Menikah karena di jodohkan tak membuat Rinjani membenci suaminya. Yang ada Rinjani dengan mudah mencintai Pria yang di jodohkan oleh mendiang Ayahnya. Pria yang bernama Akbar itu mampu membuat Rinjani jatuh cinta sedalam-dalamnya dalam waktu singkat. Kelembutan dan perhatian Akbar mampu membuat cinta Rinjani kian dalam pada suaminya
Hingga pada malam anniversary mereka yang kedua. Akbar membawa kado yang membuat Rinjani seperti kehilangan sebagian nyawanya.
Akbar membawa seorang wanita hamil beserta anak kecil. Bak di hujam anak panah tepat di relung hatinya Akbar memperkenalkan wanita bernama keyra itu adalah istri pertamanya dan anak kecil itu adalah putrinya.
Apakah yang akan Rinjani lakukan saat mengetahui kebenaran yang ada??
Apakah Rinjani memilih bertahan dalam rumah tangga yang sedari awal telah berpondasi kebohongan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Niel pulang
Bau obat-obatan itu tercium begitu tajam, ruangan ber cat putih itu terlihat begitu dingin, seorang wanita dengan perut besar berbaring di atas brangkar, di sampingnya ada seorang Pria yang mengenggam erat tangan nya, Pandangan pria itu fokus pada wanita nya, netranya tajam tetapi penuh kelembutan
" Seharusnya Operasi saja, aku tak sampai hati melihatmu sakit seperti ini!!" Bisikan hangat menyapu lembut telinga wanita yang sedang menikmati masa kontraksi
" Aku ingin menjadi wanita sempurna, hamil dan melahirkan anak secara normal!!" Tutur si wanita
dengan sesekali meringis menahan nyeri
" Dengan operasi atau normal tidak ada bedanya Sayang!! seorang wanita yang melahirkan dengan bagaimanapun caranya mereka tetap sempurna"
Sang wanita meraung kesakitan membuat si Pria panik, dengan nafas tersengal si wanita mulai menggelinjang dan menjerit
Tepat di saat si wanita menjerit sebuah tepukan hangat menyadarkan si wanita, secara perlahan si wanita membuka kelopak matanya, sesaat kemudian wanita yang tak lain adalah Rinjani menemukan dirinya dalam pelukan hangat sang Kaka ipar
" Ada apa Rinjani, Kamu mimpi buruk??" Tangan Nurry mengusap keringat Rinjani yang mengalir dari pelipisnya dengan lembut
Rinjani mengatur nafasnya yang mulai tenang, mengingat bayangan yang seperti nyata yang di alami nya, mimpi apakah itu?? mengapa seperti t nyata?? resflek tangan Rinjani turun meraba bagian perut nya yang rata.
Tidak mendapat jawaban dari Rinjani Nurry kembali bertanya " Kamu mimpi buruk??"
Rinjani mengerjap " Entahlah!! itu seperti nyata tetapi Mengapa____
" A-Aku hamil, dalam mimpi itu aku hamil dan akan menghadapi masa persalinan di samping ku ada laki-laki yang menggenggam tangan ku, menyemangati ku bahkan____
" Itu hanya mimpi, mimpi hanyalah bunga tidur Rinjani, mungkin kamu terlalu memikirkan masa lalu sehingga sampai terbawa mimpi!!" Nurry memotong cerita Rinjani, terlalu malas untuk membahas Akbar, hatinya tak rela Rinjani terus memikirkan Akbar, bahkan sampai terbawa kedalam mimpi
" Tapi____
" Tidur lah Jani, besok adalah hari yang berat, jangan terlalu banyak pikiran oke!!"
Rinjani melihat Nurry tersenyum manis, tetapi senyum itu sedikit berbeda dari biasanya seperti tidak tulus atau bisa di sebut senyum palsu, apa Nurry kecewa?? tapi mengapa?? apakah Nurry cemburu karena mengira Rinjani masih memikirkan Akbar??emang sih Rinjani masih memikirkan Akbar tetapi mimpi itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan Akbar
" Tunggu!!" Rinjani menarik tangan Nurry yang hendak keluar " Apa benar mimpi hanya bunga tidur?? " Pertanyaan Rinjani di jawab anggukan kepala oleh Nurry.
" Kalau begitu berarti kita tidak berjodoh!!"
Kening Nurry langsung berkerut " Maksudnya??"
" Tadi di dalam mimpi aku melihat diriku yang sedang berbaring di brangkar rumah sakit seperti saat ini, beda nya perutku begitu besar, sesekali rasa ngilu itu datang pada bagian perut dan pinggangku, tetapi ada Pria yang menyemangati ku bahkan menggenggam tangan ku dengan erat, pria itu adalah kamu, apa mungkin itu disebut mimpi buruk??" Rinjani mengamatati wajah Nurry yang tiba-tiba merona.
" Tentu saja tidak!! Itu bukan mimpi buruk itu adalah kilasan masa depan, dan itu bukan hanya mimpi biasa!!" Nurry menjawab dengan satu tarikan nafas, kali ini berbeda dengan tadi senyum itu terlihat murni bahkan rona wajahnya tampak begitu berseri
" CK' ngak konsisten!!" Cibir Rinjani
" Apa di masa depan aku masih setampan sekarang??" Tanya Nurry dengan wajah jenakanya
" Tentu saja Kaka terlihat sangat Tua, bahkan yang kulihat tadi rambut Kaka sudah memutih" bohong! Rinjani hanya ingin mengoda Nurry
" Itu tidak mungkin!!" Bantah Nurry tak terima. "Bahkan meski aku tua nanti aku tak akan membiarkan kulitku mengeriput, kalau perlu ku setrika agar tetap kencang dan tidak mengendur!!"
Rinjani tak mampu menahan tawanya melihat ekspresi Nurry yang tampak begitu kesal di tambah kata-kata ngelantur nya yang sudah melampaui akal sehat.
" Apa kau sedang mengodaku Nona??" Nurry memicing kesal
" Tentu saja tidak!!" Bantah Rinjani
" Kalau begitu lupakan mimpimu barusan, segera tidur dan mimpikan ulang kejadian tadi dengan membayangkan diriku yang masih gagah perkasa seperti ini!!"
Rinjani tertawa sampai perutnya terasa sakit karena Nurry yang terus menerus berbicara tak masuk akal
" Sudah kak, jangan katakan apapun lagi!! Ya aku mengaku kalau tadi aku bohong, yang kulihat dalam mimpi adalah Nurry yang sekarang, masih tampan, muda dan berkharisma, sungguh!!" Rinjani berbicara sambil terengah-engah
Bibir Nurry berkedut menahan senyum, bahkan Nurry tadi hanya mencairkan suasana karena sedikit merasa bersalah sudah menduga Rinjani memimpikan Akbar, siapa sangka Rinjani justru bermimpi tentang dirinya
Nurry berdehem dua kali memulihkan suara berwibawa nya
" Beristirahat lah, aku akan segera kembali!!"
Rinjani menatap punggung Nurry yang hilang di balik pintu, sedikit berfikir, mengapa dirinya bisa memimpikan Nurry?? padahal dirinya tak pernah memikirkan Pria itu, mau memikirkan apa?? Mereka sering bertemu bahkan semenjak mereka tahu jika mereka adalah iparan mereka sudah tinggal se atap meskipun di rumah Nurry banyak maid dan juga karena alasan akan di lakukan nya operasi untuk Rania
Seorang Pria dengan langkah tegas dan aura dingin memasuki sebuah rumah mewah berlantai tiga
" Tuhan! Apa kau sungguh-sungguh Niel Putra ku??" Pria tua dengan kumis tebal itu merangkul tubuh jangkung itu dengan sekali sentak
" Apa kabar paman??" Suara tegas namun hangat itu membuat netra pria itu mengembun
" Kau benar-benar Niel ku!!" kekehnya di iringi air mata
" Tidakkah dirimu merasa terlalu tua untuk bersikap kekanakan begitu paman??"
Suara pukulan pada lengan pria itu terdengar, di iringi kekehan kecil dari Nurry
" Apa yang membuat mu Sudi berkunjung kerumah masa kecil mu Niel?? Jangan bilang kau datang hanya karena sebuah formalitas karena kau menemukan wanita yang akan membuat kamu dan tetua itu kembali berdebat!!" Ucap si pria dengan nada mengerling jahil menatap pria dewasa yang dulu di asuhnya selama dua puluh tahun
" Kau memang mengenalku luar dalam paman, aku bangga padamu!!" jawab Nurry tersenyum, tetapi berbeda dengan Nurry, Deps menegang, bibir tuanya hendak menanyakan sesuatu tetapi urung karena kedua orang tua Nurry tiba-tiba muncul dari belakang
Jeritan rindu itu terdengar begitu jelas, bagaimana tidak sudah bertahun-tahun Nurry tak mengunjungi wanita yang melahirkan nya itu, Karena masalah Mereka tak menyetujui pernikahan Nurry dan Kirani yang tanpa identitas keluarga, dan berakhir dengan kematian Kirani yang menambah kebekuan sikap Nurry Hinga teramat sulit tergapai
" Kau pulang??" Wanita yang sudah tidak muda lagi namun masih terlihat modis itu mendongak menemukan netra zamrud yang begitu di rindukan nya , netra yang sama yang dimiliki oleh suaminya
Wanita itu tampak celingukan" Dimana Rania Niel??"
" Di rumah sakit!!" jawab Nurry singkat
" Apa kamu tidak berkeinginan untuk masuk, setelah sekian lama kau tak menginjakkan kaki mu disini Niel?? ini masih rumah mu, tapi kau bahkan melupakan fakta itu!!" ucap pria yang memiliki netra hijau yang sama dengan Nurry
" Aku kesini ingin memberi tahu besok Rania menjalani operasi, Aku menemukan adik kandung Kirani dan dia bersedia mendonorkan sum-sum tulang belakang nya untuk Rania!!"
" Adik kandung??" Tanya ketiga orang yang sama-sama terkejut
" Aku hanya ingin mengatakan itu, jika berkenan kalian bisa datang kerumah sakit besok!!"
Setelah nya kaki jenjang Nurry meninggalkan rumah megah itu di iringi tatapan sendu ke-dua orang tua nya
" You masih sama keras kepala!!" Deps mengikuti Tuan kecilnya keluar
" Aku memang anak Tuan Anda yang keras kepala, jadi tidak salah aku memiliki sikap yang sama!!" Nurry memelankan langkah kakinya agar Deps pengasuh tuanya bisa melangkah bersamanya
" Bajingan!!"
" Jangan terus mengumpatiku nanti kau akan lekas tua Paman!!" Nurry mengejek pengasuhnya yang akan menangis, selalu seperti ini jika dirinya berkunjung, pria tua itu akan berkata-kata kasar untuk menutupi kerapuhannya
" Dasar keparat!!"
" Keparat ini akan membawa calon istrinya untuk menemui mu paman!!"
Seketika mata tua itu berbinar terang mendengar ucapan Nurry
" You bohong??"
" Untuk apa?" Bantah Nurry
" Wanita gila mana yang mau pria bodoh seperti mu??"
Mata Nurry mengerling jengah dengan ejekan pria tua menyebalkan yang sayangnya begitu disayanginya itu, tetapi itu tidak lama karena setelah nya mata dingin Nurry berubah menghangat saat melihat pria tua itu mengeluarkan sebuah cincin, cincin yang begitu Nurry kenali cincin yang pernah di gunakan Nurry pertama kali melamar Kirani, hanya saja cincin itu hilang setelah mereka melangsungkan pernikahan.
" Saat mata tuaku menemukan ini di hutan Pinus belakang, hatiku mengatakan akan segera datang masanya cincin ini kembali memiliki tuan, dan ternyata dugaan ku benar!!" Deps menyerahkan cincin itu pada Nurry dengan deraian air mata
" Aku ingin banyak mengobrol dengan mu! tetapi aku tau kau akan segera pergi bukan?? kau menjadi Pria bodoh yang sok sibuk sedari dulu!!" cibiran itu kembali menghangatkan suasana
" Pergilah!! akan ku tunggu kau membawa wanita di hadapanku, kurahap wanita itu tak beda jauh dari Kirani lembut ku!!" Ucap Deps dengan tangan membuka pintu mobil Nurry
" Jaga dirimu Paman, Besok Ben ( asisten) akan menjemput mu!! Sampai jumpa!!"
Mobil hitam mewah itu meninggalkan rumah megah yang di kelilingi pohon Pinus yang rindang itu, untuk pertama kalinya Nurry datang seorang diri menemui kedua orang tuanya yang sebenarnya begitu dirinya sayangi, tetapi tidak semua orang tua mengerti keinginan anak, dan tidak semua orang tua mau memahami perasaan anaknya.
Pasti banyak yang rindu Keyra dan Akbar, part selanjutnya akan author selipkan keduanya asal jangan lupa penyemangat ngetiknya untuk author ya.....
happy reading ❤️❤️❤️