NovelToon NovelToon
DI BALIK LUKA

DI BALIK LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nathasya90

Hannah pernah kehilangan segalanya—rumah tangga, impian menjadi seorang ibu, dan kepercayaan pada cinta. Saat ia mulai menata hidupnya kembali, Rayyan hadir tanpa memaksa, hanya perlahan membuktikan bahwa cinta yang tulus tidak pernah lahir dari paksaan. Namun ketika masa lalu kembali muncul, Hamnah harus memilih, tetap hidup bersama luka, atau memberi kesempatan pada hati untuk percaya sekali lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nathasya90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DBL33

MENJAGA JARAK

Pagi itu rumah kembali dipenuhi rutinitas yang selama beberapa hari sempat menghilang. Aroma kopi memenuhi ruang makan, sementara Hannah sudah sibuk menyiapkan sarapan meski Romi beberapa kali memintanya beristirahat lebih lama setelah perjalanan dari Singapura.

"Aku nggak apa-apa, Mas, selama di Singapura aku makannya dilayani terus kok. Lagian udah kangen masak juga."

Romi hanya tersenyum kecil. Ia tahu istrinya memang seperti itu. Sesibuk apa pun pekerjaannya, rumah selalu menjadi tempat yang paling ingin ia urus sendiri.

Sarapan pagi berlangsung seperti biasanya. Mereka berbincang soal pekerjaan, rencana Hannah kembali ke Singapura minggu depan, juga beberapa hal kecil yang terasa begitu akrab. Sekilas, semuanya tampak kembali normal, seolah beberapa hari terakhir tidak pernah membawa perubahan apa pun.

Setelah selesai, Hannah ikut mengantar Romi sampai ke depan rumah.

"Hati-hati ya, Mas."

"Kamu juga."

Hannah tersenyum sebelum melambaikan tangan ketika mobil Romi mulai meninggalkan halaman.

Romi sempat melihat bayangan istrinya melalui kaca spion. Senyum dan tatapan itu masih sama seperti biasanya. Namun entah kenapa, ada perasaan yang sulit ia jelaskan ketika mobilnya semakin menjauh.

Pagi di kantor berjalan cukup sibuk. Beberapa klien datang secara bergantian. Lala beberapa kali keluar masuk ruangan membawa dokumen yang harus segera ditandatangani.

Romi sengaja menenggelamkan diri dalam pekerjaan, berharap kesibukan bisa membuat pikirannya kembali fokus. Dan untuk beberapa jam, cara itu memang berhasil.

Layar ponselnya tetap gelap tanpa satu pun notifikasi baru. Romi kembali memusatkan perhatian pada berkas di depannya, tetapi beberapa menit kemudian tangannya tanpa sadar kembali meraih benda itu. Tetap saja layarnya kosong. Ia menggeleng pelan sambil meletakkannya kembali di atas meja.

"Ngapain sih," gumamnya lirih. Bahkan ia sendiri tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang ia tunggu.

Bukankah sejak Hannah pulang memang seharusnya ia menjaga jarak dengan Jelita? Semakin sedikit mereka berhubungan tentu akan semakin baik. Setidaknya itulah yang selama ini ia yakini. Namun kenyataannya, keheningan itu justru terasa jauh lebih aneh daripada yang ia bayangkan.

Di sisi lain kota, Jelita menatap layar ponselnya cukup lama. Ruang percakapannya dengan Romi masih terbuka dan pesan terakhir mereka masih terlihat jelas.

Jarinya mulai bergerak di atas layar.

Mas Romi...

Belum sempat kalimat itu selesai, ia sudah menghapusnya kembali. Beberapa detik kemudian ia mencoba lagi.

Udah makan belum?

Namun hasilnya tetap sama. Pesan itu kembali ia hapus sebelum sempat terkirim.

Ia mematikan layar ponselnya, lalu meletakkannya di atas meja.

"Jangan ganggu dulu deh..."

Ia menyandarkan tubuhnya ke kursi. Kemarin Hannah sudah pulang. Itu berarti, mulai sekarang semuanya harus kembali seperti semula.

Jelita memang sering menggoda Romi. Namun bukan berarti ia ingin menjadi alasan munculnya masalah dalam rumah tangga pria itu. Kalau memang harus menjaga jarak, biarlah kali ini ia yang memulainya, meski ternyata tidak semudah yang ia bayangkan. Karena baru satu hari berlalu, ia sudah beberapa kali hampir mengirim pesan.

Menjelang siang, Deva masuk membawa beberapa map di tangannya.

"Bu, ini berkas yang harus ditandatangani."

Jelita mengangguk.

"Taruh aja."

Deva memperhatikan wajah atasannya beberapa saat.

"Ibu lagi banyak pikiran?"

Jelita spontan menggeleng.

"Nggak kok."

"Tapi dari tadi Ibu pegang HP terus."

Jelita langsung menatap ponselnya yang masih berada di samping laptop.

"Oh… Ini lagi nunggu email penting."

Ia tersenyum canggung.

Deva mengangguk tanpa curiga.

"Kalau gitu saya keluar dulu ya, Bu."

"Iya, Dev, silakan."

Setelah pintu tertutup, senyum tipis di wajah Jelita perlahan memudar.

"Email penting, ya..."

Jelita menggeleng pelan. Bahkan sekarang ia mulai berbohong pada dirinya sendiri.

Jelita kembali membuka layar ponselnya.

Nama Romi masih berada di bagian paling atas.

Jarinya sempat berhenti di tombol panggil selama beberapa detik sebelum akhirnya mengurungkan niat dan meletakkan kembali ponselnya.

"Udah..."

Jelita bangkit dari kursinya, mencoba mengalihkan pikiran dengan kembali memeriksa berkas-berkas di atas meja. Namun baru beberapa menit berlalu, fokusnya kembali buyar. Tanpa sadar, tatapannya kembali melirik ponsel yang tergeletak di samping laptop.

Tetap tidak ada notifikasi.

Tidak ada pesan.

Tidak ada apa pun.

Jelita tersenyum kecil.

"Harusnya seneng, kan..."

Bukankah memang ini yang ia inginkan? Agar Romi kembali fokus pada rumah tangganya dan semuanya kembali seperti sebelum mereka saling mengenal.

Di waktu yang hampir bersamaan, Romi menutup map terakhir di atas mejanya.

Matanya kembali melirik ponsel yang tergeletak di sisi meja. Layarnya tetap kosong, tidak ada satu pun pesan baru.

Ia mengusap wajahnya pelan sambil tersenyum hambar.

"Bagus."

Bukankah memang seperti ini yang seharusnya?

Tidak ada lagi percakapan singkat yang mengganggu jam kerjanya. Tidak ada candaan yang biasanya membuat sudut bibirnya terangkat begitu saja. Tidak ada kebiasaan kecil yang perlahan mulai menjadi bagian dari harinya. Namun semakin ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa semua ini adalah keputusan yang benar, semakin jelas pula satu hal yang tidak bisa ia bantah.

Hari itu terasa jauh lebih sepi daripada biasanya. Sore perlahan berganti malam. Di ruang kerjanya, Romi kembali membuka ruang percakapannya dengan Jelita. Tidak ada yang berubah. Layar itu masih menampilkan percakapan terakhir mereka, tanpa satu pun pesan baru.

Di tempat lain, Jelita juga melakukan hal serupa. Jemarinya sempat berhenti di atas layar, tetapi pada akhirnya ia kembali menguncinya tanpa mengirim apa pun.

Mereka sama-sama ingin menghubungi.

Mereka juga sama-sama memilih diam.

Karena keduanya percaya, menjaga jarak adalah keputusan yang paling benar.

Padahal tanpa mereka sadari, hari itu adalah awal dari sesuatu yang jauh lebih sulit mereka hadapi daripada sekadar menjaga jarak.

1
Eneng Farida
cari sana romi s jelitamu itu kalian sma mandul jd cocok banget jgn nanti nyesel hanna kalau sdh pergi
Susi Yanti
jalan untk selingkuh memang lebih mulus dan terasa indah,untk mempertahankan kesetiaan butuh pengorbanan yg tdk semua org bisa
Nathasya90
rakus sih ini. mau dua-duanya 🤣
Nathasya90
nggak sabar juga pengen ketok pala Romi/Hammer/🤣
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
iih ternyata jelita nih maksa ya orgnya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
wah enak ini makan siangnya
Eneng Farida
romi sm jelita memang cocok sm2 busuk nya hanna wanita baik cocoknya sm laki2 baik jga buruan cepat ketahuan atuh thor perselingkuhan romi laki2 tak thu dri
Nathasya90: setuju
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
aku juga pasti mikir yg ngga2 kalau jadi hannah
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
lihat jelita nih
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
aku juga. lebih milih kerja drpd masak. 😄
Nathasya90: setuju
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
aku jd hannah pasti mikir macam2 liat reaksi suami begitu
Nathasya90: nah iya kk, kentara banget sih itu.
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
kok aku jd deg2an ya. lanjut deh
Nathasya90: lanjut ka bacanya😍
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
lantas.. hanna yg dihujat terus masa ga kasian😞
Nathasya90: lalu tega gitu namanya dong ya. lebih milih jaga biar dia nggak terluka tapi nggak apa2 kalau istrinya yang terluka?
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
swmoga selalu baik2 aja seterusnya
Nick: mampir kk ke cerita aku 🙏🗿
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
memang begitu harusnya. menikah itu krn untuk mendapatkan pendamping hidup. senang dan susah bersama. hanya saja ada saja kerikil2 yg mengganggu. seperti pertanyaan mertua atau org2 disekitar kita. yang tadinya hati kita tidak apa2 lama kelamaan menjadi gelisah dan merasa minder
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
ayo romi.. periksa.
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
lelah sih kalau berjuang sendirian. lanjut
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
pasti lama kelamaan tekanan batin rasanya
Eneng Farida
romi laki2 tak tau dri udh untung ada istri yg mau nerima apa adanya ini mlh kesemsem sm org naru pantes nanti d tinggal hanna
Nathasya90
Haii guys... othor kembali lagi dengan judul buku baru. Semoga suka ya dengan anak baru aku🫰🏻❤️🥰

Jangan lupa kasih ⭐⭐⭐⭐⭐ biar othor makin semangat up nya ya.

Ditunggu semua komenannya.

Love sekeboon buat kalian💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!