NovelToon NovelToon
ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: rcancer

"kamu yang berkeringat, kok aku yang gerah bang?"

tatapanmu seakan mengajakku untuk berumah tangga bang."

"Dulu orang tuamu pake gaya apa sih bang? kok mau terlahir begitu tampan?"

Kisah pria biasa dengan berjuta pesona. Idaman kaum hawa dari belia dan janda. Wajah tampannya adalah anugerah. Namun karena wajah tampannya pula dia sering menemui masalah. Hingga dia terjebak cinta dengan tiga janda. Bagaimana bisa? Yang bingung dengan cerita disini, Mending baja dulu Perjaka dan Tiga Janda season pertama ya. Biar nyambung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rcancer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senangnya..

Setelah hampir menghabiskan waktu dua jam di tengah teriknya matahari. Kini kedua insan yang baru saja merengkuh rasa rindu dalam permainan asmara nampak terbaring melepas lelah. Tak peduli badan lengket penuh keringat dan juga rasa panas akibat terik matahari, mereka tetap saling peluk tanpa berpenutup badan.

Mata sang wanita terpejam dengan kepala berada di dada sang pria dan jarinya bermain main di titik hitam dada sang pria yang penuh dengan tatto.

Sedangkan sang pria membelai lembut pucuk rambut wanitanya dengan mata menerawang ke langit langit.

"Yang?" Panggil Jaka.

"Hum." Balas Melati.

"Sudah puas?" Tanya Jaka.

"Bermain dengan pria setampan kamu mana ada puasnya, Yang." Jawab Melati.

"Astaga! Mana bisa begitu?" Balas Jaka heran.

"Ya bisa lah, dulu aja pertama kita bermain, sampe lima ronde." Ucap Melati dan dia bangkit serta duduk menatap wajah Jaka.

"Jujur sih, Yang. Aku ingin cepat cepat kita halal, biar kita tenang tiap melakukan hal kayak gini. Apalagi ketampanan kamu selalu bikin resah, Yang." Ucap Melati jujur. Jaka pun ikut bangkit dan kini mereka duduk berhadapan di atas kasur busa. Jaka memundurkan badannya sedikit bersandar pada dinding kamar.

"Aku tahu, aku juga inginnya seperti itu, Yang. Namun kamu tahu sendiri. Aku laki laki, kewajibanku mencari nafkah. Aku nggak mau menjadi laki laki yang tidak punya harga diri." Balas Jaka.

"Tapi kalau orangtua menginginkannya cepat cepat, apa kamu juga akan menundanya, Yang?" Tanya Melati. Kini dia membaringkan kepalanya di salah satu paha Jaka dan tangannya membelai lembut anaconda yang terkulai lemas.

"Kalau orang tua yang minta, mungkin aku akan mempertimbangkannya, Yang. Apalagi emak sama bapak yang tak pernah letih ngasih nasehat agar aku bisa menjaga diri. Tapi nyatanya aku nggak bisa jaga diri saat berduaan dengan kamu, Yang." Balas Jaka sembari tertawa lirih dan membelai lembut rambut Melati.

"Kenapa nggak bisa jaga diri?" Tanya Melati tanpa merasa bersalah.

"Gimana nggak bisa jaga diri kalau berdua dengan kamu bawaannya pengin buka baju terus." Jawab Jaka disertai suara tawa.

"Eh, Yang, ada gunting nggak?" Tanya Jaka kemudian.

"Gunting? Buat apaan?" Tanya Melati tanpa mau berpindah posisi. Dia masih setia rebahan berbantal paha sang kekasih.

"Pengin rapiin bulu ketiak, Yang. Agak risih." Mendengar ucapan Jaka, Melati segera bangkit.

"Apa! Bulu ketiak di rapiin?" Jaka mengangguk, "Enak aja! Nggak boleh! Bulu kesayanganku itu." Protes Melati.

"Lah! Ntar kan tumbuh lagi, Yang." Ucap Jaka.

"Nggak boleh! Orang bulu kesayanganku itu, jangan berani beraninya ngerapiin! Awas aja kalau diam diam bulu ketiak dirapiin!" Ancam Melati dan hal itu membuat Jaka takjub tak percaya.

"Astaga, Sayang! Demi bulu ketiak, kamu ngancam aku?" Tanya Jaka tak habis pikir.

"Iya, kenapa? Bulu ketiakmu itu sudah menjadi bulu kesayanganku, jadi jangan berani berani kamu merapikannya!" Jawab Melati ketus dan Jaka pun akhirnya pasrah. Senyumnya terkembang antara senang dan heran.

"Ya udah, bulu itu aja di rapiin gimana? Udah acak acakan itu bulunya." Tunjuk Jaka.

"Nah, kalau bulu ini boleh di rapiin. Tapi bulu ketiak jangan. Ntar aku ambil gunting, biar aku yang rapiin." Jawab Melati dan dia beranjak keluar kamar mengambil gunting yang ada di bawah meja televisi.

Tak butuh waktu lama, Melati kembali ke kamar dengan sebuah gunting di tangan. Awalnya Jaka yang hendak merapikan bulu anacondanya sendiri namun Melati melarangnya dan akhirnya Melati yang merapikan bulu itu.

Jaka duduk bersandar, kedua kakinya telentang. Dengan telaten, Melati menggunting bulu bulu yang telah tumbuh lebat di sekitar anaconda kekasihnya.

Jaka terus memperhatikannya. Bahkan senyumnya tersunggging sempurna.

"Senangnya kalau tiap hari dimanja seperti ini." Gumam Jaka.

...@@@@@...

1
Edwin Keitaro
👍
Uncle Mumble
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Uncle Mumble
GoooooL!!!
Uncle Mumble
ngakak!!!
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Uncle Mumble
skak ster
Uncle Mumble
VANGKE! 🤣🤣🤣
Uncle Mumble
brb... NGAKAK!!!
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Uncle Mumble
modar sia tejo
Uncle Mumble
kaaaan
Uncle Mumble
🤣🤣🤣🤣 godain yanti terus mel... 🤣🤣🤣🤣
Uncle Mumble
sopo meneh iku
Uncle Mumble
🤣🤣🤣 ceuk aing ogé... 🤣🤣🤣🤣
Uncle Mumble
ah... yakin gw
Uncle Mumble
makin curiga... bapaknya Jaka ama Melati tuh temenan 😄😄😄
Uncle Mumble
jangan² Melati 🤭🤭🤭
Uncle Mumble
👍
Nunung Setiawan
Luar biasa
Jumarni
sama kayak aku tanggal 1 oktober nikah mei tanggal 14 lahiran karna pas mau acara nikahan aku blm kelar haid selesai haid masa subur berhubungan langsung jadi.....dan anakku lahir gak sesuai hpl juga karna hitungannya 2 minggu kemudian tapi dah lahiran
Sumi afiz
mau nya Jaka di cium bibir dower tuh bibir 😂😂
Sumi afiz
aq kasih kopi sama bunga biar tambah semangat nulisnya kak😍😍😍😍🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!