoba berdiri dengan di bantu oleh sang istri.

''Iya, maaf, aku sungguh menyesal, aku merasa ketakutan tadi. Lagi pula, bukannya kamu sudah tidur pulas?'' tanya Adel, dengan memapah sang suami untuk duduk di atas kursi.

Buk...

Leonardo menjatuhkan bokongnya begitu saja di atas kursi, kepalanya terasa pusing dengan pandangan yang sedikit berkunang-kunang.

''Ya ampun, pelipis wajahmu berdarah?'' ucap Adelia panik.

''Gimana nggak berdarah, lihat tuh, patung itu terbuat dari kayu, dan kamu memukulku dengan keras, ya pasti berdarah lah.''

''Apakah kita perlu ke Rumah Sakit? ayo aku antar kan kamu ke sana,'' Adel meringis melihat darah yang keluar meski jumlahnya tidak terlalu banyak.

''Sudah, tidak apa-apa, aku sudah biasa terluka seperti ini,'' ujarnya keceplosan.

''Apa...? biasa...? apa kamu sering berkelahi sehingga terbiasa dengan luka?'' tanya Adel heran sekaligus penasaran.

''Eu... Tidak... maksudku...! Argh... sakit sekali, bisakah tolong ambilkan kotak obat di lemari itu, lukanya sakit sekali,'' Leonardo mencoba untuk mengalihkan pembicaraan, dan meringis kesakitan, agar istri nya tersebut tidak terlalu banyak bertanya.

''Dimana... dimana kotak obatnya? apakah sakit sekali, tunggu sebentar, aku akan mengambilkannya untuk mu,'' berjalan dengan perasaan cemas menuju tempat yang di tunjuk oleh Leo dimana kotak obat itu berada.

''Ketemu tidak?''

''Iya, sebentar sedang aku cari.''

''Cepat, kepalaku terasa pusing.''

''Nah, ketemu,'' Adel meraih kotak obat dan berjalan lalu duduk di samping sang suami.

Dia pun membuka kotak obat, dan ternyata isinya lengkap dengan obat untuk luka, seperti sengaja disediakan atau memang suaminya tersebut sering terluka.

Hanya ingin fokus dengan sang suami dia pun tidak terlalu menghiraukan hal tersebut, lalu dirinya meraih salah satu obat dan mengoleskannya di pelipis wajah sang suami.

''Argh... pelan-pelan Del, sakit.''

''Iya, ini aku pelan ko.''

Setelah di olesi dengan obat, luka pun di beri perban dan di tutup menggunakan plester. Adel tampak menatap nanar wajah sang suami, dirinya sungguh menyesal karena terlalu ceroboh sehingga membuat suami tampannya terluka.

''Wajah tampanku jadi ternoda, kan?'' ucap Leonardo mengusap perban.

''Tidak ko. Wajahmu tetap tampan, beneran deh,'' jawan Adel mencoba menghibur dengan tersenyum tipis namun dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.

Leo pun kembali mengusap perban, dan berpura-pura kesakitan, dia mengernyitkan keningnya, lalu menyandarkan kepalanya di sandaran kursi di belakang kepalanya.

Melihat suaminya seperti itu, membuat air mata Adel tidak dapat di tahan di menangis seketika merasa sangat menyesal dengan apa yang baru saya di perbuatanya, bahkan dia menangis seperti seorang anak kecil.

''Apakah sakit sekali? hiks... hiks... hiks...'' dengan suara tangis yang terdengar seperti anak kecil.

Leo terkejut, dia tidak menyangka jika istrinya akan bereaksi seperti itu, dirinya pun kembali mengangkat kepala dari sandaran kursi, dan menatap wajah sang istri dengan sedikit tersenyum geli.

''Hei... kenapa kamu menangis seperti ini? sudah tidak sakit ko, beneran, cup... cup... cup...'' lirih Leo memeluk tubuh sang istri lalu mengusap punggungnya.

''Hiks... hiks... hiks... aku sungguh minta maaf, kalau nanti kamu hilang ingatan lagi gimana? kalau kamu sampai melupakan aku, gimana? hiks... hiks... hiks...'' rengek Adelia di dalam pelukan suaminya.

Leonardo melepaskan pelukannya, lalu menatap dengan tatapan penuh cinta, seraya mengusap satu-persatu buliran air mata yang mengalir begitu derasnya. Bibirnya pun tampak tersenyum kecil, merasa geli, ternyata istrinya yang selalu terlihat kuat bisa menangis seperti anak kecil juga.

''Tidak, sayang. Meskipun aku hilang ingatan, aku tidak akan pernah melupakan kamu, karena dirimu memiliki ruang yang spesial di dalam hatiku, lagipula di dunia ini tidak ada lagi wanita cantik dan unik seperti kamu,'' jawabnya sedikit menghibur.

Adelia sedikit tersenyum dan menghentikan suara tangisnya, dia mengusap kedua mata dengan tangannya, merasa sedikit tenang. Leo pun kembali memeluk tubuh sang istri dan mendekapnya dengan erat lalu mengecup pucuk kepala dari istrinya tersebut.

''Sekarang jam berapa?'' tanya Adelia masih di dalam pelukan sang suami.

''Jam setengah dua pagi,'' jawab Leo melirik jam dinding.

''Sebentar lagi pagi, dan aku sudah mulai mengantuk sekarang,'' ucapnya Adelia sedikit terpejam dan membuka mulutnya menguap.

''Malam ini, kita tidur di sini saja, aku juga masih mengantuk.''

Keduanya pun terpejam dan terlelap seketika dalam keadaan berpelukan dengan tubuh yang di sandarkan di sandaran kursi.

Keesokan harinya.

Adelia pun membuka mata, dia mengedipkan matanya pelan, menyesuaikan cahaya yang masuk ke pelupuk matanya, dan tidak lama kemudian matanya pun terbuka sempurna.

Dia menatap wajah suami tampannya yang masih terpejam, memandang dengan tatapan nanar sembari mengusap perban di pelipis wajahnya merasa menyesal.

Adelia pun bangkit dan berdiri, dirinya baru teringat jika semalam telah menjatuhkan sebuah bingkai Poto di atas lantai, dia pun berjalan menuju tempat dimana bingkai itu terjatuh, dan benar saja, bingkai nya hancur dengan kacanya yang hancur berantakan.

Dia menyingkirkan satu persatu serpihan kaca dan meraih lembar Poto yang berada di antaranya, matanya menatap Poto tersebut dengan tatapan heran dan alis yang saling ditautkan.

'Dimana ini? kenapa semuanya berpakaian hitam, mereka seperti....'

_______________-------------______________

1
Stanis Belalawe
Leo mafia culun
Stanis Belalawe
bos mafia nangis,ga lucu deh
Stanis Belalawe
Leo mafia otak kosong,udah tau Alex adalah ancaman tp ga ada anak buah di rumah sakit
Stanis Belalawe
mafia apaan kaya si Leo
Sondry Kaday
Buruk
Sondry Kaday
Buruk
Sondry Kaday
Biasa
Sondry Kaday
Kecewa
Heny Rahayu
dari sekian novel mafia yg aku baca ,novel ini yg agak beda 🤣,temanya mafia kejam dan lain" tp kok isinya nangis terus /Facepalm/
Heny Rahayu
katanya mafia tp lemah dalam wanita/Facepalm/
Syahna Amira sy
foto siapa ya?
Syahna Amira sy
istrinya dijagain nggak tuh oleh pengawal...jgn lengah Leo harus selalu waspada apalagi udah ada istri baru aja dpt teror
Syahna Amira sy
jago beladiri tp manjat pohon nggak bisa??? apa iya bgtu? bukan'a KL orang jago beladiri pasti manjat pohon aja mah bisa x
Syahna Amira sy
setelah mangga'a dpt abis dipetik Leo ternyata Adel udah nggak pengen mangga LG... nyesek nggak tuh Leo??? biasanya orang ngidam Kya gitu🤣🤣🤣
Syahna Amira sy
nggak ada urat malunya tuh angel...Leo jadi bunuh Jimmy karena kelakuan'a malah dipancing LG... nggak ada otak kau🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Aminah Badai
si leo gmna si... udah tau mafia bnyk musuh istri drmh tanpa pengawal... lagian udah adel itu polos jagain lah yg ketat secara bos mafia anak buahnya bnyk
Aminah Badai
Luar biasa
Syahna Amira sy
ya ampun Leo bisa bisanya istri sendiri dikatain udik?? lagian jg km kenal Adel emang penjual gorengan kan...ya wajar lah KL nggak pernah ke mall tp ya nggak usah diomong jg x🤣🤣🤣
Aminah Badai
mafia ya judulnya??? knpa pemeran'a bgtu si tampangnya??? ekspetasi sendiri aja dah🤣🤣🤣
Sunarmi Narmi
Kalian suami istri tdk saling terbuka untuk menyelesaikan msalah..jdinya ya sprti ini...Leo bergerak sendiri dgn caranya Adel pun ingin bantu dgn caranya jg....Ambyarrrrrrr....sebuah nasehat buat kita para suami istri jgan sampai seperti ini penyelesaian mslah nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!