NovelToon NovelToon
Oh, My Queen!

Oh, My Queen!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 5
Nama Author: Dydy_ailee

Ini adalah karya ke-4 ku, yang mana merupakan sekuel dari JATUH CINTA SAMA DUDA


Ini kisah cinta tentang Kyra Queensha Dirgantara atau yang biasa di sapa Queen. Pertemuan pertamanya dengan seorang anak laki-laki bernama Raja Narendra Pradana Wijaya. Anak, sekaligus cucu seorang konglomerat. Mereka bertemu disaat Raja berusia 12 tahun dan Queen berusia 7 tahun. Hingga waktu pun berlalu begitu cepat, sebuah persahabatan kecil, rupanya menumbuhkan perasaan cinta di hati keduanya ketika mereka mulai remaja. Meskipun terbentang antar benua, namun tak menyurutkan cinta keduanya. Sampai pada akhirnya Queen mendapat kabar dari negeri seberang, bahwa Raja telah tiada. Kabar itu membuat Queen sangat sedih dan hancur. Namun dengan sabar dan penuh harap, ia selalu menanti kehadiran Raja. Hati kecilnya selalu mengatakan bahwa Raja masih hidup.


Lalu, bagaimanakah kisah cinta Queen tanpa Raja? apakah Queen akan melupakan cinta masa lalunya dan membuka hati untuk pria lain?

Inilah sekuel dari JATUH CINTA SAMA DUDA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dydy_ailee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 AGENDA NATHAN

Setelah selesai mendapat menelepon Queen, Nathan segera turun dan berpamitan menuju rumah sakit.

''Ma, Papa sudah berangkat?'' tanya Nathan.

''Sudah, sayang. Kamu mau kemana?''

''Bukankah Mama sudah membuatkan janji dengan Dokter William?''

''Oh ya, maaf. Mama lupa, sayang. Mau pergi bersama Mama?''

''Tidak usah, Mah. Nathan masih ingat alamatnya dan wajahnya, Mama sudah memberikan fotonya semalam pada Nathan. Supaya Nathan tidak lupa.'' Kata Nathan dengan senyumnya.

''Baiklah. Kamu hati-hati ya.''

''Iya, Mah. Muah!" pamit Nathan sembari memberikan kecupan pada pipi Elisa.

''Hmmm aku selalu sendiri saat mereka semua sudah berangkat. Tapi setidaknya ada Nathan yang menemaniku,'' gumam Elisa. Setelah selesai membereskan dapur, Elisa pergi menuju kamar Nathan untuk membersihkan kamar putranya. Namun seperti biasa kamar Nathan selalu rapi dan bersih. Namun Elisa melihat jaket Nathan tergeletak begitu saja di mejanya. Elisa pun segera mengambilnya namun perhatian Elisa tertuju pada sebuah buku yang sedari tadi tertutup oleh jaket Nathan.

''Nathan, sejak kapan dia membaca buku seperti ini. Oh, My Queen! Apa ini novel? tapi kenapa bentuknya seperti agenda?'' gumam Elisa sembari tersenyum melihat hal aneh dari putranya. Elisa yang penasaran pun membukanya.

''Ini kan wajah gadis yang ada di ponsel Nathan,'' gumam Elisa saat membuka halaman pertama agenda Nathan. Elisa yang kembali penasaran, membuka halaman berikutnya.

Halaman 1

- Malam ini, tepatnya tengah malam, di tengah derasanya hujan. Aku bertemu seorang gadis, dia menangis dan dia memakai baju tidur saja saat itu. Bahkan tanpa mengenakan alas kaki. Dia menangis karena merasa di bohongi, seseorang yang dia nanti selama ini ternyata telah pergi. Aku tidak tahu bagaimana keadaannya, yang jelas aku lega saat dia orang tuanya menjemputnya di tempat itu.

Halaman 2

- Ternyata dia adalah salah satu mahasiswi di kelasku. Pertemuan kedua di kampus, aku benar-benar tidak mengingat wajahnya. Sudah pasti karena prosopagnosia yang aku derita. Dia sangat lucu dan menggemaskan saat marah. Dia menganggap aku sombong karena aku tidak mengenalnya, padahal sebelumnya kita sudah bertemu saat malam sebelumnya. Bahkan dia mengatakan kalau aku pikun.

Halaman 3

- Pagi itu aku sangat terkejut saat dia memberiku bekal. Dan lagi-lagi aku lupa dia siapa. Dan lagi-lagi dia kesal karena aku tidak mengingatnya. Dia memberiku bekal karena aku telah menolongnya untuk mengisi mobilnya yang kehabisan bensin karena supirnya lupa. Tapi entah kenapa, melihat wajahnya yang kesal, semakin membuatku tertarik padanya.

Halaman 4

- Aku kembali melihatnya menangis. Menangis karena seseorang yang dia nanti tak kunjung datang. Namun ada kejadian lain hari itu. Dia menangis dan memelukku erat penuh ketakutan. Ada seseorang yang berusaha menganggunya. Dan entah kenapa saat itu aku sangat marah pada orang yang menganggunya, bahkan hati ku pun sangat sakit melihat dia seperti itu. Aku ingin sekali menjaganya tapi aku bahkan tidak mampu mengingat wajahnya.

Halaman 5

- Disaat banyak orang termakan gosip murahan, dia lah yang berdiri paling depan untuk membantuku. Gadis kecil yang menggemaskan. Dan entah kenapa Dream Land selalu mempertemukan kami. Di saat aku di skors dan menenangkan diri disana, dia datang untuk menghiburku. Meskipun lagi-lagi aku lupa mengingat wajahnya. Namun kesal di wajahnya selalu membuatku terhibur. Dia pun sama, kalau disana adalah tempat favoritnya. Apalagi tempat itu menjadi saksi cinta kedua orang tuanya. Melihat dia menceritakan tentang tempat itu, aku sangat semangat untuk mendengarnya.

Halaman 6

- Saat aku bernyanyi di cafe, aku bertemu kembali dengannya. Dia datang mengejarku dan memelukku. Namun dia memanggilku Raja. Dia terisak namun aku tak tahu kenapa perasaannya pada Raja begitu kuat? Padahal dia sendiri tahu bahwa Raja sudah tidak ada. Lagi-lagi aku bertemu dengannya di saat dia menangis. Aku jadi penasaran bagaimana sosok Raja? Karena dia sampai mampu menunggu 10 tahun untuk Raja. Bahkan ia pun mampu menutup hatinya untuk orang lain demi menunggu Raja.

Halaman 7

- Setelah beberapa kali bertemu, aku pun merasakan sesuatu yang beda. Aku sendiri akhirnya merasa putus asa dengan apa yang aku lihat dalam memoriku. Terutama tentang seseorang yang membuatku bertahan di Indonesia. Perlahan aku mulai melupakannga dan putus asa. Mungkin semenjak aku bertemu dengan dia.

Halaman 8

- Hari ini adalah hari terakhirku bertemu dengannya. Karena aku harus kembali ke London. Entah kenapa aku berat untuk meninggalkannya. Namun hari ini juga kita membuat sebuah pengakuan tentang perasaan kita. Dialah yang pertama kali bilang menyukai ku. Dia cukup berani untuk mengatakannya. Tapi aku suka dengan kejujurannya. Aku pun merasakan yang sama. Aku kagum dengan keteguhan hatinya pada seseorang yang dia nanti. Itulah yang membuat hatiku terketuk untuk membukanya. Aku berharap setelah aku kembali, aku tetap mengingat wajahnya. Oh Tuhan, aku ingin sekali kembali hidup normal dan mengingat wajah semua orang terdekatku, terutama untuk DIA. Aku akan berusaha menepati janjiku untuk kembali padanya, aku tidak akan membuat dia patah untuk ke dua kalianya. Karena penantiannya dengan Raja sangat membuat dia terluka.

Elisa pun banjir air mata saat membaca halaman demi halaman yang di tulis oleh putranya.

"Tuhan, akhirnya Kau pertemukan merek kembali. Kasihan sekali mereka, mereka selama ini menderita bertahun-tahun. Queen, ternyata kamu sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik. Kamu pun dengan setia menanti Raja. Maafkan kami, kami hanya ingin melindungi kalian. Kondisi Nathan lah yang tidak berani membuat kami mengatakan yang sejujurnya. Bukan hanya amnesia saja tapi prosopagnosia tiba-tiba saja menyerangnya. Kecelakaan waktu itu memang sangat membuat Nathan trauma. Sejak saat itu dia lebih tertutup dan sering merasa ketakutan. Terima kasih Tuhan, karena Kau telah mempertemukan mereka kembali. Semoga dengan ini, perlahan Nathan bisa sembuh dan kembali menjadi Raja." Gumam Elisa sembari menatap wajah Queen dalam agenda milik Nathan.

...****************...

''Apa yang kamu ingat, Nathan?'' tanya dokter William.

''Saya sebelumnya telah berkonsultasi dengan dokter saya di sana. Dan dia menyuruhku untuk kembali kemari, Dokter. Beberapa hari terkahir, saya melihat bayangan masa lalu, bahkan seperti kecelakaan waktu itu.''

''Trauma yang kamu alami memang sangat parah, Nathan. Apalagi di usia kamu yang masih kecil. Cukup berat menerima semua itu. Aku sendiri tidak tahu kenapa amnesia dan diagnosa prosopagnosia itu datang bersamaan.''

''Apa Dok? Saya amnesia juga?'' tanya Nathan seolah tidak percaya.

''Awalnya aku mengira kamu amnesia saja tapi setelah beberapa kali bertemu dengan mu dan aku menangani kondisimu, ternyata kamu juga mempunyai kebutaan mengenali wajah seseorang. Maka dari itu orang tua kamu memutuskan untuk menetap disini sembari merawat kamu.''

''Tapi kenapa mereka tidak pernah bilang kalau aku amnesia?''

''Ada kejadian fatal yang membuat mereka trauma untuk memaksa kamu mengingat semuanya. Kamu pingsan dan kembali tak sadarkan diri selama beberapa hari. Akhirnya mereka menyerah begitu saja dan membiarkan ingatan kamu pulih dengan sendirinya. Apa kamu tidak ingat sama sekali tentang masa kecil kamu, sahabat kamu, lingkungan masa kecil kamu atau kejadian saat kamu dan orang tua kamu mengalami kecalakaan?''

''Tidak, Dokter. Saya sama sekali tidak mengingatnya. Semuanya tampak samar, ketika bayangan itu terlintas, saya seperti dengan terjun dari sebuah ketinggian. Dokter, apa kebutaan yang saya derita bisa di obati?''

''Sejauh ini belum ada obatnya, Nathan. Hanya terapi dan relaksasi syaraf yang bisa aku bantu. Mungkin jika kamu sudah mengingat semuanya, hal ini bisa membantu kamu untuk menghadapi lingkungan dan orang-orang di sekitar kamu. Apakah sejauh ini ada orang di masa lalu kamu yang mempunyai keterikatan dengan mu?''

''Sejujurnya saya beberapa minggu mengenalnya. Dan selama aku tinggal disana baru pertama kali saya merasakan sesuatu yang beda. Saya merasa pernah mengenalnya begitu juga dengan saya? Sejak bertemu dengan dia lah, saya sering mengalami hal itu. Tiba-tiba saja sakit kepala hebat menyerang dan ingatan samar itu terlintas. Dan yang terakhir, saya pingsan di pangkuannya. Saat saya pingsan, saya melihat seorang gadis kecil yang bermain dengan diri saya, sepuluh tahun lalu. Namun aku tidak mengingat lagi wajahnya.'' Mendengar cerita Nathan, Doktee William pun tersenyum.

''Sepertinya dia ada hubungannya dengan masa lalu mu, Nathan. Aku yakin dia adalah jawaban dari ini semua. Terkadang seseorang yang sedang sakit, dia tidak hanya butuh obat dan dokter tapi dia juga butuh cinta dari seseorang. Karena hal itu mampu membuat seseorang menjadi lebih kuat untuk melewati masa sulit.''

''Terima kasih, Dokter. Sekarang saya tahu apa yang harus saya lakukan.''

''Semangat Nathan! Masa sulitmu akan berakhir dengan seseorang yang tulus mendampingimu.''

Berambung...

1
Dahlia Anwar
engga bisa move on dari kisah mereka
Dahlia Anwar
ikut nangis aku
Dahlia Anwar
🥰🥰🥰🥰 engga bisa berkata kata
Dahlia Anwar
🤪🤪🥰🥰😘😘😘
Dahlia Anwar
sellu yang terbaik
Dahlia Anwar
cerita nya keren
Dahlia Anwar
keren banget
Dahlia Anwar
keren banget
Dahlia Anwar
hadir lagi Thor kangen Ama queen
Dahlia Anwar: apa lagi papa mama nya Dira and Keenan cerita yang luar biasa.
total 2 replies
Miss Kece
Hadeuuh jadi cewek kok bego dan cengeng quin
mamah cantikk
trs perusahaan yg d indo sp yg pegang thor
mamah cantikk
bukannya punya kampus ya thor tmpt dira dlu kuliah
mamah cantikk
laura salah nyari musuh, udh d baikin ngelunjak
mamah cantikk
jd mls klo ada si virgo
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Alya Safira
keren bgt..bagus..romantis... dan persahabatan tulus...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!