NovelToon NovelToon
Azura And The Lost King

Azura And The Lost King

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Misteri / Fantasi
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: HikmahToo

Di hari pertama penobatannya sebagai Raja Lunaventia, Leonard Anvincet Hills menghilang tanpa jejak.

Saat membuka mata, ia tidak lagi berada di istana, melainkan di kamar seorang gadis bernama Azura.

Bagi Leonard, dunia ini benar-benar gila.

Kereta berjalan tanpa kuda.
Air mengalir dari dinding.
Orang-orang berpakaian aneh.
Dan yang paling keterlaluan, semua orang menganggapnya gila saat ia mengaku sebagai seorang raja.

Sementara Leonard mati-matian mencari jalan pulang ke kerajaannya, Azura justru harus menghadapi pemuda keras kepala yang selalu berbicara dengan bahasa bangsawan dan menganggap semua teknologi modern sebagai sihir.

Hari demi hari, pertengkaran mereka berubah menjadi kedekatan yang tidak pernah mereka duga.

Namun di balik hilangnya Leonard, tersimpan rahasia besar yang dapat mengubah dua dunia sekaligus.

Ketika kesempatan untuk kembali akhirnya muncul, apa yang akan dipilih seorang raja?

Takhtanya...

Atau gadis yang berhasil mencuri hatinya?

up rutin. 06:00

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HikmahToo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hilangnya sang raja

Leonard masih memandangi gelas di tangannya.

Benda itu ringan.

Bening.

Dan dibuat dengan tingkat ketelitian yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Di Lunaventia, bahkan pengrajin terbaik sekalipun tidak mampu membuat wadah minum setransparan ini.

"Kenapa diliatin terus?" tanya Azura sinis.

Leonard mengangkat pandangannya.

"Aku sedang berpikir."

"Mikir apaan?"

"Bagaimana cara kalian membuat benda ini."

Azura memutar mata malas.

"Ck..Tinggal beli di toko."

"Kenapa? Lo mau?"

Jawaban itu justru membuat Leonard semakin bingung.

Toko?

Apa semua orang di dunia ini mampu memiliki benda semewah ini?

Jika benar, maka dunia ini jauh lebih maju dibanding kerajaannya.

Dan itu membuat dadanya sedikit sesak.

---

Sarapan berlangsung dalam suasana yang cukup tenang.

Setidaknya sampai Azura selesai makan.

Gadis itu berdiri dari kursinya sambil membawa piring kotor ke dapur.

Leonard memperhatikannya diam-diam.

Masih sulit baginya menerima cara berpakaian gadis itu.

Rok pendek.

Kemeja ketat.

Kaki terbuka.

Di Lunaventia, pakaian seperti itu bahkan tidak akan diizinkan masuk ke area istana.

Azura kembali dari dapur sambil menyampirkan tas di bahunya.

"Papi."

"Hm?"

"Nanti kalau mau ajak dia cari rumahnya, suruh dia ganti baju dulu."

Jody menatap putrinya.

"Kenapa?"

"Biar papi nggak dikira lagi bawa orang gila."

Leonard yang sedang minum langsung berhenti.

Urat di pelipisnya berkedut.

Lagi.

Dia disebut orang gila lagi.

Azura memang berhasil melakukan sesuatu yang bahkan musuh-musuhnya gagal lakukan.

Membuat Raja Lunaventia kehilangan kesabaran.

Namun sebelum Leonard sempat membalas, Azura sudah berjalan menuju cermin ruang tamu.

Ia merapikan rambutnya.

Memakai parfum.

Lalu membetulkan kerah seragamnya.

Leonard memperhatikan dengan kening berkerut.

Akhirnya ia menoleh ke arah Jody.

"Apa dia anakmu?"

Jody mengangguk.

"Hemm... dia anak pertama ku."

Leonard kembali melihat Azura.

Lalu berkata dengan serius.

"Apa kau yakin dia benar-benar pergi ke sekolah?"

Monica dan Jody langsung menoleh bersamaan.

"Maksud kamu?" tanya Monica.

Leonard menunjuk ke arah Azura.

"Dia pergi keluar rumah dengan pakaian seperti itu."

Ia berhenti sejenak.

Lalu menambahkan dengan wajah datar.

"Apa kalian tidak khawatir dia pergi ke rumah bordir?"

BRAK!

Meja makan bergetar keras.

Monica berdiri dengan wajah merah padam.

Segelas air bahkan sampai terjatuh karena gebrakannya.

Leonard refleks menegakkan punggung.

Bahkan saat menghadapi pasukan Ardentia pun ia tidak pernah melihat ekspresi semengerikan ini.

"KAMU BILANG APA?!"

Leonard berkedip.

Ia tidak mengerti kenapa wanita itu marah.

Bukankah dirinya hanya bertanya?

Sementara itu, Jody langsung menutup wajahnya.

Selesai sudah.

Pemuda ini benar-benar mencari masalah.

"Leonard..." ucapnya pelan.

Namun semuanya terlambat.

Monica sudah terlanjur meledak.

"Saya sudah kasih kamu tempat tinggal!"

"Tapi dari semalam sampai sekarang kerjaan kamu cuma menghina anak saya!"

Leonard mengerutkan dahi.

"Aku tidak menghina."

"ITU MENGHINA!"

"Aku hanya bertanya."

"Itu bukan pertanyaan!"

"Itu pertanyaan."

"Itu penghinaan!"

Leonard kembali terdiam.

Untuk kedua kalinya hari itu, dirinya kalah debat.

---

Azura yang sudah berada di depan pintu hanya menggeleng.

"Untung gue udah mau berangkat."

Leonard menoleh.

Tatapan mereka kembali bertemu.

Dan lagi-lagi Azura tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun.

"Papi."

"Hm?"

"Kalau nanti dia ngatain aku lagi..."

Azura tersenyum tipis.

"Bilang aja ke aku."

Leonard langsung punya firasat buruk.

Sangat buruk.

Lalu gadis itu pergi.

Suara motor terdengar dari halaman.

Beberapa detik kemudian menghilang di kejauhan.

Rumah mendadak terasa lebih tenang.

Atau setidaknya...

Begitulah yang dirasakan semua orang selain Leonard.

---

Monica masih kesal.

Sangat kesal.

Ia langsung mengambil tas miliknya.

Jody yang melihat itu mulai panik.

Monica menunjuk wajah Jody yang lelah.

"Ini semua gara-gara papi! Kalo papi gak izinin dia buat tinggal di sini! Azura gak bakal dapet penghinaan kayak gitu! Papi udah gak sayang aku sama anak-anak lagi!"

Sentak Monica, meninggalkan meja makan.

Jody menggaruk tengkuknya.

Kok jadi dia yang kena marah?

"Mih, mau ke mana?"

"Keluar."

"Keluar ke mana?"

"Ke mana aja!"

Monica menatap suaminya tajam.

"Daripada di rumah terus emosi."

Jody menggaruk tengkuk.

Ia tahu.

Kalau Monica sudah berbicara seperti ini, lebih baik jangan dibantah.

"Mih..."

"Udah!"

Monica menunjuk Leonard.

"Pokoknya waktu mami pulang, orang ini jangan ada di rumah!"

Leonard mengangkat alis.

Orang ini? Maksudnya dirinya?

Dia seorang raja.

Kenapa semua orang memperlakukannya seperti pengemis jalanan?

Monica pergi dengan langkah cepat.

Pintu rumah tertutup cukup keras.

Meninggalkan keheningan panjang.

---

Sementara itu...

Jauh di dunia lain.

Di Kerajaan Lunaventia.

Suasana yang terjadi sangat berbeda.

Istana megah yang biasanya dipenuhi ketenangan kini berubah kacau.

Sudah dua hari.

Dua hari penuh.

Dan Raja Leonard Anvincet Hills belum ditemukan.

Kabar itu masih berhasil dirahasiakan.

Namun para petinggi kerajaan mulai gelisah.

Jika berita hilangnya sang raja bocor keluar...

Para musuh akan bergerak, dan menjadikannya kesempatan untuk menjatuhkan lunaventia.

Dan kali ini Lunaventia bisa benar-benar jatuh.

---

Di salah satu kamar kerajaan.

Arselia duduk di pangkuan sang Permaisuri.

Mata gadis kecil itu bengkak karena terlalu banyak menangis.

"Kak Leon belum pulang?"

Permaisuri tersenyum lemah.

"Belum."

Bibir Arselia bergetar.

Air matanya kembali jatuh.

"Apa Kak Leon marah sama Arsel?"

"Tidak."

"Kalau begitu kenapa dia belum pulang?"

Permaisuri tidak bisa menjawab.

Karena ia sendiri tidak tahu.

Jemarinya mengusap rambut cucunya perlahan.

Berusaha menenangkan gadis kecil yang baru saja kehilangan ayahnya.

Dan sekarang...

Terancam kehilangan kakaknya juga.

"Nenek."

"Hm?"

"Kalau Kak Leon pulang..."

Arselia mengusap matanya.

"Aku janji nggak akan ganggu dia lagi."

Permaisuri membeku.

Dadanya terasa sesak.

Karena ia tahu.

Selama ini Arselia memang sangat menyayangi Leonard.

Hanya saja Leonard terlalu sibuk memikul tanggung jawab kerajaan untuk menyadarinya.

"Nenek."

"Iya?"

"Kak Leon pasti pulang kan?"

Permaisuri tersenyum.

Walau matanya mulai berkaca-kaca.

"Tentu."

Namun bahkan dirinya sendiri tidak yakin.

---

Di sisi lain istana.

Dhapne masuk ke ruang kerja mendiang Raja Qhilandra.

Ruangan itu masih sama.

Tidak ada yang berubah.

Meja kerja.

Rak buku.

Tumpukan dokumen.

Dan aroma kayu tua yang sangat familiar.

Semuanya terlihat rapi.

Dhapne melangkah pelan.

Tatapannya jatuh pada lukisan kedua orang tuanya.

Dadanya langsung terasa sesak.

"Ayah..."

Suaranya bergetar.

"Menjadi raja itu sesulit apa?"

Tidak ada jawaban.

Tentu saja tidak ada.

" Apa menjadi raja memang sulit?"

Namun Dhapne tetap berbicara.

Seolah sang ayah masih bisa mendengarnya.

"Kak Leon pergi."

Air mata mulai mengalir.

"Ayah... dia pergi."

Dhapne terduduk di lantai.

Tangis yang selama ini ditahannya akhirnya pecah.

Ia kehilangan ibunya.

Kemudian kehilangan ayahnya.

Dan sekarang kakaknya.

Orang yang selama ini selalu berdiri paling depan melindungi kerajaan juga keluarganya.

"Kak Leon..."

Suaranya parau.

"Kembalilah..."

Tak ada jawaban.

Hanya keheningan.

Hingga matanya menangkap sesuatu.

Sesuatu yang berkilau di bawah kursi.

Dhapne mengernyit.

Ia bangkit perlahan.

Lalu berjalan mendekat.

Semakin dekat.

Semakin jelas.

Dan saat benda itu berhasil ia ambil...

Wajahnya langsung pucat.

Mahkota.

Mahkota Raja Lunaventia.

Mahkota yang baru dipakai Leonard.

Mahkota yang tidak mungkin ditinggalkan begitu saja.

Tangan Dhapne mulai gemetar.

Jika mahkotanya ada di sini...

Lalu ke mana Leonard pergi?

---

Dhapne langsung memeriksa seluruh ruangan.

Lemari.

Rak.

Laci.

Bahkan bagian bawah meja.

Semuanya ia buka satu per satu.

"Kak!"

Tidak ada jawaban.

"Kak Leon!"

Tetap tidak ada.

Napasnya mulai memburu.

Keringat dingin mengalir di pelipis.

"KAK!"

Sunyi.

Mahkota itu masih berada dalam genggamannya.

Dan untuk pertama kalinya...

Dhapne benar-benar merasa takut.

Sesuatu telah terjadi.

Dan itu bukan hal kecil.

Dhapne mengacak rambutnya frustrasi.

Kemudian berteriak sekuat tenaga.

"KAK LEON!!!"

Suaranya menggema ke seluruh ruangan.

Namun yang menjawab hanyalah keheningan.

Dan itu jauh lebih menakutkan daripada apa pun.

Bersambung....

1
lin sya
leon aj tkut ngadepin kebar bar an azura, gmna sm steve, mnunggu detik2 azura pertemuin leon dan steve, biar identitas mereka kebongkar klo prlu tes dna🤭
lin sya
azura lo bar2 bnget, selain mulutnya yg pedes, dan kelakuannya yg bar2, lo bsa beladiri gk🤭
HikmahToo: gak bisa🤣 dia cuma bisa adu Jambak sama asu mulut
total 1 replies
woiielah
terus berkarya teman, jangan dengar orang lain yang tidak mendukungmu. karna kita para pembaca yang suka akan selalu mendukungmu. strong never
HikmahToo: aaahhhh, makasih🥹 komentarmu membuat aku semangat lagi buat nerusin nulis.
total 1 replies
woiielah
Azura sok kalem banget kalo ada Rafael🤣
HikmahToo: namanya juga kecintaan
total 1 replies
woiielah
gak heran Excel cerewet, Monica sama
HikmahToo: iya, turunan wkwk🤣
total 1 replies
woiielah
dari awal karakternya gak berubah tiba-tiba, tetep galak gak sama siapa aja👍🤣
HikmahToo: iya, kan aku suka cewek galak. wkwkkw
total 1 replies
lin sya
hrsnya tdi azura rekam atau foto mukanya steven biar bsa bedain ada 2 atau hnya 1🤭 , ini sftnya bar2 skli, lain kali klo ada keberuntungan ktmu steve ajak aj kerumah ktmu leon sklian ktmuin sm maknya😄
HikmahToo: yang pasti, jangan lupa like nya✨
total 4 replies
MayAyunda
lanjut kak
MayAyunda: siap kak
total 2 replies
lin sya
gw rasa azura cuma tertarik sm rafael bkn perasaan cinta, coba leon dan azura saling menyadari perasaan masing2, bisa jdi ya mereka bneran pacaran🤭
Libra95
mampìr guys.
main2 ke krya lu juga ya kalen🙏
HikmahToo: kebetulan aku lagi baca kisah razira 🤭 makasih udah mampir
total 1 replies
lin sya
siapa rhiana thor?
klo nnti smpai rmh joddy mnta ajarin pke hp buat komunikasi, ajarin google map juga sama belajar mengenal dunia modern biar cpt adaptasi , untung leon bsa beladiri
HikmahToo: sip👍 aku bakal perkembangin karakter dia
total 3 replies
lin sya
azura klo sm rafael kyk kucing jinak, paling nnti ribut lgi klo leon ditinggalin, hrsnya ajarin pke hp biar nnti klo kesasar bsa nlpon om jordi, kan dimall mna tau arah jlnan🤭
HikmahToo: Rafael mah kesayangan nya katanya kak🤣
total 1 replies
lin sya
klo misalnya ya leon bsa pulang kedunianya trus bsa balik kezaman modern lgi, ajak azura biar tau kehidupannya yg blm canggih jd gk dibilang norak mulu klo skp leon aneh atau serba gk tau💪
HikmahToo: kesel nih kyknya sama Azura 🤣
total 1 replies
lin sya
klo leon kembaran steve, shafira ibu kandung mereka dong didunia kuno sm moderm, klo iya smga bsa berkumpul,dan zura sm leon siapa tau brjodoh, smga
HikmahToo: semoga aj yak kak, ikutin terus. makasih udah mampir👍
total 1 replies
gendiz
semangat lanjutkan menulisnya 💪 kalau sempat mampir baca karyaku juga ya
HikmahToo: iya kak✨ makasih udah mampir
total 1 replies
MayAyunda
mampir tor
HikmahToo: makasih kak🙏😍
total 1 replies
HikmahToo
guys jangan lupa kasih bintang nya ya, maacih
MayAyunda
lanjut kak
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
semangat buat penulis 💚
HikmahToo: makasih ka✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!