NovelToon NovelToon
Miss Jomblo (Almira)

Miss Jomblo (Almira)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:582.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kaka July

Kalau biasanya tokoh utama itu cewek yang cantik dan cerdas, maka Almira berbeda. Dia memiliki wajah yang pas-pasan, dan kepintaran yang pas-pasan juga. Hidupnya hanya sebagai bayangan yang tak berarti.

cerita komedi anak SMA.

Kisah perjalanan hidup Almira, dari itik buruk rupa menjadi itik biasa aja.

...

Seharusnya ada gitu pangeran yang tetiba lewat buat nolongin Mira dalam keadaan kayak gini..

Tapi..

wussshhhhh..

cuma angin.

huhh

nasib!

"Neng," sapa seorang laki-laki yang langsung membuat hati Mira cerah seketika.

'apakah dia malaikatMu, Tuhan?' bathin Mira bahagia.

tapi,

"Ayo, Neng! Ragunan! Ragunan!"

'sial, itu cuma kernet bus yang lagi cari penumpang. Dikira gue monyet mau ke Ragunan?'

....

ig : kakajuly_3674

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka July, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Talk to him again.

Selamat membacaaaaaa .......

––––

"Gimana tadi nganter Diva?" tanya Shelia yang tiba-tiba masuk ke kamar Mira dan langsung rebahan di ranjang adiknya itu.

"Apanya?" Mira balik tanya dengan cuek. Dia sedang fokus membaca sebuah buku komik.

"Ya sikap dia sama lo? Ini kan pertama kali kalian bareng lagi. Eh– ralat, pertama kali lo kembali aktif jadi bodyguard dia lagi."

Mira mendesah. "Biasa aja tuh!"

"Bagus deh. Itu baru namanya adik gue."

"Tapi dianya masih aja terus bahas Donny sama gue. Entah mau bikin gue iri, atau cemburu, atau apa, yang jelas ya ... gitu deh."

"Trus lo-nya? Nanggepin, gak? Kepancing, gak?"

Mira menggeleng pelan, "Nggaklah. Gue-nya cuma diem aja. Terserah dia mau ngomongin, mau pacaran, atau mau nikahan sekalipun, gue masa bodo."

Shelia tepuk tangan lebay. "Woah, bagus-bagus! Lo emang keren! Tahan banting. Hebat deh pokoknya."

"Lebay!"

"Trus-trus?"

"Apanya?"

"Ya trus apa lagi? Dia kesel gak sama lo yang gak nanggepin dia? Masa iya dia pura-pura bodoh dengan terus aja sengaja ngomongin Donny di depan muka lo?'

"Ya gitu. Kayaknya dia emang sengaja begitu kan gue bilang,"

Shelia berdecak. "Gue males banget lihat muka dia, tau gak!"

"Udah ah, dari pada ngomongin itu, mending jawab aja pertanyaan gue. Lo emangnya setuju dijodohin sama ustadz?"

"HA?"

Shelia bangkit dari rebahan. Sedangkan Mira meletakkan buku komiknya di meja.

"Lo udah setuju dijodohin?" Mira mengulang pertanyaannya.

"Kata siapa?"

"Mama bilang-"

"MANA ADA!" Shelia memotong kalimat Mira dengan setengah berteriak.

Mira menutup kedua telinganya dengan tangannya. "Ya ampun, Shel, gak usah teriak kenapa sih!"

"Lagian lo ngada-ngada aja." Shelia kembali rebahan. "Mama gak ada cerita begitu ke gue. Dan jangan sampe itu terjadi. Kalo ada, gue bakalan minggat dari sini." ancamnya dengan kesal.

Mira takjub. Dia melongok pada wajah kakaknya. "Sekalipun cowoknya ustadz ganteng?"

"No! Makan tuh ganteng! Gue udah biasa lihat cowok ganteng."

Iya dah, iyaa ...

Mira merasa wow juga pada pendirian kakaknya itu. Gimana bisa? Hanya karena sering melihat cogan, kenapa harus gak mau sama cogan lagi? Kalau Mira yang mengalami itu sih, maka dia bakalan dengan senang hati menerimanya. Tapi ... sayangnya tawaran itu bukanlah datang kepada Mira, seorang gadis yang mendamba akan pacar. Melainkan datangnya kepada sang kakak yang sehari-harinya sudah sering memakan cogan.

"Emang kenapa?" tanyanya penasaran.

"Gue udah punya pacar."

"LAH, kapan? Bukannya lo jomblo, Shel?"

Shelia bangkit berdiri sekarang. "Gue gak betah jomblo lama-lama. Berhubung ada yang gue taksir trus nembak gue, ya udah gue terima. So, gue bukan jomblo kayak lo."

Semudah itu dikau dapat pacar, Julehaaa ...

Gue juga gak betah sepanjang usia gue menjomblo, tapi apa mau dikata ... gak ada tuh yang naksir gue ... hiks ...

Ini terlalu gak adil ... gue pengen tukeran tubuh sama Sheliii ...

"Serius, Mama belum ngomong apa-apa?" tanya Mira masih penasaran.

Shelia menggeleng. "Ustadz siapa sih?"

"Gue juga belum lihat sama sekali. Cuma berdasarkan gosip yang beredar gantengnya itu udah viral."

"Dih, lebay! Bilang ke Mama kalo gue udah punya pacar."

Shelia baru saja hendak keluar dari kamar saat Mama sudah berhenti tepat di depan pintu kamar Mira.

"Kalian panggil Mama?"

Mira menggeleng, "Nggak, Ma."

Mama menatap ke Shelia dan gadis itu juga menggeleng. "Barusan kamu sebut Mama, Shel,"

"Oh itu,"

"Mama jadi jodohin Sheli ke ustadz ganteng, Ma?" tanya Mira yang sudah kelewat penasaran.

"Nggak jadi."

"Kok?"

"Katanya dia udah punya jodoh di Mesir." suara Mama mendadak lesu.

Yah, gagal deh memperbaiki keturunan. Batal si Mama punya cucu yang hidungnya mancung kayak pinokio.

Mira penasaran juga. "Waduh, kok bisa?"

"Ya bisalah. Dia kan emang abis sekolah di Mesir. Dengar-dengar, dia ta'aruf-an lewat gurunya yang ada di Mesir itu."

Mira hanya ber 'oh' ria.

"Padahal Mama berharap banget kamu mau Mama jodohin sama Ustadz Baihaqi, Shel," lanjut Nyonya Pertiwi. "Udah sholeh, ganteng turunan Arab, hidungnya mancung,"

Kan, pasti hidungnya yang Mama bikin naksir.

"... Mapan, baik, sopan, deuhhh- menantu idaman banget."

"Aku masih muda, Ma. Mana ada aku rencana nikah muda. Lagian aku udah punya pacar. Bye maksimal buat idenya Mama!" Shelia keluar dari kamar Mira.

Sedangkan Mama, setelah menghela nafas pelan dan memperhatikan putri pertamanya berlalu, sekarang wanita itu malah duduk di tepi ranjang Mira.

"Segitu gantengnya ya, Ma, Pak Us Us?" tanya Mira iseng.

"Ustadz, heh," Mama mengoreksi, sedangkan Mira hanya menyengir lebar. "Emangnya kamu belum kenal?" tanyan Mama Mira.

"Belum."

"Kan dia sepupunya Ryo," jelas Mama. "Eh– kamu gak pacaran sama Ryo, Mir?"

Mira menggeleng. "Nggak."

"Payah. Gagal deh punya turunan mata sipit."

Mama keluar dari kamar Mira, sedangkan Mira melongo menatap kepergian Mamanya.

-

-

Mira baru saja tiba di gerbang sekolah saat tali sepatunya terlepas. Dia berjongkok untuk mengikat tali sepatu supaya kembali rapih seperti sedia kala.

"HOI!"

"Aduh," Mira hampir tersungkur karena ulah Ryo yang mengagetkannya dari belakang. "Resek banget sih lo! Jantung gue mau copot."

"Mana coba,"

"Apanya?" Mira berdiri. Dia telah selesai berurusan dengan tali sepatunya.

"Jantung. Katanya lo punya jantung?"

"Semprul! Sebelum lo lihat jantung gue, sebaiknya lo duluan yang tunjukkin jantung lo. Paham?!"

Ryo terkekeh geli. Dia melingkarkan tangannya di bahu Mira, dan mulai membawa Mira untuk melangkah menuju kelas. Seketika Mira menepis tangan cowok itu, "Dih, apaan sih lo? Di sekolahan gini ..."

"Santuy aja kali, Mir, orang mau ngomong apa juga. Terserah. Kita mah biasa aja."

"Lo bisa biasa aja, gue kagak."

Ryo melingkarkan lagi tangannya di bahu Mira, "Lo nya aja yang dibikin ribet."

"Jelas ribet!" Mira melepaskan lagi. "Gue ogah banget digosipin satu sekolahan. Tuh kan, tuh kan ..." Mira mengisyaratkan dengan dagunya pada beberapa cewek yang baru saja melintas di dekatnya. "Jadi hot gosip gue. Lo sih selamet, tapi gue jadi terkenal."

"Bagus dong!" Ryo merangkul Mira kembali untuk yang ketiga kalinya. Namun kali ini tangannya lebih kuat dari upaya Mira untuk melepasnya lagi. "Dengar, Mir ... biarin aja mereka mau ngomong apa. Capek, kalo kita terus-terusan hidup berdasarkan dari omongan mereka. Toh kita udah menjelaskan sama mereka semua. Kalo mereka gak bisa dan gak mau ngerti ya itu urusan mereka. Nyatanya kan kita cuma temenan doang, Mir ..."

"Iya, sih ..."

"Nah, kan?"

Mira baru saja hendak mengeluarkan kata-kata saat dilihatnya baru saja ... Donny berjalan melewati sisi kanannya dengan langkah yang cepat, tanpa menoleh sedikitpun ke arah dirinya dan Ryo.

"Tebak-tebak ... barusan Donny dengar omongan gue apa nggak?"

"Meneketehe."

"Gue tebak sih ..."

Mira menoleh karena Ryo tak melanjutkan perkataannya. Dan cowok itu terkekeh geli karena melihat raut penasaran di wajah Mira.

"Penasaran hayoooo ..."

"Terserah. Lepas nih tangan lo!"

"Kenapa? Lo deg-degan?"

"Nggak tuh. Biasa aja."

"Ya udah kalo biasa aja sih–" Ryo bersikeras tapi Mira sudah menginjak sebelah kaki Ryo dengan keras. "–Aww– Mira sialan banget!"

Mira berlari meninggalkan Ryo sekencang mungkin. Dia sudah melewati koridor di lantai satu dan menuju tangga untuk ke lantai dua. Ketika dia menyelesaikan undakan tangga yang terakhir, maka saatnya dia tiba di lantai dua dan mesti berbelok ke kanan –arah kelasnya– dia bertabrakan dengan seseorang.

"Duh, aduuuh ..." dia merintih kesakitan pada bokongnya yang telah mendarat sempurna di lantai itu.

"Jalan pake mata!" sembur Donny yang membuat Mira merasa de Javu. Dulu, waktu Donny menubruknya di tangga, cowok itu tak mengatakan sepatah katapun. Namun sekarang, cowok itu terlihat marah-marah.

"Jalan pake kaki, bukan mata!" sahut Mira tak kalah ketus. Dia sudah bangkit dan membalas tatap pada Donny dengan tak kalah tajam.

"Itulah akibatnya kalo mata gak bisa dipake dengan benar." sahutan Donny memang tak sekeras Mira, hanya saja tetap terdengar sadis, dingin, dan jahat. "Apa perlu diperiksa ke dokter mata?"

"Ya ampun, Dona, ribet banget ya urusin mata gue. Oke, kalo gitu bilang aja, kapan gue mesti ke dokter mata. Dan yang pasti, lo yang tanggung biayanya!"

Mira melenggang meninggalkan Donny yang yang masih berdiri di tempatnya. Hari ini pertama kalinya Donny mengeluarkan suaranya lagi kepada Mira, setelah putusan mereka waktu itu. Dan Mira sadar, kalau Donny tidak bisa bersikap baik kepadanya lagi. Cowok itu telah kembali menjadi Donny yang sebelum Mira mengenalnya. Dingin, jutek, dan kejam.

Apa-apaan, cuma gara-gara tubrukan, masa gue kudu dibawa ke dokter mata?

dasar gila!

*****

Haduh, sorry....

part ini bener2 gak dapet feelnya. Soalnya, dunia nyataku lagi menyita banget. 😥 Belum bisa fokus banget aku ke NT. 🙏

Ohya, mau promo deh, kalo mau tokoh yang nasibnya kebalikan dari Mira, cek putri tidur ya. Di sana dunia halu buat aku banget 😂😝

1
anna
kok aku baru ketemu novel sekeren ini ya😍👍
xiara
keren banget novel nya lucu, sedih, drama semua ngalir walau agak dipaksa cerita selsai t p novel nya bagus bangeetttt☺☺☺
Kaka July 💜: jangan lupa baca lanjutannya 🥰
total 1 replies
Marhaban ya Nur17
tuh kan ahire g jd tunangan tp lansung ijab
Marhaban ya Nur17
kadang polos ama oon beda tipis kali yyyy
Marhaban ya Nur17
glowing
Marhaban ya Nur17
g ada lawannya se mira wkwkkw
Marhaban ya Nur17
kebiasaan deh klo lg serius pas ahir kalimate ngwkwk wkkwkw
Marhaban ya Nur17
gw ngakak mele
Marhaban ya Nur17
cieee mira
Marhaban ya Nur17
Dennis berarti musuh dalam kain lap wkwkwk
Marhaban ya Nur17
wkwkwk gw mau serius baca tp pas ahir kalimat selalu ae berubah jalur wkwkkw
Marhaban ya Nur17
jeng jeng
Marhaban ya Nur17
kocak 😀 keren bahasa e thor 👏👏👏
Marhaban ya Nur17
farnoooo wooiiii
Marhaban ya Nur17
yg metong kaya e bukan athar deh 🙄
Marhaban ya Nur17
muka e gesran bang wkwkwk
Marhaban ya Nur17
sapa se itu ???
Marhaban ya Nur17
wkwkwkw
Marhaban ya Nur17
belvita wkwkwkkw Buah vita kali
Marhaban ya Nur17
wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!