Unara Callista, Gadis Remaja Berusia 17 Tahun Yang Terpaksa Bekerja Sebagai Waiters Di Sebuah Klub Malam.
Karna Ulah Teman Seprofesinya Di Klub Yang Memberikan Nara Obat Perangsang Pada Minuman Nara, Libidonya Naik Dan Nara Di Bawa Pergi Oleh Pria Yang Ingin Menyelamatkannya, Tapi Justru Pria Itu Sendiri Yang Tak Mampu Menahan Geloranya.
"Wahai hati. Janganlah engkau menyimpan rasa pada apa yang tak bisa kau gapai. Sebab pemilik Raga ini, tak kan mampu menerima lara yang kan terukir karna kebodohanmu."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Min Ziy. Minfiatin FauZiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aditya, Nara & Valdo.
Nara telah usai di periksa, Dokter menyarankan untuk di lakukan pemeriksaan lanjutan pada Spesialis Obgyn di Rumah Sakit, Aditya tengah berbicara dengan Dokter di luar kamar.
Nara hanya diam duduk bersandar pada atasan ranjang, tatapan matanya kosong, air matanya merembes begitu saja membasahi pipi nya.
Terlintas bayangan Valdo yang begitu memanjakannya saat di Villa. Apa sebenarnya salah pemuda itu.? Ia hanyalah sedang jatuh cinta begitu sangat pada Nara sehingga menunjukkannya dengan cara yang salah demi mendapatkan kekasih hatinya.
Bayangan Valdo yang memeluk Nara di bathtub dari belakang, mengelus perut ratanya, mengecup ceruk lehernya, lalu berbisik pada Nara jika dia ingin memiliki banyak anak dari Nara. Terdengar sangat manis jika itu di ucapkan oleh orang yang kita sayang.
Tapi cara Valdo yang memaksa saat ingin melakukan penyatuan kembali membuat hati Nara sakit, itu penghinaan bagi seorang wanita.
Aditya masuk. Nara kaget hingga ia membulatkan mata, dan nafasnya memburu tiba-tiba.
"Hey,,,.? It's okay.!"
Aditya selalu bersikap lembut, ia tidak ingin jika Nara sampai kembali terluka. Aditya duduk di tepi ranjang menghadap Nara, membawa tubuh Nara kedalam pelukannya, Nara menurut, Aditya mengelus rambutnya, mengecup kepalanya.
Nara melepaskan diri pelan, ia menatap Aditya yang melihatnya penuh cinta, senyum manis Aditya mendamaikan hati Nara yang merasa gundah.
"Apa aku hamil.?"
Nara memberanikan diri untuk bertanya pada Aditya.
Aditya tersenyum tulus, lalu mengangkat kedua tangan Nara, dan mencium punggung tangannya.
"Kita akan menjadi orang Tua."
Jawab Aditya lembut, lalu mengecup kening Nara dalam.
"Kak Adit bersedia menerima anak ini.?"
Suara Nara bergetar, hatinya sangat takut, air matanya membanjir.
"Apa yang kau katakan..? Aku tidak peduli, siapa ayah biologis anak ini. Kau adalah istriku, kita adalah suami dan istri yang saling mencintai. Itu artinya, janin yang ada di dalam kandunganmu saat ini adalah anak ku, anak kita."
Nara menangis tersedu, ia sesenggukan, Nara merasa hidupnya di berkati, bisa bertemu dengan laki-laki seperti Aditya dalam hidupnya.
Nara lekas memeluk Aditya. Aditya membalas pelukan Nara dengan hangat.
Aditya berdiri, dia ingin mengambil buah untuk Nara. Perutnya harus sering di isi, ada kehidupan di dalam sana.
Nara meraih tangan Aditya cepat. Aditya menoleh. Berdiri di tepian ranjang menghadap Nara.
Nara bergerak, memposisikan tubuhnya dengan benar, ia duduk di tepian ranjang mendongakkan kepala menghadap Aditya.
"Apa sayang.?" Tanya Aditya sangat lembut. Tangan Aditya bergerak merapikan rambut Nara ke belakang telinganya.
Nara pun turun dari ranjang, berdiri dengan tumpuan kedua lututnya di atas lantai. Aditya kaget dan membulatkan mata. Jantung nya terpompa cepat tiba-tiba.
Tangan Nara menyentuh kedua pinggang Aditya.
"Nara, apa yang kamu lakukan.? Bangun.!"
Jelas Aditya panik, selama satu bulan lebih menikah, ia belum pernah melakukan penyatuan dengan Nara, Aditya bahkan selalu berusaha keras untuk bisa meredam libidonya. Dan kini Nara memposisikan diri seolah ia akan mengambil alih kendali.
Mulut Aditya mengatakan jangan, tapi jagoannya di bawah sana sudah merespon tanpa bimbingan.
Nara menggerakkan tangannya, membuka lembaran penutup bagian bawah Aditya, Aditya hanya mengenakan Bokser, jelas itu mempermudah gerak Nara.
"Aaaahh,, ssshh" Aditya hanya mampu mend3$4h menahan nikmat yang Nara berikan.
Nara melakukannya dengan hati-hati. Aditya memejamkan mata mendapat pelayanan terbaik istrinya. Nara mengeksplor itu dengan sangat lembut, kepalanya maju mundur teratur.
Aditya terus berdesis dan mengeluarkan kata '*Aaahh*' menahan nikmatnya. Ia memejamkan mata, lalu membukanya, menunduk melihat Nara yang tengah bekerja.
Aditya meraih rambut Nara yang tergerai, ia menggenggamnya dalam satu genggaman tangan. Aditya menggigit sendiri bibir bawahnya. Menahan gejolak yang semakin meninggi.
Aditya lantas meraih tubuh Nara, ia melangkah maju hingga Nara mundur dan terjatuh di atas ranjang. Aditya mulai pergerakan dari bawah, mulai dari kaki Nara, bergerak sangat pelan ke atas.
Semua lembaran sudah teronggok di atas lantai. Aditya mengeksplor bagian Nara, satu jari Aditya menyeruak kedalam tubuh Nara. Kini Nara yang kelimpungan merasakan sensasinya.
Aditya mengarahkan kepalanya menunduk di bawah sana. Nara semakin meracau tidak karuan. Kepalnya bergerak ke kiri dan ke kanan. Aditya sangat lihai melakukannya.
Aditya merangkak keatas. Kini ia berhadapan dengan Nara.
"Kau siap.?"
Nara mengangguk.
Aditya memasuki tubuh Nara, ia akhirnya melakukan penyatuan secara sempurna dengan istri yang sangat di cinta.
"Aaahh,, Kaakk?" Nara menjerit.
"Sshh.. $h!\_. \*\*." Aditya men. d3$4h.
Aditya melakukan penyatuan, bergerak maju mundur dengan sangat pelan,. Begitu nikmat, Mereka akhirnya bisa merasakan kebahagian dalam ke saruan suara-suara yang mereka ciptakan.
Aditya terus melakukanya. Mengangkat tubuh Nara, merengkuh pinggangnya. Bergerak semakin cepat.
Rintihan-rintihan serta d3$4h4n memenuhi seluruh ruang kamar. Mereka melakukannya karna sama-sama menginginkannya. Karna dasar cinta.
Setelah beberapa waktu, mereka sampai pada pelepasan.
"Aaaaaaa aaaaaahhhh"
"Kak Adiiittt....?"
Nafas mereka tersengal, Aditya Menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Nara. Nara memejamkan mata.
"I Love you."
Bisik Aditya, membuat Nara tersenyum bahagia.
...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...
Valdo berdiam diri di tepi pantai, ia sangat merindukan Nara, ingin rasanya agar segera bisa menemui kekasih hatinya itu. Namun sekarang semuanya telah berubah menjadi rumit.
Valdo bahkan menangis dalam diam melihat hamparan lautan, ombak-ombak tertiup angin saling berkejaran. Bergemuruh riuh seraya kacaunya hati Valdo.
Bayangan kebersamaannya dengan Nara di Villa selalu bersemayam dalam benaknya. Percayalah, rasa yang Valdo rasakan saat ini adalah sakit yang luar biasa. Ia sungguh sangat menderita.
Ingin rasanya Valdo mengakhiri hidup. Namun senyum Nara yang terlintas dalam pikirannya membuat Valdo bertahan, dia harus yakin jika nanti pasti akan ada jalan yang membawanya untuk bisa bersatu dengan Nara.
Valdo melihat ada seorang nenek yang berjualan kue di tepi pantai tidak jauh darinya duduk.
barang dagangan nenek itu jatuh dan berserakan di tanah, tak ada seorang pun yang membantunya. Valdo lekas berdiri menghampiri nenek itu. Ia membantu nenek itu memunguti barang dagangannya memasukkannya lagi kedalam ember yang di bawa si nenek.
"Terimakasih ya, Nak.!"
Valdo melihat barang dagangan nenek yang sudah tak layak konsumsi karna tercampur dengan pasir. Raut muka si nenek sudah sangat jelas terlihat bersedih.
Valdo lantas mengeluarkan dompet, memberikan lembaran-lembaran merah pada nenek itu.
"Nak,?. Ini.?"
Nenek itu merasa bingung karna Valdo memberikan uang dalam jumlah yang sangat banyak untuknya.
"Saya beli semua dagangan Nenek."
Valdo lantas meraih ember berisi kue yang sudah kotor dari tangan si nenek.
"Tapi ini kebanyakan.!"
"Tidak, itu rejeki untuk nenek."
Valdo lantas melangkah pergi meninggalkan nenek itu yang masih berdiri melihatnya yang berjalan semakin menjauh.
"Semoga Tuhan membalas kebaikanmu.!"
Valdo sebenarnya anak yang baik. Ia juga membantu Rio agar bisa melanjutkan sekolah. Banyak sekali kebaikan-kebaikan Valdo lainya yang tersembunyi tanpa orang banyak ketahui, ia hanya menunjukkan sisi dirinya pada orang seperti yang dia ingin.
Angkuh, berkuasa, dan semena-mena. Hanya satu kesalahan terbesarnya. Mencintai Nara begitu besar. Hingga ia melakukan segala cara yang tak bisa di benarkan. Demi bisa menaklukkan hati yang tak memiliki rasa padanya.
...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...
*Oh Tuhannn...?? Sebenarnya jodoh Nara ini siapa.? Aditya apa Valdo.?? Dua-dua nya kaya raya, Dua-dua nya mempesona. Dua-dua nya sangat cinta. Aaaahhhhh*.
padahal aku tungguin tiap hari kelanjutannya🤔
tapi kisah Arend sm zico kok nggak ada thor, aku padahal sudah masuk ke branda author ya, cari judul love or game 😫😫😭😭😭😭 nggak ada thor yg ada nona dan tuan, mainan bos mafia
makasi thor atas novelnya..semangat untuk slalu berkarya🤗