NovelToon NovelToon
Menunggu Cintamu

Menunggu Cintamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Herli

Kanaya, perempuan kaya raya keturunan darah biru dari keluarga Mahendran, sejak kecil terikat perjodohan.

Davin suaminya menolak secara terang-terangan saat malam pertama . Satu kamar tidur terpisah
Di sinilah penderitaan Kanaya perang batin menghadapi suami yang dingin

Apakah Kanaya mampu mendapatkan cinta dan malam pertamanya dari suaminya?

Sedangkan suaminya selalu terbayang-bayang oleh perempuan masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pilu

Sampai di cafe, bayanganku akan rame dan sesak seperti biasanya. Tapi cafe ini sangat sepi dan sunyi. Pandangannya pun segar, banyak rerumputan dan bunga yang menyambut ku.

Apa cafe ini belom buka? Kenapa sepi sekali!!Apakah aku salah cafe? Ku cek lagi alamat di hpku, benar tidak salah!!

Aku diam beberapa detik. Mengamati pemandangan yang memanjakan mata. Hati yang gelisah sekarang begitu tenang. Tidak gugup seperti tadi. Mas Davin memang tidak salah pilih tempat.

Sampai di dalam, aku semakin bengong. Bangunan ini sangat mewah dan berkelas. Dan bisa menyatu dengan alam, sehingga sangat nyaman buat nongkrong dan juga buat bisnis.Ada ruangan yang tertutup dan terbuka sehingga kita bebas memilih tempat yang kita suka. Sungguh baru kali ini aku memasuki cafe yang begitu megah dan mewah. Tidak seperti pada umumnya. Aku sangat senang sekali. Suasana sangat pas untuk pertemuan sekaligus perpisahan.

"Permisi mbak, apa cafe ini sudah buka? Aku bertanya pada resepsionis.

" Maaf mbak cafe ini sudah di boking."

"Boking? Atas nama siapa?"

"Pak Davin. Dan dia sedang menunggu seseorang di taman belakang."

Mataku melotot sempurna. Aku gak percaya jika mas Davin melakukan itu. Kenapa dia melakukan hal yang berlebihan? Bahkan saat dulu kita pacaran, dia tidak seromantis ini. Ada apa sebenarnya?

"Dimana dia mbak?"

"Maaf, apa mbak yang bernama Ratna?"

"Iya mbak, kebetulan aku ada janji sama dia. Bisa antar aku?"

"Baiklah mari ikut saya."

Saat sampai di tempat mas Davin, dia duduk di gazebo. Tempatnya nyaman dan luas. Kami duduk secara lesehan, itulah mas Davin dia lebih suka duduk santai sambil selonjoran dari pada duduk di bangku dengan kaku gak bisa bergerak bebas. Aku menghampirinya, sepertinya dia tidak sadar kalau aku sudah datang. Dia duduk membelakangi ku dan melihat ikan berenang dan kupu-kupu berterbangan.

Aku masih diam mematung di belakangnya, menguatkan hati. Aku berdoa dalam hati ,semoga aku tidak menangis di hadapannya. Sekuat apapun aku berusaha melupakan dan menguatkan hatiku, jika aku berhadapan dengannya, maka benteng ku akan roboh. Mas Davin masih bengong, entah apa yang dia pikirkan. Mungkinkah dia memikirkan istrinya saat akan bertemu denganku? Kenapa hatiku nyeri jika dia memikirkan istri sahnya? Toh itu udah kewajibannya kan? Cemburu? Tentu, karena rasa ini masih utuh untuknya. Aku ingin dia selalu memikirkan ku. Aku merasa pecundang yang egois karena masih berhubungan dengan suami orang. Dan lebih parahnya dia bertahta di hatiku.

"Ehem.. " Aku berdehem, agar mas Davin tau kalau aku sudah datang.

"Kamu sudah datang dek?"

"Iya mas, dari tadi malah. Kamu sih dari tadi ngelamun terus."

"Maaf, duduk lah."

Aku segera mendudukkan bokongku di hadapan mas Davin yang di batasi meja. Ku hela nafas panjang menetralkan kegugupan ku. Aku harus menampilkan senyum bahagia dan tidak menampakkan luka. Aku harus menunjukkan bahwa aku baik-baik aja tanpanya.

Aku harus kuat, agar mas Davin tidak menghadapi kebimbangan. Aku yakin pasti bisa. Aku harus tegar atau dia akan semakin tenggelam dalam kepiluan.

Ku tatap mas Davin yang masih terdiam dan melihat ke arahku dengan sorot mata yang gak bisa di jabarkan dengan kata-kata. Ada sebuah kerinduan yang membara dari sorot matanya. Tapi dia gak bisa berbuat apa-apa. Saat kontak mata kami bertemu dia tersenyum manis. Jantungku berdebar melihat senyuman itu.

Oh Tuhan... sudah lama aku gak melihat senyuman itu. Ada genangan di pelupuk mataku, tapi aku mencoba menahannya dengan sekuat tenaga. Aku mengingatkan diriku sendiri agar tenang dan tidak meneteskan air mata. Aku harus membatasi diri agar aku tidak menaruh harapan.

Dia mendekat, jantungku semakin tidak karuan.

"Gimana kabarnya dek?"

"Baik mas. Apa mas gak lihat kalau aku gemukan?" Jawabku dengan wajah ceria. Gak ada yang baik di dalam hatiku setelah kamu pergi mas.Aku selalu tersiksa menahan rinduku. Aku setiap malam menangis. Bayangan kebersamaan kita selalu memenuhi otakku.

Bahkan setiap sudut jalan ada dirimu mas. Aku menangis menggigil setiap menuju kantor. Tidak ada tempat yang kita lewatkan saat bersama. Semua kenangan begitu menyiksa batinku.

Bahkan kamu gak tau apa yang aku lakukan di belakang ku selama kamu pergi mas. Aku selalu mengintip cafe mu pagi dan malam, cuma mau melihat senyummu. Aku sengaja gak masuk ke cafe, karena aku gak mau hadir dalam bayang-bayang masa lalu saat kau bersama istrimu. Bukan itu aja, aku bahkan sering berkunjung ke tempat yang sering kita kunjungi. Aku juga sering mendengarkan musik yang melo dan nonton film yang sedih. Sejak kamu pergi, aku sering melakukan hal yang gak aku sukai.

Bahkan aku terlihat seperti mayat hidup yang gak punya tujuan. Parah bukan? Duniaku hancur karena dirimu. Aku bisa mengalihkan pikiranku, saat aku bertemu dengan mas Alex. Dia memberiku pekerjaan yang sebelumnya belom pernah aku kerjakan. Aku sadar, bahwa hidupku gak cuma buat mas Davin, dan aku melakukan hal yang baru untuk mengalihkan pikiranku.

"Mas Davin sendiri gimana kabarnya?" Aku menundukkan kepala menghindari tatapannya. Aku gak kuat menahan air mataku.

"Sehat dek."

"Mbak Kanaya?"Aku sedikit kaget karena menanyakan nama orang yang aku hindari. Setiap aku menyebut namanya hatiku terasa sakit.

"Dia juga baik."

Pasti saat ini kalian sedang bahagia. Mbak Kanaya beruntung bisa dapetin mas Davin. Mas Davin orang yang baik dan tanggung jawab. Selama kami berhubungan dia begitu menjaga ku.Dia bisa mengayomi dan menghormati perempuan. Selama 4 tahun kami pacaran, belom pernah mas Davin mengecewakanku.

Kami terdiam. Ikan berenang kesana-kemari. Angin berhembus menerpa wajahku. Aku masih bingung mau memulai dari mana. Dulu kita dekat sekarang ,pernikahan memisahkan jarak kita.

"Kenapa kamu boking tempat ini mas?" Aku mengawali percakapan. Agar suasana canggung ini bisa berakhir.

"Apa sih yang gak buat kamu dek."

Deg jantungku berdetak. Dia gak berubah. Masih pintar membual.

Aku tersenyum malu. Bagai mana pun aku wanita normal. Dia masih menganggap ku sepesial.

"Serius mas jangan bercanda."

"Aku juga serius. Terus kenapa gak pernah ke cafe lagi?"

"Di sana membosankan."

Dia tersenyum kecut. Aku ingin berkunjung kesana, tapi aku takut lukaku akan tambah parah. Bagaimana mungkin aku ke cafe nya. sedangkan cafe itu aku yang merancang dan penuh kenangan. Aku takut gak akan kuat nahan air mata.

"Sekarang sibuk ya, jarang ada waktu sama team management."

"Hehe iya mas, Sekarang aku harus pemotretan sana sini. Dan aku juga udah mendapatkan kontrak selama 2 tahun di Prancis."

Dia langsung bengong menatapku. Dia juga mengulurkan tangannya untuk menggenggam ku. Aku harus berani mengambil keputusan. Aku harus segera mungkin melupakan mas Davin. Dia sudah cukup menderita dengan membangun rumah tangganya. Dia sedang berjuang melupakanku dan aku cukup tau diri untuk tidak mengusiknya. Aku harus keluar dari management mas Davin, walaupun aku mencintai pekerjaanku.

"Kenapa harus menerima kontrak itu dek?"

"Mumpung ada kesempatan berkarir mas. Juga banyak yang mendukung ku."

"Apa Alex yang mengirim mu?"

"Bukan,ini karena mereka puas dengan hasil kerjaku. Mas Alex juga tidak setuju."

"Kamu gak perlu pergi meninggalkan Indonesia. Itu terlalu jauh."

"Relakan aku mas, biarkan aku pergi, hanya itu yang bisa aku lakukan. Bukan karena ingin melupakanmu, tapi ini murni dari pekerjaan."

Mas Davin memelukku. Tangisku pecah dalam dekapannya.

"Dek... "

"Setelah ini mungkin kita jarang berhubungan lagi mas. Karena urusan pekerjaan kita telah usai. Mas bisa konsentrasi dengan keluarga baru mas Davin. Dan aku biar lebih fokus kehidupan ku sendiri."

"Kita gak perlu barjauhan. Bagaimana kalau mas kangen dek?"

"Kan sudah ada mbak Kanaya.Tangisku makin pecah tak terbendung lagi.

" Tolong jangan pergi."Mas Davin semakin erat memelukku dan aku sudah tak berdaya dalam pelukannya.

"Lihat aku mas, yang kesakitan sendiri menyembuhkan luka. Aku butuh lingkungan baru mas. Mas sebentar lagi akan punya anak, akan bahagia dengan keluarga kecil mas Davin. Kalau aku tidak pergi, aku akan semakin jatuh ke pelosok jurang dan gak ada orang yang tau."

"Tapi aku khawatir dek."

"Mas lihat aku, aku wanita kuat. Bahkan menghadapi preman 10pun aku sanggup." Candaku di sela isak tangis.

"Tapi mas khawatir."

"Mas gak boleh begini. Ingat,ada Mbak Kanaya di rumah yang menunggu. Dan mas Davin harus belajar mencintai mbak Kanaya.Keputusanku sudah bulat. Aku sudah tanda tangan kontrak dan hak bisa di batalin gitu aja."

"Ok mas ngalah, tapi jangan nangis, mas gak kuat jika melihatmu menangis."

"Aku tiap hari siang malam begini mas. Makanya aku memilih menjauh darimu. Biar aku cepat melupakan mu."

Aku terisak-isak, mas Davin mengusap air mataku, kulihat matanya memerah. Dia melepas pelukanku dan mencoba tersenyum.

"Sudah jangan menangis lagi. Sebaiknya kamu makan dan minum dulu sebelum pulang."

Kita mengakhiri tangisan dan berbicara ringan.

"Mas Davin gak ikut makan?"

"Aku minum aja"

"Kenapa?"

Kutanya dia diam. Dan hpnya ada WA masuk. Ternyata dari mbak Kanaya yang mengirim gambar makanan kesukaan mas Davin. Pantas saja dia gak mau makan di luar. Sekarang aku mengerti, mas Davin sudah menerima mbak Kanaya, dan aku harus benar-benar mengikhlaskannya. Dan mas Davin mengajakku ketemu mungkin dia juga sudah belajar ikhlas dan menerima mbak Kanaya.

Kami berpisah dengan luka yang sama. Kami memang akan berjarak. Tapi, dia tidak pernah pergi dari hatiku. Tidak ada yang bisa mengusirnya.

Aku ingat pesan terakhirnya.

"Makasih dek sudah hadir dalam hidupku. Kamu selalu memberiku warna kehidupan. Aku gak pernah menyesal pernah menjalin cinta denganmu. Kamu perempuan yang istimewa. Semoga kelak kamu akan mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik."

Aku terdiam dalam tangis ku.

1
Harwanti Jambi
tampa terasah air mata ku ikut menetes
Khansa Umizainab
kok mirip banget sama Novel hati suhita ya
Shifa Burhan
aku akan jijik dengan novel karya pria yang bersikap lembut pada pelakor

dan sebaliknya aku lebih jijik novel karya wanita yang begitu lembut pada pebinor, karya ini adalah pemikiran wanita murahan dan munafik
Shifa Burhan
disini kelihatan benar kemunafikan kalian sebagai wanita

*pelakor kalian laknat habis2an tidak ada maaf bagi pelakor tapi kelian begitu lembut pada pebinor (pemikiran wanita murahan)

*kalian akan melaknat jika suami kalian berbuat baik dan lembut pada pelakor tapi kalian begitu lembut sampai menangisi, bahkan berkali2 merasa bersalah dan meminta maaf pada pebinor (pemikiran wanita munafik)
Shifa Burhan
woi pemuja pebinor, woi wanita2 yang munafik

coba suami kalian memperlakukan pelakor kayak gitu, pakai otak kalian wanita2 (author dan readernya)munafik
QueQay
bisa gk buat kanaya jalan dulu sama reno ninggalin dlu si davin, please atulah jgn trlalu bodo
Maria Abdullah: aku lebih suka Reno sama kanaya...
total 1 replies
QueQay
baru kali ini baca novel cewe nya beg* bgt dah ah
QueQay
ini mah cewe nya yg horni bgt, gk ush lebay ih dikit² luluh
Sumringah Jelita
setidaknya kadar kejalangan orang ketiganya masih batas wajar
Ruriyau
eh gmn Ratna??
Ruriyau
eh gmn Ratna??
Sriani Dewi
nangis sampai gak bisa nafas
Tuấn Mark
bener aku pdhl kayanta bagus ceritanya tapi menghayal gini jadi nggak enak bacanya maaf ya tjor
Dea
alur cerita nya bagus.cumn jrang iteraksi antara tokoh,
isi novelnya cuman menceritakan isi kisah nya.
jadi kaya baca dongeng sebelum tidur..
Mommy Ghina
Penulisannya di perbaiki lagi, mau baca.....tapi pusing. bedakan tanda baca percakapan sama batin.
holipah
mobil kanaya
Ida Blado
huh aq baru baca 2 bab eh tepatnya buka 2 bab,krn gk aq baca cuma tk secrol doang,males bacanya monolog doang isinya
Firgi Septia
nggak kebalik ini Thor? mustinya akhirnya Andika resmi menjadi suami ratna
ummi zia
nyelekit banget yo kay loro atine
yeyenadela123
kerennn....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!