NovelToon NovelToon
Cahaya

Cahaya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: siti aminah

Novel BERANTAI.

1. JODOH AISYAH.

2. JANJI ANISSA.

3. ZAHIRA UNTUK YUSUF.

4. MEMORY JUWITA.


Cahaya adalah perempuan yang kurang beruntung diawal kehidupannya. Ia melarikan diri dari situasi yang membuat hidupnya suram. Tak ada cinta kasih dalam rumah tangganya. Cahaya melarikan diri dan bersembunyi di sebuah pesantren hingga ia bertemu dengan Adam. Adam laki laki yang dua tahun lebih muda darinya, tiba tiba saja menyukainya.

Akankah Adam menerima masa lalunya Cahaya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siti aminah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kertas

Masih dengan Adam yang kini merasa prustasi setelah Cahaya membatalkan pernikahannya. Adam sudah tidak merasa bersemangat, bunga bunga dihatinya kini mendadak layu kembali. Aisyah dan Riziq sudah merasa kebingungan melihat putranya itu, nasehat demi nasehat, suport pun sudah diberikan mereka untuk memberi semangat Adam, namun pada kenyataannya Adam sedang dilema.

Pagi itu, yang kebetulan adalah hari libur. Adam berjalan jalan keluar rumah untuk menenangkan pikirannya. Ia berjalan melewati masjid besar pesantren, hati Adam tiba tiba terasa sakit.

"Harusnya, hari ini di masjid ini aku mengucapkan ijab kabul dihari pernikahanku. Tapi pada kenyataannya, semua hanya mimpi. Cahaya pergi meninggalkan ku sehari sebelum pernikahan dilangsungkan. Mungkin ini nasibmu Adam, berdo'alah semoga ini yang terbaik" batin Adam.

Ustad Usman yang melihat pun merasa prihatin dengan Adam.

"Ya Allah kasihan sekali anaknya si Aisyah, mudah mudahan ada jalan yang terbaik untuk si Adam, aamiin" batin ustad Usman.

Adam pun melanjutkan kembali langkahnya. Ustad Usman menatap kepergiannya Adam dengan penuh rasa khawatir. Tiba tiba ia melihat Hawa yang sedang berjalan sendirian.

"Hawa" panggil ustad Usman.

Hawa pun menghentikan langkahnya lalu menatap pakde nya itu.

"Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam"

"Kau mau pergi kemana Hawa?" tanya ustad Usman.

"Aku mau pergi ke rumahnya Anum, mau ngerjain tugas" jawab Hawa.

"Nanti saja ke rumah Anum nya, kau susul lah kakakmu, dia sedang berjalan gak jelas. Sekarang dia sedang dilanda patah hati yang teramat sangat. Bunga bunga dihatinya kini sedang layu, pakde takut kalau kakakmu itu dibisikin setan hingga ia melakukan percobaan bunuh diri karena pernikahannya gagal" tutur Ustad Usman. Hawa langsung mengernyit.

"Pakde ini bicara apa sih, jangan ngalor ngidul deh aku gak ngerti" ucap Hawa. Kini giliran Ustad Usman lah yang mengernyit.

"Sudah jangan minta diperjelas lagi, sekarang kau temui si Adam, bicara dan tenangkan pikirannya, dia sedang patah hati tingkat akut. Aku takut dia bunuh diri gara gara seorang perempuan" tutur ustad Usman kembali. Hawa pun terdiam.

"Sekarang kak Adam nya kemana?" tanya Hawa.

"Sepertinya dia pergi ke arah perkebunan. Cepat kau temui dia, takutnya dia gantung diri di pohon tomat" ucap ustad Usman. Hawa kembali mengernyit.

"Emang bisa gantung diri di pohon tomat???" batin Hawa mengernyit.

Setelah berpamitan, Hawa pun bergegas untuk menyusul Adam. Setelah berkeliling, dilihatnya Adam sedang duduk sendirian di tepi perkebunan. Hawa pun terdiam, ia bisa merasakan bagaimana perasaan saudara kembarnya itu.

"Kasihan kak Adam, harusnya hari ini adalah hari bahagianya, tapi hari ini malah menjadi hari duka nya" batin Hawa.

Perlahan Hawa pun mendekatinya.

"Assalamualaikum"

"Waalaikum salam" jawab Adam sambil menatap Hawa. Hawa pun duduk disebelah nya Adam.

"Apa kau baik baik saja?" tanya Hawa. Adam langsung menundukan kepalanya lalu menggeleng.

"Jangan terlalu berduka seperti ini kak, Allah sedang menguji cinta kalian. Mungkin Allah ingin tau seberapa kuat dan seberapa suci cintanya kak Adam sama kak Cahaya. Jika kau sangat mencintai kak Cahaya, perjuangkan lah dia. Tapi kalau kau sudah memperjuangkannya tapi kak Cahaya tetap pada keputusannya, maka kata ikhlas lah yang harus dijalani" tutur Hawa.

"Tidak segampang itu Hawa" jawab Adam.

"Berusahalah, tapi jangan sampai memaksa. Kak Adam ingat bagaimana kisah cintanya Umi. Awalnya dia sangat mencintai pakde Rasyid, namun karena mereka tidak berjodoh, Allah pisahkan mereka. Tapi dengan kesabaran Umi dengan keikhlasannya melupakan pakde Rasyid, Allah menghadirkan sosok Abi berondong yang begitu sangat menyayangi umi melebihi rasa sayangnya pakde Rasyid. Allah hadirkan orang yang lebih baik lagi untuk menjadi jodohnya umi. Begitu pun dengan kak Adam, Allah pasti akan hadirkan seseorang yang akan sangat menyayangimu" tutur Hawa.

"Hatiku sudah dicuri oleh Cahaya, aku tak yakin bisa membuka hati lagi untuk perempuan lain" ucap Adam.

"Aku do'akan semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kak Adam. Kalau kak Cahaya adalah jodohmu, insya Allah, Allah akan kembalikan kak Cahaya padamu dan dengan cara yang Allah kehendaki"

Adam pun tersenyum.

"Terima kasih Hawa"

Hawa pun ikut tersenyum lalu memeluk Adam.

Sementara digerbang depan, sekarang ustad Usman sudah mengerahkan para sekuriti baru untuk berjaga-jaga di sekeliling pesantren. Bang Muklis sebagai sekuriti senior sudah berkeliling pesantren sambil mengontrol. Saat ia berjalan didekat gerbang utama, ia pun melihat ada sebuah kertas terjatuh ditanah.

"Hadeuuuh ini manusia gak ada akhlak, buang sampah sembarang, sudah tau dimana mana banyak yang banjir, ini malah buang sampah sembarangan. Kalau di negara negara besar, yang buang sampah sembarang itu sudah didenda jutaan rupiah" gerutu Bang Muklis sambil mengambil kertas itu. Bang Muklis tidak tau kalau itu adalah surat yang sengaja dijatuhkan Cahaya.

Yudi dan Yuda yang melihat pun merasa heran karena senior mereka sedang menggerutu gak jelas.

"Itu bang Muklis kenapa menggerutu sendirian begitu?" ucap Yudi.

"Mungkin Bang Muklis gak dikasih kasbon sama ustad Usman" ucap Yuda sok tau.

Bang Muklis pun berjalan mencari tong sampah untuk membuang kertas itu tanpa membukanya.

"Kalau saja di Indonesia yang buang sampah itu dihukum disuruh beramal, sedekah, disuruh mengerjakan hal hal baik, insya Allah pasti pada mendapatkan pahala" tutur Bang Muklis.

"Kenapa Bang ngomel ngomel gak jelas begitu?" tanya Yuda.

"Ini ada yang buang sampah sembarangan" ucap Bang Muklis sambil memperlihatkan kertas yang dilipat lipat itu.

"Jangan dibuang Bang, sini buat nyatet pesanan cemilan kita buat ngopi siang ini" pinta Yudi.

"Kertasnya kotor, udah sempat nempel di tanah" jawab Bang Muklis.

"Gak apa apa Bang, cuma buat nyatet doang"

Dan akhirnya bang Muklis pun memberikan kertas itu pada Yudi. Yudi pun mengambil bolpoin lalu membuka kertas itu.

"Yah ada tulisannya"

Yudi pun membalikan kertas itu tanpa membacanya. Ia menulis di belakang tulisan Cahaya karena masih kosong.

"Kopi item satu renteng,

kopi susu satu renteng,

teh manis satu bungkus,

bakwan 10,

roti tawar 10,

kacang rebus 5 bungkus,

goreng pisang nya 10,

sama hamburger 5"

Yudi pun mencatatnya di kertas itu. Yuda langsung menepuk pundak sodara kembarnya itu.

"Memangnya di kantinnya bi Ratna ada hamburger?" ucap Yuda.

"Pesanan segitu banyak nanti siapa yang bayar?" tanya Bang Muklis.

"Ya tentu saja ustad Usman"

"Yakin gaji kita gak dipotong?"

"Sudah sudah jangan berisik, biar aku yang pergi ke kantin bi Ratna, mau ngasih catetan pesanan dulu"

Yudi pun pergi berjalan menuju kantinnya bi Ratna.

Sesampainya di kantin.

"Assalamualaikum"

"Waalaikum salam"

Yudi pun memberikan kertas itu pada bi Ratna.

"Bi, ini catetan buat cemilan ngopi. Nanti kalau sudah siap, anterin pesanannya ke pos sekuriti ya Bi" pinta Yudi.

"Ok siap mas Yudi" ucap Bi Ratna.

Yudi pun balik lagi ke pos. Saat bi Ratna mau membacanya.

"Astaghfirullah alazim, aku lupa bawa kaca mata, mataku kan sedikit rabun, maklum sudah tua, tulisannya gak kebaca" ucap Bi Ratna. Bi Ratna pun memanggil Dewi.

"Wi Dewi"

Dewi pun menghampiri.

"Kenapa Bi?" sahut Dewi.

"Tolong kau sebutkan pesanannya para sekuriti, tulisannya gak kelihatan" ucap Bi Ratna. Dewi pun membacanya.

"Assalamualaikum"

Dewi langsung mengernyit.

"Ini cuma nyatet pesanan saja pake assalamualaikum dulu, hebat ya si kembar Siam, soleh nya pake banget" ucap Dewi.

"Jangan banyak komplen, sebutkan apa saja pesanannya" ucap Bi Ratna. Dewi kembali membacanya.

:Adam, ini Cahaya. Adam maafkan aku, aku terpaksa membatalkan pernikahan kita. Saka mengancamku kalau aku tidak menurutinya, dia akan menyakiti Ali dan Fawwaz. Ali dan Fawwaz sedang di kurung oleh Saka. Dia ingin membalas dendam pada penghuni pesantren. Maafkan aku Adam, tapi kumohon selamatkan aku, Ali dan Fawwaz: (Cahaya).

Dewi dan bi Ratna pun terkejut setelah membaca surat itu, mereka sudah saling lirik.

"Bi, ini sepertinya surat dari Cahaya, ternyata dia terpaksa membatalkan pernikahannya dengan Adam karena dia diancam mantan suaminya. Cahaya butuh bantuan Bi" tutur Dewi.

"Sebaiknya kau serahkan surat itu pada Adam. Biar Adam dan yang lainnya bisa membantu membebaskan Cahaya" ucap Bi Ratna. Dewi pun mengangguk.

"Baiklah Bi, aku segera meluncur ke rumahnya Adam. Assalamualaikum" pamit Dewi sambil tergesa gesa. Tiba tiba,

BRUUUGH.

Dewi tersandung hingga pingsan karena terlalu bersemangat ingin memberikan berita penting itu.

"Astaghfirullah alazim, dalam situasi genting seperti ini kau sempat sempatnya pingsan" ucap Bi Ratna.

1
Neny Tryana
cerita selalu menarik, untuk dibaca the best
Erna Masliana
dari jodoh Aisyah
janji Anisa
Zahira untuk Yusuf
Memory Juwita
Cahaya
semuanya menghibur.. terimakasih
Erna Masliana
hahahaha
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣menggeger
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣iya belum kesebut tuh
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣Semok ada ada aja... kamu kebesaran
Erna Masliana
ah kamu juga sama Ziq.. kalian benar benar cocok yang satu genit yang satu ganjen 🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
bener banget 🤣🤣🤣
Erna Masliana
modar sia..
Erna Masliana
hajar Dam
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣rasakan
Erna Masliana
ini yang ditunggu... seraaaang hajaaarr 👊👊👊💪
Erna Masliana
gak bisa kah melawan sedikit aja jangan cuma nangis..tendang bijinya kek..atau injak kakinya
Erna Masliana
seperti biasa Riziq cerdas
Erna Masliana
gak usah peduliin nanti juga bangun sendiri.. atau guyur pake air seember
Erna Masliana
huh gak guna.. jatuh aja pingsan..segimana sih jatuhnya..sampe pala bocor apa gimana sih
Erna Masliana
titisan Ira ajaib 🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
bijak Aisyah
Erna Masliana
padahal sudah sangat jelas Cahaya dibawah ancaman kenapa Adam percaya kalau Cahaya memutuskan hubungan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!