Kehancuran bagi seorang perempuan yang selalu menjaga kesuciannya, apabila mereka dinodai oleh seorang laki laki secara paksa.
Seorang gadis yang hidup sebatang kara adalah gadis malang yang berusaha untuk hidup hanya demi membuktikan kepada almarhum kedua orangtuanya jika dia bisa sukses.
Tapi suatu ketika, saat dia pergi untuk melamar pekerjaan tapi sayang sekali, hanya karyawan OB yang masih kurang dan Gadis tersebutpun tidak menolaknya.
Soreh hari dimana karyawan sudah pulang, Gadis tersebut masih setia disana, membersihkan satu per satu ruangan, tapi dia memasuki ruangan yang tidak ia ketahui bahwa itu adalah kamar CIO.
Gadis malang tersebut membaringkan badannya di kasur empuk tersebut hingga dia tak sengaja tertidur.
Seseorang masuk dengan keadaan mabuk berat, dia dengan nafsunya melihat wanita yang sedang tidur di tempat tidurnya, dengan mata yang sudah dipenuhi nafsu dan amarah dia memperkosa gadis tersebut dalam keadaan tidak stabil.
"Dasar pria brengsek,!" teriak gadis malang tersebut.
"Aku minta maaf, aku sungguh tidak sengaja," jawab laki-laki tersebut.
"Aku dalam keadaan mabuk berat tadi malam," lanjut pria tersebut.
apakah kisah mereka seperti apa, jika anda penasaran langsung baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon thalib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tarik-menarik
Pagi hari yang sangat sejuk, embun pagi membasahi dedaunan hijau, Aila terbangun dan menoleh ke arah putranya yang masi nyenyak dengan tidur nya, hanya saja mereka sudah pindah posisi.
Aila dengan wajah ceria keluar dari kamar dan langsung membersihkan badannya terlebih dahulu, tak lama ritual membersihkan badan Aila pun beranjak ke dapur untuk memasak sarapan pagi mereka.
Aila yang sudah memasak, memilih untuk membangunkan kedua anak nakalnya tapi belum sempat membuka pintu matanya terarah pada seseorang yang tertidur di depan tv, Aila sangat kaget dengan hal itu, dengan segera dia berlari kesana untuk mengecek siapa orang tersebut, matanya membulat sempurna melihat Ayyan yang tidur di tikar tanpa menggunakan bantal dan selimut.
"Kenapa dia tidak pulang semalam, astaga bagaimana mungkin dia bisa tidur tanpa kipas dan selimut, dia juga tidak menggunakan bantal," ucap Aila sangat panik ingin membangunkan tapi dia tidak tega melihat wajah Ayyan yang sangat lelap dengan mimpinya.
"Apa yang harus aku lakukan, pasti dia sangat tersiksa tadi malam, nyamuk sangat banyak jika malam hari disini," gumam lagi Aila dan melangkah pergi untuk mengambil selimut dan bantal.
Aila menyelimuti Ayyan dengan pelan, saat sudah menyelimuti nya, Aila dengan perlahan-lahan mengangkat kepala Ayyan untuk di alas menggunakan bantal yang dia bawa.
Aila menghembuskan nafasnya lega saat semuanya sudah selesai, dia kembali mengurungkan niatnya untuk membangunkan kedua putranya, karena jika mereka bangun pasti mereka berdua akan mengganggu Ayyan tidur.
Aila kembali ke dapur untuk melanjutkan aktivitas masaknya, Aila kembali menuangkan beras kedalam pemanas, dan kembali mencucinya, Aila takut jika nasi yang dia masak kurang untuk mereka berempat.
Saat semua sudah selesai Aila masuk ke dalam kamar untuk membangunkan si kembar, mereka berdua segera bangun dengan mata sipit yang di gosok-gosoknya menggunakan tangan mungil mereka.
"Ayo mandi Nak,?" ucap Aila.
"Daddy mana Mom,?" tanya Zean dengan suara yang masih kurang jelas tapi Aila sedikit mendengarnya.
"Ayo mandi dulu," ucap Aila dan di angguki oleh mereka berdua.
Aila segera menggendong mereka kedalam kamar mandi yang lumayan sempit.
"Ahhhgg Mom, Mom, mata Adek cakit," teriak Dean menutup matanya sambil meraba-raba disekelilingnya.
"Ahhgg Mom, Mom cakitttt," teriak Zean dengan keras sambil memukul-mukul sesuatu dibawa sana.
Aila menghiraukan Zean dan hanya fokus pada Dean karena matanya kemasukan oleh sabun, Aila dengan cepat membilas wajah Dean.
"Momm, Cakittt hiks..hiks..," teriak Zean terus memukul-mukul sesuatu dibawa sana, Aila yang mengira Zean sedang mengerjainya karena dia malah melebarkan matanya dan memukul mukul air, tapi sebenarnya Zean sedang memukul-mukul tangan Dena yang menarik burung kakak mudahnya
"Bulungku mommy, Cakittt....!" teriak lagi Zean membuat Aila segera menoleh ke bawa dan melepaskan tangan Dean yang menarik otongnya.
"Astaga, Dean, lepaskan..!" ucap Aila membuat Dean yang juga tidak sadar langsung melepaskannya.
Dean yang tadi kesakitan dan meraba-raba sekelilingnya tapi dengan kebetulan tangannya menemukan sesuatu dibawa sana, dan untuk mengurangi rasa perih dimatanya dia menarik benda tersebut.
"Kenapa kamu menariknya,?" tanya Aila.
"Adek tidak tau Mom," jawab Dean apa adanya.
"hiks..hiks..,adekkkk..." teriak Zean dengan tangisannya dan seketika tangannya juga mendarat di burung kakak muda Dean dan langsung menariknya dengan kesal dan emosi.
"Ahhgggggg, Mommmyyyy, Cakittt , Hiks ..hiks..ahg cakit mommy hiks," Teriak Dana membuat Aila kaget dan melihat tangan Zean yang sudah menarik kakak perkutut dibawa sana.
Aila segera melepaskan tangan Zean dari sana, Aila sangat pusing dengan mereka berdua.
"hiks..hiks..
Dean yang juga tidak terima kembali menarik burung perkutut Zean begitu pun dengan Zean yang tidak mau kalah, membuat Aila kembali melepaskan dan menggendong Dean.
"Sudah, Itu bahaya, jangan di mainin, apa kalian ingin ke neraka,?" tanya Aila dan mendapat gelengan kepala dari mereka berdua yang masih cegukan habis nangis.
"Gak boleh nangis," ucap tegas Aila dan kembali di angguki oleh mereka berdua.
"Kalau Mommy lihat lagi seperti ini, Mommy akan potong dengan pisau di dapur, Mau?" ucap Aliya dan mendapat gelengan kepala dengan cepat dari kedua anaknya.
cerita Aina - Ayyan sudah d ujung bahagia.
kukirim vote nya kak bt menemani karya mu.
sehat² selalu.
jangan kecapean ,biar mudah dlm menghasilkan karya
trus buat tulisan beasiswa kyk gini k
bukan biaya siswa