Novel ini bercerita tentang Danny Sang Raja Gangster
Danny adalah sang pemimpin Geng warrior, Geng mafia nomor satu di indonesia.
Namun walaupun Danny adalah seseorang yang sangat berkuasa dan memiliki harta yang sangat berlimpah, Danny tetap tidak pernah merasa bahagia karna mengingat masa lalu nya yang begitu menyakitkan.
Akan tetapi Danny tanpa disengaja kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahannya, yaitu melindungi semua orang yang paling dicintai dan disayanginya.
Namun disamping kata melindungi, Danny juga sangat ingin membalas dendam kepada semua orang yang pernah menyakiti orang-orang tercintanya.
Bagaimana cara Danny melindungi semua orang yang dicintainya dan membalas dendam semua orang yang dibencinya?
Yuk ikutin keseruan ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tri wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH 34 : Alasan Danny
Melihat Danny yang panik dan kebingungan untuk menjawab, Dini yang melihatnya merasa aneh dan curiga pada Danny
Dengan penuh kepanikan dan kebingungan, akhirnya Danny dapat mencari alasan lagi untuk membuat Bila tidak ikut pergi ke Rumah Sakit menjenguk Bibinya.
"Bila, sebaiknya kamu tidak usah ikut. Bukankah kamu ingin pergi ke Pasar Malam bersama Dini?, kamu pergi saja." ujar Danny yang terus mencari alasan.
"Hanya pergi ke Pasar Malam saja, aku bisa pergi kapan-kapan, menjenguk Bibi kamu jauh lebih penting!" ujar Bila yang bersih keras ingin pergi dengan Danny ke rumah sakit menjenguk sang Bibi.
Danny yang ingin menutupi kebohongannya terus mencari alasan dan berbohong pada Bila, agar membuat Bila tidak pergi ke rumah sakit menjenguk sang Bibi.
"Maaf Bila, kamu sungguh tidak bisa ikut pergi ke rumah sakit, karena aku dan keluargaku mungkin akan menginap dan besok baru bisa pulang. Jika kamu ikut pergi denganku ke Rumah Sakit, terus bagaimana dengan Dio dirumah?. Bukankah Ayah dan Ibumu juga masih berada diluar kota dan belum pulang?" ujar Danny yang terus mencari alasan dan membohongi Bila agar tidak pergi ke rumah sakit menjenguk samg Bibi.
Mendengar penjelasan dari Danny membuat Bila merasa kecewa, dan itu sangat terlihat dari ekspresinya yang diam sambil menundukan kepala.
Dengan ekspresi kecewa dan sedih Bila menghela nafasnya, dan kemudian mengangkat kepalanya.
"Kalau begitu aku minta maaf yah, aku tidak bisa ikut pergi ke rumah sakit menjenguk Bibi." ujar Bila meminta maaf dengan penuh rasa bersalah dan sedih.
Melihat Bila yang akhirnya memutuskan untuk tidak jadi pergi ke Rumah Sakit menjenguk sang Bibi, Danny akhirnya merasa sangat lega.
"Tidak apa-apa, itu juga bukan salah kamu, jangan merasa bersalah atau sedih, Yah?" ujar Danny dengan lemah lembut pada Bila.
"Iyah aku tidak akan sedih. Aku Do'a kan semoga Bibi dan Bayinya sehat dan baik-baik saja, Amin!" kata Bila yang kembali tersenyum dengan bersemangat.
"Amin!" ucap Danny dan Dini sambil tersenyum.
"Aku janji, jika nanti Ayah dan Ibu sudah pulang, aku pasti akan menjenguk Bibi!" kata Bila sambil tersenyum dengan semangat.
"Yah!" kata Danny sambil untuk menyembunyikan kebohongannya.
Setelah sekian banyak kebohongan untuk mencari alasan, agar Bila tidak dapat pergi ke Rumah Sakit dan menjenguk sang Bibi. Kini akhirnya Danny bisa merasa lega dan tenang, karena telah berhasil menyembunyikan kebenaran kalau sebenarnya ia ingin perggi tawuran bersama teman-teman Gengnya.
Akan tetapi ditengah-tengah rasa lega dan tenang itu, Danny merasa sangat bersalah karena telah begitu banyak membohongi Bila. Apa lagi disaat Danny melihat Bila yang benar-benar sangat peduli pada cerita karangannya.
Sementara itu, Dini semakin merasa dan curiga saat melihat raut wajah Danny yang seperti sedang merasa bersalah.
"Danny, aku harap kamu tidak akan membuat Bila kecewa atau sedih!" batin Dini yang sangat menaruh harapan pada Danny.
Sementar itu, terlihat Danny yang terus melihat Bila yang sedang tersenyum untuk menyembunyikan rasa kecewa dan kesedihannya.
"Maaf Bila, aku benar-benar tidak bermaksud untuk membohongimu. Kedepannya aku berjanji, aku tidak akan membohongi kamu lagi!" batin Danny yang merasa sangat bersalah pada Bila.
Tidak lama kemudian Guru pun datang dan masuk ke dalam Kelas 12 C.
Melihat Guru telah masuk ke dalam kelas, maka Danny, Bila dan Dini serta semua murid kelas 12 C semuannya segera menghadap ke depan kelas.
Kemudian Guru pun memulai pembelajaran dan semua murid belajar dengan serius dan tertib.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Jam Pelajaran selesai dan Bel berbunyi yang mana mendakanka, kalau Jam Istirahat telah tiba.
Guru dan semua murid keluar dari kelas, tidak terkecuali Danny, Bila, dan Dini.
Karena Jam Istirahat telah tiba, kemudian Danny, Bila, dan Dini bersama-sama pergi ke Kantin seperti biasanya.
Saat sampau dikantin Danny, Bila dan Dini bertemu dengan Andre dan Willy yang juga sedang ingin jajan dikantin.
Mereka berlima duduk disatu meja yang sama dan kemudian saling mengobrol sambil makan cemilan.
Masih sama seperti sebelumnya, mereka berlima mengobrol dan membicarakan tentang Pasar Malam.
"Dini, apakah nanti malam kamu ada waktu Luang?" tanya Willy dengan lembut pada Dini.
"Tidak Ada!" jawab Dini dengan cepat dan singkat sambil menyerut Es Jeruknya.
Mendengar jawaban Dini yang sedang tidak ada waktu, Willy merasa kecewa.
"Emang nanti malam kamu ingin pergi kemana?" tanya Willy merasa penasaran.
"Kamu kenapa kepo banget sih?, aku mau pergi kemaa yah suka-suka akulah!" kata Dini dengan sangat dingin kepada Willy.
Melihat sikap Dini yang begitu dingin, Willy sungguh merasa kecewa, sedih dan sakit hati.
"Haahh...., dasar gadis dingin. Untung aku suka, jika tidak pasti uda aku jitak!" batin Willy merasa sedikit kesal dan kecewa pada sikap Dini yang sangat cuek dan dingin.
Kemudian Bila yang baru selesai makan dan minum, menjawab pertanyaan Willy.
"Dini nanti malam akan ikut dengan aku pergi ke Pasar Malam. Kenapa kamu bertanya?, apakah nanti malam kamu ingin mengajak Dini jalan?" jawab Bila sekaligus bertanya pada Willy yang terlihat seperti orang yang sedang melakukan pendekatan.
Mendengar pertanyaan Bila, seketika Dini langsung menyemburkan air es jeruk yang ada dimulutnya. Sedangkan Willy langsung tampak panik dengan wajah yang memerah.
"Bila, apa yang kamu bicarakan?, kamu jangan bicara sembarangan!" kata Dini dan Willy dengan sangat kompak dan seirama menyangkal pertanyaan Bila.
Menyadari kekompakan mereka, Dini dan Willy dengan cepat langsung membuang muka dan saling memalingkan wajah mereka secara bersamaan.
Terlihat ekspresi kesal dan tidak senang dari Dini, sedangkan berbeda dengan Willy yang merasa malu dngan wajah merona.
Melihat Dini dan Willy yang sangat kompak, Bila, Danny, dan Andre tersenyum melihat kekompakan Dini dan Willy.
"Ciee... Ciee.., kompak banget, udah sering latihan yah?" ujar Bila meledek Dini dan Willy.
"Ekhem Ekhem! Sepertinya ada yang cocok nih!" ujar Danny ikut meledek dan menjodoh-jodohkan Dini dan Willy.
"Haiiss.., sepertinya tinggal aku nih yang masih jomblo!" kata Andre sambil tersenyum pada Dini dan Willy.
Melihat Danny, Bila dan Andre yang meledek dan mencoba menjodoh-jodohkan, Dini merasa sangat kesal dan tidak suka.
Akan tetapi sebaliknya, walaupun Willy merasa kesal dengan ledekan Danny, Bila dan Andre, tetapi jujur didalam hatinya Willy merasa senang.
"Kalian bertiga berhenti meledekku!, aku tidak suka dijodoh-jodohkan seperti itu!" kata Dini dengan tegas menyuruh Danny, Bila dan Andre untuk berhenti meledeknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
......................
penasaran ini aku
janganlah kau php para pembaca
nanti kalau aku ngambek aku bilang sama bapa ku