NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Tak Sempurna

Menikahi Pria Tak Sempurna

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / CEO
Popularitas:3.2M
Nilai: 5
Nama Author: Dwi Rohyati

Lais Labib Adley seorang tuan muda yang kaya raya namun memiliki kekurangan. Ia dipaksa menikah oleh orang tuanya demi kelangsungan keluarga mereka. Namun siapa sangka setelah berkali-kali menikah, ia tak kunjung punya keturunan dan semua pernikahannya berkahir dengan penghianatan yang dilakukan oleh para istrinya.

Aruna, gadis belia berusia 18 tahun, masih duduk di bangku SMA namun harus bekerja keras menghidupi keluarga tirinya semenjak ayahnya meninggal dan harta keluarga disita untuk membayar hutang. Kepahitan hidup tidak membuat Aruna menjadi gadis lemah nan cengeng namun justru menjadikannya gadis kuat, ceria dan penuh semangat hidup.

Kedua insan itu dipertemukan dalam peristiwa yang tak terduga saat Aruna harus melarikan diri dari kejaran para rentenir yang menagih hutang ayahnya. Dengan kebaikan hatinya Lais menampung Aruna di rumah mewahnya dan membantu biaya sekolah gadis itu. Sebagai gantinya Aruna membantu pekerjaan rumah di mansion Lais.
Bagaimana kisah mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Rohyati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Ny. Angela

Aruna duduk di tepi ranjang. Matanya menatap ke arah pintu kamar mandi. Sudah setengah jam sejak Lais masuk sampai sekarang belum juga keluar. Bahkan tak terdengar gemericik air dari dalam.

"Apa yang ia kerjakan di dalam sana? Kenapa lama sekali?" gumam Aruna lirih. Ia bangkit bermaksud menghampiri kamar mandi namun urung. Aruna kembali duduk.

"Kalau aku samperin, ia akan menarik ku ke dalam dan bisa-bisa dia akan memakanku lagi."

Aruna menggoyang-goyangkan kakinya gelisah.

"Ku hampiri saja daripada penasaran. Aku juga khawatir terjadi apa-apa dengan dia."

Aruna akhirnya mendekat ke pintu kamar mandi. Tangan Aruna terulur hendak membuka handle pintu, pada saat bersamaan pintu terbuka dari dalam. Lais menarik handle pintu yang dipegang Aruna. Aruna ikut tertarik dan tubuhnya terhuyung ke depan menubruk Lais.

"Aw!" pekik Aruna kaget.

"Kamu ngapain di depan pintu?" tanya Lais sambil. menatap penuh selidik.

"Saya... saya. Tuan ngapain di dalam sana lama sekali?" Aruna balik bertanya.

Lais mendorong tubuh Aruna ke samping. Ia tidak menjawab pertanyaan Aruna. Dari wajahnya Lais, Aruna tahu kalau suaminya itu masih memendam kemarahan.

Lais langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Ia berbaring dengan tangan kanan diletakkan di dahinya.

Aruna mendekati Lais.

"Tuan sebenarnya adalah apa?"

"Sudah lupa perkataanku tadi. Jangan bertanya atau... " ucapan Lais dipotong Aruna.

"Ok. Saya rela tidak tidur semalaman asal Tuan cerita kepada saya apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa sejak keluar dari mansion mama, tuan jadi marah seperti ini. Tuan, aku istrimu. Ceritalah padaku."

Lais menurunkan tangannya. Ia menatap Aruna. Ditariknya Aruna hingga gadis itu menempel di dadanya.

"Tuan!" bisik Aruna.

"Diamlah! Malam ini tidur yang tenang. Jangan pikirkan apapun. Percayakan semuanya padaku. Kamu bisa kan?"

Aruna mengangguk. Meski masih penasaran, tapi ia tidak mau memaksa Lais untuk bercerita. Akhirnya Aruna terlelap dalam dekapan suaminya.

Keesokan harinya, kembali Aruna tidak mendapati Lais di sisinya saat ia bangun. Biasanya, Aruna yang selalu bangun lebih dahulu. Sudah dua hari ini, selalu Lais yang meninggalkannya.

Aruna bangkit lalu keluar kamar. Ia turun dan langsung menuju dapur.

"Bu Ira, apa tuan sudah berangkat?" tanya Aruna pada Bu Ira yang sedang memasak.

"Iya, Nona."

"Sama Pak Revan?"

"Iya, Nona."

"Bu Ira sudah aku bilang jangan terlalu formal, jangan panggil nona." rengek Aruna. Bu Ira tersenyum.

"Bua, apa tuan nggak nitip. pesan buat saya?"

Bu Ira menggeleng.

Aruna cemberut. Sudah dua hari Lais selalu pergi lebih awal tanpa. pesan apa-apa buat dirinya.

"Baiklah, Bu. Aku mau mandi dulu." kata Aruna. Ia kembali ke kamarnya untuk mandi.

Sementara itu Lais dan Revan berangkat ke layar kota untuk mengurus beberapa hal terkait bisnis mereka

"Tuan, kita makan pagi dulu?" tanya Revan.

Lais mengangguk.

"Cari rumah makan, Pak!" perintah Revan pada sopir mereka.

Seperti biasa, jika dalam perjalanan, Lais paling suka menatap ke luar jendela. Saat mobil yang ia tumpangi berhent. Di sebelah mobilnya berhenti sebuah mobil berwarna putih.

Lais melihat ke arah mobil itu. Tiba-tiba kaca jendelanya turun. Lais bisa melihat seorang wanita cantik sebaya dengan ibunya, yang duduk di dalam mobil membuka kaca jendela untuk membuang sesuatu. Lalu menutup kaca itu lagi

"Dia!!!" gumam Lais. Wajahnya tegang. Keringat mulai mengucur. Tubuhnya gemetar. Rasa takut kembali menyerang kan saat ia melihat wajah wanita itu.

Revan yang duduk di sebelahnya kaget melihat perubahan kondisi Lais.

"Tian, kau tidak apa-ala?" tanyanya khawatir.

Lais semakin gemetar.

"Lais apa yang rerjadi?" tanya Revan.

Ia mengambil sebotol air putih dan menyodorkannya ke arah Lais. Ia juga mengambil sebutir pil untuk Lais minum.

"Minumlah!" perintah Revan.

Lais menerima botol dan pil lalu meminumnya. Beberapa saat kemudian, ia merasa sedikit tenang.

"Ada apa?" tanya Revan saat Lais sudah tenang.

"Aku melihat wanita itu."

"Siapa?"

"Dia, dia wanita jahat itu."jawab Lais dengan wajah tegang.

Revan paham apa yang Lais maksudkan.

"Dimana?"

"Tadi di lampu merah. Dia berhenti di sebelah mobil kita."

Revan diam. Dia berpikir apa yang harus ia lakukan. Sejujurnya ia juga penasaran akan sosok wanita jahat yang membuat Lais jadi seperti ini. Ayahnya pernah bercerita kalau wanita itu berhasil keluar dari penjara dengan jaminan seseorang yang sangat berpengaruh.

"Tian, kalau saya ajak tuan ke seseorang, apa tian bersedia menjelaskan bagaimana tampang wanita itu agar ia bisa melukisnya?" tanya Revan.

"Untuk apa?"

"Kalau aku bilang aku ingin menemukannya, apa kamu keberatan?"

Lais diam. Ada rasa takut menyusup ke dalam hatinya.

"Lais, siapa tahu dengan bertemu lagi, kau bisa sembuh." kata Revan.

Lais mengangguk. Ia percaya Revan tidak akan berniat buruk. Mereka sudah bagai saudara karena berteman sejak kecil.

"Baiklah."

"Bagus. Kalau urusan kita sudah selesai, kita langsung menemui kenalan ku. Ia pandai melukis wajah orang hanya dengan mendengar deskripsinya saja."

Mobil yang mereka tumpangi berbelok ke sebuah restaurant. Lais dan Revan turun.

"Ayo Pak, kita makan pagi dulu." ajak Revan pada sopir mereka. Bertiga mereka masuk dan langsung duduk di meja yang kosong. Seorang pelayanan datang sambil membawa buku menu. Revan yang memesan makanan, pelayan itu mencatatnya.

Mendadak terdengar kegaduhan. Mereka bertiga menoleh ke arah sumber suara.

Tampaknya seorang wanita sedang memarahi salah satu pelayan.

"Dia!" kata Lais dengan suara tercekat. Revan yang mendengar ucapan Lais segera memperhatikan wanita yang sedang marah-marah itu.

"Mas, siapa wanita itu?" tanyanya pada pelayan yang masih berdiri di dekat meja mereka.

"Beliau pelanggan tetap kami. Namanya Nyonya Angela." jawab pelayan itu pendek.

"Dia sering datang ke sini?" tanya Revan. Pelayan itu mengangguk.

"Mas, siapa pemilik resto ini?" kembali Revan bertanya.

"Beliau teman baik Ny. Angela. Makanya Ny Angela sudah seperti bos di sini. Selalu bertindak semaunya karena di dukung penuh oleh pemilik resto ini. Bahkan dari yang saya dengar sebenarnya Ny Angela itu kekasih dari pemilik resto ini."

"Apa mas tahu nama pemilik resto ini?"

Pelayan itu menggeleng. "Dia jarang datang, semua di handle sama manajer di sini. Dan manajer resto ini sangat tunduk pada Ny. Angela."

"Baik Terima kasih mas." kata Revan.

Lais sedari tadi hanya diam. Untung efek obat masih bekerja hingga ia tidak perlu mengalami ketakutan berlebihan.

"Bagaimana? Kita jadi makan di sini atau cari tempat lain?" tanya Revan.

"Makan saja di sini. Bukankah kamu bilang bertemu dengannya akan membantuku sembuh." jawab Lais sambil berusaha terus mengusai dirinya.

"Baiklah." Revan lalu berkata kepada pelayan untuk segera menyajikan pesanan mereka.

...🍃🍃🍃...

Alhamdulillah bisa up.

Jangan lupa jejaknya.

1
Ari_nurin
Munir sadar diri donk .. haddew ngaca sana .. kamu aja ga bs ngebahagiakan Mak nah kok skrg ada yg niat bikin bahagia Mak nah kamu sewot hahaha
Ari_nurin
Halah si Munir bikin masalah aja .. orang Mak Nah aja dh ga gagas dia yg sok sok an mau buka masa lalu.
Ari_nurin
punya suami iblis yg sabar ya nyonya
Ari_nurin
ini yg namanya teman sejati.. bener bener teman si Revan .. hahaha malu tuh di Risa .. sok sok an perhatian tp aslinya mau nikung
Ari_nurin
hahaha pahlawan kesiangan muncul.. haddew jangan sok pahlawan Risa .. teman yg ga dianggap aja sok sok an
Ari_nurin
betul.. aku jg curiga si Robert dalangnya
Ari_nurin
lah kok ga ada yg lapor polisi ya?? heran aku .. dh nyata nyata diculik dg nyegat mobilnya . kok ga lapor polisi
Idhaas
Luar biasa
Nurlela Nurlela
kirain gk dilanjutkan lg, sampai udah lupa ama ceritanya😊
Novi Andra
upnya kok lama,, ditunggu kelanjutannya
Ella Hassan
Sangat menarik dan tidak membosankan
ᴠͥɪͣᴘͫ✮⃝⏤͟͟͞R. ALICE off
penasaran aruna dan lais liat film apa kok lais langsung praktek😄
Oman Slank
lahh ko beda alir nya sama di apk novel lainya☹️
Putri Nganjuk
mana ni cerita sels selanjutnya lama sekali up nya thor..ditunggu ya 🤗🤗
Juna Dong
luar biasa
hafid nadhif
next
Eka Suryati
Apapun penyakit lais, author akan menyembuhkannya🤭🤭
sepertinya jodoh lais adalah aruna👍🏻👌🏻
Eka Suryati
cerita ini menarik
semoga semenarik cerita anggi dan langit. karya2mu kusuka thor.
Eka Suryati
good aruna👌🏻👍🏻
Eka Suryati
mas soleh e...🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!