NovelToon NovelToon
Pendamping Untuk Paris

Pendamping Untuk Paris

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:12.5M
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Biema memilih di jodohkan dengan Paris yang masih SMA demi menutup luka hatinya karena lamarannya di tolak orang yang di cintainya.

Bagaimana kisah Biema mengimbangi watak gadis yang masih bersekolah itu?

Di sarankan baca novel Pelayanku, Asha juga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Paris

Sejak tadi panggilannya tidak di respon Paris. Gadis itu di pastikan marah karena perkataan Mela. Setelah berulang kali menelepon Paris tidak ada jawaban, Biema kembali harus menelepon keluarganya. Kali ini dia menelepon Asha. Orang paling dekat dengan gadis itu.

"Paris tidak ada di sini. Dia tadi memang ke sini mengambil bekal makan siang untuk kamu yang di buatin bunda. Setelah itu ya ... enggak balik ke sini lagi. Dia enggak pulang ke apartemen atau ke kantor kamu? Untuk makanan kan enggak bisa lama. Jadi aku pikir pasti segera membawa makanan itu ke kamu.l

"Ya ... Dia sempat ke kantorku, tapi sekarang ..." Asha tahu ada sesuatu. Segera dia memotong kalimat Biema untuk menghindarkan dia dari pembicaraan yang tidak nyaman.

"Aku coba tanya Arga. Mungkin saja dia nyasar ke sana. Nanti aku chat aja ya, dia ada disana atau enggak."

"Baiklah. Terima kasih," ujar Biema mengakhiri perbincangannya.

"Ada apa di dalam?" tanya Fikar yang masih ada di sampingnya pelan.

"Mela."

"Dia sempat bikin ulah?" tebak Fikar.

"Entahlah. Itu sengaja bikin ulah atau ketidaksengajaan."

"Soal kamu yang memintanya menikah?" tebak Fikar benar.

"Ya." Fikar melebarkan mata. Apa mungkin Mela membahas itu karena tahu Paris adalah istri Biema? Entahlah ...

Ponsel Biema bergetar. Ada pesan masuk dari Asha. Dia memberitahukan bahwa gadis itu sedang bersama Arga di mall.

"Terima kasih," balas Biema. "Aku harus segera menjemput Paris. Tolong tetap di sini, Fikar."

"Aku tidak perlu mengemudi?" tawar Fikar.

"Tidak. Ini harus aku selesaikan. Aku harus berangkat sendiri. Tidak harus di temani olehmu."

"Baiklah. Ini kunci mobilnya." Fikar menyerahkan kunci mobil pada Biema. Namun pria itu menolak.

"Tidak. Aku pakai mobilku sendiri."

"Baiklah. Semoga cepat bisa menaklukan hati istrimu." Fikar memberi semangat.

"Oh, ya. Jangan lupa."

"Ya?" tanya Fikar yang merasa ini pesan penting. Makanya dia menatap Biema dengan serius.

"Tolong bereskan tempat bekal di atas meja. Mungkin masih ada sisa. Meskipun sebenarnya aku harus menghabiskan makanan yang di buatkan oleh mertuaku, tapi kali ini aku harus bergegas. Kamu bisa membuangnya dan tolong ... cuci sampai bersih."

Fikar melongo.

......................

......................

Volkswagen Golf GTI berwarna hitam mengkilat milik Biema berhenti di pelataran parkir mall milik keluarga Arga yang luas. Tampilan Biema yang masih lengkap dengan setelan jas yang pas di tubuhnya yang tinggi, juga rahangnya yang kuat dengan sedikit cambang tumbuh rapi disana, memberi kesan jantan dan gagah. Semua itu membuat banyak mata memandangnya takjub. Terutama kaum hawa.

Kaki Biema melangkah dengan tegap memasuki lorong mall yang lebar. Biema mengirim pesan pada kakak iparnya, Arga. Memberitahu bahwa dia sudah masuk ke dalam pintu depan mall.

"Kakak, enggak kerja lagi?" tanya Paris heran melihat kakaknya tidak segera menyelesaikan makann siangnya.

"Aku sudah bekerja dengan keras tadi. Jadi aku boleh sengaja bersantai-santai sekarang, kan?" Arga menunjukkan dia berhak melakukan itu.

"Memangnya iya?" Bibir Paris mencebik. "Ren. Seharusnya kamu protes atasanmu ini mengulur-ulur waktu makan siangnya." Paris memprovokasi Rendra yang sejak tadi bersikap sangat tenang.

"Tuan Arga adalah atasan saya. Saya tidak berhak memprotes selama itu bukan kesalahan fatal. Lagipula ini memang jam makan siang," ucap Rendra sambil bersikap sopan pada adik atasannya.

"Ah, Rendra enggak asyik." Paris ternyata tidak punya sekutu. Arga melihat ke kanan dan kiri. Menurut pesan yang di kirimkan oleh Biema, pria itu sudah sampai di dalam mall. Saat ini tengah menuju ke outlet tempat dia dan Paris berada.

"Sepertinya sudah waktunya aku bekerja lagi, Paris," ujar Arga setelah melihat Biema melintas di dinding kaca di luar outlet. Rendra menoleh. Dia tahu bahwa tuannya sedang menunggu Biema, suami Paris. Arga hanya berusaha mengamankan gadis ini agar tidak kabur. "Apa kamu masih di sini atau ikut aku?" tawar Arga seraya berdiri. Rendra ikut berdiri juga.

Paris menggeleng. "Tidak. Aku masih harus menghabiskan donat ini."

"Baiklah kalau begitu. Aku mau bekerja lagi."

"Tunggu." Arga yang sudah mau pergi berhenti.

"Apa?"

"Kasih aku uang. Mungkin aku masih butuh makanan yang lain." Telapak tangan Paris terbuka meminta uang pada kakaknya.

"Tidak perlu. Aku bisa memberikannya," ujar Biema yang sudah berdiri di dekat Arga. Manik mata Paris membeliak terkejut melihat kedatangan pria ini. Tangannya masih menggantung di udara.

"Ah, Biema. Ternyata kamu ada disini. Syukurlah. Aku harus kembali bekerja. Paris aku serahkan padamu." Arga tidak jadi mengeluarkan dompet. Sebenarnya dia juga tidak ada niatan untuk mengeluarkan dompet. Karena dia tahu Biema sudah masuk ke outlet dan menghampirinya. Itu hanya alasan saja. "Kakak kembali ke kantor, Paris."

Paris masih tidak bisa berkata apa-apa. Dia masih syok dengan kemunculan Biema tepat di depannya. Namun dia sudah bisa menurunkan tangannya yang menengadah pada Arga.

"Semoga semuanya baik-baik saja." Arga menepuk pundak adik iparnya. Biema tidak mengalihkan pandangan dari Paris yang duduk. Arga mulai berjalan menjauh dari meja mereka. "Ayo, Rendra. Kita kembali bekerja."

"Baik, Tuan." Rendra mengikuti langkah Arga di sampingnya.

"Terima kasih, Ga."

"Oke." Kini hanya tinggal Biema dan Paris. Bola mata Biema tetap menatap Paris yang memilih melihat ke arah lain. Gadis itu enggan melihat ke depan.

Tangan Biema menarik kursi dan duduk. Mulut Paris terus saja mengunyah donat yang tadi langsung di lahap segera saat Biema menoleh pada Arga sebentar. Dia mencoba mengusir rasa gugup yang menyerangnya.

Manik mata Biema melirik ke arah box donat yang hanya tinggal setengah box donat. Kemudian beralih ke arah minuman dingin di samping box. Minuman itu sudah habis.

Biema memanggil pekerja yang lewat dan berbincang sesuatu. Pekerja itu mengangguk. Biema kembali menatap Paris di depannya. Gadis itu belum melihat ke arahnya. Dia masih sibuk mengunyah donat dan melihat ke arah lain.

"Kamu suka sekali donat?" tanya Biema mengawali pertemuan mereka yang canggung. Paris hanya mengangguk tanpa perlu mengeluarkan suara. Masih dengan mata melihat ke arah lain. "Kenapa kamu makan dengan belepotan?" tanya Biema seraya mendekat dan membersihkan bekas coklat di sudut bibir Paris dengan ujung jarinya. Paris terkesiap. Bola matanya menatap wajah Biema yang berjarak sangat dekat dengannya. "Walaupun sebenarnya buatku itu imut." Jantung Paris berdetak kencang.

Seorang pegawai datang membawakan dua buah jus alpukat dengan canggung. Pegawai itu melihat sikap Biema barusan. Kemudian tersenyum tersipu sambil menunduk.

"Maaf, minumannya," ujar pegawai itu mau tidak mau harus mengganggu momen manis barusan. Biema menoleh dan tersenyum.

"Aku pesankan jus alpukat. Sepertinya minumanmu habis," ujar Biema seraya duduk kembali seperti semula. Setelah itu baru minuman yang di pesan di letakkan di meja. Paris mengerjap. Masih terkejut dengan pria yang membersihkan coklat leleh di ujung bibirnya ini tadi.

"Terima kasih." Setelah Biema mengucapkan itu, pegawai tadi pergi membawa nampannya.

1
Deswita
🙏🙏🙏
Maria Magdalena
thor sayang kpn update lagi? ditunggu ya💪
Maria Magdalena
wah sandra akhirnya muncul jg kapan nih juna muncul thor kangen jg sandra kuliah apa juna kuliah jg? senggol jona ya thor sesekali🙏
Ria Hastuti
reuni nih...pelayanku asha...jadi kangen pengen baca lagi...
Ria Hastuti
😍😍😍
Elyani Yani
bkn keponakan thor tp sepupu... bkn sepaha ya thor. tp sepupu.. wkwkwk
LisA: Masih ingat Sandra dan Juna ya.😊
total 3 replies
susi_ambarsari
sepupu dong thor 😁😁
LisA: 😊😊😊😊😊
total 3 replies
Ria Hastuti
slamat datang baby Gatandra Kaisar😍😍
Ria Hastuti
Alhamdulillah masih bisa baca Paris terus... makasih thor😍
Maria Magdalena
akhirnya paris dan biema resmi menjadi orang tua sang baby Gatandra Kaisar,bahagianya Selamat ya Paris Biema😊
Maria Magdalena
semoga lancar semua ya paris lahiran nanti sandra dah juna sesekali di munculin ya thor kangrn jg.
Maria Magdalena
aha paris dan biema sdh dpt nama untuk sang putra,makasih ya thor sdh update😊
Dwi Setyaningrum
deg degan deh nunggu kelahiran baby gatandra..semoga diberi kelancaran ibu dan baby-nya sehat..amin
chie
meleleh hati ku 😍😍😍
Maria Magdalena
seneng lihat paris dan biema yg mau jd ortu baru lancar ya paris hingga lahiran nggak halangan apapun😊 thanks ya thor sll update
Ria Hastuti
makasih Thor.... lanjut 🤭
Maria Magdalena
makasih ya thor sdh update biema calon papa keren💪💪
chie
papa siaga 😍
semangat bhima 💪💪
Ria Hastuti
siap siap baby nya segera launching 😍😍
Maria Magdalena
wah biema benar2 suami siaga bahagianya paris😊 up terus ya thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!