NovelToon NovelToon
Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Status: tamat
Genre:Romansa / Aksi / Sistem / Tamat
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

"Hai guys! Biar petualangan MC kita makin epic dan nggak banyak gangguan kata-kata typo, Thor memutuskan untuk melakukan revisi dan perbaikan total pada bab-bab novel ini. Mohon ditunggu sebentar ya, Thor lagi ngebut mempercantik ceritanya!

​Sembari nunggu novelnya selesai diperbaiki, yuk bantu amankan posisi novel kita dengan tetap klik LIKE, ramaikan KOMEN, dan klik FOLLOW profilku. Jangan lupa juga buat kasih rating BINTANG 5 di halaman depan, ya! Sampai jumpa di versi novel yang lebih mantap! 🚀"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merebut Lonceng Penekan Langit, Jam Kematian Ketujuh

​Badai es suci yang dilepaskan oleh Ye Qingyue berhasil membekukan paruh ruang di Aula Utama Makam Leluhur. Serangan Telapak Naga Kematian milik Mayat Kaisar Pertama tertahan oleh ribuan bilah es murni yang memancarkan pendaran cahaya biru surgawi. Udara di sekitar altar berderak hebat, menjadi medan pertempuran hibrida antara pembekuan absolut Alam Atas dan korosi Qi Kematian ribuan tahun.

​[00:00:59]

​[00:00:58]

​Hitungan mundur Jam Kematian Ketujuh berkedip merah menyala di sudut mata Lin Huang. Waktunya tinggal satu menit. Satu menit yang akan menentukan apakah jiwanya akan meledak menjadi serpihan kosmik ataukah dia akan berhasil menggenggam takdir dunia bawah ini sepenuhnya.

​Wusss!

​Menggunakan Langkah Bayangan Langit yang telah diperkuat oleh basis kultivasi Ranah Fondasi Jiwa Tingkat 5, Lin Huang melesat bagai aliran cahaya emas menaiki anak tangga altar tulang binatang buas kuno. Setiap pijakan kakinya menghancurkan tengkorak-tengkorak tua yang menyusun altar tersebut, menciptakan kepulan debu putih di belakangnya.

​Di puncak altar, sebuah objek melayang di dalam pusaran kabut ungu kehitaman yang teramat pekat.

​Objek itu adalah sebuah lonceng perunggu kecil berukuran kepalan tangan dewasa. Permukaannya dipenuhi oleh guratan rune kuno berbentuk rantai-rantai pengekang jiwa dan relief naga tanpa mata. Berbeda dengan Cermin Giok Batil yang memancarkan pesona ruang, lonceng ini—Lonceng Jiwa Penekan Langit—memancarkan tekanan spiritual yang begitu berat hingga udara di sekitarnya tampak memadat bagai air raksa. Ini adalah jantung dari Formasi Pelindung Kekaisaran Awan Merah.

​"Roaaarrrr! Lancang... Penyusup... Kembalikan... Inti... Negara...!"

​Melihat objek vitalnya didekati, Mayat Kaisar Pertama yang sedang tertahan oleh badai es Ye Qingyue mendadak mengamuk gila-gilaan. Api jiwa merah di matanya menyala dua kali lebih besar. Makhluk Ranah Jiwa Baru itu rela membiarkan lengan kirinya hancur membeku menjadi serpihan es demi membebaskan separuh tubuhnya, lalu melesat berbalik dengan kecepatan yang menembus batas ruang, mengincar punggung Lin Huang dengan cakar kanan hitamnya yang tersisa.

​"Lin Huang! Di belakangmu!" Putri Zhao Linger berteriak histeris dari sudut lantai bawah altar.

​"Jangan harap kau bisa menyentuhnya, makhluk mati!"

​Suara dingin Ye Qingyue bergaung. Sang Dewi es melesat mengejar, melepaskan untaian rantai es suci dari sepuluh jarinya yang langsung melilit kaki dan pinggang Mayat Kaisar di udara, menahan laju serangannya tepat tiga meter di belakang Lin Huang.

​[00:00:15]

​[00:00:14]

​"Terima kasih atas bantuannya, Yue'er manis!" Lin Huang berteriak tanpa menoleh.

​Tangan kiri Lin Huang yang dihiasi tato jam pasir hitam melesat maju secepat kilat, mencengkeram permukaan dingin Lonceng Jiwa Penekan Langit secara langsung.

​DUMMMMMMMMMMMMM—!!!

​Begitu kulit bertatona melakukan kontak fisik dengan perunggu kuno tersebut, sebuah gelombang suara spiritual yang teramat masif—sebuah resonansi pemutus jiwa yang sanggup menghancurkan kesadaran jutaan manusia fana dalam sekejap—meledak keluar dari dalam lonceng.

​Ugh! Lin Huang mendengus parau. Matanya seketika memuntahkan darah segar akibat serangan balik mental yang luar biasa menyakitkan. Jiwa Lonceng Penekan Langit memberontak hebat, mencoba menghapus ego dan kesadaran Lin Huang yang dianggapnya sebagai penyusup kotor.

​"Hanya sebuah mainan dunia bawah... berani-beraninya kau mencoba menghapus jiwaku?!" Lin Huang meraung gila. Sifat keras kepala dan kegilaan seorang anti-hero sejati meledak sepenuhnya.

​BZZZZT!

​Di dalam lautan kesadarannya, setitik Api Suci yang berpadu dengan esensi Fisik Dewa Kuno bangkit membentuk pusaran badai emas, langsung menelan dan membakar habis kesadaran liar milik lonceng tersebut secara paksa tanpa ampun.

​[Progres Asimilasi 'Lonceng Jiwa Penekan Langit': 50%... 80%... 100%!]

[Asimilasi Selesai Sempurna! Selamat, Anda mendapatkan kemampuan tersier: 'Gema Pemutus Jiwa'!]

[Jam Kematian Ketujuh Berhasil Dinetralisir!]

​KREK... BLAASSS!

​Seiring dengan tuntasnya proses asimilasi sistem, Lonceng Penekan Langit berhenti memberontak dan langsung menyusut, masuk ke dalam tato pergelangan tangan kiri Lin Huang bagai aliran cairan perunggu.

​Namun, hilangnya lonceng tersebut sebagai inti spiritual memicu efek domino yang luar biasa mengerikan di dunia luar.

​DUMMM! DUMMM! DUMMM!

​Di atas langit Ibu Kota Kekaisaran Awan Merah, pusaran awan kemerahan raksasa dari Formasi Mata Langit Agung yang telah melindungi kekaisaran selama ribuan tahun mendadak bergetar hebat sebelum akhirnya pecah berantakan menjadi jutaan partikel cahaya yang meredup. Seluruh sistem formasi pertahanan nasional runtuh total dalam satu detik yang krusial, memadamkan jutaan lampion dan lampu istana, serta melempar seluruh Ibu Kota ke dalam kegelapan malam yang mencekam dan kepanikan massal.

​Auuuugh...

​Bersamaan dengan runtuhnya formasi, Mayat Kaisar Pertama yang kehilangan pasokan energi intinya mengeluarkan raungan lemah yang panjang. Api jiwa merah di sepasang matanya perlahan meredup, hingga akhirnya tubuh kayunya ambruk dan hancur menjadi tumpukan abu hitam di atas lantai altar.

​"Formasi kekaisaran... runtuh?" Putri Zhao Linger menatap langit-langit makam dengan tubuh yang gemetar. Dia tahu, padamnya formasi ini akan membangunkan Ayahanda Kaisar dan seluruh leluhur Ranah Jiwa Baru yang masih hidup dari meditasi mendalam mereka di Istana Langit dalam hitungan detik. Mereka berada di bawah kepungan global.

​Lin Huang melompat turun dari altar, mendarat dengan anggun di samping Ye Qingyue. Meskipun tubuhnya dipenuhi luka dan darah, auranya kini memancar dengan selapis otoritas spiritual yang jauh lebih tinggi.

​"Kita harus pergi sekarang, Yue'er, Linger. Para kerangka hidup di atas sana pasti sudah bergerak ke tempat ini," Lin Huang berkata dengan nada cepat, seringai liarnya tidak pernah hilang.

​Namun, sebelum mereka sempat melangkah menuju pintu keluar koridor, ruang hampa di bagian atas kubah raksasa makam mendadak terbelah secara paksa, membentuk sebuah retakan spasial vertikal berwarna ungu gelap.

​Wussss—!

​Sebuah tekanan Kesadaran Ilahi yang jauh lebih agung, lebih suci, namun dipenuhi oleh niat membunuh yang dingin mendadak mengalir turun dari balik retakan tersebut. Sesosok pria paruh baya mengenakan jubah sulra putih khas sekte tingkat tinggi Alam Atas perlahan melangkah keluar dari dalam retakan ruang, berdiri melayang di udara sambil menatap lurus ke bawah.

​Mata pria itu mengabaikan Lin Huang dan Zhao Linger, langsung mengunci pandangannya pada sosok Ye Qingyue yang berambut perak berkilau.

​"Dewi Ye... setelah sekian lama bersembunyi di dunia bawah yang kotor ini bagai tikus fana, faksi Sekte Langit Suci kami akhirnya menemukan sisa jiwamu," pria itu berbicara dengan nada datar yang mengguncang dinding makam. "Serahkan inti jiwamu sekarang, atau aku akan menghapus seluruh kekaisaran fana ini dari peta dunia bawah!"

​Ye Qingyue mengepalkan tangannya begitu erat hingga kuku indahnya memutih. Mata periknya memancarkan kebencian mendalam yang belum pernah Lin Huang lihat sebelumnya. Musuh politik dari Alam Atas yang telah menghancurkan fisiknya dulu, kini telah mengendus keberadaan mereka.

​Lin Huang melangkah maju, memposisikan dirinya di depan Ye Qingyue, lalu mendongak menatap ahli Alam Atas itu dengan tatapan mata merah keemasannya yang penuh dengan kegilaan murni. "Di depanku, tidak ada yang boleh menyentuh istriku... bahkan jika kau adalah dewa dari langit sekalipun!"

1
Muchtar Albantani
koq tamat
Luthfi Aamiin
top markotop
jos gandos
Mak nyusss
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Luthfi Aamiin
🐉1🐉
🗿🗿🗿🗿
👻👻👻👻👻
Luthfi Aamiin
1
🐉🐉🐉🗿🗿👻👻👻🗿🗿🐉🐉🐉
Danzo28
"Hai guys! Biar petualangan MC kita makin epic dan nggak banyak gangguan kata-kata typo, Thor memutuskan untuk melakukan revisi dan perbaikan total pada bab-bab novel ini. Mohon ditunggu sebentar ya, Thor lagi ngebut mempercantik ceritanya!

​Sembari nunggu novelnya selesai diperbaiki, yuk bantu amankan posisi novel kita dengan tetap klik LIKE, ramaikan KOMEN, dan klik FOLLOW profilku. Jangan lupa juga buat kasih rating BINTANG 5 di halaman depan, ya! Sampai jumpa di versi novel yang lebih mantap! 🚀"
Duan Iwan
nih tak kasih onevote and secangkit kopi tukmu Thor
Duan Iwan
Lanjoooooooooooot
Duan Iwan
Mantaaaaaaaaaap Lanjoooootken Ceritamu Thor
Danzo28: Terima kasih semangatnya! Cerita baru ini akan terus berlanjut dan makin seru. Mohon dukungannya selalu dengan cara like, komen, share, dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu (bintang 5) di halaman depan novel ini, ya! Happy reading! 🥰"
total 1 replies
Yudi Wahyudi
mantul👍
Danzo28: "Wah, terima kasih banyak ya! Senang banget kalau kamu suka ceritanya. Jangan lupa tinggalkan like dan komen di bab-bab selanjutnya ya, dan bantu share juga ke teman-teman pembaca lainnya biar aku makin ngebut ngetiknya! Happy reading! ❤️"
total 1 replies
Victor Pai
cemburu ya...
Victor Pai
seru...
Danzo28: ​"Siap, terima kasih banyak dukungannya! Akan aku lanjut terus sampai tamat. Jangan lupa ajak teman-temanmu buat ikut baca juga ya, share link-nya kalau bisa! Ditunggu ya bab selanjutnya! 😊"
total 1 replies
Victor Pai
sampai di sini mantul ceritanya...
Victor Pai
luar biasa...
Danzo28: "Siap, terima kasih banyak dukungannya! Akan aku lanjut terus sampai tamat. Jangan lupa ajak teman-temanmu buat ikut baca juga ya, share link-nya kalau bisa! Ditunggu ya bab selanjutnya! 😊"
total 1 replies
Luthfi Aamiin
👰👰👰👰👰5🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉👰🤔💪👰🐉🐉👰💪💪💪💪🐉👰🐉👰
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉👰💪💪💪
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉7
Luthfi Aamiin
9🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉👰
Luthfi Aamiin
8👰👰👰👰👰👰🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉🐉🐉👰👰👰👰👰👰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!