NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:66.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lien Machan

Terjebak di antara cinta kedua pria tampan, sebenarnya itu tak diharapkan oleh Kanzha Almayra atau yang lebih dikenal sebagai Ayra.

Terlebih lagi, kedua pria tampan tersebut adalah kakak-beradik kandung yang berasal dari keluarga yang kaya raya dan cukup terkenal.

Ayra tak menyangka jika kedua pria itu akan terpikat oleh dirinya. Padahal, Ayra hanya seorang gadis dari keluarga miskin dan seorang yatim piatu.

Kejadian demi kejadian mengharuskan Ayra lebih dekat kepada kedua pria tampan tersebut. Walaupun pertamanya Ayra kesal kepada mereka, namun sikap dan sifat keduanya membuat Ayra yang ketus menjadi tulus.

Akankah salah satu diantaranya mampu meluluhkan hati seorang Ayra? Ataukah, Ayra tak 'kan terpikat oleh keduanya dan lebih memilih pria lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lien Machan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa dia?

Karena ujian telah berakhir, Ayra lebih tenang untuk mencari uang.

Ia bekerja dari siang sampai malam hanya untuk mencari uang tambahan.

Jam pelajaran di gantikan dengan pekan olah raga. Jadi, mereka hanya berada di sekolah sampai pukul dua belas siang saja.

Setelah bel berbunyi, Ayra bergegas pulang untuk mengganti pakaiannya. Ia tak sempat mengobrol atau sekedar bercanda bersama teman-temannya karena sibuk untuk mencari uang.

Ayra lebih giat di bandingkan sebelumnya. Pasalnya, ia ingin memberikan uang kepada ayah tirinya supaya rumah peninggalan orang tuanya itu tak sampai di jual.

Kesian amat sih, Ay. Rumah siapa yang bayar siapa.

Langkah kaki sedikit berlari menaiki tangga terdengar dak duk dari bawah.

Enyak Wati sang pemilik kontrakan terheran dengan suara gaduh dari atas rumahnya, yaitu lantai dua tempat kontrakan anak-anak muda.

Rasa penasaran menyeret enyak untuk melihat apakah yang terjadi di atas sana.

Perlahan telapak kaki enyak menapaki anak tangga satu persatu, sampai berakhir mendarat di atas dengan selamat. Kemudian melangkah mencari sumber kegaduhan yang menjadi rasa penasaran enyak.

Blagh ... blugh

Ayra nampak sibuk berlarian kesana kemari tapi bukan untuk mencari alamat karena ia sekarang sedang di dalam kontrakan.

Enyak tampak memperhatikan tingkah Ayra. Apa sebenarnya yang di lakukan gadis itu. Pikir enyak.

"Elu lagi ape sih neng? Sibuk bener!" Akhirnya enyak gak kuat untuk menahan rasa penasarannya.

Ayra melirik sekilas, kemudian melanjutkan lagi kegiatannya. "Aku sedang sibuk, nyak!" Jawab Ayra.

Si enyak mendekati Ayra yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.

"Maksud enyak, elu kenape nyuci mode cepet? Kagak biasenye. Terus, kenape lu lari sane lari sini udeh kaye setrikaan aje!"

Ayra tersenyum sambil bergegas menjemur pakaiannya. "Hari ini gak ada tugas sekolah. Ay mau ngojeg lebih awal, nyak!" Tutur Ayra menjelaskan.

"Oh ... seperti itu!" Ayra mengangguk. "Ya udeh kalau begitu, tapi elu kudu ati-ati ye neng! Jangan lari-larian kaye begitu dah. Takutnye kepeleset kan bahaye!" Nasihat enyak.

"Iya nyak. Makasih karena enyak selalu perhatian ama aku!" Di peluknya tubuh tambun si enyak oleh Ayra.

Enyak Wati tersenyum senang. Walaupun ia tak punya suami dan anak, tapi ia tak pernah kesepian karena mempunyai banyak anak yang tinggal di kontrakannya.

Dia selalu memperlakukan mereka dengan baik sehingga mereka pun baik dan sayang juga terhadap enyak.

"Ayra udah selesai nih, nyak. Ayra pergi dulu ya!" Pamit Ayra pada enyak dengan mencium punggung tangannya.

"Udeh makan lu, neng?" Tanya enyak.

Ayra menggelengkan kepalanya. "Belom, nyak. Nanti aja sekalian Ayra narik penumpang terus mampir di warung!" Kata Ayra seraya berlari.

"Makan dulu neng biar gak sakit perut!" Teriakan enyak hanya mendapat lambaian tangan Ayra karena sudah berlari.

Ayra bergegas menyalakan mesin motor, kemudian melaju kencang ke pangkalan ojeg.

Kebetulan, di sana sudah ada bang Juki, bang Dul mang Asep, sama mas Suryo.

"Eh neng Ayra, udah kemari aja jam segini. Emang udah pulang sekolah?" Tanya mereka.

"Udah bang, baru aja pulang." Kata Ayra duduk di bangku pangkalan.

"Biasanya kan sore baru pulang. Kamu bolos ya biar dapet narik banyak!" Kata bang Dul sinis.

Mereka menoleh ke arah bang Dul.

"Kok ngomongnya gitu sih! Neng Ayra mah enggak mungkin bolos sekolah demi narik ojeg, iya kan!" Kata mang Asep dengan logat sundanya.

"Heemh, dia kan pengen lulus dengan nilai bagus supaya masuk universitas ternama!" Timpal mas Suryo.

"Lagian kalaupun bolos, kagak mungkin jam segini. Ini kan udah jam satu. Bisa jadi setengah hari masuk sekolahnya!" Bang Juki ikut membela Ayra.

"Heleh, kalian itu baru kenal dia beberapa minggu. Kenapa bisa seyakin itu sama dia?" Ucap bang Dul.

"Walaupun baru kenal, kita yakin kalau dia itu anak baik-baik. Buktinya, dia gak malu ngojeg demi dapat duit buat kebutuhannya. Kalau anak yang lain, udah minta duit ama orangtuanya!" Ujar bang Juki.

"Itu karena dia udah gak punya orang tua aja, makanya gak minta! Kalau masih punya orangtua, mungkin sama saja seperti yang lain!" Bang Dul tak mau kalah.

"Tapi kita yakin kalau dia..."

Melihat keributan yang terjadi, Ayra merasa tak enak hati dan menghentikan keributan itu.

"Maaf, abang semua. Sebaiknya kalian tidak usah ribut untuk masalah Ayra. Kita semua kan teman seperjuangan, jadi sebaiknya kita akur saja ya!"

"Tapi neng, dia ..." Mas Suryo menunjuk bang Dul.

"Ayra gak apa-apa kok walaupun bang Dul gak percaya sama Ayra. Tapi, kita gak perlu bertengkar untuk ini kan." Ucapnya sopan. "Terima kasih atas dukungan kalian semua. Ayra udah senang kok kalian udah ngizinin ikut mangkal disini!" Lanjutnya.

"Ini pangkalan milik kita warga rt 03. Jika ada yang ingin narik ojeg dan membayar untuk kas mesjid, apa salahnya. Iya gak teman-teman!" Ujar bang Juki.

"Iya ... benar!" Seru mereka kecuali bang Dul.

Semenjak Ayra narik ojeg disana, pendapatan bang Dul menurun drastis. Kebanyakan para penumpang ingin naik ojeg~nya Ayra. Padahal, sebenarnya bukan Ayra penyebab menurunnya pendapatan bang Dul. Tapi, kelakuan bang Dul sendiri yang suka ceroboh jika sedang menarik muatan.

Dia cenderung kebut-kebutan karena ingin segera sampai tujuan dan menarik penumpang lagi supaya tak di tarik yang lain.

Terkadang, barang atau bahkan penumpangnya terjatuh karena cara mengemudi bang Dul yang tak hati-hati.

Seharusnya bang Dul sadar, jika rejeki datang dari tuhan sesuai porsinya.

*****

Mereka duduk sambil bercanda tawa. Hanya bang Dul yang diam dan terlihat sebal melihat ke akuran mereka.

Datang dua orang penumpang menghampiri.

"Bang, ojeg!" Mereka langsung berdiri.

"Ayo, pak, bu!" Bang Dul mempersilahkan naik tak lupa memberikan helm. "Ayo, Sep!" Mengajak mang Asep untuk narik penumpang.

Mang Asep melirik teman-temannya yang mengangguk sambil mengacungkan jempol ke arahnya.

Keduanya pergi mengantar penumpang ke tujuan mereka.

Belum lama mereka pergi, datang lagi satu orang penumpang dan bang Juki mengantarnya.

Tinggallah Ayra dan mas Suryo di pangkalan. Cukup lama keduanya menunggu penumpang, sampai bang Dul kembali lagi ke pangkalan di susul mang Asep dibelakang.

Tak lama setelah mereka duduk, datang kembali dua orang dengan barang-barang di tangannya.

"Ojeg!" Mereka langsung menoleh.

"Ayo, kang!" Ajak mas Suryo mempersilahkan seraya memberikan helm. "Tarik neng!" Senyum Ayra melengkung saat mas Suryo mengajaknya.

Tapi tanpa di duga, bang Dul malah nyerobot mengambil barang bawaan orang itu dan menyuruhnya naik motor dia. "Ayo kang!" Dia mendahului Ayra.

"Dul, elu apa-apaan sih! Elu kan barusan habis narik, gantian dong. Neng Ayra belum dapet penumpang satupun." Kata mang Asep dan mas Suryo.

"Siapa cepat dia dapat. Ayo kang!" Mengajak sang penumpang yang terlihat kebingungan. Dia pun langsung naik motor bang Dul.

"Ya udah, neng Ayra narik yang ini aja. Saya nunggu lagi yang lain deh!" Ucap mas Suryo mengalah.

Ayra melambaikan tangan sambil menggelengkan kepala. "Tidak usah mas Sur, biar Ayra saja yang nunggu. Ayra gak ada yang nungguin di rumah, sedangkan mas Sur ada istri dan anak. Jadi, mas Sur aja yang narik!" Tolak Ayra.

"Tapi ..."

"Mau narik gak sih, bang! Kalau enggak, saya sama yang lain aja deh!" Penumpang terlihat kesal karena kelamaan nunggu.

"Narik kok, mas. Silahkan pake helmnya!" Ayra segera menyerahkan helm sambil menepuk bahu mas Suryo. "Semangat!" Ucap Ayra tersenyum.

Mas Suryo terpaksa menarik karena Ayra mengalah untuk menunggu calon penumpangnya lagi.

Dengan hati-hati, mas Suryo membawa penumpang dengan barang-barang yang memenuhi bagian depan motornya.

Waktu menunjukan pukul empat belas. Perut Ayra terasa melilit, namun ia belum dapat satu penumpang pun karena setiap penumpang di serobot oleh bang Dul saat tiga teman yang lain tak ada.

Bang Juki belum kembali dari mengantar penumpang karena dia dapat penumpang lagi di jalan, begitupun mas Suryo.

Sedangkan mang Asep, ia pulang ke rumahnya untuk mengantar istrinya yang akan pergi ke pasar.

Tinggal Ayra sendirian terduduk di bangku pangkalan, tanpa ada tanda-tanda penumpang.

Jenuh rasanya terdiam duduk sendirian. Terlihat wajah kebingungan yang tersirat di balik senyum Ayra yang di umbar kepada setiap orang yang lewat.

"Mbak, ojeg!" Ayra yang sedang melamun, tak mendengar ucapan orang di sampingnya.

"Mbak ... narik gak, sih!" Kata orang itu sedikit keras membuat Ayra tersentak.

"Hah ... oh ... eh ... iya mas.!" Ayra langsung berdiri dan bersiap untuk menyalakan motornya.

Namun tiba-tiba ...

"Ayo mas!" Bang Dul sudah bersiap di samping Ayra.

"Tapi saya sudah minta si mbaknya!" Kata orang itu.

"Sama saya saja lebih cepat, mas!" Kata bang Dul melirik sekilas Ayra dengan tajam.

Orang itu langsung naik motor bang Dul dan meninggalkan Ayra yang sedang melongo di buatnya.

"Astaga ... apa salahku? Kenapa bang Dul terlihat benci banget sama aku!" Keluh Ayra setelah mereka pergi.

Ayra tampak sedih dan menundukkan kepalanya, seraya menutupi wajah dengan telapak tangan. Dia tak tahu apa kesalahan yang di perbuat kepada bang Dul sampai ia membencinya.

Entah apa yang harus di lakukan Ayra untuk membuat bang Dul bisa bersikap seperti yang lain kepadanya.

Dari kejauhan tampak seseorang memperhatikannya. Orang itu mulai melangkah menghampiri Ayra yang sedang termenung sedih di pangkalan ojeg.

Tangannya terulur seakan menyentuh kepala Ayra namun hanya menggantung di udara.

"Mbak, tolong antarkan ke pusat perbelanjaan di kota!" Seseorang berdiri di hadapan Ayra.

Ayra mendongak perlahan menatap orang tersebut.

Seorang pria tampan berpakaian rapi dengan memakai jas hitam lengkap dengan sepatu senada, sedang berdiri menatap Ayra.

"Bisa?" Tanya pria itu kepada Ayra yang terdiam sedikit melamun.

"Hah?"

Pria itu mendengus kesal karena Ayra tak cepat merespon. "Tolong ... antarkan ... saya!" Ucapnya sengaja di perlambat.

"Oh ... baiklah!" Ayra beranjak dari duduknya.

Ia memakai helm dan menyerahkan helm satunya kepada pria tampan itu.

"Ayo, mas!" Bukan Ayra yang berbicara, melainkan bang Dul yang mengajak penumpang untuk naik motornya.

Pria itu menatap dingin sebelum duduk di atas motor Ayra.

"Mas, saya lebih cepat sampai lho!" Bujuknya dan Ayra hanya menunduk.

"Saya tidak suka yang terlalu cepat. Saya hanya ingin yang berhati-hati walaupun pelan tapi selamat sampai tujuan!" Tolaknya dengan nada dingin. "Jalan!" Lanjutnya singkat.

"Ah, iya!" Ayra mengangguk sambil melirik bang Dul yang memperhatikannya. Seakan ia tak rela jika Ayra mendapat tarikan, apalagi penumpang itu terlihat seperti orang kaya.

"Siapa cepat dia dapat!" Kata pria itu sebelum motor Ayra bergerak membuat bang Dul tersentak.

Motor Ayra melaju perlahan meninggalkan pangkalan dan bang Dul yang menggerutu dalam hati.

"Sialan, coba kalau tadi gue datang lebih dulu, mungkin tuh orang kaya naik motor gue dan gak bakal naik motor si Ayra!"

1
Meliana Siregar
Gak masuk akal sih sbnrnya udah menikah 5 tahun tp blom berhubungan suami istri...tp yaah suka suka nya othor laah
Yeni lisna Setyadie
cerita di awal mirip kisahnya kayla sama rania yaah
Asmidar
lanjut
cah solo
akhirnya mereka smua bahagia
cah solo: alurnya rumit nyris nyerah dengan alur crita tapi dengan adanya berbagai konflik justru tambah seru... dan dsni yg unik apapun itu konfliknya tidak ada yg namanya perpecahan kluarga atau dendam adik dan kakak... lain dari novel yg pernah saya baca...
total 2 replies
cah solo
Sumpah gak ngerti sama alurnya kok tiba tiba kendra tunangan sama si kuntilanak trus ayra nikah sama andra...dari nama alurnya kan mereka dibawa ke rumah sakit... jangan bilang nanti ada kata flasback on, menyebalkan
Machan: setiap penulis punya cara sendiri bikin emosi pembaca naik turun. nikmati aja ya kak, alurnya.😁
total 1 replies
cah solo
namanya juga persaingan usaha atau bisnis pasti ada yg namanya oknum culas... hidup itu pro dan kontra tergantung kita menyikapinya...
Machan: betul banget. usaha selalu ada saingan. kalau air kotor perlu saringan😂
total 1 replies
cah solo
kendra sama andra sama konyolnya... siapa ya yg dipilih ayra
Machan: coba kak andy dukung siapa? kendra pa andra?
total 1 replies
cah solo
kayaknya yg obrak abrik kamar ayra si bapak tirinya deh...
Machan: yupz, betoool banget
total 1 replies
cah solo
ayra anak pilihan gak setiap anak bisa mnjdi pribadi ayra pribadi yg dipaksa tangguh dan kuat oleh keadaan tanpa melihat usia...
Machan: betul, kak andy. seorang yang tangguh tak pandang usia, kak.
total 1 replies
Nana Innovel
lanjuuut kak
DebU kAKi
aku suka fantasi, ayo kak semangat
Arthi Yuniar
Keren kak
Machan: 😁😁😁 makasih dukungannya
total 1 replies
Arthi Yuniar
Happy ending semua sudah mendapat kebahagiaannya😍😍
Semoga mama nya cepet sembuh ya kak Machan
Machan: iya, biar gak sedih😂

amiin, makasih kak arthi
total 1 replies
Arthi Yuniar
Selamat Ayra akhirnya hamil juga dan buat Andra selamat juga karena sudah menemukan kebahagiaan bersama Mela
Machan: makasih kak arthi.😍😘
total 1 replies
Ayuwidia
Woooowwww sinobnya aja sudah sekeren ini, apalagi ceritanya 😍

Semangat dan sukses Machan 🥰
Machan: makasih kak ayu dukungannya😘😘

moga suka ceritanya😁
total 1 replies
Ayuwidia
Mohon maaf lahir batin juga, Machan. Semoga mama kamu cepat sembuh ya. Kamu juga jaga kondisi. Jangan sampai terlalu down. 😊

Kisah yang kamu tulis ini sudah sangat bagus. Semua tokohnya bahagia. Dan semoga kebahagiaan juga menaungi othornya.

Bunga-bunga untuk Bang Kend dan Ayra 🌹
Machan: amiin kak ayu, makasih do'anya.

amin paling kenceng lah aku😁😁
total 1 replies
Ayuwidia
Ya Allah, lama nggak main di N tuun, echhh ketinggalan banyak banget 😁

Selamat Ayra - Kendra, Mela -Andra. Semoga kebahagiaan selalu menaungi kalian 🥰
Machan: iya kok.😅😅

kemaren kan di rs seminggu, jadi gak sempet buka" apk
total 3 replies
Elisabeth Ratna Susanti
semoga Mamanya lekas sembuh dan pulih seperti sedia kala 🤗 Yang kuat dan sabar ya🤗
Machan: amiin. makasih kak el
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
sukses selalu 😍
TK
selamat berbahagia
juga untuk Thor nya 😍😍
Machan: makasih kak ella
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!