Alvonso adalah seorang Mafia dan juga CEO terkenal dingin dan kejam. Sangat tampan digilai banyak wanita tapi Alvonso tidak pernah tertarik terhadap wanita manapun.
Laras seorang mahasiswi tingkat akhir, cerdas, cantik dan baik hati.
Laras bersama teman - temannya mengadakan acara perpisahan di hotel di kota Surabaya. Akibat ulah teman kampusnya Laras bertemu dengan Alvonso dan kehilangan apa yang dijaganya selama ini
Suatu ketika mereka dipertemukan kembali tapi berdua tidak mengenalnya sampai pada suatu saat 3 anak kembarnya di culik terbukalah rahasia yang disimpan Laras selama ini
Apakah Alvonso dan Laras bisa bersatu atau masing - masing sudah menikah dengan pasangannya.
Simak novel ke 2 saya. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Clarisa dan Ronald
Clarisa masuk ke kamar mandi dan membersihkan bekas minuman yang tadi tertumpah pada gaunnya.
Selesai membersihkan Clarisa keluar dari kamar mandi sambil menunduk membersihkan gaunnya agar cepat kering menggunakan tissue.
bruk
Clarisa tidak sengaja menabrak seseorang hampir saja Clarisa jatuh tapi tangan mungilnya di tahan oleh seseorang yang menabraknya membuatnya Clarisa tidak jadi jatuh.
Maaf tuan saya tidak sengaja menabrak dan terima kasih menolong saya sehingga saya tidak jatuh ucap Clarisa sambil menunduk
Nona Clarisa panggil pria itu
Ya Clarisa menjawab dan menegakkan tubuhnya dan melihat siapa yang memanggilnya Sepertinya saya pernah melihatnya tapi dimana ya ?
Kita pernah bertemu waktu kita di mall bersama 3 ponakanmu? tepatnya di butik ? masih ingat kah ?
Oh ya saya ingat, maaf kalau saya lupa
Tidak apa - apa
Mari kita ke pesta lagi tadi istri bosku meminta tolong untuk memanggilmu.
Maaf merepotkan
Tidak apa - apa
Merekapun berjalan menuju tempat acara pernikahan. Masih banyak tamu undangan datang dan pergi. Banyaknya saudara dari pihak keluarga Laras serta anak buah restoran dan langganan yang datang mengucapkan selamat dan ada juga tamu dari kolega bisnis Alvonso.
Clarisa menemui Laras yang sedang berdiri bersama Alvonso.
Ada apa La ? bisik Clarisa
Aku ingin kamu menyumbangkan lagu untuk diriku bisik Laras
Ok jawab Clarisa
Clarisa berjalan dan menemui mc dan mengutarakan niatnya kemudian Clarisa berjalan menuju piano.
Clarisa duduk di piano untuk menyanyikan sebuah lagu.
Lagu ini kupersembahkan untuk sahabat terbaikku Laras yang sedang berbahagia. Semoga pernikahan kalian selalu berbahagia sampai memisahkan kalian berdua
Setelah selesai berbicara di depan tamu undangan. Clarisa mulai memainkan tuts piano sambil menutup mata.
...Let It Be - The Beatles...
...When I find myself in times of trouble...
...Saat kutemui diriku dalam kesulitan...
...Mother Mary comes to me...
...Bunda Maria datang kepadaku...
...Speaking words of wisdom, let it be...
...Mengucapkan kata-kata bijak, biarlah...
...And in my hour of darkness...
...Dan di waktu-waktu kegelapanku...
...She is standing right in front of me...
...Dia berdiri tepat di hadapanku...
...Speaking words of wisdom, let it be...
...Mengucapkan kata-kata bijak, biarlah...
...Let it be, let it be...
...Biarlah, biarlah...
...Let it be, let it be...
...Biarlah, biarlah...
...Whisper words of wisdom, let it be...
...Bisikkan kata-kata bijak, biarlah...
...And when the broken hearted people...
...Dan ketika orang-orang yang patah hati...
...Living in the world agree...
...Yang hidup di dunia ini setuju...
...There will be an answer, let it be...
...Akan ada sebuah jawaban, biarlah...
...For though they may be parted...
...Karena walau mereka mungkin terpisah...
...There is still a chance that they will see...
...Masih ada kesempatan mereka akan berjumpa...
...There will be an answer, let it be...
...Akan ada jawaban, biarlah...
...Let it be, let it be...
...Biarlah, biarlah...
...Let it be, let it be...
...Biarlah, biarlah...
...Yeah there will be an answer, let it be...
...Yeah akan ada jawaban, biarlah...
...Let it be, let it be...
...Biarlah, biarlah...
...Let it be, let it be...
...Biarlah, biarlah...
...Whisper words of wisdom, let it be...
...Bisikkan kata-kata bijak, biarlah...
...Let it be, let it be...
...Biarlah, biarlah...
...Ah let it be, yeah let it be...
...Ah biarlah, yeah biarlah...
...Whisper words of wisdom, let it be...
...Bisikkan kata-kata bijak, biarlah...
...And when the night is cloudy...
...Dan ketika malam mendung...
...There is still a light that shines on me...
...Masih akan ada suatu cahaya yang menyinariku...
...Shine on until tomorrow, let it be...
...Bersinar hingga esok, biarlah...
...I wake up to the sound of music...
...Aku terbangun karena suara musik...
...Mother Mary comes to me...
...Bunda Maria datang kepadaku...
...Speaking words of wisdom, let it be...
...Mengucapkan kata-kata bijak, biarlah...
...Yeah let it be, let it be...
...Yeah biarlah, biarlah...
...Let it be, yeah let it be...
...Biarlah, yeah biarlah...
...Oh there will be an answer, let it be...
...Oh akan ada jawaban, biarlah...
...Let it be, let it be...
...Biarlah, biarlah...
...Let it be, yeah let it be...
...Biarlah, yeah biarlah...
...Oh there will be an answer, let it be...
...Oh akan ada jawaban, biarlah...
...Let it be, let it be...
...Biarlah, biarlah...
...Ah let it be, yeah let it be...
...Ah biarlah, yeah biarlah...
...Whisper words of wisdom, let it be .....
...Bisikkan kata-kata bijak, biarlah .....
Seluruh tamu undangan yang awalnya saling berbicara mendadak sunyi mendengarkan suara Clarisa yang sangat merdu.
Semua orang bertepuk tangan dan memintanya bernyanyi kembali tapi berduet bersama pasangannya.
Clarisa tersenyum kikuk karena dia tidak mempunyai pasangan.
Maaf..
Saya akan menemaninya untuk bernyanyi bersamanya potong Ronald
Ronald maju ke panggung dan mengambil micnya dan berbisik di telinga Clarisa. Clarisa mengerti dan menganggukan kepalanya.
Cinta Kita Feat Teuku Wisnu (Ost Cinta Fitri)
Inilah aku apa adanya
Yang ingin membuatmu bahagia
Maafkan bila ku tak sempurna
Sesempurna cintaku padamu
Ini cintaku apa adanya
Yang ingin selalu di sampingmu
Ku tahu semua tiada yang sempurna
Di bawah kolong langit ini
Jalan kita masih panjang
Ku ingin kau selalu di sini
Biar cinta kita tumbuh harum mewangi
Dan dunia menjadi saksinya
Untuk apa kita membuang-buang waktu
Dengan kata kata perpisahan
Demi cinta kita aku akan menjaga
Cinta kita yang t'lah kita bina
Walau hari terus berganti hari lagi
Cinta kita abadi selamanya
Jalan kita masih panjang
Ku ingin kau selalu di sini
Biar cinta kita tumbuh harum mewangi
Dan dunia menjadi saksinya
Untuk apa kita membuang-buang waktu
Dengan kata kata perpisahan
Demi cinta kita aku akan menjaga
Cinta kita yang t'lah kita bina
Walau hari terus berganti hari lagi
Cinta kita abadi selamanya
Semua tamu undangan sangat menikmati suara merdu mereka sangat enak untuk didengarkan merekapun bertepuk tangan.
Ronald memegang tangan Clarisa dan membungkukkan badannya sambil tersenyum dan mengucapkan terima kasih.
Clarisa berusaha melepaskan tangan Ronald sambil tersenyum karena masih ada yang memperhatikan mereka.
Maaf tuan tangan anda
Oh ya maaf sambil tersenyum kikuk panggil Ronald saja
Bagaimana kalau Mas Ronald
Boleh, terserah nona saja
Panggil Clarisa saja
Ok
Suaramu sangat merdu Mas Ronald
Anda juga saya tidak menyangka ternyata suaramu sangat merdu
Terima kasih
Sudah mempunyai kekasih tanya Ronald sambil memandang Clarisa
Belum tersenyum malu
Sama saya juga belum
Merekapun tertawa dan saling mengenal satu sama lain sampai tidak terasa tamu sudah pulang tinggal para sahabat yang masih saling mengobrol.
dah banyak yg cerita seperti ini tpi Lum ada yg menjelaskannya
bahkan bukanya lewat darah bisa lebih cepat dripada rambut