Hidup ku tampak sempurna, dan sepertinya kebahagiaan itu berpusat pada ku, namun ternyata ada yang di sebut dengan derita!
Hidup Sky yang tampak sempurna, hancur perlahan. Sky, siswa SMA yang jatuh cinta pada kakak kelasnya. Gayung bersambut hubungan itu lanjut hingga bertunangan. Di hari pertunangannya, Sky mengetahui sang kekasih berselingkuh.
Sementara itu Sky sudah larut dalam arus dengan seorang siswa yang begitu di takuti di sekolahnya, hingga dia pun hamil.
Di buang oleh keluarga, hingga harus berjuang sendiri. Bagaimana Sky akan bertahan?lantas cinta mana yang akan menemukan Sky?
Hampir Putus asa dan menyerah, namun akan selalu ada terang yang menuntun langkahnya.
#Baca deh, jamin mewek!
#Author receh, pasti up setiap hari..
#Semoga suka, kecup basah buat semua nya..😘😘
#Romance#Cinta#Airmata#Kebahagiaan#Perjuangan Hidup
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jamuan
Melupakan hal yang tak mungkin di lupakan, mengasingkan hal yang begitu melekat pada diri..
Jamuan makan malam itu diadakan di hotel bintang Lima, yang kabarnya milik tuan rumah yang menjamu mereka. "Terimakasih sudah datang" ucap pria yang tampak nya seumuran dengan Pierre. Sky justru terpesona dengan wajah wanita cantik di samping pria itu.
"Sky, kenalkan ini tuan Ari Hendardi, dan ini nyonya Hendardi" ucap Pierre mengenalkan putrinya terlebih dulu dari pada Iren, dan dia sangat tidak suka selalu di nomor duakan oleh Pierre.
"Cantik sekali.." ucap Hana lembut, memeluk Sky. Aneh rasanya jantung Sky berdegup, pelukan itu terasa hangat, sama seperti saat Cathy memeluknya. Tanpa dia sadari air matanya jatuh dari sudut matanya. "Loh kok menangis sayang?" tanya Hana lagi yang kini menyita perhatian kedua pria berumur itu.
"Kangen mama, pelukan tante sama saat mama peluk aku, hangat" ucap Sky kembali menangis. Merasa terenyuh, Hana kembali menarik Sky ke pelukannya, menghapus punggungnya memberi rasa tenang.
"Jangan menangis lagi sayang, mulai sekarang kamu anggap tante mama kamu ya, panggil mama Hana" ucap nya.
Ari Hendardi adalah pria sukses, milyarder nomor satu saat ini. Hartanya melimpah dan banyak memiliki bisnis di berbagai bidang. Pertemuan ini pun, di maksudkan untuk menjalin hubungan yang baik, agar saat menjalin kerja sama nanti, tidak menemui kendala. Banyak yang ingin dekat dengan keluarga Hendardi, agar bisa di lirik untuk kerja sama. Namun seperti kebanyakan yang di beritakan media, Ari Hendardi adalah sosok dingin dan keras. Arogansi nya melebihi presiden Korut. Tak akan ada yang berani mencari masalah dengan pria perfeksionis.
Berbanding terbalik dengan Hana Hendardi, sosok cantik nya memancarkan aura keibuan yang siapa pun di dekatnya akan mudah merasakan kasih sayang dan kebaikan hatinya. Sosok istri dan ibu idaman. Hana yang lulusan strata dua, lebih memilih mengabdikan hidup nya untuk mengurus keluarga sebagai ibu rumah tangga.
Media juga sempat memberitakan mereka memiliki dua orang anak, namun hingga saat ini, tak satu kali pun media berhasil mengambil gambar anak mereka, atau meliput berita tentang anak-anak keluarga Hendardi.
"Sky sekarang masih sekolah, apa udah kuliah?" tanya Hana, mengambil satu sendok almas caviar dan meletakkannya di piring Sky, sambil tersenyum.
"Makasih tante.." Hana mengernyitkan dahi nya pertanda ada yang harus di koreksi dari kalimat Sky.
"Eh, mama Hana.."
"Good girl" ucap Hana membelai tangan Sky.
"Aku baru selesai ujian nasional ma, masih nunggu kelulusan" ucap Sky kini sudah merasa nyaman dengan sosok Hana.
Pierre yang melihat hal itu, tersenyum puas. Tidak sia-sia dia membawa Sky, yang dia yakin bisa merebut hati istri Ari Hendardi. Iren yang merasa tidak diperdulikan sama sekali merasa dongkol. Orang-orang di ruangan itu hanya melihat nya sebatas pelayan keluarga Wijaya, bukan sebagai nyonya baru Wijaya.
"Sky, kapan-kapan main ya ke rumah, ngobrol sama mama Hana" pinta wanita seumuran mama nya itu saat mereka sudah sampai di lobby hotel untuk pulang ke tempat masing-masing yang di sambut Sky dengan anggukan plus senyum manisnya.
***
Sky sudah satu jam duduk di cafe bersama Lena, menunggu para kesatria bermotor itu. Agus lah yang pertama muncul, lalu dengan tak tahu malu nya mengajak Lena masuk ke ruang kerja Aldi, manager sekaligus yang punya Cafe dan kebetulan adik nya sendiri. "Ga papa Sky?" tanya Lena sebelum pergi.
"Ga papa, sana deh, kak Agus udah ga nahan tuh" goda Sky yang di balas kerlingan genit Agus yang membuat kedua gadis itu tertawa.
Untung lah tak lama, sang pangeran hati Sky muncul dengan rambut nya yang masih basah, mengenakan kaos oblong putih, jeans belel, dan kemeja yang dipakai dari luar tanpa di kancing. "Sumpah demi Neptunus, pria ini kenapa bisa cakep banget sih? setiap lihat dia kok jantung ku berdebar kencang? ototnya, aduh, itu perutnya, pengen gigit rasanya.." batin Sky senyam-senyum melihat Bumi yang berjalan kearah nya. Sky masih terhipnotis akan sosok pria itu dengan segala pikiran kotor di otaknya.
"Napa lu markonah? senyum-senyum ga jelas, pake ngelihatin gue lagi" ucap Bumi pura-pura memasang wajah ngeri.
"Ish, apaan sih..emang aku cewek apaan!"
"Kok sendiri, mana Lena?"
Tanpa menjawab Sky hanya menunjuk arah pintu yang bertulis kan manager's area, dan Bumi paham. "Makanya, punya pacar, biar ga di anggurin. Pasti pengen ya?" goda Bumi.
"Ih..apaan ya, jangan kira ya, kalau aku ikut sering nongkrong di sini, aku ga punya pacar" ucap Sky cuek, mengikuti permainan Bumi. Pria itu sengaja menggodanya, semua orang juga tahu kalau Sky tidak punya pacar, karena hatinya sudah di curi pria dingin di depannya ini.
"Oh, udah punya pacar toh, bukannya tunangan?oups..udah game over ya, lupa!" ledek Bumi lagi yang membuat wajah Sky cemberut.
"Lihat aja ya, aku benar-benar bakal cari pacar, bentar lagi juga aku bakal kuliah, pasti di kampus banyak tuh cowok-cowok cakep. Ga mungkin lah, satu pun gada yang nyantol sama kecantikan paripurna diriku" ucap Sky percaya diri. Siapa pun yang mendengar pasti setuju, bahkan Bumi kini mencari panas dengan rencana Sky walau hanya untuk memanas-manas-i dirinya.
"Oh..ya udah.."
"Iya, dari pada aku nungguin cowok ga peka, yang dingin, ga nembak- nembak aku, ya mending aku cari yang pasti!"
Skak-mat! Bumi kali ini benar-benar kesal, di kepalnya tinju di sisi tubuhnya tanda amarahnya terpancing. Gadis itu begitu gampangnya memprovokasi dirinya. Membayangkan Sky di gandeng pria lain, rasanya ingin membunuh orang rasanya.
"Udah, malas gue dengarnya. Gimana kemarin? seru ga undangan nya?" Bumi mencoba mengalihkan pembicaraan, tak ingin dada nya terbakar amarah, karena cemburu.
"Oh..seru. Aku senang, ketemu sama mama Hana, beliau lembut banget"
"Mama Hana?" Bumi mengernyitkan dahinya.
"Iya, kemarin kami ada jamuan makan malam sama keluarga Hendardi. Tau ga kak, nyonya Hana Hendardi itu cantik banget dan penuh keibuan. Beliau minta aku manggil mama Hana, kata beliau, aku cantik dan suka sama ku" cerita Sky penuh semangat. Bumi yang mendengar nya ikut tersenyum, senyum yang hanya dia yang tahu artinya."Dia sehat-sehat aja kan?"
"Dia? siapa kak?" tanya Sky tak mengerti.
"Oh..eh..ya itu, wanita yang nguruh lu manggil mama" menutupi kegugupannya
"Oh, mama Hana, sehat, tapi kalau di perhatikan ada guratan kesedihan gitu di matanya. Walau tersenyum, namun aku bisa melihat kesedihan itu.
"Idih, si markonah sok tahu, udah berubah jadi cenayang lu sekarang?"