Laiv Alessandra
Seorang gadis cantik serba bisa, pinter, terlahir dari kekuarga kaya membuat hidupnya sempurna. Sampai akhirnya dia berada di titik terendahnya dipertemukan dengan Arjuna yang tampan trempamen dan keluarga baru yang mencintainya.
Apakah Laiv akan bisa mengembalikan kehidupannya yang dulu?
“aku males nonton drama seperti
itu Milly, kamu nonton aku saja. Bukankah dari kemarin hidupku sudah seperti
drama? Entah pa selanjutnya Arjuna membenciku kemudian lambat laun dia akan
mencintaku kemudian kita bahagia kemudian punya anak kemudian ada wanita pengganggu
kemudian kita berantem kemudian baikan”kata Laiv panjang lebar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya Rembulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memasak?
Semua karyawan Arjuna kaget melihat sang direktur yang sangat tampan, sexy, kaya, playboy dan tempramen berubah menjadi manis di depan istrinya. Karyawan wanitapun tampak kecewa rumor yang berkebang bahwa direktur yang selalu dipuja mereka ternyata benar sudah menikah.
"Kamu ini terlalu berlebihan Arjuna"kata Laiv di dalam lift.
"Biarkan saja biar mereka tau aku sudah berisitri"kata Arjuna langsung menghujani pipi Laiv dengan ciuman sementara Laiv hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Aku gak tau makanan kesukaan kamu apa aku hanya beli ini saja"kata Laiv menunjukan kotak makan yang dibawanya.
"Apapun yang kamu beli aku suka. Apalagi kalau kamu masak"kata Arjuna nyengir.
"Kamu mau aku masak?"Kata Laiv mengerutkan alisnya.
"Aku tidak bisa masak Arjuna"kata Laiv wajahnya kini berubah serius.
"Mungkin dulu mommy memaksaku untuk belajar masak untuk ini. Ia juga sih aku tidak pernah melihat mommy tidak memasak untuk kami"kata Laiv dalam hatinya. Melihat perubahan ekpresi Laiv, Arjuna sampai tidak enak hati.
"Eh tidak, tidak usah dipaksakan sayang. Ini juga aku sudah senang yang terpenting aku bisa bersamamu"lata Arjuna menyengir.
Mereka makan siang dalam diam, Laiv masih sibuk dengan pemikirannya sepertinya dia harus belajar masak untuk Arjuna sedangkan Arjuna hanya bisa menatap Laiv dia merasa tidak enak dengan ucapannya tadi. Seharusnya dia bisa menyadari dari awal, Laiv yang menurutnya sempurna dan tomboy pasti tidak bisa memasak.
Setelah Laiv selesai membersihkan makanan yang mereka makan. Arjuna memeluknya dari belakang sambil mencium tengkuk Laiv.
"Sayang jangan terlalu di pikirkan ya. Aku tidak masalah kamu tidak bisa masak. Kan kita banyak art"kata Arjuna mengeratkan pelukannya sedangkan Laiv hanya mengangguk pelan.
"Aku pergi dulu ya masih banyak yang harus aku kerjakan"
"Baiklah. Tapi sebelum aku pulang kamu sudah harus dirumah"
"Iaia"Kata Laiv kemudian mengambil tasnya dan melangkahkan kakinya.
"Sayang apakah kamu melupakan sesuatu"kata Arjuna. Laiv membalikkan badannya menatap Arjuna dengan bingung.
"Sepertinya tidak ada"kata Laiv
"Sayaaang"kata Arjuna lagi ketika melihat Laiv membalikan badannya bersiap melanjutkan langkahnya.
"Apa Arjuna?"Laiv memang tidak tau sama sekali apa yang dimaksudkan Arjuna.
"Ciumm"kata Arjuna. Laiv sampai geleng-geleng kepala melihat kelakuan Arjuna seperti ini.
"Bagaimana bisa anak manja sepertimu ini menjadi direktur"kata Laiv kemudian ******* bibir Arjuna. Seperti disuntik vitamin Arjuna langsung bersemangat. Setelah saling ******* kali ini Laiv benar-benar melangkahkan kakinya keluar ruangan.
"Shit! juniorku bangun"umpat Arjuna kesal.
Laiv berjalan dengan santainya turun ke lobby semua karyawan yang dia lewati berbisik-bisik entah apa yang mereka bisikan. Mereka menatapnya dengan tatapan tidak suka. Laiv yang memang cuek hanya bisa berjalan tanpa memperdulikan mereka.
"Ibu Laiv sudah mu pulang?"sapa Devina sopan
"Ia Devina, kuenya gimana?"
"Sudah bu. Ada ucapan terimakasih dari rekan-rekan"
"Sama-sama. Oia Devina bisakah aku meminta bantuan?"
"Ia bu bisa"
"Bisakah kamu menjadi mata-mata untukku?"tanya Laiv sementara Devina hanya bisa menatapnya bingung.
"Yaa kamu tau suamiku. Bisakah kamu melapor padaku kalau ada sesuatu yang terjadi padanya? Apapun itu"Kata Laiv dengan kata terakhirnya dia ucapkan penuh penekanan. Devina langsung mengerti apa yang Laiv maksudkan.
"Siap ibu boss nanti saya akan laporkan"kata Devina mantap sedangkan Laiv hanya bisa nyengir melihat tingkah Devina.
Bruukk!
Laiv terjatuh ketika membalikan badannya untuk berjalan keluar lobby setelah pamit kepada Devina.
"Maafkan saya"kata Laiv karena memang dia juga merasa dirinya salah karena tidak hati-hati.
"Tidak saya yang minta maaf"kata laki-laki yang tidak dikenal Laiv mencoba membantu Laiv untuk berdiri.
Bukk!
Laki-laki itu jatuh tersungkur semua karyawan yang ada langsung menatap mereka. Ketika Arjuna ingin melayangkan kedua kali tinjunya Laiv langsung mencegahnya.
"Apa-apaan kamu Arjuna"kata Laiv menatap Arjuna tajam sementara Arjuna menatap tajam laki-laki itu.
"Kamu tidak apa-apa?"kata Laiv membantu laki-laki itu berdiri.
"Kenapa kamu membantunya?"Arjuna membantak. Nyali Arjuna ciut ketika Laiv membelalakan matanya.
"Ibu itu ruangan kosong"tunjuk Devina berinisiatif. Laiv langsung mengajak Arjuna dan laki-laki itu masuk keruang tersebut karena menghindari mereka akan menjadi bahan tontonan. Tentu saja Laiv memegangi Arjuna saat itu karena Laiv takut Arjuna akan memukul laki-laki itu lagi.
"Minta maaflah kepada laki-laki ini Arjuna"kata Laiv tegas.
"Kenapa aku harus minta maaf? Kenapa juga kamu membelanya? Apa karena dia selingkuhanmu jadi kamu membelanya?"
"Apa yang kamu maksud? Selingkuhan?"
"Ia aku melihat kalian berdua berpegangan tangan di kantorku Laiv, kalian masih dikantorku dan kamu berbuat seperti itu?"Laiv membuang nafasnya dengan kasar.
"Baiklah akan aku jelaskan, tadi aku tidak sengaja bertabrakan dengan dia. Dia hanya membantuku untuk berdiri, itu saja. Kalau kamu tidak percaya kamu bisa lihat cctv di loby"kata Laiv meyakinkan karena melihat gelagat Arjuna yang masih tidak percaya.
"Ia, saya tidak sengaja menabrak ibu Laiv tadi"
"Baiklah"kata Arjuna
"Baiklah?"tanya Laiv masih menatapnya dengan alis terangkat. Dia menunggu permintaan maaf dari Arjuna untuk laki-laki itu.
"saya minta maaf kalau begitu"kata Arjuna pada akhirnya dengan terpaksa karena Arjuna jarang meminta maaf. Dia mengerti dengan tatapan Laiv seperti itu menunggunya meminta maaf.
"Tidak masalah pak. Karena bapak Arjuna sudah disini. Perkenalkan saya Antoni Wijanarka"kata laki-laki itu seketika Arjuna menegang.
"Pak Antoni maafkan saya. Saya tidak tau kalau..."
"Sudahlah pak Arjuna tidak apa-apa. Mungkin saya bisa kembali lagi saja"
"Baiklah pak untuk permintaan maaf, saya yang akan ke kantor bapak besok"kata Arjuna lagi.
Setelah pamit kepada Arjuna dan Laiv, Antoni langsung pergi meninggalkan kantor Arjuna dengan perasaan kecewa. Ketika bertabrakan dengan Laiv jantungnya berdetak sangat kencang. Sepertinya dia jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi melihat sifat clientnya Arjuna seperti itu mungkin mereka adalah sepasang kekasih.
Ketika Antoni sudah meninggalkan mereka berdua diruangan, Laiv menatap Arjuna. Laiv berjalan mendekati Arjuna kemudian merapihkan pakaian Arjuna yang terlihat sedikit berantakan. Arjuna kaget dengan tindakan Laiv, padahal sedari tadi Arjuna gugup dia takut Laiv akan marah kepadanya.
"Lain kali jangan seperti itu ya"kata Laiv lembut. Dia mencoba untuk mengerti Arjuna. Arjuna sangat mencintainya hal yang wajar jika Arjuna marah seperti itu. Dia akan mencoba menangani Arjuna dengan lembut karena jika Laiv merespon dengan kasar Arjuna akan lebih kasar lagi. Dan mungkin sekarang Laiv sudah menerima Arjuna tapi untuk sekarang dia belum bisa menyebutnya bahwa dia mencintainya. Dia akan menemukan jawabannya sendiri jika sudah waktunya.
Jangan lupa di vote dan like ya. Vote se kecil apapun sangat berarti buatku.
Terimakasih teman-teman
💐💐💐❤️
cuss baca jan lupa tinggalkan jejaak🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
mampir juga kak ke karyaku 'Kay and Say'🥰🌹
jangan lupa untuk mampir yaaa😍😍
semangat terus kak 😊🌹
semakin seru....
🍃 MAHMUD, I Love U 🍃
😂😂