NovelToon NovelToon
Om Bian!

Om Bian!

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Beda Usia / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Icha Annisa Amanda

"Zee, kalau Zee udah besar nanti. Zee nikahnya sama Kak Bian, ya?" ucap Albian pada bayi mungil yang ada di dalam pangkuan sang Ibu. Seolah mengerti maksud Bian. Zeeviana kecil pun tersenyum, sambil menggerakkan tangganya. Mencoba untuk menyentuh wajah tampan Albian yang menatap ke arahnya.

"Janji, ya?" Bian memberikan jari kelingkingnya, dan Zeeviana menggenggamnya, dengan genggaman yang begitu erat.

× × ×

"Aku tidak menyangka, kalau aku benar-benar jatuh cinta padanya!"

- Zeeviana.

"Aku akan melakukan apapun yang membuatnya bahagia. Tidak akan memaksa jika dia tidak ingin menepati janjinya!"

- Albian Wijaya Saputra.

× × ×

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha Annisa Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketulusan Cinta Bian.

...💙 Episode - 32 💙...

Bian menatap kepergian Bi Erna dengan hembusan napas yang terdengar begitu berat. Setelah memastikan Bi Erna sudah jauh, Bian kembali menoleh ke arah Zeeviana. Batinnya mulai memberi peringatan keras. Agar Bian tidak menuruti kemauan tubuh gilanya.

'Ingat Bian! Kamu mencintai Zeeviana! Jangan sakiti dia! Jangan buat dia menangis karena kecewa! Jaga dia! Jaga kehormatannya! Jangan sampai dia benci padamu dan berpikir yang tidak-tidak tentangmu!'

"Khemm!" Bian berdehem lalu bangkit dari duduknya. Ia memilih mendengarkan bisikan dari bantinya. Membuang dan melempar jauh kemauan tubuh gilanya.

Bian menarik kursi lalu duduk di dekat meja setrika. Ia mengangkat pelan gelas yang Bi Erna letakkan sambil melirik ke arah Zeeviana.

"Bersiap-siaplah, Zee! Kita akan pergi sekitar setengah jam lagi!" ucap Bian kemudian keluar dari ruang setrika dengan membawa gelas jus buah naga tadi di tangannya.

'Gagal ya?' Batin Bi Erna sambil menatap punggung Bian yang menaiki tangga. Padahal Bi Erna tadi sudah membayangkan, bagaimana hubungan Bian dan Zeeviana kedepannya. Pasti bahagia dan dipenuhi cinta.

Bi Erna adalah orang terdekat Bian selain Morgan dan juga keluarga besarnya. Bisa dibilang, Bi Erna adalah ibu kedua bagi Bian. Karena sejak Bian lulus SMA, dialah yang selalu mengurus kebutuhan Bian. Terutama setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh Bian.

Jadi tidak heran lagi, jika Bi Erna mengetahui semua hal tentang Bian. Termasuk tentang Zeeviana yang sebenarnya adalah gadis kecil yang Bian cari selama ini. Bi Erna tau kebenaran itu. Namun dia memilih mengikuti permainan Bian dan Morgan saja. Bersikap seolah-olah Zeeviana benar-benar orang yang baru dikenalnya. Padahal sudah lama ia kenal, walau hanya sebatas nama saja.

...****...

Bian keluar dari kamar mandi, setelah mengguyur tubuhnya dengan air dingin yang membuat tubuhnya menjadi lebih tenang. Ia mengeringkan rambutnya menggunakan handuk putih kecil yang dipegangnya.

Bian berdiri tepat di depan cermin yang menampakan pantulan dari tubuh indahnya. Terutama pada bagian dada dan juga perutnya. Benar-benar sempurna. Wanita manapun pasti akan tergoda melihat otot-otot perut yang terbentuk sempurna itu. Termasuk aku.

Usai mengeringkan rambutnya, Bian mengambil sebuah baju kaos berwarna putih lalu memakainya. Rambutnya ia sisir asal dengan jari, meskipun begitu, ia tetap saja terlihat tampan dengan sejuta pesona yang ada pada dirinya.

Sementara itu, Morgan sudah datang, ia duduk di sofa ruang tengah, di lantai bawah. Morgan datang dengan membawa mobil dan juga kunci motor yang Bian minta. Rencananya, Bian akan mengajak Zeeviana keluar menggunakan motor. Sedangkan Morgan akan tetap mengikuti mereka dengan mobil, dan akan tetap memastikan keamanan mereka nanti.

Kurang dari sepuluh menit Morgan menunggu, Zeeviana keluar dari ruang setrika, bersamaan dengan Bian yang sedang menuruni tangga.

'Nona Zee? Kenapa dia terlihat begitu cantik, walau tidak menggunakan make up seperti ini?' Batin Morgan sambil menatap Zeeviana dengan kagum.

"Morgan?" sapa Bian sambil menepuk pundak Morgan dengan cukup keras. Pria itu tau kalau Morgan sedang mengagumi gadis kecilnya. Dia tidak suka, dia cemburu!

'Habis sudah riwayat hidupku!' Batin Morgan sambil tersenyum memohon pengampunan pada Bian yang sudah menatap tajam dirinya.

Bian pun menghembuskan napasnya dengan pelan. Ia menatap ke arah Zeeviana. 'Wajarlah Morgan tadi menatap kagum ke arahnya. Dia ternyata begitu cantik jika menjadi dirinya sendiri seperti ini.' Batin Bian ikut mengagumi.

'Tuan Bian dan Tuan Morgan kenapa malah menatapku seperti itu? Apakah ada yang salah dengan penampilanku?' Batin orang yang dikagumi.

"Khemm!" Bian sengaja berdehem, ia merapikan jaketnya lalu kembali menatap ke arah Zeeviana.

"Sudah siap, Zee?"

Zeeviana tersenyum, "Sudah, Tuan."

Bian melangkah mendekati gadis itu lalu merangkul pundaknya tanpa canggung. "Ingat, Zee! Kita teman sekarang!" ucapnya. Zeeviana hanya bisa tersenyum canggung saja, mengiyakan ucapan Bian.

Bian kemudian melepas rangkulannya. Ia menerima kunci motor dan mobil yang Morgan berikan. Ditunjukkan kedua kunci itu pada Zeeviana.

"Mau motor atau mobil, Zee?" Bian menawarkan.

"Sepertinya motor lebih seru, Kak!'' jawab Zeeviana dengan semangat.

"Baiklah! Kita pergi dengan motor!" Bian mengembalikan kunci mobil pada Morgan, lalu melangkah keluar dari rumah. Diikuti Zeeviana dan juga si Obat Nyamuk, Morgan.

Bian naik ke atas motor lalu memasang helm miliknya. Setelah selesai memasang helm-nya, Bian pun memberikan helm juga pada Zeeviana. Gadis itu menerima dan memakainya.

"Jangan lupa untuk berpegangan, Zee!" ucap Bian sebelum melajukan motornya. Pria itu meraih tangan kanan Zeeviana. Meletakan tangan itu di depan perutnya.

Sementara sang pemilik tangan membeku karena diperlukan seperti itu. Ia sebenernya ingin tersenyum, namun batinnya melarangnya untuk itu.

'Ingat, Zee! Jangan baper dengan perilaku yang Tuan Bian tunjukan padamu. Dia memang seperti itu, suka menakuitimu! Dan mungkin saja, dia hanya melakukan hal seperti ini karena kamu adalah temannya! Hanya karena temannya! Tuan Bian juga sudah memiliki gadis yang sangat dicintainya! Ingat itu, Zeeviana!' Batin gadis itu.

Motor itu pun mulai melaju keluar dari halaman depan rumah Bian. Disusul oleh mobil Morgan. Pria itu sendiri tersenyum saat melihat tangan kanan Zeeviana melingkar memeluk perut Bian. Ingin rasanya ia bertepuk tangan bahagia untuk Bian dan juga Zeeviana sekarang.

...****...

15 menit perjalanan. Sampailah mereka di sebuah mall terbesar di kota itu. Bian menggandeng tangan Zeeviana selama berjalan memasuki mall, awalnya Zeeviana sempat mencoba untuk melepaskan tanganya dari Bian. Namun semakin Zeeviana mencoba, semakin Bian mengeratkan genggaman tangannya.

"Jangan salahkan aku jika kamu hilang nanti, Zee!" ucap Bian sambil melotot pada Zeeviana. Gadis itu pun hanya bisa patuh pada apa yang dikatakan dan diinginkan pria tampan itu.

Mereka berjalan dengan bergandengan tangan. Membuat beberapa pasang mata menatap ke arah mereka. Bahkan ada seorang remaja yang langsung menyambar tangan kekasihnya, menggenggam tangan itu sebagaimana ia melihat Bian menggenggam tangan Zeeviana.

Morgan yang berjalan dibelakang mereka hanya bisa menggenggam tangannya sendiri. Ingin melakukan hal yang sama, namun dengan siapa? Tidak mungkinkan dia menggenggam tangan wanita yang berjalan sendiri di sampingnya sekarang? Morgan saja tidak kenal dia siapa!

Akhirnya, setelah cukup lama menjadi pusat perhatian, Bian dan Zeeviana pun sampai di tempat tujuan. Dimana tidak banyak orang lagi yang akan memperhatikan mereka. Karena sibuk dengan barang-barang cantik yang memanjangkan mata mereka.

Di sebuah toko perhiasan yang berjejer dengan toko-toko perhiasan lainnya. Namun dari semua toko yang ada, toko inilah yang paling besar, dan juga yang paling ramai pengunjungnya.

Seorang penjaga toko kaget karena melihat kedatangan Bian dan juga Morgan. Ia dengan gugup mendekati Bian dan juga gadis di sampingnya itu.

"Selamat sore, Tuan? Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?" tanyanya pada Bian dengan tersenyum sopan.

"Keluarkan cincin terbaik yang kalian miliki!"

"Baik, Tuan!" Penjaga tadi menundukkan kepalanya hormat, lalu melangkah masuk ke dalam. Ia membisikkan sesuatu pada rekan kerjanya. Terlihat sang rekan kerja juga kaget, namun ia tetap saja mengambilkan apa yang Bian inginkan.

"Ini, Tuan!" Penjaga itu meletakan delapan kotak cincin terbaik yang masih ada di toko mereka.

Bian meraih sebuah cincin yang berhasil menyita perhatiannya. Ia memperhatikan cincin itu dengan seksama. Indah, sangat cocok untuk menghiasi jari manis gadis kecilnya.

'Apakah Kak Bian akan membelikan cincin untuk gadis itu? Aaaaa, betapa beruntungnya dia! Dia dicintai oleh pria yang tepat! Yang tidak akan mungkin membuat dirinya terluka dan kecewa!' Batin Zeeviana.

'Mau beli cincin ternyata!' Batin Morgan

Setelah mengamati cincin di tangannya dan merasa yakin kalau ini cincin yang tepat untuk gadisnya. Bian pun dengan hati-hati meraih tangan Zeeviana. Gadis itu kaget dan menatap bingung ke arahnya.

"Apa yang Kak Bian lakukan?"

1
Atik Marwati
semoga bisa bersama
Atik Marwati
morgan
Atik Marwati
kasigan teng... semoga lekas ketemu dg jodoh terbaikmu ya teng
juhaina R💫💫
pasti mau lama lama dekat Zee kan 🤭
ChaManda: Bian : /Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/
total 1 replies
juhaina R💫💫
wkwkw enak saja nyuruh nyurih, cinta bukan karna disuruh suruh🤣
Atik Marwati
Morgan terbaik🥰🥰🥰🥰
ChaManda: ❤️❤️❤️
total 1 replies
Atik Marwati
sabar ya Zee.. semua akan indah pada waktunya...
Atik Marwati
aq selalu like thor...
ChaManda: terimakasih kakak 🤍
total 1 replies
juhaina R💫💫
duuhhh beraninya y megang² 😂
juhaina R💫💫
wahhhh selisih berapa sih usia zeeviana??
jdi om Mateng inikah yg akan jdi pendamping omom.
juhaina R💫💫
wkwwkk aku lanjut penasaran ah cubit author oyh🤏🤭
ChaManda: selamat datang kakk, semoga suka yaaa💙
total 1 replies
Atik Marwati
semoga niatnya tulus
Atik Marwati
Sandra belum kena batunya jadi belum kapok ...
Atik Marwati
bian beli cicin buat kamu zee
Atik Marwati
🤔🤔🤔🤔
Atik Marwati
aamiin...
Atik Marwati
waduh... bian 😅😅
Atik Marwati
teng... semoga kamu bahagia bertemu dengan orang yg juga mencintai kamu...
Atik Marwati
kok ga beli makanan tadi Zee kasihan kan
Atik Marwati
hhhh... kamu lucu Zee
tapi benar jangan tatap matanya takutnya kena hipnotis ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!