NovelToon NovelToon
Jangan Harap Cintaku Lagi

Jangan Harap Cintaku Lagi

Status: tamat
Genre:Slice of Life / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:101.5k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Setelah mengorbankan kuliah, rumah warisan, dan masa mudanya demi membuat Daril sukses, Vira malah dibunuh oleh suami yang dicintainya itu.

Lebih menyakitkan lagi, sepupu yang ia tampung ternyata berselingkuh dengan suaminya. Hatinya makin hancur saat tahu, suami, sepupu dan ibu mertua yang selama ini ia rawat dengan baik, ternyata sudah lama menantikan kematiannya.

Takdir memberinya kesempatan kedua: kembali ke masa lalu. Ia bertekad tidak akan pernah menikahi Daril.

Namun saat ia mengubah satu keputusan untuk selamat, rahasia demi rahasia keluarga terbuka. Rahasia yang mengubah arti cinta dan memaksa Vira memilih antara balas dendam atau memaafkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Benih Kebohongan

"Pak, jangan langsung melamar begitu saja. Kalau ditolak, nanti malah malu," ujar Hartato panik.

Pak Kades terkekeh kecil. "Masa anak Bapak yang rajin, dompetnya tebal, dan wajahnya lumayan tampan ditolak gadis?" godanya. "Banyak perempuan di desa ini yang pasti mau kalau kamu lamar."

Hartato menggeleng pelan. "Vira beda, Pak."

"Apa bedanya?"

"Dia yatim piatu, tapi mandiri. Meski hidup dari warisan orang tuanya, dia tetap bisa mengembangkan usahanya dan menghidupi dirinya sendiri."

Hartato berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Gak kayak Daril. Sejak ayahnya meninggal, aset keluarganya habis sedikit demi sedikit. Padahal selama ini hidup mereka juga banyak disokong Vira."

Pak Kades mengembuskan napas pelan. "Bapak juga heran kenapa dulu Vira bisa suka sama Daril. Memang, sih, Daril sedikit lebih tampan daripada kamu. Tapi ya cuma sedikit. Tampang doang gak bikin kenyang. Pengangguran pula."

Hartato tertawa kecil. "Namanya juga cinta, Pak. Katanya cinta itu buta."

"Halah... cinta, cinta." Pak Kades mendecak. "Kalau perut mulai lapar dan hidup isinya cuma susah, cinta juga bisa luntur. Buktinya Vira akhirnya mutusin Daril."

Hartato mengangguk pelan. "Iya juga, sih."

"Punya pasangan itu harus bikin hidup lebih nyaman," ujar Pak Kades.

"Nyaman dalam arti gimana, Pak?"

Belum sempat Pak Kades menjawab, Bu Kades keluar dari dapur sambil membawa sepiring pisang goreng hangat. Ia meletakkannya di atas meja, lalu ikut menyahut.

"Nyaman itu banyak artinya."

Hartato menoleh kepada ibunya.

"Nyaman karena kebutuhan rumah tangga tercukupi. Nyaman karena punya tempat pulang yang layak. Nyaman karena diperhatikan, disayangi, dan dimanjakan. Yang paling penting, nyaman karena sama-sama saling mengerti dan saling memahami."

"Nah, itu dia." Pak Kades mengangguk mantap.

Sambil tersenyum, ia meraih tangan istrinya yang masih berdiri di samping kursinya dan menggenggamnya dengan lembut.

Hartato hanya bisa tersenyum melihat kedua orang tuanya. Meski usia pernikahan mereka sudah puluhan tahun, kemesraan itu masih terasa seperti pasangan yang baru menikah.

"Gimana?" tanya Pak Kades. "Sekarang berani melamar gak?"

Hartato menggaruk tengkuknya. "Kemarin dia bilang masih pengen sendiri, Pak."

Bu Kades tersenyum tipis. "Nak, ngajak pacaran sama ngajak nikah itu beda."

"Betul," timpal Pak Kades. "Melamar untuk menikah itu bukti keseriusan. Orang yang pacaran belum tentu berniat menikahi. Tapi orang yang datang melamar, jelas menunjukkan tujuan."

Hartato terdiam beberapa saat, lalu mengangguk mantap.

"Aku akan tanya dulu sama Vira. Kalau dia bersedia... aku akan langsung menikahinya."

***

Mirna berniat membeli beberapa kebutuhan dapur di warung. Namun, saat tinggal beberapa beberapa meter lagi, langkahnya terhenti. Dari dalam warung terdengar beberapa ibu sedang mengobrol.

"Kalian dengar belum? Hartato katanya mau melamar Vira."

"Iya, aku juga dengar. Malah Bu Kades bilang, kalau Vira menerima lamaran Hartato, pesta pernikahannya bakal ngundang artis ibu kota."

"Wah, pasti meriah."

"Ya jelas. Keluarga kepala desa memang royal."

"Aku jadi gak sabar lihat Vira nikah sama Hartato."

"Iya. Kasihan juga Vira. Selama ini hidup sendirian."

"Hebatnya, meski sendirian dia tetap bisa menghidupi dirinya sendiri. Cantik, rajin, pintar cari uang lagi."

"Hartato juga gercep. Baru dengar Vira putus sama Daril, langsung mau melamar."

"Syukurlah Vira putus sama Daril. Laki-laki yang hidup bergantung sama perempuan memang gak pantas dipertahanin."

Rahang Mirna langsung mengeras. Tangannya mengepal erat hingga dompet kecil yang dibawanya berkerut.

"Kalau begini terus, lama-lama Vira benar-benar dinikahi Hartato."

Pikiran Mirna berputar mencari jalan keluar. Ia tidak boleh membiarkan itu terjadi.

Kalau Vira menikah dengan pria lain, bukan hanya Daril yang kehilangan kesempatan. Harapan mereka untuk kembali hidup berkecukupan juga akan lenyap.

Tiba-tiba sebuah ide licik terlintas di benaknya. Perlahan, sudut bibir Mirna terangkat membentuk senyum tipis.

"Kalau orang-orang masih menganggap Vira perempuan sempurna..." gumamnya dalam hati. "...tinggal kubuat mereka berhenti menganggapnya begitu."

Mirna segera melangkah masuk ke dalam warung.

"Yang kelihatan itu belum tentu yang sebenarnya."

Ucapan Mirna itu membuat seluruh percakapan langsung terhenti. Semua kepala menoleh ke arahnya.

Pemilik warung mengernyit bingung. "Maksudnya gimana, Bu Mirna?"

Ibu-ibu lainnya ikut menatap penuh rasa penasaran.

Mirna tersenyum tipis, seolah sedang menimbang-nimbang apakah ia harus berbicara atau tidak.

"Sebenarnya saya gak mau membuka aib orang."

Ia sengaja berhenti sejenak, membuat semua orang semakin penasaran.

"Tapi... karena anak saya terus dijelek-jelekkan, saya jadi gak tega kalau cuma diam."

Suasana warung mendadak hening. Semua orang menunggu kelanjutan ucapannya.

Mirna menarik napas pelan, lalu berkata dengan suara yang dibuat lirih.

"Vira itu... sebenarnya sudah gak perawan lagi."

Mata para ibu langsung membelalak.

"Bahkan..." Mirna menatap mereka satu per satu.

"...itu terjadi jauh sebelum dia pacaran sama Daril."

Warung yang semula ramai seketika sunyi senyap. Beberapa ibu saling pandang, sementara yang lain menatap Mirna dengan mata membelalak.

Tidak ada satu pun yang langsung percaya, tetapi tak seorang pun mampu menyembunyikan keterkejutannya. Tetapi benih keraguan telah berhasil ditaburkan.

Mirna tersenyum tipis di balik wajah prihatin yang sengaja dipasangnya. Tepat seperti yang ia harapkan, fitnah itu mulai menemukan telinganya sendiri.

"Aku mau lihat," batin Mirna. "Apa masih ada yang mau menikahinya."

 

...✨"Ketika iri menguasai hati, kebenaran bukan lagi sesuatu yang ingin dicari, melainkan sesuatu yang ingin dikalahkan."...

..."Orang baik akan diuji bukan hanya dengan kesulitan, tetapi juga dengan tuduhan yang tak pernah ia lakukan."✨...

.

To be continued

1
Kyky ANi
Daril sama Mirna sama aza,,, ngak tahu diri,,
Kyky ANi
dasar,,tukang ngutil kamu Yanti,,
Kyky ANi
ya,,ampun,,Yanti,, malah nambahin fitnah,,,
Kyky ANi
Yanti, ini memang licik ya,,,
Kyky ANi
jahat banget,kamu Mirna,, menyebarkan fitnah,,
Kyky ANi
akhirnya kamu bisa membantu Arvin,,Ra,, kasian dia,,,
Kyky ANi
apakah Mirna juga akan menyuruh Daril,untuk melamar Vira,,
anonim
Arvin ini suami idaman. Bikin sarapan masak nasi goreng. Hari pertama setelah menikah coba.

Juga sudah terbiasa memasak dan meladeni Ibunya.

Vira melihat Arvin meladeni Ibunya, menuangkan air minum ke dalam gelas, mengambilkan sepiring nasi goreng untuk Ibunya. Berkata lembut pada Ibunya.

Lalu mengambilkan nasi goreng untuk Vira juga.

Apa yang dilakukan Arvin yang baru sehari menjadi suaminya, Vira jadi ingat Daril lagi dengan segala perlakuan buruknya.
anonim
Arvin anak yang berbakti kepada Ibunya. Ibunya sedang haid dia yang mengurusnya.

Jadi tak ada kata jijik terucap ketika tahu Vira haid, Arvin yang mau membereskan tempat tidur dengan mengganti sprei yang ada noda haid.

Vira keluar dari kamar mandi tersenyum melihat sprei sudah berganti baru.

Vira jadi ingat masa lalu ketika Daril yang menjadi suaminya. Mana mau mengganti sprei. Melihat noda jijik langsung pergi.
Kyky ANi
si Yanti,,, emang kucing garong,,kamu,,,
Kyky ANi
benar itu kata ibumu Daril,, kerja,, jangan jadi pemalas,,,
anonim
Daril kapan tertangkapnya. Masih berani berkeliaran di desanya.

Arvin dan Vira menikah kenapa Daril merasa mereka bahagia di atas penderitaannya

Daril sendiri yang berulah, malah menyalahkan Vira dan Arvin.
anonim
Arvin dan Vira melangsungkan akad nikah di rumahnya Vira.

Hartato datang bersama kedua orang tuanya.

Ijab kabul dimulai, penghulu sebagai wali nikah mengucapkan ikrar kabul sampai selesai.

Arvin mengucap kabul dengan mantap.

Kata "Sah" dari para saksi terdengar hampir bersamaan.

Ibunya Arvin kambuh trauma diusir dari rumahnya.
Kyky ANi
kamu memang baik Vira,mau bantuin Arvin,,
Kyky ANi
ada gosip lagi,,nih ibu ibu,,
Kyky ANi
beritahu aza Ra,, kamu bisa melihat masa depan,,
Kyky ANi
jangan harap Vira, mau membantu kamu Daril,,
Tijanud Darori Tiara
Masya Allah sehat selalu buat kk author nya,
cerita nya aku suka dan tidak berbelit belit,
sukses selalu ya ka,
aku mau baca cerita mu yg lain lagi
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Aamiin. Makasih, Kak🤗🙏🙏
total 1 replies
anonim
Hartato pemuda yang lumayan baik. Dia memang punya segalanya yang menurutnya bisa membuat Vira memilihnya.

Dia merasa tampan dan mempunyai pekerjaan tetap. Dari keluarga terpandang pula.

Vira punya alasan lain kenapa memilih Arvin.

Hartato mendengar kalimat-kalimat yang ducapkan Vira, jadi mengerti dan tidak akan memaksa lagi.

Bahkan mendoakan Vira benar-benar bahagia, sambil mengulurkan tangannya.

Vira menyambut uluran tangan Hartato, dengan tersenyum hangat mengucapkan - terima kasih, Har.

Indah sekali.
Kyky ANi
rasain kamu Yanti,malah dikerjain,,balik sama Vira dan Emak,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!