Awas bisa menyebabkan kram pipi dan perut!
Kisah Cherry gadis putih Abu-Abu yang tak menyangka kaget menikah dengan seorang pria mapan bernama Lucas yang sering mengejeknya cabe-cabean.
Seperti apa ceritanya keseruannya langsung saja cus...
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alya Lii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epsd. 33. Kesedihan Cherry
Epsd. 33. Kesedihan Cherry
"Ya sudah" Lucas langsung mematikan panggilannya.
Lucas menambah kecepatan kemudinya, 15 menit akhirnya dia tiba, pas disaat jenazah akan diangkat untuk dilanjutkan ke pemakaman.
Hati Lucas merasa tak tega melihat Cherry menangisi jenazah Ibunya.
"Ibu.......," teriak Cherry.
Lucas yang merasa tak tega langsung berlari memeluknya.
"Maafkan aku Cherry...," ucap Lucas.
Cherry langsung saja membalas pelukan Lucas dengan erat. Semua perasaan yang mengganjal dia tumpahkan lewat tangisan di pelukan Lucas. Seakan percaya jika Lucas mampu membuatnya tenang, Cherry terus saja mendekap Lucas.
"Mama..," panggil Neva merasa terharu bercampur bahagia melihat Cherry dan Lucas berpelukan. Begitupun dengan mama Risti, beliau juga merasa terharu bercampur bahagia melihat keduanya.
Lucas menggandeng pelan Cherry memasuki mobil ambulance menuju lokasi pemakaman. Sedangkan mama Risti, Papa Hadi dan Neva berada di mobil yang disupiri oleh. Brandon.
"Ibu...," Cherry terus saja menangis sembari memanggil Ibunya.
"Cherry.. ikhlaskan, ibu sudah tenang disana," ucap Lucas menenangkan hati Cherry.
Lucas merasa tak tega melihat Cherry saat ini, gadis ceria, pemberani, dan bawel itu berubah sangat menyedihkan.
Dalam perjalanan ke lokasi pemakaman, Cherry tertidur sembari memeluk jenazah Ibunya, sedangkan Lucas memeluk Cherry dari belakang. Setibanya di lokasi pemakaman, Neva yang ingin membantu Cherry menghampiri mobil ambulance tersebut. Namun yang dia dapati hal yang sangat menyentuh hati. Lucas memeluk Cherry yang sedang memeluk jenazah Ibunya hingga tertidur. Tak lupa Neva mengabadikan moment tersebut ke dalam ponselnya.
"Semoga pernikahan kalian langgeng" ucap Neva. Kemudian Neva membangunkan keduanya memberitahu jika sudah tiba ditempat lokasi pemakaman.
Lucas tak sedikitpun melepaskan genggaman tangan Cherry, begitupun sebaliknya.
Acara pemakaman Ibu Rahayu berjalan dengan lancar, sekarang Ibu Rahayu sudah tak merasakan sakitnya, begitupun dengan kekhawatirannya selama ini tentang putri semata wayangnya jika dia tinggalkan. Sebelum pernikahan kaget itu terjadi entah mengapa Ibu Rahayu merasa jika Lucas adalah pria pilihan Tuhan untuk putrinya. Makanya saat Lucas meminta izin untuk menikah dengan Cherry, Ibu Rahayu tak menolak malah mendukungnya, meski usia Cherry masih kurang 1 tahun untuk naik kepernikahan.
"Cherry, kita pulang.. lagipula kamu juga perlu istirahat" ajak Lucas.
"Om, aku mau disini dulu" tolak Cherry dengan halus.
"Aku akan menemanimu" sahut Lucas.
"Ma, Pa.. kalian pulang dulu, aku dan Cherry masih mau disini. Neva, kamu temani Mama dan Papa" ucap Lucas kepada keluarganya.
"Jaga Cherry, mama tunggu kalian dirumah" pesan mama Risti.
"Iya ka.., Cherry aku pulang dulu ya," pamit Neva dan mendapat anggukan dari Cherry.
"Cherry, mama dan Papa menunggumu dirumah ya..," pamit mama Risti lalu mengecup ujung kepala Cherry.
"Lucas, Papa balik dulu ke rumah" pamit Papa Hadi. Kemudian mereka bertiga meninggalkan Lucas dan Cherry di pemakaman.
Lucas masih setia berada di samping Cherry menemaninya mencurahkan semua perasaannya.
"Ibu... terimakasih atas semua yang ibu berikan kepada Cherry, maafkan Cherry jika belum bisa membahagiakan ibu. Cherry akan selalu mengingat pesan ibu untuk menjadi anak serta istri yang baik" ucap Cherry sembari mengelus pusara ibunya.
"Ibu, Lucas juga berjanji akan menjaga dan membahagiakan Cherry seumur hidup Lucas" ucap Lucas ikut berjongkok disamping Cherry. Cherry menoleh kearah Lucas, entah dia harus senang atau sedih dengan ucapan Lucas. Tetapi tak memungkiri jika ada hati Cherry yang mulai tersentil.
Sepanjang perjalanan, Cherry terus saja teringat dengan ucapan Lucas, bahkan sesekali dia menatap wajah Lucas yang berada disampingnya.
Drrrrrttt... drrrttt...
Ponsel Lucas bergetar, dilihatnya nama Reta sedang memanggil. Lucas langsung saja menolak panggilan Reta.
'Apalagi dia menghubungiku?' batin Lucas. Dia menoleh kearah Cherry lalu menggenggam jemari Cherry. Cherry pun menoleh kearahnya, dia pandangan itu sedang beradu memastikan perasaan masing-masing.
"Ehem.. Ehem.." Brandon berdehem disaat yang tidak tepat membuat pandangan yang beradu tersebut menyadarinya.
Cherry dengan cepat melepaskan genggaman tangan Lucas dan kembali menoleh ke jendela menikmati pemandangan sepanjang jalan.
'Dasar asisten laknat! tau gitu aku tak menyuruhnya untuk menjemputku dan Cherry' batin Lucas mengumpat kesal.
'Sungguh aku tak kuat dengan kejombloan ini' batin Brandon tersiksa menyaksikan ke uwu-an bosnya.
"Brandon, mulai besok kau tak usah lagi berangkat ke kantor" ucap Lucas mengancam halus.
"Ja-jangan gitu dong Cas... nasib emak bapak gua gimana?" rengek Brandon.
"Bukan urusanku" sahut Lucas datar.
"Tega lu... kagak punya hati nurani sama sekali sih Cas.." keluh Brandon menyesali perbuatannya.
"Kang Kulkas tega banget sih! emang salah om Branded apa?" sahut Cherry.
"Kang kulkas? siapa Kang Kulkas?" tanya Lucas dan Brandon.
"Ya om lah... siapa lagi.." cibir Cherry. Sontak saja Brandon tertawa hingga perutnya sakit mendengar panggilan terbaru Lucas.
Lucas langsung kicep tak mampu membantah, hatinya sangat lega karena sudah mendengar Cherry kembali ke mode normal.
"Jangan Suka pecat-pecat orang seenaknya, hargai keringat lelahnya. Meski om Branded sudah mendapatkan gaji yang layak sebagai pemimpin juga kudu memahami perasaannya" ucap Cherry panjang lebar.
"Kenapa malah senyum-senyum?" tanya Cherry merasa aneh tak mendapatkan tanggapan dari Lucas. Biasanya dia akan emosi jika ada orang yang membahas persoalan statusnya sebagai seorang pemimpin.
"Terimakasih ya bocah, sudah ingetin untuk menjadi pemimpin yang lebih bijak" ucap Lucas.
"Brandon maksud aku besok tak usah berangkat ke kantor karena aku akan mengirimmu untuk menemui seseorang" ucap Lucas.
"Seseorang?" tanya Brandon penasaran.
"Iya seseorang yang akan bekerjasama denganmu" jawab Lucas.
"Bekerjasama? siapa?" gumam Brandon.
"Kau akan menemuinya besok" ucap Lucas dengan tersenyum sembari melirik kearah Cherry yang diam-diam juga meliriknya.
**
"Sebenarnya ada hubungan apa antara Cherry dan kakanya Neva?" Steve bermonolog pada dirinya sendiri.
"Kenapa mereka sangat dekat?" gumam Steve kembali.
Steve yang tak sengaja melewati kediaman Neva terkejut saat melihat bendera kuning serta para pelayat yang memenuhi kediamannya. Steve lalu memberhentikan mobilnya ke pinggiran jalan dan memastikan siapa yang meninggal. Namun, hatinya kembali sakit saat dirinya melihat Cherry menangis didalam pelukan Lucas.
"Pak, mohon maaf yang meninggal dunia siapa ya?" tanya Steve dengan sopan.
"O.. itu mas Ibunya keponakannya nyonya Risti," jawab salah satu pelayat.
"Keponakan? sejak kapan Cherry dan Neva saudaraan? bukannya Cherry hanyalah seorang pendatang di kota ini?" gumam Steve merasa aneh.
"Apa benar yang dikatakan pelayat tersebut jika salah satu orang tua Cherry masih ada hubungan keluarga dengan Neva? aku harus menyeledikinya" ucap Steve.
** Malam hari, di kediaman mama Risti sedang mengadakan pengajian malam pertama kepergian Ibu Rahayu.
"Ma, apa mama melihat Cherry?" tanya Lucas mencari keberadaan Cherry, pasalnya selesai acara pengajian Cherry mencari tempat untuk merenung sendiri.
"Dia sedang berada di taman belakang" jawab mama Risti.
"Terimakasih Ma...," Lucas lalu berlari mencari keberadaan Cherry.
Dilihatnya Cherry sedang menatap keatas langit, dibawah sinar bulan dan bintang kecantikan Cherry terlihat sempurna.
"Cherry...."
Bersambung....
btw, cherry kelas brapa sih?
ahirnya cherry dan lukas bersatu😍
ahirnya cherry dan lukas bersatu😍