"Demi Ibuku, Aku akan terima hukuman ini,"
"Apakah aku pantas diperlakukan seperti ini? Apakah aku pantas dibenci karena kesalahan yang tidak pernah aku perbuat,"
Nayla Anggita harus mendekam didalam jeruji besi selama 4 tahun karena sebuah kesalahan yang tidak pernah ia perbuat. Setelah 4 tahun berlalu, Nayla akhirnya menikah dengan seorang pria yang membuatnya jatuh cinta karena kebaikannya. Tetapi setelah menikah sikap laki - laki itu berubah padanya. Bahkan, Nayla harus berurusan kembali dengan Ilham saat Ilham menjadi calon tunangan dari adik iparnya.
Bagaimana kelanjutan dari cerita ini? Ayo terus ikuti cerita "RAHASIA HATI"
Cerita ini adalah versi baru dari novel "Rahasia Dibalik Pernikahanku".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DianPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33 - PILIHAN VINCENT
Vincent masih terus berdiri di depan pintu ruang UGD. Ia merasa tidak tega melihat teriakan kesakitan Nayla. Ia pun langsung memaksa masuk ke dalam ruang UGD untuk menemani Nayla.
"Vincent, sakit,"
"Dokter, kenapa dia masih belum juga ditangani? Saya sudah membayar biaya administrasi rumah sakit ini. Jadi segera tangani dia,"
"Kondisinya sudah sangat parah. Janinnya tidak bisa diselamatkan. Jadi kita harus melakukan tindakan operasi untuk mengeluarkan janin itu demi keselamatan ibunya. Tapi wanita ini terus berkata dia ingin mempertahankan anaknya,"
"Nayla, kamu dengar aku. Janin itu sudah tidak bisa diselamatkan. Jadi kamu harus bisa merelakannya. Kamu harus tetap hidup Nayla. Kamu masih punya banyak orang yang menyayangimu,"
"Siapa? Siapa orang yang menyayangiku? Tidak ada. Bahkan suamiku saja membenciku dan tidak mau mengakui anak ini. Lalu siapa yang kamu sebut sebagai orang yang menyayangiku?,"
"Dokter, saya mau Nayla segera di operasi,"
"Baik, Pak. Tapi anda harus menandatangani surat persetujuannya terlebih dahulu,"
"Baik, Dok,"
"Enggak, enggak, Vincent, gak boleh, anak ini adalah anakku. Aku yang berhak menentukan keputusannya. Aku ingin tetap mempertahankannya Vincent. Aku hanya punya dia. Aku adalah ibunya, Vincent,"
"Suster, ambilkan surat persetujuan operasi di meja kerja saya,"
"Baik, Dok,"
"Enggak, Vincent. Kamu gak boleh lakukan ini semua,"
"Aku harus melakukannya. Maafkan aku Nayla. Tapi aku ingin kamu tetap hidup,"
"Aku gak akan bisa hidup tanpa anakku, Vincent,"
"Dokter, ini suratnya,"
"Terimakasih, Suster. Pak Vincent, ini suratnya. Silahkan ditandatangani,"
"Baik, Dok,"
"Vincent, Jangan. Aku mohon. Aku gak bisa hidup tanpa anakku. Dia satu - satunya yang aku punya saat ini. Semua keluargaku membuangku. Hanya dia yang aku punya, jadi aku mohon jangan tandatangani surat itu. Jika aku harus mati, aku akan mati bersama dengan anakku. Aku mohon Vincent. Jangan lakukan ini,"
"Maafkan aku Nayla, aku terlalu mencintaimu. Maafkan aku,"
Vincent pun menandatangani surat persetujuan operasi pengangkatan janin yang ada di dalam rahim Nayla.
"Ah, sakit. Vincent, aku membencimu. Kenapa kau lakukan ini semua padaku,"
"Karena aku mencintaimu, setidaknya aku sudah melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan seseorang yang aku cintai. Jika kau tidak mau bertahan hidup demi aku, juga tidak apa - apa. Yang terpenting aku tak pernah menyesali apapun karena aku sudah mencoba untuk menyelamatkanmu walaupun aku tau semuanya akan sia - sia,"
...*****************...
Ruang Operasi.
Nayla dibius untuk menghilangkan kesadarannya. Tetapi Nayla masih tetap bertahan dengan penglihatannya yang mulai buram. Dokter dengan dibantu oleh beberapa perawat pun mulai menjalankan prosedur operasi.
"Jika aku harus mati, maka aku ingin mati bersama dengan anakku,"
Detak jantung Nayla mulai melemah, nafasnya tidak stabil, dan pendarahan yang dialami Nayla juga cukup banyak.
"Bagaimana ini, Dok? Pasien dalam keadaan kritis,"
"Lakukan tindakan segera,"
"Baik, Dok,"
Vincent yang mendengar suara kepanikan dokter dan para perawat di dalam pun hanya bisa menahan tangisannya. Saat ia tau, bahwa Nayla benar - benar tidak ingin bertahan hidup saat lagi.
"Maafkan aku, Nay,"
Nayla pun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya saat prosedur operasi sedang berjalan. Ia benar - benar ingin meninggalkan dunia bersama dengan anaknya.
"Bagaimana ini, Dok?,"
"Wanita ini, dia benar - benar tidak ingin bertahan hidup lagi. Jadi kita doakan saja yang terbaik untuknya setidaknya kita sudah melakukan yang terbaik untuknya dan kita juga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan dirinya,"
dan agak sedih jga sih
jgn lama2 dong thor