NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:969.2k
Nilai: 5
Nama Author: kenniken

Revisi ulang cerita semua bab/episode !!

Seorang gadis yang terpaksa di jual oleh kekasihnya kepada Ceo Besar tanpa sepengetahuan dirinya, bahkan dirinya tidak mengetahui apa yang sebenar nya terjadi, Siapa sangkah dirinya harus menerima semua perlakuan yang di berikan kepadanya.

Namun sebuah penderitaan yang di berikan kepadanya, bisa terbalaskan dengan sebuah perasaan.

bagaimana kisah selanjutnya kalian bisa langsung baca saja ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenniken, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tampak Dingin Namun Terasa Panas

"apa kau Roy Adanta?" Tanya orang itu kepada pria tersebut yang ternyata Roy.

Roy seketika memicingkan matanya menatap jauh kearah orang itu.

"bagaimana kau tau nama ku Tuan?" Tanya Roy kini benar benar dibuat bingung darinya

"ck.. hh.. kau tidak perlu tau bagaimana aku bisa mengenalimu, kedatangan ku kemari hanya ingin menawarkan sesuatu untuk mu, jika kau mau aku bisa memberikan lebih banyak uang kepada mu!" Ucap orang itu kepada Roy.

"ck.. tidak usah bertele tele tuan, jadi kedatangan mu kemari, hanya ingin mengajak ku untuk kerja sama dengan mu?" ucap Roy kepada orang tersebut.

"hah.. ternyata kau cukup pintar ya dalam mengenali tujuan seseorang" ujar orang itu seraya berjalan mendekati Roy.

"baiklah.. apa kau mau bekerja sama dengan ku?" Tanya pria itu seketika.

"apa? Apa yang kau ingin kan?" Tanya Roy balik.

"hemm mudah... aku hanya ingin kau..." pria itu segera memberitahukan misinya kepada Roy.

Roy seketika mengerutkan alis nya dan kini beralih menatap orang itu

"ck.. aku tidak mau" ucap Roy yang kini ingin beranjak pergi, namun dengan cepat orang itu bersuara.

"Roy.. bukannya kau ingin kekasihmu kembali kepadamu!" Ujar orang itu.

Roy seketika menghentikan langkahnya dan kini beralih menatap orang tersebut.

"bagaimana? Apa kau ingin menolaknya?" Tanya pria itu seraya tersenyum smrik.

Roy terdiam cukup lama seraya berpikir.

"hemm baiklah" ucap Roy menyetujui kerja sama itu, saat dirinya sudah berpikir mantap.

"Baiklah lusa kerjakan apa yang aku perintahkan" tukas orang itu seraya berlalu meninggalkan Roy disana dengan masih diam terpaku.

***

Pukul 21.00

di sebuah kamar tampak Arin yang kini masih belum tertidur, masih menatap langit langit di kamarnya.

berpikir jauh esok hari, apa dirinya akan terus seperti ini, terkurung disini, Arin sesekali menghapus airmatanya.

hidup seperti apa yang tuhan rencanakan sampai sampai harus seperti ini dipikirnya.

sudah cukup dirinya susah, malah harus menderita di balik megahnya rumah ini.

bahkan dirinya saja tak berharap untuk hidup di rumah besar seperti ini.

atau pun menjadi nyonya disini. Arin kini mengalihkan tubuhnya menghadap pria yang kini tengah tidur di sampingnya.

Arin menatap nanar, berpikir jauh bagaimana suatu saat nanti, dirinya di ceraikan dan menjadi janda di usia yang begitu muda.

anak yang saat ini dikandungnya apa suatu saat akan diambil begitu saja.

pikir Arin yang kini sudah sangat kalut, ingin rasanya dirinya memaki maki hidupnya sendiri, tanpa sadar airmata Arin jatuh begitu deras

namun di sisi lain Ardan yang sebenarnya belum terlalu tidur, mendengar suara tangisan.

Ardan membuka sedikit matanya menatap wajah Arin yang kini menghadap dirinya, dengan airmata yang masih mengalir di kedua pipihnya,

srek...

Arin membalik tubuhnya dan berusaha untuk tenang dalam pikirannya.

Arin berusaha memejamkan matanya untuk tidur, namun seketika, sebuah pelukan kini mendarat ditubuhnya.

Arin terdiam dan tanpa suara seraya menyeka airmatanya yang masih mengalir di kedua pipihnya.

Srek...

Ardan menarik tubuh Arin mendekat kearahnya, dipeluknya tubuh itu dalam tidurnya.

Arin hanya terdiam paku, merasakan hembusan nafas Ardan yang kini terasa di lehernya.

Deg...

sebuah kecupan mendarat di leher Arin, Arin menggeliatkan kepalanya, merasa geli di lehernya.

Ardan yang sebenarnya masih belum tidur, kini hanya tersenyum melihat Arin yang seperti itu.

Ardan terus melakukan hal yang sama berulang kali, bahkan Ardan kini menciptakan kepemilikannya disana.

Arin yang merasakan hal itu, kini hanya bisa diam dan memejamkan matanya.

Ardan seketika membalik tubuh itu menghadapnya, seraya membelai pipih Arin yang sudah sedikit chabi.

Arin yang masih memejamkan matanya tak menghiraukan tindakan Ardan yang kini ingin bermain dengan tubuh nya itu,

Cup....

satu kecupan kini mendarat di bibir mungil itu, Ardan menciumnya dan sedikit ********** Arin seketika membuka matanya.

menatap Ardan yang kini menatap dirinya, dengan senyuman di wajahnya.

"mas Ardan mau apa?" tanya Arin yang kini sudah membuka matanya.

"hem.. kenapa kau menangis?" Tanya Ardan yang masih menatap wajah itu.

Arin hanya diam tak menjawab pertanyaan Ardan.

"apa kau sering menangis seperti ini?" Tanya Ardan lagi, kali ini membuat Arin kembali menatap peria itu.

"eng... "gumam Arin yang tak berani menjawab pertanyaan Ardan.

cup...

lagi lagi... Ardan mencium bibir itu dengan sedikit bergairah, Arin yang sudah terlihat kehabisan nafas.

kini memekul dada bidang milik Ardan, seketika Ardan menghentikan aktifitasnya, dan kini kembali menatap Arin

"jika mas Ardan tidak pernah menyiksa Arin, Arin tidak akan pernah menangis seperti ini" ucap Arin yang kini ingin menangis.

Ardan seketika terdiam mendengar perkataan Arin, dan mencoba menenangkan gadis itu yang kini berada di pelukannya.

"tidurlah... maafkan saya" ucap Ardan yang masih memeluk tubuh itu seraya membelai rambut Arin.

Arin kini kembali menatap pria itu, seraya bergumam, memikirkan perkataanya.

kata maaf yang baru pertama kali dirinya dengar dari seorang Ardan yang bahkan tidak pernah meminta maaf sedikit pun.

"Apa yang kamu lihat? Tidurlah ini sudah malam Arin, jika tidak bisa tidur, kamu mau saya...." belum sempat Ardan melanjutkan perkataanya.

seketika Arin meyela .

"tidak.. tidak.. Arin mau tidur saja, kalau layanin mas Ardan bisa bisa Arin tidak bisa jalan besok" sambung Arin yang kini membenamkan Wajahnya di dada Ardan.

Ardan yang mendengar perkataan Arin hanya tersenyum dalam diam, kini mereka berdua bergegas tidur.

pagi sudah, Arin yang masih tertidur kini merasakan sesuatu menyentuh hidungnya segera membuka kedua matanya.

Arin mengerjapkan matanya memandang siapa yang saat ini di hadapannya,

"eng..." gumam Arin yang kini menatap samar orang itu, yang kini menatapnya senyum.

"mas Ardan?" Ucap Arin yang kini menatap orang itu.

"hemm" jawab Ardan dengan posisi menghadap kearah Arin.

"mas Ardan tidak kerja?" Tanya Arin yang kini mengubah posisinya duduk di kasur,

"tidak.. saya mau istirahat saja" jawab Ardan yang kini mengubah posisinya berbaring menghadap depan.

Arin hanya menganggukan kepalanya. Arin kini beranjak turun dari tempat tidur dan berjalan masuk kedalam kamar mandi.

di dalam kamar mandi Arin kini membersihkan tubuhnya.

Selang beberapa menit kini Arin telah kembali kekamarnya, namun saat dirinya sudah berada di sana.

Arin tidak melihat sosok Ardan di dalam kamar itu, Arin kini bergegas menuju kamar ganti untuk mengganti pakaian nya.

di lantai atas Arin yang ternyata sudah selesai kini ingin beranjak turun tampak dari sana terlihat keluarga Azhendra tengah berkumpul.

Arin melihat kesana kemari mencari keberadaan Ardan di antara mereka, namun seketika

Deg...

sebuah sentuhan kini mendarat di pundaknya, Arin spontan membalik tubuhnya menghadap kearah orang itu.

"kamu kenapa?" Tanya orang itu yang ternyata Ardan yang baru saja tiba.

"eng.. mas Ardan habis dari mana?" Tanya Arin penasaran,

"habis dari kamar tamu, saya mandi di sana" jawab Ardan.

"loh.. kenapa mandi disana" tanya Arin lagi.

"kalau saya mandi di kamar, kan ada kamu nanti saya khilaf" ujarnya seraya menuruni anak tangga.

Arin yang mendengarkan perkataan Ardan seketika mengerutkan alisnya.

1
Neneng cinta
syukurlah ketauan kejahatan Nadia....
Neneng cinta
ky nya Denny naksir Arin...Arin..Arin....Ardan bs marah tuh kamu ga blg kamu istrinya😁
Neneng cinta
untung Arin ketemu Liam...kynya org baik....
Neneng cinta
msh nyimak....
Fe
arin kayanya sama siapa aja mau ya 🤣🤣
Fe
iya betul kurang apa ya? udah dijual, ditampar, tapi happy2 aja, jadi aneh, ke ardan nya kaya temen biasa aja
Sofi Ata
tamat
Rierudi Laras
Ya kau sudah jatuh cinta Tuan Ardan
Yulianti
lanjutinn donkk😑😑😑
💜✓: maaf kak, thor lagi lanjutin cerita yang satunya ( menikahi pria masa kecilku) jadi cerita ini ketunda dulu
total 1 replies
💜✓
𝑚𝑎𝑎𝑓 𝑠𝑡𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑖𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑔𝑘 𝑢𝑝, 𝑚𝑎𝑎𝑓 𝑘𝑙𝑜 𝑐𝑒𝑟𝑖𝑡𝑛𝑦𝑎 𝑔𝑎𝑘 𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑙𝑛𝑗𝑢𝑡𝑖𝑛, 𝑎𝑢𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑢 𝑏𝑖𝑘𝑖𝑛 𝑐𝑟𝑖𝑡𝑎 𝑏𝑟𝑢, 𝑦𝑔 𝑖𝑛𝑖 𝑔𝑎𝑘 𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑙𝑛𝑗𝑢𝑡𝑖𝑛 𝑙𝑎𝑔𝑖, 𝑗𝑑𝑖 𝑏𝑘𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑎𝑚𝑏𝑖𝑙 𝑒𝑛𝑑 𝑦𝑔 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑚𝑎 𝑎𝑗𝑎, 𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑠𝑘𝑟𝑛𝑔 𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑙𝑔𝑖 𝑓𝑘𝑢𝑠 𝑘𝑒 𝑐𝑟𝑖𝑡𝑎 ( 𝐺𝑎𝑖𝑟𝑎ℎ 𝑠𝑢𝑎𝑚𝑖 𝑃𝑟𝑒𝑠𝑑𝑖𝑟 ) 𝑘𝑎𝑙𝑖𝑎𝑛 𝑏𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑐𝑒𝑘 𝑝𝑝 𝑛𝑦𝑎, 𝑡ℎ𝑛𝑘 𝑈
💜✓
mf ya, s2 ny gk thor lnjutin lgi, thor lgi fkos ke crita yg stunya " Beautiful Boy ( Menikahi Dosen Cantiku ) " mf klok critanya hrus trtunda!
siti salamah
u
uu
siti salamah
u. u. 7..7.
siti salamah
. 7.u..muu..+7.7....u.7.6.u..7.
siti salamah
... 7u..
Evelyn
akhirnya up juga setelah sekian lamanya
Herlina Lina
masih menyimak.. dan agak aneh aja udah di tampar 2kali tp setelah nya kayak ga terjadi apa" dan cara bicara nya pun ambigu.. tp entahlah mungkin hanya perasaan ku saja.. MC ny lemah mudah di tindas.. maaf thor bukan tidak menghargai🙏udah baca sampe bab ini belum dapet feell nya maaf kalo ga baca sampe selesai
Greentea
dia dah punya suami yah Ferdi, jngn berharap lebih 😌
Yunita Sinaga
pasti org tua arin
Yunita Sinaga
apa jangan jangan org Tua nya si arin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!