NovelToon NovelToon
7 Life Crystals Book I

7 Life Crystals Book I

Status: tamat
Genre:Teen / Action / Fantasi / Petualangan / Chicklit / Tamat
Popularitas:104.6k
Nilai: 4.6
Nama Author: Koibumi Alana

Demi perdamaian Crymane, terbentuklah sebuah tradisi mencari Tujuh Kristal Kehidupan beserta pengendalinya, dan yang mengadakannya ialah adidaya Crymane, Kerajaan Woerlt.

Yula Athhra, putri bungsu Kerajaan Hearthose yang berusia 12 tahun, terpilih menjadi rekan pertama Putri Kerajaan Woert, Lacus Wallt, untuk menemukan ketujuh kristal kehidupan tersebut.

Bagaimana perjalanan Yula dalam mengumpulkan ketujuh kristal kehidupan tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Koibumi Alana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33 : Perpustakaan Kota

Di tengah perjalanan menuju gedung pertemuan umum, Yula bertemu dengan sekelompok pedagang dari Hearthose, ada lambang kerajaan di kereta mereka. Yula langsung menghampiri mereka karena mengenali salah satu dari mereka.

“Paman Plantisier!” sapa Yula riang.

Laki-laki tua yang dipanggil itu membalikkan badan, kaget melihat Yula. “Nak Yula! Kenapa bisa ada di sini?” Laki-laki yang Yula sapa ini ialah ayahnya Mika, salah satu temannya Yula di Hearthose yang memberi ramuan obat sebelum Yula pergi dari Hearthose. Dan lagi, ayahnya Mika belum tahu kenyataan Yula seorang putri kerajaan karena saat diumumkan ia tak ada di sana.

Yula tertawa geli karena teringat bahwa ayah Mika belum tahu siapa ia sebenarnya. Tapi bagaimana juga caranya mengatakan bahwa ia terpilih menjadi perwakilan Hearthose dalam perjalanan Putri Lacus Wallt?

“Percaya tidak percaya, Yula menjadi perwakilan Kerajaan Hearthose dalam menemani perjalanan Putri Woerlt mencari Batu Kristal Kehidupan. Paman tahu batu kristal yang legenda itu, kan?”

Ayah Mika terkejut bukan main. “Ah, Kristal Kehidupan! Tentu saja paman tahu. Saat belajar sejarah di sekolah cerita itu tak pernah luput diceritakan. Di sekolah Yula begitu juga, bukan?”

“Iya! Yula terpilih untuk pencarian tahun ini.”

“Jika benar, Putri Woerlt ada dimana? Kenapa kamu jalan-jalan sendirian?” herannya. “Jangan bohong, ya!”

Yula tertawa. “Benar, kok! Kali ini Yula diperintahkan untuk mencari informasi ke perpustakaan yang ada di sana,” Yula menunjuk gedung yang tak jauh dari pandangannya. “Kak, maksud Yula, Tuan Putri Woerlt menyuruh Yula mencari berbagai macam informasi yang diperlukan. Sedangkan Tuan Putri ada keperluan dengan pemimpin kota ini.”

“Oh, begitu rupanya. Nak Yula hebat, ya, bisa terpilih menjadi perwakilan kerajaan. Pasti baginda raja bangga padamu, sebagai juru bicara putri kerajaan kamu pasti bisa!” Pria paruh baya itu memuji meski belum sepenuhnya percaya akan omongan Yula.

Yula tertawa geli mendengar ‘juru bicara putri kerajaan’ yang nyatanya dia sendiri putri kerajaan itu. Tapi ia sudah terlanjur dikenal seperti itu.

“Kalau begitu, Yula mau pamit pergi dulu ya, Paman!” Ia langsung menyadarkan diri agar tidak berlama-lama karena ia memiliki tugas yang harus dilaksanakan.

“Ya, ya. Hati-hati, Nak Yula! Karena kota ini tak terlalu aman, apalagi bagi kamu yang masih kecil.”

“Yula bukan anak kecil sembarangan, lho!” Ia memperlihatkan sederetan gigi putihnya, lalu meninju-ninju angin dengan maksud ia pandai berkelahi.

Ayah Mika tertawa dibuatnya. “Ahahaaa.... Ya, Nak Yula bukan anak kecil sembarangan! Juga anak kecil yang menggemaskan. Hati-hati dalam perjalananmu. Banyak perampok berkeliaran akhir-akhir ini. Dan semoga perjalananmu dengan Puteri Woerlt berjalan lancar.”

Yula mengangguk. “Terima kasih, Paman! Kalau begitu Yula pergi dulu. Daah!” Ia melambaikan tangan pada ayahnya Mika dan pedagang Hearthose lainnya. Kemudian berjalan lebih cepat karena waktunya sudah terpakai untuk bicara dengan ayah Mika, pertemuan yang tak disangka. Ia juga tidak boleh larut malam kembali ke penginapan.

“Banyak perampok berkeliaran?” gumam Yula teringat pesan ayahnya Mika. “Ah, ada satu. Yoshizu. Tapi, bagaimana pun kalau dia aku bisa tangani. Apa kelompok Yoshizu juga merampok para pedagang di sini? Tapi katanya, Thief Skilled merampok uang para pejabat yang tidak mau bayar pajak. Ah, bukan urusanku! Akan jadi urusanku kalau mereka, terutama Yoshizu, membuat Kak Lacus dalam kesulitan!”

Berjalan sambil bergumam dengan banyak pikiran akan Yoshizu yang masih merahasiakan tujuannya, kedekatannya dengan Lacus, membuat Yula tak menyadari kalau ia sampai di depan pintu gedung pertemuan umum. Tanpa ragu memasuki pintu besar yang terbuka lebar. Ia melirik, mencari ruang perpustakaan.

Tidak butuh waktu lama, bagian sayap kanan gedung tersebut memang diisi khusus buku-buku yang tersusun rapi. Mata Yula berkeliaran melihat tumpukan buku di rak-raknya. Mulutnya menganga kecil, kemudian tersenyum lebar tak sabar melahap buku-buku tersebut.

Seorang pustakawan mendekatinya dan bertanya dengan ramah. “Kamu suka buku, Nak?” tanya pria yang diperkirakan telah berkepala tujuh itu.

Yula mengangguk antusias.

“Ini pertama kalinya aku melihatmu di sini. Penduduk baru atau pengembara?” tanyanya lagi.

“Pengembara!”

“Wah, aku baru lihat pengembara seusiamu. Pasti kamu anak yang memiliki keingintahuan tinggi. Mari, silakan! Anak sepertimu akan puas membaca buku di sini. Pilihlah sesukamu.” Pustakawan itu senang melihat anak seusia Yula begitu antusias melihat banyaknya buku.

Yula melesat ke rak buku yang ia tuju. Tugas yang diberi Lacus padanya. Mencari tentang Kota Samber dan.... Ia menelusuri seluruh rak buku yang tinggi-tinggi. Ia tahu tidak mudah menemukan buku yang dicarinya. Ia pun menyerah, memutuskan menemui sang pustakawan yang sedang membereskan buku.

“Maaf, Pak, apa di sini ada buku tentang Klan Naga?”

.

.

.

Hanya satu buku yang memuat tentang Klan Naga dan itu ada dalam salah satu buku sejarah yang sudah dibaca satu jam lalu. Sama halnya di Durasec, Klan Naga tidak terlalu disebutkan. Malah menurut Yula buku-buku di Durasec lebih banyak memberi informasi Klan Naga dari pada yang ada di perpustakaan Samber.

“Aku tak menyangka kalau Esha keturunan Klan Naga yang sudah lama menghilang. Pantas saja ia ingin berpergian, mencaritahu informasi keluarga dan klannya. Jika aku ada di posisinya, aku juga akan melakukan hal yang sama.”

Salah satu pustakawan yang lewat hanya bisa menggeleng kagum melihat tumpukan buku yang sudah dibaca Yula. Ia tidak mau mengganggu kesenangan anak itu dan kembali melanjutkan tugasnya merapikan buku.

Yula meregangkan badannya, saat itu ia melihat keluar jendela, hari sudah mulai gelap. Ia merasa kecewa karena waktu begitu cepat berlalu. Ia menutup buku sejarah yang ia pegang dan mengambil beberapa buku di atas meja untuk diletakkan di raknya masing-masing. Pustakawan melihat Yula yang kewalahan membawa buku-buku yang sudah dibaca itu, ia langsung membantu anak itu membawa buku dan meletakkannya ke rak dengan susunan sebelumnya.

Yula mengucapkan terima kasih dengan riang pada pustakawan itu dan pamit untuk kembali karena hari sudah mulai gelap. Yula keluar dari perpustakaan menuju tangga ke bawah. Setiba di bawah, ia melihat sosok yang sangat ia kenal masuk dengan langkah hati-hati. Karena penasaran Yula langsung menghampiri dan mengejutkan orang itu.

“Yoshizu, apa yang kamu lakukan di sini?”

“Yula?” kagetnya. Ia menahan suara agar tak menimbulkan suara gaduh.

Yoshizu baru ingat bahwa Yula disuruh Lacus ke perpustakaan untuk mencari informasi, tapi ia tidak akan menyangka akan bertemu dengan Yula secara kebetulan. Ia menyuruh Yula untuk tidak bertanya dulu dan membawa anak itu hingga mereka bersembunyi di tempat yang tak ada satu pun melihat mereka.

“Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Yula lagi.

“Sst! Pelankan suaramu. Aku ke sini karena ada keperluan,” jawab Yoshizu masih melihat kiri-kanan meyakinkan agar tidak ada yang melihat mereka.

“Keperluan?” curiga Yula. “Apa itu bisnis yang kakak katakan selama ini? Jangan-jangan kamu bandar obat-obat terlarang, ya?!” tebak Yula bertambah curiga.

Mulut Yoshizu terbuka lebar, tidak percaya dengan terkaan Yula padanya. “Tentu tidak! Ah, ayolah Putri Yula, kamu kembali saja ke tempat Putri Lacus.”

“Aku tidak akan pergi sampai kamu menjelaskan tujuanmu datang ke sini.” Yula semakin keras, ia berkacak pinggang menunggu jawaban dari Yoshizu.

Yoshizu kewalahan. “Aku tidak bisa menjelaskannya di sini.”

Yula memiringkan kepala, tak mengerti. “Lalu kamu mau ke mana?”

“Ayolah Putri Yula!” Yoshizu memohon, ia tidak mau melibatkan orang lain akan keperluannya yang berbahaya itu. Ia tidak yakin di pelelangan nanti akan berjalan seperti apa. Meski Yula memiliki magica yang hebat tetapi ia tetap tidak mau membawa anak-anak ke pelelangan itu. Dan lagi, jika sendiri ia lebih leluasa bertindak.

“Kalau kamu tidak memberi jawaban, aku akan mengikutimu sampai aku dapat jawabannya!” putus Yula.

Yoshizu terperangah, “Ap—aaah....” Ia menggelengkan dan memegang kepalanya, dalam benak ia sadar betul sifat Yula yang sangat keras kepala. Ia melihat mata Yula yang serius menatapnya. Jika ribut dengan Yula saat ini, dengan suara Yula yang keras, bisa saja orang-orang menyadari kehadirannya dan itu tidak baik. Ia sudah berusaha agar tidak membuat kontak dengan orang lain. Tapi jika dibiarkan Yula akan tetap ikut. Yoshizu menghela napas lemah, menyerah. “Baiklah! Kau mau ikut denganku? Oke! Sekarang, sebaiknya kita pergi cepat sebelum ada orang yang menyadari keberadaan kita di sini. Dan lagi, aku tak mau ketinggalan acara.”

Yoshizu berjalan terus masuk ke dalam dan Yula mengikuti dari belakang. Mereka menemukan sebuah pintu di belakang gudang, mereka masuk dengan keadaan ruang sangat gelap. Yoshizu mengambil sebatang korek api dari sakunya, memercikkan sedikit magica di ujung korek tersebut, menciptakan api kecil sebagai penerangan. Pintu ditutup dengan hati-hati setelah Yula masuk.

Mereka menuruni tangga sempit yang hanya bisa dilewati satu orang. Sebelum tiba di pintu selanjutnya, Yoshizu mengeluarkan dua topeng dan satunya diberikan pada Yula. Yula mematuhi saja dan memakai topeng itu. Yoshizu bersyukur membeli topeng berlebih hanya karena tidak ada uang kembali.

“Topeng ini sudah kuberi magica jadi ini akan menutupi hawa magica kita dan tentu saja wajah agar tak dikenali oleh orang lain. Dibalik pintu ini, kita akan menemukan sebuah pelelangan rahasia, itulah tujuanku. Ada sebuah benda yang ingin aku ambil.”

Alis mata Yula terangkat, “Kamu ingin mencurinya?”

“Iya—tapi juga tidak. Dengar, jika benda itu beralih tangan ke orang jahat habislah semua. Benda itu memiliki magica yang luar biasa dan itu bisa berbahaya buat semua orang, termasuk bagi Putri Lacus dalam perjalanannya.”

“Kalau itu aku tak mau hal itu terjadi!” jawab Yula spontan.

“Tenang saja. Untuk kali ini aku akan bersikap jujur, akan kukeluarkan semua uangku untuk mendapatkan benda ini. Jika ternyata ada yang mendapatkannya, siapa pun itu aku akan mengambilnya dari orang itu. Aku tak tahu apa yang akan terjadi, kita harus berhati-hati.”

Yula mengangguk mengerti. “Sebelumnya, katakan padaku benda apa itu?”

Yoshizu tersenyum kikuk, “Nanti–”

Yula mencegat langkah Yoshizu. “Sekarang!”

Yoshizu kembali menghela napas lemah, menyerah. Yula semakin tak mau menunggu jawaban yang terus ia tunda. “Ada sebuah guci, dan katanya itu peninggalan Klan Naga.”

“Klan Naga?” kaget Yula.

Yoshizu mengangguk. “Iya. Dan tolong rahasiakan ini dari Esha, karena benda itu juga belum tentu ada. Masih rumor.”

1
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
kasian esha
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangatt semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
ko we jadi sedih
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat Semangat Semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat thor semangat
Vivi
Semangat thor semangat
Nayla Syberia
namanya lacus tapi aku baca nya berkali-kali salah malah Lucas 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!