hey iblis tampan jadilah kekasih ku, maka akan aku jaga kau di dunia ini.
Aku mencintaimu tanpa syarat, walaupun kau seorang iblis itu tidak mengubah apapun. cinta ku tulus.
"dia gadis yang aneh bersama dengannya sebentar mungkin tidak apa-apa
ini adalah kisah seorang gadis yang memungut iblis dan jatuh cinta pada iblis itu, namun apakah kisah mereka akan berakhir bahagia dengan perbedaan ras dan alam yang membentang di antara mereka?
*ini hanya cerita fiksi jadi tolong jangan dihubungkan dengan dunia nyata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alula. zhr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagaimana jika Aku menghilang
Bersiap untuk pulang Alma dan Hana berdiri dengan masing-masing koper disampingnya, mencari taksi sembari menunggu Lucifer dan Baal yang belum keluar dari penginapan.
Cring.. cring... cring...
Bunyi berisik akibat dari lonceng yang Alma genggam tinggi-tinggi terasa mengganggu ditelinga Hana, mencoba menegur Hana berbicara "Alma tidakkah sebaiknya kau menyimpan benda itu didalam tas saja?"
"Tidak bisa! Aku akan selalu memastikan bahwa mereka baik-baik saja." Menjawab cepat Alma enggan berpaling dari lonceng yang sendari tadi tengah menyita atensinya
"Apakah itu dari Lucifer?"
"Hem~" Bergumam kecil dengan senyuman mengembang diwajahnya
"Pantas saja" Hana menyerah karena jika sudah seperti ini maka tidak ada lagi yang bisa dia lakukan
"Pagi~" Baal datang menyapa dengan Lucifer dibelakangnya
"Pagi juga!" Membalas sapaan Baal Hana tersenyum
"Ah Lucifer! selamat pagi hehe" Alma mengangkat lebih tinggi lonceng itu seakan mengatakan kepada Lucifer, lihatlah Aku sangat senang menerima ini.
"Hem?" Lucifer mengambil dua lonceng yang Alma genggam dan memberikannya masing-masing kepada Baal dan Hana yang menerimanya dengan kebingungan
"Eh?!" Speechless Alma tidak mengerti dengan apa yang terjadi
"Tunggu dulu! apa maksudnya ini?" Marah gadis itu berteriak
"Bukankah itu ada tiga? jadi sudah jelaskan seharusnya kau membaginya dengan temanmu." Seakan tidak perduli dengan perasaan Alma Lucifer berbicara datar
"Apa? jadi itu bukan untukku semua?" Kesal Alma mengerucutkan bibirnya, seraya menundukkan kepala dengan kaki yang menendang batu kecil
Melihat itu Hana mencoba menghibur dengan menawarkan kembali bagiannya "A-Alma? Kau boleh mengambil punyaku."
"Tidak! tidak apa-apa asalkan Kau jaga baik-baik saja itu sudah cukup, hiks" Perasaan kesal langsung tercetak jelas pada air muka Alma
"A-ah" Meringis Hana ikut merasakan apa yang menimpa Alma
"Dasar berlebihan, lihat taksinya sudah datang! eh tunggu apa kita akan kembali menaiki pesawat?" Baal bertanya dengan wajah horor
"Tentu saja, jika tidak menggunakan pesawat lalu menggunakan apa lagi." Menjawabnya Hana terlihat sedikit bingung dengan ekspresi Baal
"Jika begitu maaf." Baal mendekati Hana seraya tangannya hendak menyentuh wajah gadis itu
"Eh?" Dan bersamaan dengan tangan Baal yang mengusap wajahnya Hana pun pingsan
"Hei! apa yang Kau lakukan kepada Hana?" Kaget temannya tidak sadarkan diri Alma bersiap menerjang Baal namun Lucifer berhasil menghentikannya.
"Yah Aku setuju dengan Baal." Lucifer ikut berbicara yang semakin membuat Alma bingung
"A-apa? maksudmu setuju tentang apa?"
Belum selesai dengan kebingungan yang melanda dirinya kini Alma harus dikejutkan dengan dia yang tiba-tiba sudah berada dirumahnya.
"HAH?! BAGAIMANA BISA?" Alma kembali berteriak didalam keterkejutannya
"Hem! Kau lupa siapa Aku?" Menyilangkan kedua tangannya didepan dada Lucifer tersenyum angkuh
Wajah bingung dengan mulut yang menganga kini gadis itu benar-benar tidak bisa berkata apa-apa, mungkin yang bisa gadis itu lakukan sekarang hanya mengelus dada mencoba menenangkan jantungnya yang sendari tadi sudah meloncat-loncat.
Merasa sudah tenang Alma pun menyadari jika ada sesuatu yang kurang "Tunggu! dimana Hana dan Baal?"
"Di rumah gadis itu"
"Syukurlah jika mereka baik-baik saja"
"Aku lelah karena semalam tidak bisa tidur, jadi Aku ingin tidur lagi." Selesai mengatakan itu Lucifer pergi meninggalkan Alma
"Ini masih pagi, Kau benar-benar tidak produktif ya? tapi Aku juga capek. Lucifer ikut." Dengan begitu Alma pun menyusul Lucifer memasuki kamar pria itu, dan terlihat Lucifer sudah berbaring diranjang sempitnya, tidak ingin melewatkan kesempatan Alma ikut naik ketempat tidur mengapit tubuh Lucifer dengan tembok.
Merasa tidak nyaman Lucifer angkat bicara "Bukankah Kau bisa tidur diatas? ini sempit"
Seakan tuli gadis itu bukanya pergi dia malah memeluk erat Lucifer seraya membenamkan wajahnya pada ceruk leher Sang Iblis "Tidak mau! Aku ingin seperti ini, Aku suka bau tubuhmu wangi dan memenangkan."
Pasrah Lucifer memilih mengalah karena jika sudah begini apalagi yang bisa dilakukan. Mereka pun memilih diam untuk beberapa saat walaupun nyatanya mata tidak dapat terpejam sama sekali.
Hingga Alma kembali bersuara "Hei Lucifer, Apa yang Kau pikiran tentang Aku?"
Diam Lucifer enggan untuk menjawab
Tidak mau menyerah Alma kembali bertanya "Hei Lucifer, sedikit saja apakah pernah Kau menyukai Aku?"
Seakan tuli Lucifer masih kekeuh membisu
"Nah Lucifer, suatu saat jika Aku menghilang apakah Kau akan merasakan sakit?"
Deg..
Pertanyaan terakhir sukses membuat Lucifer merasakan perasaan asing yang membuat dia merasa tidak nyaman, seperti rasa takut bercampur dengan amarah menguasai hatinya.
Mengeraskan rahangnya Lucifer tiba-tiba merasa sangat kesal "Jangan mengatakan hal bodoh! tidurlah."
"Tapi-" Belum selesai Alma berbicara Lucifer sudah kembali memotongnya
"Diamlah!" Walaupun dia menggunakan nada tinggi untuk mendiamkan sang gadis, nyatanya dia berbalik menghadap Alma dan merengkuh gadis itu kedalam pelukannya.
Diam Alma tidak merespon serasa tidak seperti dia yang biasanya memang, karena untuk saat ini pikiran dan firasat gadis itu sendiri benar-benar sedang merasa tidak enak.
Sedangkan Lucifer tidak usah ditanya saat ini dia sedang berdebat dengan dirinya sendiri tentang perasaan apa yang sebenarnya sedang dia rasakan ini.
#PenaAutoon
bagiku ini rasanya nyesek🤧🤧
baru nyadar ya...
tapi itu juga hanya kemungkinan 😅