NovelToon NovelToon
Psikopat Tampan, & Kaya Raya

Psikopat Tampan, & Kaya Raya

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Badboy / Pembunuhan / Kriminal / Tamat
Popularitas:650k
Nilai: 5
Nama Author: Auraliv

Warning! Terdapat adegan kekerasan!

[SEASON 1]
Yudha Antariksa adalah anak dari pembunuh pasangan tersadis. Dia merupakan penerus resmi Elang Satan, kelompok mafia paling ditakuti.

Suatu hari sebuah tragedi mengerikan terjadi. Hingga rumah Yudha beserta markas Elang Satan hancur dilalap sang jago merah. Yudha dianggap mati oleh semua orang. Padahal kenyataannya dia masih hidup. Diselamatkan oleh bawahan setia ayahnya.

Tragedi mengerikan itu membuat hidup Yudha berubah drastis. Iblis psikopat dalam diri Yudha bangkit. Tidak hanya terpacu untuk melakukan balas dendam, tetapi dia juga mendapat harta warisan fantastis dari sang ayah.

[SEASON 2]
Yudha menjadi pembunuh bayaran bersama kekasihnya Elisha. Awalnya pekerjaan mereka berjalan dengan mulus. Namun segalanya berubah, saat Yudha tidak sengaja berurusan kembali dengan orang tua angkat Elisha.

Yudha dicebloskan ke penjara. Sementara Elisha kembali kepada kedua orang tua tirinya.

Bukannya sadar, sisi psikopat Yudha justru membar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auraliv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 - Menghilangnya Elisha

...✪✪✪...

Di suatu pagi yang cerah, Yudha baru saja keluar dari mobil. Dia sudah tiba di kampus. Okan dan Beni segera menyambut kedatangannya. Seperti biasa, meski Yudha melakukan banyak pembunuhan, dirinya tetap mampu menjalani kehidupan normal.

Di kelas Yudha mengedarkan pandangan ke sekeliling. Dia mencoba menemukan Elisha. Namun keberadaan gadis tersebut sama sekali tidak terlihat.

'Mungkin dia hari ini terlambat.' Batin Yudha menduga.

Kelas telah dimulai, tetapi Elisha tak kunjung tampak. Yudha menduga gadis itu sangat marah terhadap kejadian tadi malam.

"Yud, pacarmu mana?" Okan bertanya, ketika perkuliahan sudah selesai.

"Pacar? Aku tidak punya pacar!" tegas Yudha sembari bangkit bediri. Dia memberitahu dengan nada yang lumayan tinggi. Hingga beberapa orang di sekitar, ada yang tidak sengaja mendengar ucapannya. Mereka segera menatap ke arah Yudha.

Yudha beranjak keluar dari kelas. Dia memang sengaja menyebarkan gosip tentang dirinya sendiri.

Hari berganti hari. Elisha masih tidak pernah terlihat kuliah lagi. Yudha yang mengetahui kenyataan itu, dihantui rasa penasaran. Padahal dirinya berusaha keras untuk tidak peduli. Tetapi tidak bisa. Akibat sering menghabiskan waktu dengan Elisha, Yudha kini merasa ada yang kurang tanpa gadis tersebut.

Yudha mencoba menelepon dan mengirim pesan kepada Elisha. Namun nomor Elisha tidak aktif lagi. Tentu tidak akan ada jawaban dari gadis itu.

"Hai, Yud. Melamun aja." Seorang gadis menegur Yudha yang sibuk termenung duduk sendirian. Kebetulan Yudha tengah berada di perpustakaan.

"Kenalin, Aku Celine." Gadis itu memposisikan dirinya duduk di depan Yudha. Senyuman terpatri diwajah cantiknya. Celine merupakan gadis keturunan Jerman-Indonesia. Kecantikannya memang tidak terbantahkan. Wajar saja, orang cantik sepertinya membidik tipe lelaki seperti Yudha.

"Yudha..." jawab Yudha, lirih. Dia menyertakan senyuman tipisnya. Perasaannya masih tidak karuan. Jujur, dirinya benar-benar ingin sendirian. Mungkin itulah alasan Yudha melarikan diri ke perpustakaan. Sengaja memisahkan diri dari semua teman-temannya.

"Kamu lagi--"

"Maaf, aku duluan ya." Yudha beranjak pergi. Dia sengaja memotong ucapan Celine. Dirinya sama sekali tidak berminat dekat dengan gadis itu.

Yudha memilih untuk pergi dari kampus. Lagi pula semua perkuliahan telah selesai. Terlintas dalam pikirannya untuk menemui Elisha.

"Kau yang mengakhiri hubungan, tetapi kenapa malah kau yang merasa khawatir." Yudha mengeluh kepada dirinya sendiri. Dia akhirnya benar-benar mengarahkan mobil ke jalan menuju rumah Elisha.

Mobil berhenti dengan pelan. Yudha sudah berada di depan rumah Elisha. Dia mengamati kediaman gadis tersebut terlebih dahulu. Rumah Elisha tampak begitu sepi.

Yudha merasa sedikit gelisah. Dia menimbang-nimbang keputusan yang tepat. Apakah dirinya harus menemui Elisha, atau tidak?

Pintu rumah Elisha terlihat terbuka. Namun yang muncul adalah Yanto. Menyebabkan Yudha merasa sedikit kecewa.

"Sial!" umpat Yudha. Dia kesal kepada dirinya sendiri. Lalu keluar dari mobil. Yudha memutuskan menemui Yanto. Dia melakukannya karena tidak mau tersiksa dengan rasa penasaran lagi.

"Selamat sore, Om." Yudha menyapa dengan ramah. Sapaannya berhasil membuat atensi Yanto tertuju kepadanya.

"Yudha?" Yanto agak terkejut dengan kehadiran Yudha. Meskipun begitu, dia bergegas mengajak Yudha masuk. Kemudian duduk di sofa.

"Om yakin, kamu pasti nyari Elisha. Iyakan?" Yanto menebak. Yudha lantas tidak punya pilihan selain mengangguk. Tujuan kedatangannya memanglah untuk menemui Elisha.

"Elisha bilang, kalian sudah putus. Makanya, kami tidak ada mengabarimu apapun," tutur Yanto pelan.

"Memang benar, Om. Saya ke sini, cuman mau menanyakan Elisha sesuatu saja. Soalnya saya juga tidak bisa menghubunginya," ujar Yudha yang tentu saja berbohong. Dia padahal hanya ingin tahu kabar dan keberadaan Elisha.

"Elisha pergi ke Perancis, Yud. Dia merasa tidak cocok kuliah di kedokteran. Makanya aku menyarankannya untuk melanjutkan pendidikan yang sesuai dengan bakatnya. Elisha bilang, dia tertarik dengan dunia memasak. Dan juga, kebetulan sekali aku punya saudara yang tinggal di Paris. Jadi, bukan hal sulit untuk menguliahkan Elisha di sana." Yanto menjelaskan panjang lebar.

Sebenarnya dari awal, Elisha memang tidak berniat kuliah di kedokteran. Dia melakukannya hanya karena mau mengikuti Yudha. Namun pada kenyataannya, semuanya tidak berjalan lancar. Elisha merasa perangai buruk Yudha kian menjadi-jadi.

Yudha membisu. Entah kenapa ada sesuatu yang menusuk dijantungnya. Dirinya merasa dikhianati. Padahal selama ini, Yudha mengira Elisha terobsesi dengannya. Sekarang bagaimana bisa gadis itu bisa pergi begitu saja dengan mudah?

"Ah, begitu. Ya sudah, aku sebaiknya pergi saja." Yudha bangkit dari sofa. Dia hendak lekas-lekas pergi.

"Kamu nggak mau minum dulu?" tawar Yanto, yang langsung mendapat penolakan halus. Alhasil Yudha beranjak pergi untuk pulang.

Setibanya di rumah, Yudha menyaksikan Deny tampak berlari kecil menghampiri. Lelaki tersebut terlihat panik. Seolah ada sesuatu hal yang mendesak.

"Yud, tiga anak buah kita ada yang tewas. Aku pikir, kedok kita sudah ketahuan oleh kelompok mafia Mata Ular!" ungkap Deny. Raut wajahnya tampak cemas.

"Kau yakin? Bagaimana mereka bisa tewas?" tanya Yudha.

"Mereka tewas saat melakukan penagihan kepada para penyewa," sahut Deny. Dia sibuk menyamakan langkahnya dengan Yudha.

"Aku rasa, kita harus bersembunyi. Bagaimana jika mereka melakukan penyerangan lagi kepadamu?" Deny berprasangka dengan perasaan khawatir.

"Tenanglah, Paman. Aku yakin mereka tidak akan tahu secepat itu. Suasana hatiku sedang buruk sekarang. Jika kau ingin bersembunyi, lebih baik besok saja. Tetapi kalau sudah tidak sabar, Paman duluan saja bersembunyi." Yudha berucap dengan dahi yang berkerut. Kemudian berjalan memasuki kamar.

Deny hanya mematung di tempat. Dia tahu, bahwasanya dirinya tidak akan mampu mengalahkan betapa keras kepalanya Yudha. Akhirnya Deny pun memilih tetap bersama Yudha di rumah. Dia berniat akan menjaga keselamatan Yudha sebisa mungkin.

Sesampainya di kamar, Yudha mengepalkan tinju di kedua tangan. Dia melempar semua benda yang ada ke lantai. Semua barang-barang mati tersebut menjadi pelampiasan kemarahannya. Kini kamar Yudha berhamburan dengan kaca pecah dan benda rusak. Yudha sekarang mengatur nafasnya, dia bertekad akan menemukan Elisha, dan tidak akan membiarkan gadis itu pergi. Kalau perlu, Yudha akan mengurungnya di sebuah ruangan.

Di sisi lain, tepatnya di sebuah ruangan khusus yang ada di kantor polisi. Yanto sibuk memperhatikan sebuah foto yang ada ditangannya. Dalam foto tersebut, terdapat gambar jejak sepatu. Yanto mendapatkannya dari bagian forensik.

Setelah bertemu dengan Yudha tadi sore, Yanto semakin yakin kalau Yudha-lah yang telah membunuh Erwin. Sebab saat Yudha berkunjung ke rumah, Yanto memperhatikan bagian bawah sepatu yang dikenakan Yudha. Dia dapat melihat, ketika Yudha melangkah membelakanginya.

Dua bukti yang ditemukan Yanto mengarah kepada Yudha. Andai putrinya tidak berpacaran dengan Yudha, mungkin Yanto tidak akan pernah mengetahui kenyataan itu. Yang membuat Yanto yakin adalah, karena sepatu dan parfum yang dipakai Yudha adalah limited edition. Alias produk ternama yang dijual terbatas.

Ponsel yang berdering menyadarkan Yanto dari lamunan. Dia segera memeriksa ponsel. Senyumannya langsung merekah, kala melihat putrinya-lah yang memanggil.

"El, bagaimana pelatihan memasakmu? Berjalan lancar?" tanya Yanto pelan.

"Awalnya tidak, tetap sekarang aku sudah beradaptasi dengan baik," sahut Elisha dari seberang telepon.

"Tadi Yudha mencarimu ke rumah," imbuh Yanto.

"Benarkah? Mau apa dia?" balas Elisha.

"Entahlah. Jangan memikirkannya. Pokoknya aku tidak suka dengan lelaki itu. Aku sangat senang saat mendengar kau sudah putus dengannya," kata Yanto.

"Apa Ayah memberitahukan, kalau aku ada di Australia?" Elisha memastikan.

"Tentu tidak. Buat apa aku mengatakan yang sebenarnya kepadanya." Pembicaraan mereka berlanjut dengan basa-basi temu kangen. Setelahnya panggilan pun berakhir.

Elisha mendengus kasar. Dia menggenggam erat ponsel. Perlahan senyuman terukir diwajahnya. Sebuah senyuman yang tak dapat diartikan.

1
Al Fatih
alur cerita yang ga biasa,, tapi keren abis....,, baru kali ini mendukung pasangan psyco
Al Fatih
aq mampir kaka
de~javu. {° ~ °}
mampir thor
kavena ayunda
maless bgt brengsekk gini kasian elisa
Karno Alvin
the best
Rocky
Cerita yang menarik & simple
Ruk Mini
beneran sadizzz..aq fikir d akhir sadar thorr..kesian turunan y ye..ya Allah smoga kite2 d beri Hidayah untuk slalu d jln Y.Aamiin .. walo cm crita tpi aq baper thorr ..kesian klo memang ada d dunia nyata ye..ok tq thorr d tgg karya2 mu lgi
Auraliv: Aamiin... makasih udah baca kak😁🤗
total 1 replies
IG: _anipri
sangatlah tidak normal memang. agak laen emang keluarga harmonis ini
Khsna Wati
😂😂🤣🤣
Nana Nainggolan
Thor,klo sosok ny Yudha seorang pemuda pintar dan pemberani aku setuju,tpi jangan buat penjahat kelamin y Thor,
putri rahman
sangat sangat seruu
Chaa
Eh novelnya udh sampe cucu"kubaca wkwkww
Mantap thor untuk novel sisi gelap anak SMA
Elly Watty
klw q suka ma cerita ini, q tergolong psycho g y🤔
Elly Watty
bagus si yanto nempatin elisha di luar negeri dr pda jd budak cintanya yudha yg egois
Elly Watty
g seru klw elisha bucinnya kebangetan...... g da harga diri bnget thor, baru kli ini q g suka karakter ceweknya diceritamu sorry
Auraliv: iya gk pp kak, skip aja😆
total 1 replies
Candra Adir
bagus
Billa🐒
Thor season 2 novel ini ad g ? masalahnya di dskrpsi itu season 1 mybe ad lnjutannya donggg ??
Billa🐒: yahh, pdhl bgs loh
total 5 replies
z
up dong thor
Asep Setianto
ini kpn up lg hmm😫
Suzana Miramin
nak tanya ayah tiri ke ayah angkat???? baca dari tadi ayah tiri dan emak tiri...lepas tu keluarga angkat??? katA El tu yatim piatu
Auraliv: ayah dan ibu angkat😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!