Kevin tidak tau apa yang terjadi pada Green, hingga sampai menjual diri ke Black Devil Club! Green adalah cinta pertama Kevin.
Lalu apa yang Kevin lakukan? Masihkah ada cinta untuk Green?
Dan membiarkan pria lain menikmati tubuh Green? Tubuh yang dulu sangat Kevin puja?
Revisi
-
Follow akun watt pad & ig elliemcruken_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ellie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
[ Kissing ]
Beberapa hari gue nggak Up karena fikiran lagi buntu maklumlah namanya juga othor amatiran wkwkwk
Hai genks yang 4 orang itu wkwkwk,,
Makeseh buat 4 Like kalian di setiap bab nya karena sangat berarti buat gue.
Cuma mau bilang Makaseh 💚
" Kakak ayok main. " Ajak Levin pada Kevin yang kebetulan lewat di depan nya.
" Tidak. " Tolak Kevin dengan wajah datar nya.
" Ayok Kaka kita main. " Ajak Levin lagi tidak mau menyerah.
" Aku bilang tidak ya tidak!! " teriak Kevin dengan kencang dan otomatis membuat Levin kaget dan langsung menangis sesenggukan.
Tania lari dari dalam rumah saat melihat Kevin dan Levin sedang berbicara berdua. Ia tau kalau sudah begitu nanti Levin akan menagis karena bentakan Kevin terhadap nya.
Dan hari ini itu terjadi..
" Levin kamu kenapa nak? " tanya Tania langsung panik melihat wajah anak kesayangan nya menangis.
" Kevin apa-apaan kamu yang itu,, kenapa memarahi Levin sampai menangis sesenggukan seperti ini. " Kata Tania dengan kesal.
" Jauh kan dia dari ku. " Sentak Kevin dengan kesal.
Memang mungkin terasa jahat kalau Kevin membenci Levin begitu saja.
Levin anak kecil yang baru berusia 5 tahun yang begitu kagum saat melihat Kaka nya yang sangat keren dan tampan.
Bagi Levin,, Kevin adalah panutan nya dan sangat mengagumkan menurut nya.
Walaupun sudah sering kali Kevin sudah menunjukkan ketidaksukaan nya terhadap nya tapi nama nya juga anak kecil yang tidak menghiraukan malah semakin mendekati Kevin karena Levin berfikir tidak salah dekat dengan saudara sendiri.
" Hei Lev lepas. " Kata Kevin saat melihat Levin malah memeluk kaki nya dengan wajah gemas nya.
" Lev ... " kata Kevin lagi.
" Hei kau Ibu tiri bawalah anak mu ini jangan mengrecoki orang lain. " Kata Kevin saat melihat Tania hanya diam dan membiarkan Levin memeluk kaki Kevin.
" Orang lain apa? kau adalah Kaka nya jadi biarkan saja. " Kata Tania cuek.
Kaka? dia bilang,, Ibu kandung ku sudah meninggal saat aku masih kecil bagaimana mungkin aku bisa memiliki adik lagi ketika Ibu ku sudah tidak ada di dunia ini lagi? kata Kevin tertawa sumbang di dalam hati.
" Eh Honey? " kata Green saat datang menghampiri ketiga orang itu dan dua di antara nya sedang mengalami ketegangan.
" Kok kamu sudah pulang ini masih sore. " Kata Green lagi dan tidak mendapatkan jawaban dari Kevin lalu ia mengerti keadaan ini dan mendekati Levin.
" Hai Levin ganteng kok belum mandi? " tanya Green dengan lembut sambil mengusap kepala Levin dengan gemas.
" Nanti aja aku mau main sama Kaka Kevin,, Kak ... " kata Levin dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Main nya besok lagi ya ganteng karena Kaka Kevin mau istirahat habis bekerja dan Levin ganteng juga pasti butuh istirahat kan karena habis bermain seharian? " kata Green dengan halus dan Levin pun mengagguk membenarkan ucapan Kaka ipar nya.
Mau tidak mau Levin pun melepaskan pelukan nya dari kaki Kevin dan langsung menghampiri Ibu nya yang dari tadi hanya menyaksikan drama yang ia buat.
Bukan sebuah masalah untuk Green dalam memenangkan seorang anak kecil karena ia adalah anak dari panti asuhan dan sering sekali mengunjungi tempat panti asuhan tempat anak kecil itu dan membuat Green mudah akrab dengan anak-anak.
" Yok kita masuk kamu pasti lelah juga. " Kata Green langsung menggandeng lengan Kevin dan mengajak nya menuju kamar mereka.
___________
" Kenapa kamu terlihat kesal sekali dengan Levin,, Kev? " tanya Green di sela-sela kegiatan nya melepaskan dasi dari leher Kevin dan membuka beberapa kancing kemeja yang di kenakan Kevin dan langsung memperlihatkan dada bidang Kevin yang begitu menggoda.
" Entahlah kau tau kan aku mempunyai trauma dan ketika melihat Levin aku seperti melihat diri ku saat aku kecil berapa di lingkungan yang tidak baik untuk pertumbuhan anak kecil dan itu membuat ku kesal karena tidak bisa melakukan apa-apa karena aku bukalah orang tua nya melainkan Kaka tiri nya saja. " Kata Kevin sambil duduk di kursi di dalam kamar nya yang luas.
" Aku tidak tau apa yang harus kulakukan untuk membuat mu tenang karena aku belum pernah berada di posisi mu namun aku berjanji akan mendengar kan semua keluh kesah mu kalau kamu mau membagi nya kepada ku karena itulah tugas seorang istri. " Kata Green duduk di samping Kevin dan menghadap ke arah Kevin.
Mendengar kata Green mengatakan tugas seorang istri membuat Kevin tersentak karena sampai sekarang ia belum pernah melakukan kewajiban nya memenuhi kebutuhan biologis istri nya ah sungguh aku bukanlah pria yang normal gerutu Kevin dalam hati.
" Maafkan aku Green sampai sekarang aku belum bisa mempenuhi kebutuhan biologis suami kepada istri nya. " Kata Kevin dengan sedih.
" Hei kenapa wajah tampan ini bersedih,, dengarkan aku Honey apapun keadaan mu dan bagaimana kondisi mu aku akan selalu berada di sisi mu itulah janji pernikahan yang kita ucapkan dulu. " Kata Green lagi menatap dalam mata Kevin.
" Aku beruntung memiliki mu Green. " Kata Kevin dan setelah nya ia langsung mengecup bibir Green yang seksi itu.
Tangan Kevin menahan tengkuk Green untuk memperdalam ciuman mereka.
Awal nya hanya sebuah kecupan biasa namun lama-kelamaan ciuman itu menjadi panas dan semakin menuntut.
Green menikmati ciuman Kevin yang manis menahan tengkuk nya untuk memperdalam ciuman nya dan Green hanya pasrah karena ia sangat menikmati ciuman panas ini.
Kevin mencium Green dengan segenap perasaan nya yang mengatakan I Love You tapi ia tidak pernah mengatakan nya langsung kepada Green menurut nya sebuah ciuman sudah menjelaskan semua nya karena ia bukanlah orang yang mencium seseorang tanpa ada nya perasaan Cinta dalam hati.
Kevin masih menahan tengkuk Green dan memanggut bibir atas dan bawah Green secara bergantian.
Ahh!!! lenguh Green saat Kevin memanggut bibir bawah nya dan memperdalam lagi ciuman yang Kevin lakukan terhadap nya.
Walaupun belum bisa melakukan lebih namun sungguh ciuman ini dapat menenangkan jiwa Kevin yang marah tadi saat melihat adik tiri nya.
Tenang dan nyaman mereka selalu berciuman selama ada kesempatan untuk melakukan itu.
Tangan Kevin yang satu nya mengegam tangan Green dan merasakan tangan Green yang dingin karena mungkin ia gugup.
Ah sungguh lucu Green walaupun kita sering berciuman masih saja gugup itu yang membuat Kevin sangat gemas terhadap Green karena masih malu-malu kucing.
Kevin dan Green masih saling berciuman mesra di sore hari dengan cahaya lampu yang tidak terlalu terang menambah keintiman yang ada.
Selamat hari minggu ✨
salam Lelaki Berkacamata 🤗🙏