Saat membuka mataku aku sudah berada didalam tubuh seorang tokoh Antagonis dalam novel yang berakhir tragis akibat mencoba mencelakai pemeran utama wanita.
sekarang aku yang berada didalam tubuh pemeran Antagonis tersebut dan mencoba membanting setir agar akhir baik untuk antagonis dan hidup bersama tokoh kedua protagonis pria kedua.
Hari-hari berganti ke Tahun aku hidup dalam novel dan berhasil merubah alur tersebut namun tidak dengan takdir, Tubuh yang ku tempati mati terkena racun dan jiwaku terlempar kembali ke masa depan.
Revisi :
Judul sebelumnya : Princess Vilainess
Judul Revisi : Transmigrasi Claudia
yuk ikutin perjalanan waktu bersama Claudia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amelia Chisuga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 34
...jangan lupa like nya ya^^!!...
...Happy Reading...
.......
.......
.......
.......
.......
Linox telah berhasil menangkap maid yang telah memasukkan racun pada teh Claudia dan membawanya ke ruang interogasi tepat diruang bawah tanah.
Disana sudah ada Raphael dan juga Duke Nilson yang baru saja datang karena mendengar putrinya telah diracuni oleh seorang maid.
Lalu Raphael bergegas mengintrogasi maid itu yang sudah duduk terikat tak berdaya.
"satu kesempatan jika kau menjawabnya dengan jujur aku akan melepaskan mu jika tidak hidupmu akan berakhir disini" ucap Raphael yang berdiri didepan maid tersebut mengacungkan sebuah belati lalu diarahkan pada dagu maid itu.
Raphael melepas penutup mulut maid tersebut dan segera melontarkan pertanyaan padanya. "siapa yang menyuruh mu?"
Dengan segera maid itu menggelengkan kepalanya, "tidak ada yang menyuruh ku! hanya saja aku tak suka pada duchess!" jawabnya dengan kasar.
"alasan yang tak masuk akal! jika kau berbohong lagi aku tak segan membunuh mu dan juga keluarga mu!" bentak Raphael.
"shhhttt Duke Effrand kau tenang, kau harus menghadapi wanita konyol ini dengan hati-hati jika tidak kita tak akan tahu siapa dalang yang ingin membunuh putriku" ucap Duke Nilson.
Raphael menganggukkan kepalanya tak sabar ingin menebas leher maid tersebut namun niatnya ia urungkan karena tak ada petunjuk siapa yang telah masuk ke mensionnya.
"aku tak tahu siapa yang menyuruh namun dia seorang wanita memakai jubah hitam dan menutup wajahnya dengan masker lalu saya melihat jika warna rambutnya pirang dan bola matanya biru" jawab maid tersebut.
Ciri-ciri yang begitu familiar namun tak sedikit orang yang berambut blonde dan bola mata berwarna biru. Ciri-ciri tersebut mirip dengan ciri-ciri yang Claudia miliki namun jika dipikir lagi siapa yang berani ingin melukai diri sendiri, apakah sudah gila?
Raphael menganggukkan kepalanya disusul dengan Duke Nilson yang segera pergi meninggalkan ruangan bawah tanah tersebut. lalu ia menyuruh para penjaga menjaga tahanan tersebut dengan ketat.
***
Dikamar Claudia kini sudah terdapat beberapa orang yang menunggu Claudia untuk bangun dari tidurnya. sudah 2hari Claudia belum juga membuka matanya dan itu membuat sang ayah geram ditambah mantunya sudah merusak kepercayaannya.
"aku ingin membawa putriku ke mansion Nilson disana lebih aman, Larin kau siapkan seluruh keperluan Claudia dan juga Aidan Keianna" ucap Duke Nilson.
Dengan cepat Raphael membantah perkataan Duke Nilson dan menghentikan Larin.
"tidak! Claudia sudah menjadi istriku dan Aidan Keianna adalah putra putriku, kau tak bisa membawa mereka dari kediaman ini!" bantah Raphael.
"aku ayah sekaligus kakek anak dari Claudia, jika terjadi sesuatu pada mereka itu tanggung jawab ku, Aidan akan meneruskan keluarga Nilson!" jawab Duke Nilson dengan sorot mata yang penuh amarah.
"tetap saja dia juga putraku.." ucap Raphael yang langsung terpotong oleh ucapan Duke Nilson.
"aku tahu perilaku mu dibelakang putriku jadi kau tak perlu menyembunyikan wajahmu dihadapan ku Duke Effrand! tidak ada bantahan lagi kereta kuda kami sudah siap!" ucap Duke Nilson yang menekan suaranya diakhir Kalimat.
Dengan pasrah Raphael menyerahkan Claudia dan juga si kembar pada Duke Nilson, ia tak bisa membantahnya karena posisi Duke Nilson lebih tinggi darinya. Namun dalam pikirannya ia tak akan menyerah untuk membawa istri dan anaknya pulang, suatu saat nanti ia akan merebutnya kembali.
Lalu Duke Nilson membawa pulang Claudia dan juga Aidan Keianna dengan bantuan Alferd yang sedari tadi sudah berada di kamar Claudia.
Terlihat dibalik pintu seorang wanita yang sedang mengintip menarik senyumannya puas jika ia telah berhasil menyingkirkan Claudia, pikirnya ia telah menang tanpa ketahuan jika dirinya yang telah mencampur racun pada minumannya.
Flashback on
Laurent merubah penampilannya dengan mengubah warna rambut dan matanya dengan bantuan sihir yang ia miliki.
Lalu ia pergi keluar mansion menuju ketempat black market yang menjual berbagai macam jenis obat-obatan dari obat herbal sampai racun. Ia membeli racun bertujuan untuk membuat Claudia lemah dan ia bisa menggantikan posisinya saat akan menghadiri acara yang diselenggarakan oleh istana.
Ia dengan berani menyuruh seorang rakyat jelata yang sudah ia cuci otaknya dengan ilmu sihirnya, dan menjadikan orang tersebut pelayan yang menyajikan tehnya. dengan ini ia juga mencampur racun pada cangkir nya agar saat diperiksa ia tak cepat ketahuan.
Sebelum Linox menemukan keberadaan maid itu dengan cepat Laurent menemuinya dan mencoba mengendalikan pikiran maid tersebut dan membuatnya patuh mengikuti kata-katanya. dengan begitu ia takkan mudah tertangkap oleh Raphael.
Flashback off.
"satu langkah lagi, Raphael kau akan menjadi milikku seutuhnya" batinnya. lalu ia masuk kedalam kamar Claudia dan menunjukkan wajah sedih memeluk Raphael.
"maafkan aku jika aku tahu tidak akan menjadi seperti ini... hikss... aku akan membantumu meyakinkan Duke Nilson agar mengembalikan lady Claudia dan juga tuan muda" ucapnya yang mengusap punggung Raphael.
Raphael melepaskan pelukannya dan menatap kearah Laurent lalu menggelengkan kepalanya.
"shhutt... ini bukan salahmu tenanglah untung kau tidak meminumnya juga jika ia aku akan merasa lebih menyesal karna tak bisa menjaga kalian berdua, urusan Claudia biar aku saja kau boleh istirahat" ucap Raphael yang berusaha menenangkan Laurent.
Laurent hanya menganggukkan kepalanya lalu mengusap air matanya, "aku akan kembali ke kamarku, kau jangan lupa istirahat sudah 2hari kau tidak tidur" ucapnya lalu pergi meninggalkan kamar Claudia yang sudah sepi.
Tersisa hanya Raphael yang berada dikamar Claudia, ia menatap kearah ranjang melihat bayangan dirinya dulu bersama Claudia.
"tunggu aku... aku akan menjemputmu dan menyelesaikan masalah kita" gumamnya lalu ikut keluar dari kamar tersebut lalu menutup pintunya.
Kerajaan barat.
Sebuah senyuman terlihat terlihat jelas pada wajah tegas nan tampan yang sedang duduk di singgasana.
"tunggu sebentar lagi istri masa depan ku, aku akan memutar waktu untuk dirimu walau harus melanggar hukum alam" ucapnya yang percaya diri.
"yang mulia anda baru saja bangun dari tidur anda, jangan berbuat hal aneh mereka pasti akan menghukum anda kembali" ucap seseorang yang bisa dibilang asisten pria tersebut.
"kau tenang saja, ini tak akan melanggar hukum alam lagi, ini kesempatan terakhir ku untuk mendapatkan nya, aku sudah menunggunya sejak ratusan tahun lalu aku tak ingin melepaskan nya kembali" jawabnya angkuh. "aku pasti akan menghukum pria tersebut yang sudah berani menyakiti istri masa depan ku" tambahnya.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
aku aja kecewa sama kamu raphael palagi claudia..😣😣
AAA, SUMPAH KESAL BANGET AKU LIHATNYA!!!