Jam 3 dini hari, Giva melangkahkan kakinya keluar dari sebuah klub malam yang memberinya banyak uang dan kenikmatan hina.
sedangkan beberapa orang di luar sana kemungkinan besar sedang terlelap memeluk mungkin guling mereka, kekasih mereka, atau boneka mereka. Namun, Giva harus bangkit setelah memeluk mungkin suami orang, simpanan orang, ataupun kekasih orang dan atau seorang lajang yang butuh sebuah kehangatan.
Akankah nasib itu akan berlalu.
langsung aja masuk kedalam..
area terlarang bocil no intip-intip !!!
Jangan lupa like, komen dan follow akun noveltoon Author 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamaperi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhiri saja....
Nampak wajah Giva terkagum-kagum dengan pemandangan laut yang indah membentang.
Voavah Island, Baa Atoll, Maldives.
setelah turun dari kapal bersayap. Giva dengan tak sabar untuk menghirup udara segar disana.
"Ya tuhan Nick, ini sangat indah! tapi apakah kamu tidak takut jika ada sunami?" tanya Giva yang langsung mengambil jongkok dan bermain pasir.
Nick hanya tersenyum mendengar ucapan Giva. Ketika akan mendekati dan menemaninya, tiba-tiba telfonnya berbunyi.
"Giva, aku angkat telfon dulu ya? bersenang-senanglah!" ucap Nick.
"Oke! jawab Giva yang langsung berlari untuk menyegarkan diri di air yang telah sangat jernih.
..
",Hallo!?" panggil Nick.
"Nick! kamu dimana? apa yang sekertaris kamu lakukan kepada ibuku! bagaimana bisa kalian membawanya dan memasukkannya kedalam penjara! apa kesalahan ibu ku, Nick!?" tanya Kenzo dari sebrang sana.
"Maaf harus mengatakan ini, Ken. Ibu kamu adalah penyebab semua tragedi yang menimpa keluarga ku 20 tahun silam. Saudara kembar ku dan kedua orang tuaku mati karena ulah ibumu. Kakek sudah mengetahui semuanya. Aku harap kamu dapat tenangkan dirimu, jangan coba-coba untuk menyelamatkannya. Biarkan dia menyelesaikan tanggung jawabnya."
"Tapi Nick, itu tidak mungkin! dia adalah orang sangat menyayangi ....!"
"Kenzo! Aku sedang ada urusan, maaf tapi harus mematikan panggilan ini!" ucap Nick memotong ucapan Kenzo.
Dan Nick pun mematikan panggilan dengan sepihak.
Nick langsung terduduk dan terkulai lemas. Dia membayangkan hari-hari bahagia bersama dengan Kenzo dan Nyonya Sarla yang sudah dia anggap seperti orang tuanya sendiri.
Namun, lagi-lagi dan segala takdir mematahkan hidupnya.
Nick sengaja melakukan bulan madu disaat-saat seperti ini karena sejatinya dia sendiri tidak sanggup untuk menghadapi Nyonya Sarla maupun Kenzo.
Disaat sedang dalam keadaan fase hampa, Nick menatap tas Giva yang sepertinya terdengar suara notifikasi.
melihat dari kejauhan jika Giva masih bersenang-senang, Nick memutuskan untuk melihat apa isi pesan dari notifikasi di handphone Giva.
Beruntung Handphone Giva tidak memiliki kata sandi sehingga dengan mudah Nick masuk kedalamnya.
Menatap tajam layar handphone Giva, Nick langsung melakukan olah raga nafas yang memburu. Tarikan nafas mulai tak teratur, emosi wajah nampak tak dapat ia kendalikan.
"Hay sayang. Aku rindu kepadamu. bisakah malam ini kita bersama?" isi pesan Kenzo.
Itu adalah foto mes"m Giva dengan Kenzo.
Meski dia tahu jika Giva adalah mantan wanita malam, seharunya Nick siap dengan segala resiko yang akan dia hadapi kedepan. Namun nyatanya, ini sungguh sangat menyakitkan baginya.
Mengapa dari semua pria di muka bumi, itu adalah Kenzo!" pikirnya.
PRANG! Nick dengan kasar membanting handphone Giva sampai hancur berkeping-keping.
Nick langsung menatap Giva yang masih bermain-main dengan air.
Melihat baju putih Giva yang basah dan memperlihatkan dalamnya.
Melihat celana celana pendek Giva yang mengerat karena basah, membuat Nick tambah naik turun di buatnya.
Nick berjalan dengan gusar dan tatapan tak lepas dari bayangan Giva.
Ia melangkah dengan cepat dengan mengepalkan tangannya.
Giva yang masih asyik bermain dengan air tidak menyadari jika akan bumerang yang menerpa.
"Awh!" pekik Giva ketika Nick dengan tiba-tiba menjambak rambutnya dari belakang.
Nick menatap Giva yang meringis kesakitan.
"Ah, sshht! Nick, apa yang kamu lakukan? ini sakit sekali?" tanya Giva mencoba untuk memegang tangan Nick menahanya supaya tidak terlalu menyakiti dirinya.
Menatap belahan yang menerawang membuat Nick tambah kacau.
"Apa kamu berniat ingin menggoda laki-laki disini, heh!?" tanya Nick dengan suara beratnya.
"Aaaah!" teriak Giva ketika Nick semakin dalam menjambak rambutnya.
Giva hanya meringis kesakitan tanpa tahu apa sebebnya.
"Nick, disini hanya ada kita berdua bukan?" tanya Giva dengan hati-hati.
Giva menahan air matanya. 1 jam yang lalu, di kapal, Nick mengutarakan hatinya dan berjanji akan mencintainya dengan tulus. Tapi kini, ia berbuat kasar tanpa tahu apa kesalahan yang susah Giva sendiri lakukan.
"Owh! jadi kamu kini sedang ingin menggodaku? baiklah, dengan senang hati aku akan melayani mu pelac*r!" ucap Nick dingin. Dia langsung membopong tubuh Giva dengan wajah yang sangat marah.
DEG
Giva hanya melihatnya dengan hati yang hancur berkeping-keping.
"Leon, bagaimana bisa kamu mengatakan itu?"batin Giva hancur melihat Nick yang mirip dengan kekasih hatinya menghina dirinya.
1 jam yang lalu, Nick berjanji akan bersikap seperti Leon. 1 jam yang lalu Nick mengatakan jika dia menerima masa lalu Giva dan berjanji akan menjaganya.
Tapi sekarang, Nick menc*mbu tubuhnya dengan sangat kasar. Sama seperti pria-pria diluar sana yang begitu sangat liar.
Bahkan Giva hanya bisa pasrah. Dia dapat memberontak tetapi haknya untuk melakukan itu.
"Ssshhht! Auw!" pekik Giva ketika Nick dengan kasar mengigit kacang almond miliknya.
"Kenapa? bukankah kamu suka yang kasar seperti ini! Emm, apakah ini kurang kasar!?" tanya Nick menatap mata Giva yang berkaca-kaca.
"Lakukanlah sesuka hatimu, Nick. Bukankah ini memang kamu? sampai kapanpun, kamu tidak akan bisa menjadi Leon!" jawab Giva kini tak dapat menahan air matanya.
Mendengar nama Leon membuat Nick kembali sadar.
Nick langsung menjauh dari Giva dengan sikap kasar. Dia berjalan menuju keluar lalu meninju dinding yang ada didepannya.
Bugh!
Nick menutup wajahnya dengan salah satu tangannya.
"Apa yang telah aku lakukan?" batinnya yang kini benar-benar merasa sangat kalut.
Dari kejauhan, Giva melihat handphonenya yang sudah berserakan dilantai. Giva mengerti sesuatu. Giva sadar jika Nick marah pasti karena pekerjaannya. Tapi yang Giva tidak tahu adalah, isi pesan dari kenzolah yang telah membuat Nick baik pitam seperti saat ini.
Giva berjalan perlahan menuju dapur, dia mengambil salah pisau tajam dan memegangnya erat.
Nick melihat itu langsung merasa terkejut dan panik.
"Giva! apa yang kamu lakukan!?" tanya Nick dari tempatnya berdiri.
Giva hanya diam dan berjalan perlahan mendekati Nick.
Tanpa berkata, Giva menyerahkan pisau itu kepada Nick.
"Lakukanlah jika kamu ingin? lakukanlah jika itu dapat membuat hatimu tenang. Aku sama sekali tidak memiliki tujuan untuk tetap hidup. Aku disini hanyalah boneka busuk yang telah kamu beli dengan harga yang sangat fantastis, untuk seorang Giva sang pelac*r. Apa alasan aku untuk hidup Nick? tidak ada! Bahkan saat ini aku bukanlah lagi miliku! Lalu apa? akhiri saja, aku tidak papa." Setelah berkata panjang, kini Giva siap menutup matanya dan menerima ajalnya.
Yang masih dalam keadaan tidak setabil, dengan geram langsung mengarahkan pisau itu ke leher Giva.
Giva tersenyum, ia merasa jika semua akan berakhir saat ini.
"Leon, tunggu aku!"batin Giva yang bersiap akan bertemu dengan kekasihnya.
semangat Thor ..
lanjut Thor...