NovelToon NovelToon
Game Pernikahan Mafia

Game Pernikahan Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:378.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Marina Monalisa

Aku tidak menyangka jika pernikahanku ternyata membuatku harus memilih antara tetap hidup dengan seorang pembunuh Ayahku atau aku harus membalaskan dendam atas kepergian Ayahku.

Sebuah cerita perjuangan hidup seorang wanita yang besar dengan bertahan hidup di jalanan karena sejak usia sepuluh tahun kedua orangtuanya harus meninggal dengan keadaan tenggelam di laut bersama mobil yang mereka kendarai. Beruntung saat itu ia tidak ikut dengan kedua orangtuanya untuk makan malam dengan kliennya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32. Ancaman Mr. Dave

"Aku tidak ingin masuk ke dalam kehidupan kalian lagi. Biarkan aku hidup tenang, diriku sangat kotor. Kualitas diriku tidak mampu menutupi kekuranganku saat ini." tutur Kharisa dengan meneteskan air matanya.

"Aku tahu kau tidak menginginkan diriku, Kharisa." ucap Gara.

"Beri aku kesempatan untuk merebut hatimu." Gara kembali bersuara.

Kharisa terkejut mendengar pernyataan pria itu yang tidak lain adalah suaminya.

Gara bergerak mendekati Kharisa lalu ia menggendong Kharisa tanpa permisi keluar ruang rawat itu.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Kharisa.

"Aku akan mengantarmu pulang sekarang. Adikmu pasti sangat khawatir." terang Gara tanpa mau menatap wajah sang istri.

"Turunkan aku!" pekik Kharisa dengan berusaha memberontak dari gendongan pria kuat itu.

"Diamlah." pintah Gara.

Gara dan Kharisa menuju ke mobil, Randa mengikuti di belakang dan segera membukakan pintu mobil. Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.

Di perjalanan Kharisa hanya sesekali mencuri pandangan pada Gara, sementara pria itu terlihat sangat serius menatap jalanan di depan.

Kharisa tampak ingin melontarkan satu perkataan pada suaminya itu. "Apa ini semua karena Tuan Tedy?" tanya Kharisa dengan ragu.

Gara sejak tadi acuh padanya seketika menatap Kharisa tajam.

"Jangan sangkut pautkan apa pun tentang kita pada Ayah." ucap Gara.

Kharisa terdiam, ia membuang wajahnya pada sekeliling jalan yang mereka lalui dengan mobil itu.

"Dari mana kau tahu tempat tinggal ku?" tanya Kharisa dengan wajah kagetnya.

"Kau lupa aku ini siapa?" tutur Gara.

Kharisa memutar matanya malas saat mendengarkan perkataan suaminya, memang benar jika mengenai keberadaan dirinya tentu bukanlah hal yang sulit bagi Gara.

Vino dan Vano yang mengintip dari balik korden jendela sangat tak menyangka dengan kepulangan Kakaknya.

Dengan cepat kedua pria itu membuka pintu rumah lalu berjalan cepat menghampiri Kharisa yang berdiri bersampingan dengan Gara.

"Kak Risa, Kakak ipar pasti kau telah membuat sesuatu pada Kakak kami!" pekik Vino dengan beraninya.

Gara hanya melempar tatapan tajam padanya. "Vino, tidak dia telah menolong Kakak, ayo sekarang kita masuk." ajak Kharisa tanpa mau mengatakan apa pun pada suaminya yang masih berdiri di samping mobil itu.

Belum sempat Kharisa melangkahkan kakinya, tiba-tiba Gara sudah menarik cepat tangan wanita itu. Hingga Kharisa terjatuh dalam pelukan Gara.

Vino dan Vano membulatkan mata mereka, menatap aneh pada Kakaknya dan suaminya itu.

"Lepaskan!" pekik Kharisa setengah berbisik.

"Aku akan datang kemari setiap waktu. Dan siapkan kamar untuk kita di sini." pintah Gara kemudian melepaskan pelukannya.

"Jangan lakukan itu, aku tidak akan mau." sahut Kharisa membantahnya.

"Siapkan atau aku yang akan menyiapkan kamar untuk kita di rumah Ayah." ancam Gara lalu menyunggingkan senyumannya.

Kharisa begitu geram mendapatkan ancaman seperti itu, Gara sangat tahu kelemahan istrinya yang enggan untuk kembali bertemu dengan kedua mertuanya itu.

Gara pergi masuk ke mobil, kemudian Randa melajukan mobilnya meninggalkan Kharisa dan kedua adik mereka yang masih menatap kepergian pria itu.

Vino dan Vano segera mendekati kakaknya. "Kak Risa, apa yang terjadi mengapa Kakak tidak pulang-pulang?" tanyanya dengan cemas.

"Aku tidak mungkin mengatakan jika aku sedang hamil dan aku di rawat di rumah sakit." gumam Kharisa dengan penuh kebimbangan.

"Kakak sedang banyak pekerjaan," ucap Kharisa singkat.

"Lalu mengapa Kakak bisa pulang dengannya?" tanya Vino begitu penasarannya.

"Sudahlah mau sampai kapan kau introgasi Kakak. Pasti Kak Risa kelelahan, ayo kita bawa masuk." tutur Vano dengan menggandeng tangan Kharisa.

Terlihat jelas wajah pucat wanita itu perasaannya benar-benar tidak enak kali ini. Ketiga saudara itu kini sudah masuk ke dalam rumah.

Kharisa langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur yang berukuran kecil itu. Matanya menatap ke segala sudut kamar tanpa ada kekuatan lagi pada diri wanita tangguh itu.

"Baru saja aku ingin memulai hidup baru, namun masalah sudah kembali datang padaku. Tuhan jauh mempercayaiku untuk merawat titipannya. Tapi mengapa dengan jalan yang hina seperti ini?" ucapnya dalam hati.

Lagi-lagi Kharisa memendam semua masalahnya, ia tidak ingin kedua adiknya ikut sedih dengan beban hidupnya. Bagi Kharisa cukup sudah penderitaan kedua adiknya selama berpisah darinya.

Lamunan Kharisa tiba-tiba tersadar saat mendengar ponsel miliknya berdering di dalam tas yang ia letakkan di sampingnya.

Mata Kharisa menatap layar ponsel yang memperlihatkan nama kantor. "Halo," ucapnya dengan menempelkan benda tipis itu.

"Nona Kharisa, anda tidak masuk bekerja hari ini?" tanya Rika.

"Astaga Rika, maafkan saya. Saya baru saja keluar dari rumah sakit keadaan saya sedang sangat lemas kali ini." terang Kharisa sembari menepuk sekali jidatnya.

"Sakit? anda sakit apa? maafkan saya karena tidak tahu, saya hanya ingin menanyakan keberadaan anda karena Presdir Rifal sudah datang dan menanyakan keberadaan anda tadi." terang Rika.

"Saya hanya..." Kharisa tampak terdiam sejenak ia bingung ingin mengambil alasan apa. "Kurang darah, iya saya kurang darah Rika." lanjutnya.

"Baiklah saya akan memberi tahu pada Presdir Rifal mengenai keadaan anda. Semoga cepat sembuh yah."

"Baik, terimakasih Rika. Dan panggil saja saya Kharisa." ucapnya dengan ramah.

Panggilan pun terputus, kini Kharisa melanjutkan tidurnya di kamar berukuran kecil itu. Sampai ia tidak mendengar lagi suara ketukan pintu yang berasal dari luar kamarnya.

Vino membuka pintu kamar itu, ia melihat kakaknya yang sudah terlelap.

"Kasihan Kak Risa, dia pasti kelelahan. Sampai cepat sekali terlelapnya." gumam Vino seraya meletakkan teh hangat di meja sudut kamar itu.

***

"Apa sudah jatuh cinta padanya?" tanya Mr. Dave menatap penuh menyelidik pada Gara yang baru saja tida bersama Randa.

Di ruangan luas bernuansa gelap itu kini hanya ada Gara dan Mr. Dave. Randa yang hanya menunggu mereka di luar tampak gelisah. Ia takut jika Mr. Dave akan sangat marah.

"Maafkan saya Mr. Dave, Saya tidak memiliki perasaan pada wanita itu. Ini semua demi orangtua saya, Ayah saya. Dia sedang sakit dan dengan adanya wanita itu kesembuhannya jauh lebih cepat." terang Gara.

Tawa Mr. Dave menggelegar di ruangan itu. Tubuhnya ikut bergetar mendengar pengakuan Gara.

Gara yang menatapnya hanya berusaha menenangkan diri setenang mungkin. "Tidak mencintai? lalu dengan meninggalkan pekerjaan di Cina demi wanita itu, kau bilang tidak mencintai?" pekik Mr. Dave.

Mata Gara bergerak kesana kemari ia merasa pertanyaan Mr. Dave kali ini benar-benar menjurus pada kesalahannya.

"Iya tentu saja, Mr." sahut Gara.

Pria itu mengangguk beberapa kali lalu ia beranjak dari sofa dan mendaratkan satu pukulan di wajah Gara.

"Anggap pukulan ini sebagai peringatan jangan bermain api dengan wanita mana pun. Dan ingat siapa dirimu." ancam Mr. Dave.

"Pergilah!" pintah Mr. Dave.

Gara yang sama sekali tidak memegang wajahnya kini segera menundukkan tubuh lalu beranjak pergi meninggalkan Mr. Dave.

Terlihat jelas sobekan kecil di ujung bibir pria tampan itu.

1
nobita
ooh begono ceritanya
Muhammad Ibrahim
Luar biasa
ImNick
ahhhh BAGUS ANETTTTTT, thankyou thor..
Lova Yoongi
bener kata orang istri org tu lebih menggoda .....
khard pgen sutik mati ..
Lova Yoongi
itu cara allah buat gara biar tergantung sama istri, biar tau kharisa itu tanggu gar...m
Lova Yoongi
gara tar nyesel lho, byk lho yg naksir istrimu.... kyk gk ada org lain lgi, brg bekas madi di jumput lgi gk sdr dgn kata" sampah
🐬
bgus
Rahmi Ami
thor teganya dirimu....
kalo bisa di ubah aja alurnya...
😁😁😁😁
pas detik2 kard mau menodai kharisa bara datang dan belum sempat melakukan tindakannya....

kasian kharisa, 🥺
Eva Susanti
mantap👍👍👍👍👍👍👍❤❤❤❤❤❤❤❤
Elizabeth
👍👍
mamah destya
tsrima kasih thour ku tunggu cerita yg lain ny
ig: monalisa_n28: Terimakaish juga kak 🥰🥰
total 1 replies
Ikhe Parlina
temksh thor. ..
sy suka bngat ceritanya..😍😍
adakah season ke2 nye😊
ig: monalisa_n28: Maafyah kak 🙏🙏🙏🙏
total 3 replies
Rahmi Miraie
thank thor utk cerita yg sgt mnghibur ini,aku tunggu karya lainnya
ga nyangka uda end
Rahmi Miraie: iya sama sama
total 2 replies
Tuti Ranu
alhamdulilah mksih Thor ditunggu cerita yg baru..👍👍
ig: monalisa_n28: Terimakasih kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Asna Deli
terima kasih author cerita mu keren..ada kah seanson ke2nya??
ig: monalisa_n28: Hehe Terimakasih kembali kak asna sudah setia sampai di sini🙏 tidak ada season dua yah kak🤗🤗
total 1 replies
verawati.com
lanjut thor
Asna Deli
lanjut thor..
Rahmi Miraie
permisi tuan gara...iklan lewat
hhhe
tn tedy tepat waktu bgt sii dtg nya
Elizabeth
lanjut
Tiara Putri
smngat ka
melanie: 7sźs7z4uus8uzu7✊77..ybmhybbm .m y979um.9 fy9uo mmmoru760g. yygugo77.mmm. 9.9.ikku m mkmum m..oh..m9.9.u..niymy7ou7
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!