NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Dengan Mantan

Terpaksa Menikah Dengan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tianse Prln

TERPAKSA MENIKAH DENGAN MANTAN—BALIK LAGI! SKUY BACA!

~•••~

Bagi Risa, Juna adalah pria yang tidak seharusnya ada di bumi ini. Selama sisa hidupnya, Risa berharap tidak pernah bertemu dengan Juna lagi.

Tapi, apalah daya Risa ketika takdir berkata lain. Ternyata ayah Risa dan ayah Juna adalah teman dekat, kedua pria paruh baya itu membuat sebuah perjanjian yang teramat kuno di jaman modern ini.

Sebuah perjanjian yang menjadikan Risa sebagai korban perjodohan.

Perjodohan, dimana Risa harus menikah dengan mantan pacar yang sangat di bencinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tianse Prln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Definisi Cinta (bagian satu)

Definisi cinta. Cinta itu seperti sebuah kertas putih yang polos. Dia hanya akan menjadi berwarna ketika seseorang menorehkan tinta diatasnya.

Tentang warna, tentu saja memiliki banyak variasi, karena itulah tercipta kata warna-warni. Seperti pelangi di saat hujan telah usai. Seperti langit yang selalu membanggakan warna birunya. Lalu awan yang menjelajah dunia dengan warna putihnya bagaikan kapas. Serta tumbuhan yang memiliki warna umumnya yaitu hijau.

Dan cinta, dia terkadang bisa menjadi seperti matahari. Ada kalanya dia terasa begitu hangat seperti mentari yang menyapa di waktu pagi. Ada saatnya pula dia terasa menyengat layaknya matahari di kala siang.

Dan cinta, dia bisa saja meredup seperti matahari di waktu sore yang akan tenggelam. Mungkin jika itu benar-benar matahari yang meredup, maka sunset  sangatlah indah untuk di nikmati. Tapi tidak demikian dengan cinta. Jika dia sudah mulai meredup maka tidak akan ada lagi keindahannya sedikitpun.

Seperti lilin yang terbakar habis oleh api, ia perlahan meredup, kemudian padam. Hal terburuk yang paling populer ketika cinta sudah meredup adalah perselingkuhan.

Dua hari setelah liburan di Maldives atau orang Indonesia lebih mengenalnya sebagai Maladewa. Risa dan Juna kini kembali kepada aktivitas mereka masing-masing. Bahkan, hari ini pun Risa sudah mulai bekerja.

Pukul empat lewat tiga puluh satu menit. Risa sudah bangun, ia melaksanakan kewajibannya sebagai seseorang yang beragama. Lalu setelah itu, dirinya kemudian melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri yang memasak untuk sang suami.

Tepat pukul enam pagi. Risa sudah menyelesaikan semua tugas dan kewajibannya, termasuk membersihkan rumah. Ia tidak mungkin lupa, hari ini dirinya adalah seorang pelayan dari aturan yang ia buat dengan Juna beberapa hari lalu.

Pukul tujuh pagi. Risa dan Juna sarapan bersama. Tidak ada percakapan khusus kecuali hanya sekedar sapaan selamat pagi yang sudah umum.

Dan sekarang. Risa baru saja sampai di tempatnya bekerja. Sebuah restoran elit yang berdiri di kawasan elit pula.

Restoran Boulevard, interiornya sederhana dan begitu elegan. Keeleganannya itulah yang melambangkan kemewahan unik dari restoran bernuansa Perancis dengan perpaduan Italia didalamnya.

“Selamat pagi, Chef Ramon.” sapa Risa pada seorang pria yang sudah memasuki usia kepala tiga.

Chef Ramon yang saat itu sedang fokus memeriksa bahan-bahan masakan. Mendengar seseorang menyapanya, ia menoleh sekilas ke arah si penyapa yaitu Risa. Gadis itu terlihat sedang menekankan ibu jarinya untuk pemindaian sidik jari pada sebuah mesin teknologi yang memiliki kegunaan sebagai absensi karyawan.

“Oh kamu Sa, aku pikir siapa yang berani menyapaku dengan sangat santai. Apa liburan indahmu sudah selesai? Hari ini kamu sudah masuk kerja?” tanyanya.

Selesai melakukan absensi. Risa berjalan mendekati Chef Ramon, seorang pria eksotis yang berprofesi sebagai kapten di bagian dapur restoran tersebut.

Risa berdiri di hadapan Chef Ramon. Lalu membantu pria lajang itu memilah bahan-bahan masakan yang bagus dan yang tidak bagus lagi.

“Sudah. Memangnya Chef tidak suka ya melihatku kembali bekerja?” tanya Risa sembari menampilkan wajah sedihnya, bibirnya pun tampak bersungut-sungut.

Pria berusia sekitar tiga puluh dua tahun itu menatap Risa dengan senyumannya. Risa, bagi Ramon dia sudah seperti seorang adik, adik perempuan yang sangat manja.

“Apa kamu sedang hamil? Kenapa sensitif sekali huh?” candanya.

“Hamil? Ck, lucu sekali.” jawab Risa.

“Kenapa? Bukannya kamu mengambil cuti menikah? Sudah pergi honeymoon juga kan?”

“Loh? Dari mana Chef tahu kalau aku pergi honeymoon? Chef Ramon ternyata seorang stalker ya?” Risa bertanya balik dengan tubuh yang ia gerakkan seolah sedang bergetar merinding.

“Bodoh.” ucapnya sembari menjitak kepala Risa yang tidak jauh darinya. Gadis itu pun sampai mengaduh karenanya. “Dengar ya Sa. Semua orang tahu kalau pasangan pengantin baru pasti akan pergi honeymoon. Lagian untuk apa aku menguntitmu. Memangnya aku ini hidung belang?! Sembarangan saja kalau bicara.” katanya lagi.

Risa kembali bersungut-sungut sembari mengelus kepalanya yang terasa berdenyut akibat dampak dari jitakan yang sebenarnya tergolong ringan itu.

“Tapikan— enggak semua pasangan pengantin baru pergi honeymoon.” sanggah Risa.

“Ya, anggap saja aku hanya menebak kalau kamu pergi honeymoon.” ujar Chef Ramon, mengalah.

Risa tertawa ringan dengan kemenangan kecilnya. Gadis itu mungkin bisa saja melakukan selebrasi kalau dirinya tidak tahu malu. Ya, diantara semua karyawan dapur di restoran ini, satu-satunya yang berani membuat Chef Ramon menghela nafas dan mengalah hanya Risa seorang. Bagaimana dengan yang lain? Tidak ada yang mampu menghadapinya.

“Selamat pagi kalian berdua.” sapa seorang pria dari arah belakang Risa.

“Pagi, Chef Deon.” balas Ramon sembari membungkuk hormat pada pria yang lebih muda darinya itu.

Deon? Tapi kenapa Chef Ramon sampai membungkuk hormat seperti itu? — batin Risa. Lantas, ia pun berbalik, kemudian pandangannya bertemu dengan mata coklat milik seorang pria yang dulu selalu menjadi malaikat pelindungnya.

“Deon?!” pekik Risa, tanpa sadar gerakan spontanitas dari tubuhnya membuat Risa menghambur begitu saja ke dalam pelukan Deon.

Tingkah lakunya itu tentu membuat Ramon yang tidak mengetahui seluk beluk kedekatan mereka pun sangat tidak percaya dengan apa yang ditangkap oleh indera penglihatannya.

“Risa, apa kamu mau di pecat?! Cepat lepaskan pelukanmu itu. Sejak kapan kamu jadi wanita genit. Kamu preman ya?!” ujar Ramon, memperingati Risa.

“Chef Ramon tidak perlu khawatir. Saya tidak mungkin tega memecatnya. Karena, gadis kecil ini adalah orang spesial di hidup saya.” kata Deon.

Eh? Maksudnya, mereka ini saling mencintai ya? Dan tragisnya Risa dijodohkan sama orangtuanya. Ah, pasti drama yang seperti itu kan? Jadi sekarang ini aku sedang melihat adegan dua pasangan kekasih yang dipaksa berpisah atau malah seorang gadis yang sedang berselingkuh? Hah, benar-benar tidak bagus untuk diriku yang jomblo ini. — Batinnya Ramon.

“Chef jangan salah paham. Dia ini teman baikku. Kami berteman saat di universitas dulu.” ujar Risa setelah melepaskan pelukan kerinduannya pada sang sahabat yang ia sayangi.

“Oh? Benarkah? Apa hanya sekedar teman saja? Bukan— ” ucap Ramon sembari menggerakkan jari telunjuknya, ia menunjuk ke arah atas kepalanya. Pria itu terlihat seolah sedang menunjukkan apa yang sedang dibayangkan oleh isi kepalanya.

Risa dan Deon pun mengikuti arah telunjuk pria itu. Keduanya seakan-akan sedang melihat apa yang Chef Ramon bayangkan.

Kemudian, Risa terkikik kecil. Ramon mengernyitkan keningnya, heran dengan tawa kecil gadis itu.

“Apanya yang lucu?” tanyanya.

“Chef, kamu terlalu banyak menonton sinetron. Hubungan kami berdua tidak serumit itu. Iya kan, Deon?” kata Risa sembari menepuk bahu Deon, meminta dukungan dari pria itu.

Deon menatap Risa dengan senyum hangatnya. “Ya, apa yang Risa katakan barusan itu benar, Chef Ramon. Kami berdua tidak serumit itu.” ucapnya sembari mengalihkan pandangannya ke arah Ramon.

Ramon mengangguk paham. Mungkin saja ia terlalu banyak berpikir, atau mungkinkah pria lajang itu memang terlalu banyak menonton sinetron? Siapa yang tahu apa yang dilakukan oleh seorang pria sudah berumur siap menikah namun masih tetap lajang sampai sekarang.

“Tapi Sa. Bagaimanapun juga, kamu harus bisa profesional. Ada saatnya kamu menganggap Chef Deon sebagai sahabat yaitu ketika di luar jam kerjamu, dan ada saatnya kamu harus menganggap Chef Deon sebagai seorang pemilik restoran ini yaitu saat kamu sedang berada di jam kerja. Artinya kamu harus hormat padanya mulai detik jam kerja kamu di mulai. Paham kan Sa?” kata Chef Ramon.

Risa tersenyum lebar. “Iya, iya baik. Nasihat diterima.” ujar Risa, ia menanggapi perkataan seniornya itu tanpa ragu. Tapi kemudian, senyum lebarnya itu luntur ketika ia baru saja menyadari salah satu kalimat Chef Ramon yang terasa mengusik hatinya. “Eh?! Tunggu dulu. Tadi Chef Ramon bilang apa? Deon pemilik restoran ini?” tanyanya pada Ramon.

Gadis itu pun sepertinya belum puas melemparkan pertanyaan pada Chef Ramon, lantas ia menatap ke arah pria yang ada disampingnya. “Deon, sejak kapan kamu jadi pemilik restoran ini?” tanya Risa pada teman prianya itu.

💥thanks for reading this novel. Don't forget to favorite, like, comment and vote.💥

✍ Cerita ini hanya fiktif belaka. Mohon maaf apabila ada persamaan nama tokoh, karakter, tempat kejadian ataupun peristiwa yang terjadi.✍

1
Markiki Lavea -
kak Tian kok ga dilanjut
Evi Lusiana
dgr tuh kt² yoga jun,playboy suatu saat jg psti ngrasain sakit ati,karma
LaVoiser
kakak author ini kemana??? sudah lama ga kembali lagi🥺
Uswstun Chasanah
lanjut
Uswstun Chasanah
lanjut author
Haslinda
thor bab selanjutnya nyangkut di mna
Chosiah Cholil
mana lanjutan x
LaVoiser
lanjutin lg thor
LaVoiser
lanjutin thor
LaVoiser
kpan lanjut lagi thor
LaVoiser
kpn lanjut thor
Diana Susantie
udah 2022 ni Thor😭 kok gak pernah up lg
Yulia Mulyana
Risa nya terlalu gimana gitu ya...padahal Juna baik 🙄
cinta suci
soswweeeeettttt
cinta suci
Juna
cinta suci
semangat kk
Nenden Nuranisa
kaa di lanjut lagi kaa pleaseeeeee ❤❤❤🧡🧡🧡🧡
Nur Ridqa
Thorrr
Sri Wahyuni Iwwiee
q kcwa thor ending ny gini,q fikir tu risa hamil trus mlahir lan,aro dpat psgan,dan si chef mnikah gt thor

dr awal crita ny bgus bnget smpe part ini pun ttp bgus...yah apa emag crita ny dibikin gntung gni kli ya
Miftahul Alawiyah
suka bgt sama sikap Risa.. setelah marah2 pasti dia minta maaf tanpa melihat siapa yang salah duluan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!