NovelToon NovelToon
His Royal Vow

His Royal Vow

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Perjodohan / Penyesalan Keluarga
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Pernikahan megah di Katedral St. George menandai bersatunya Edmund Alistair Blackwood, calon Raja Inggris sekaligus perwira militer, dengan Baxeena Valerio Desmon, wanita independen asal Los Angeles. Bagi publik, ini aliansi sempurna. Namun bagi Baxeena, ini adalah neraka.

Pria yang dipaksa ia nikahi demi menyelamatkan ibunya adalah mantan kekasih masa high school yang paling ia benci. Satu dekade lalu, hubungan mereka hancur akibat tragedi one-night stand Edmund yang berujung kehamilan.

Kini, Baxeena tak hanya terjebak dengan pria yang menghancurkan hatinya, tetapi juga harus menjadi ibu tiri bagi putri Edmund yang berusia 13 tahun—anak hasil pengkhianatan masa lalu yang amat membencinya.

Di tengah dinginnya tembok istana modern, tugas militer Edmund yang kerap memanggilnya ke garis depan memaksa Baxeena menghadapi konspirasi kerajaan dan penolakan sang anak tiri seorang diri. Sebuah reuni emosional yang berbahaya antara luka masa lalu, dendam, dan takdir yang belum usai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

##14

Ruang kerja berpanel kayu ek tua itu mendadak mengendap dalam keheningan yang amat pekat. Suara gemeresik angin musim gugur yang menerpa kaca jendela seolah tertahan di luar, membiarkan atmosfer di dalam ruangan terikat oleh gema pengakuan Alistair yang baru saja meledak.

Baxeena berdiri membeku di tengah ruangan. Dadanya naik turun secara tidak teratur, menahan tumpukan emosi yang saling berbenturan di dalam jiwanya.

Kebenaran bahwa Alistair dijebak dan diracuni malam itu telah meruntuhkan setengah dari fondasi kebencian yang ia pelihara selama satu dekade. Namun, otak bisnisnya yang tajam, logis, dan selalu menganalisis tiap detail tidak begitu saja menerima bagian yang rumpang.

Sebagai putri dari keluarga terpandang yang dibesarkan di tengah dunia korporat Los Angeles, Baxeena tahu betul bagaimana sistem pengamanan tingkat tinggi bekerja. Apalagi untuk seorang pangeran kerajaan.

Baxeena melangkah satu tapak maju. Pandangannya menghujam lurus ke dalam manik mata hazel Alistair yang masih basah oleh keputusasaan.

"Lalu apa yang terjadi dengan one night stand empat belas tahun yang lalu itu, Alistair?" tanya Baxeena, suaranya mengalun tenang, namun setiap katanya ditekan dengan nada penuh kepastian. "Kemana para pengawalmu? Bukankah selama ini kau selalu dikawal ke mana pun kau pergi? Kau adalah Pangeran, calon komandan militer tertinggi. Tidak mungkin seorang Pangeran bisa dibiarkan tak sadarkan diri di dalam kamar hotel sendirian tanpa sepengetahuan tim pengawal pribadimu!"

Alistair—yang bernama lengkap Edmund Alistair Blackwood—seketika terdiam.

Bibirnya terkatup rapat. Garis rahangnya yang tegas mengeras sempurna, menegang begitu hebat hingga urat-urat di lehernya menonjol tajam. Pria itu mengalihkan pandangannya ke arah jendela, menolak menatap mata Baxeena secara langsung.

Alistair tahu. Demi Tuhan, Alistair tahu betul siapa dalang utama di balik penarikan seluruh tim pengawal pribadinya pada malam kelam belasan tahun lalu itu. Dan yang paling menyiksa jiwanya... Alistair tahu ia tidak akan pernah bisa menghukum atau menyeret orang itu ke hadapan hukum.

Bayangan kenangan empat belas tahun lalu mendadak melintas liar di dalam benak Alistair, membakar kesadarannya dengan rasa sakit yang tak terobati.

Empat belas tahun yang lalu.

Di dalam kamar suite hotel mewah beraroma alkohol dan obat-obatan yang menyesakkan di pusat Kota London. Alistair muda terbangun dengan kepala yang dihantam rasa sakit luar biasa. Pikirannya buram, matanya berkilat oleh amarah dan kekecewaan yang tak tertahankan setelah menyadari jebakan kotor yang dipasang Katherine di sekelilingnya.

Dalam keadaan acak-acakan dan kesadaran yang baru pulih separuh, Alistair mengamuk hebat. Pria muda itu menghempaskan vas porselen ke dinding, menghancurkan meja kaca, dan mencengkeram kerah kemeja kapten pengawal pribadinya yang baru saja menerobos masuk ke dalam kamar setelah semuanya terlambat.

"Ke mana kalian semua semalam?!" seru Alistair muda belasan tahun lalu, suaranya menggelegar dipenuhi amarah dan keputusasaan yang pecah. "Ke mana pergi semua pengawal yang bersumpah menjagaku?! Kenapa kalian membiarkan wanita itu masuk dan melakukan hal ini padaku?!"

Sang kapten pengawal hanya bisa menundukkan kepala dalam-dalam, tubuhnya bergetar kaku tanpa berani menjawab sepatah kata pun. Ia tidak bisa menjawab, karena perintah penarikan pasukan itu datang dari otoritas yang jauh lebih tinggi daripada seorang pangeran muda.

****

Beberapa jam kemudian, di dalam ruang audiensi pribadi di Istana Buckingham yang tertutup rapat dari dunia luar.

Alistair berdiri di hadapan wanita paling berkuasa di dinasti tersebut—Ibu Ratu, ibu kandungnya sendiri. Wanita tua yang selalu mengenakan gaun sutra kelam dan perhiasan mutiara itu duduk di atas kursi kebesarannya dengan tenang, menyesap teh dari cangkir porselen seolah tidak ada hal besar yang baru saja hancur.

"Ibu yang memerintahkannya," bisik Alistair muda saat itu, suaranya bergetar oleh rasa tidak percaya yang menghancurkan hatinya. "Ibu yang menarik seluruh pengawalku dan membiarkan Katherine menjebakku..."

Ibu Ratu meletakkan cangkir tehnya tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Matanya yang dingin dan tajam menatap Alistair tanpa ada penyesalan sedikit pun.

"Demi kemurnian darah kerajaan, Alistair," sahut Ibu Ratu dengan suara datar yang teratur, bagai membacakan hukum alam. "Gadis dari Los Angeles itu... Baxeena... dia tidak memiliki silsilah darah bangsawan Eropa yang kita butuhkan. Hubunganmu dengannya di masa sekolah hanyalah kesenangan masa muda yang harus diakhiri."

Ibu Ratu tahu betul tentang hubungan rahasia Alistair dan Baxeena di masa high school. Beliau tahu tentang apartemen rahasia di Mayfair, tentang janji-janji manis masa muda mereka, dan tentang betapa Alistair mencintai gadis asal Los Angeles itu.

Namun, Ibu Ratu memilih menutup mata dan memanfaatkan ambisi keluarga Katherine untuk menghancurkan hubungan tersebut.

Bagi Ibu Ratu, Katherine dan keluarga Desmon hanyalah batu loncatan politik yang sementara—sebuah skenario kotor yang sengaja dirancang agar Alistair terlihat bertanggung jawab di mata publik dan dewan dinasti, sekaligus memutus hubungan Alistair dengan Baxeena secara permanen.

"Kau adalah calon penguasa, Alistair," lanjut Ibu Ratu cold saat itu. "Pengorbanan perasaan adalah harga pertama yang harus kau bayar untuk mahkota ini."

...°...

Di dalam ruang kerja mansion Cotswolds hari ini, Alistair mengepalkan tangannya rapat-rapt di samping tubuhnya. Kenangan akan kekejaman ibunya sendiri meremas jantungnya hingga terasa sesak.

Alistair tidak mungkin menceritakan semua kebenaran kelam ini kepada Baxeena. Ia tidak sanggup membayangkan Baxeena harus mengetahui bahwa seluruh penderitaannya, rasa sakitnya, dan hilangnya Bertahun-tahun masa muda mereka adalah hasil dari konspirasi dingin yang dirancang oleh ibu mertuanya sendiri—wanita yang kini menjadi Ibu Ratu Kerajaan.

Membongkar hal itu hanya akan menyeret Baxeena ke dalam bahaya politik yang jauh lebih mengerikan di dalam istana.

Alistair menggelengkan kepalanya perlahan. Pria tinggi besar itu menarik napas dalam-dalam, menghembuskannya dengan berat, mencoba mengunci kembali rahasia paling beracun dalam hidupnya.

"Lupakan itu, Xeena," bisik Alistair, suaranya mengalun serak, penuh dengan kelelahan yang teramat dalam. "Semuanya telah jadi di masa lalu."

"Lupakan?!" Baxeena tertawa sumbang, nada suaranya naik satu oktav karena ketidakpuasan yang membakar dadanya. Ia melangkah mendekati Alistair hingga mereka berdiri saling berhadapan. "Kau menyuruhku melupakan hal yang menghancurkan hidupku selama empat belas tahun, Alistair?! Siapa yang menarik pengawalmu malam itu? Kenapa kau tidak mau menjawabku?!"

Alistair menatap mata Baxeena dengan binar duka yang tak mampu disembunyikan. Pria itu tidak membalas dengan kemarahan, tidak pula dengan nada kaku resminya. Ia hanya berdiri membisu, menerima seluruh seruan kekesalan Baxeena sebagai hukuman atas ketidakmampuannya melindungi wanita itu di masa lalu.

"Xeena..." Alistair mengangkat tangannya perlahan, jemari tegapnya bergetar tipis saat mencoba menyentuh pipi Baxeena. "Ada hal-hal di dalam dinding istana yang terlalu kotor untuk disentuh oleh tanganmu yang bersih. Biarkan dosa dan kebusukan masa lalu itu tetap menjadi bebanku. Yang perlu kau tahu... aku tidak pernah mengkhianati cintaku padamu secara sadar."

Baxeena menatap tangan Alistair yang menggantung di dekat pipinya. Ia tidak menepis sentuhan itu kali ini. Ketenangan, kejujuran, dan penderitaan yang terpancar dari mata Alistair membuat amarah di dada Baxeena perlahan-lahan runtuh, berganti dengan kebingungan dan kehangatan yang amat membingungkan.

Alistair merapatkan jemarinya, mengusap lembut ibu jarinya di atas tulang pipi Baxeena yang halus. Sentuhan hangat itu seketika memicu getaran familiar yang membuat dada Baxeena berdesir heboh.

"Aku tahu kebencianmu padaku adalah cara terbaik bagimu untuk bertahan hidup selama ini," bisik Alistair lembut, suaranya bagai gesekan sutra yang membelai keheningan ruangan. "Tapi sekarang kau sudah kembali di sisiku... sebagai istriku. Beri aku kesempatan untuk menanggung sisa rasa sakitmu, Amore."

Baxeena memejamkan matanya sejenak, menghirup aroma kayu cendana dari tubuh Alistair yang merengkuh indra penciumannya.

Dinding pertahanan galak yang selama ini ia bangun rapat-rapat di sekeliling hatinya resmi rubuh, menyisakan kepasrahan yang amat manis di tengah badai konspirasi yang masih mengintai mereka.

1
Asriani Rini
Demoga biolet bisa membedakan mama yg tulus dan mana yg jahat
Rosdianah 🌷: benar kaa
total 1 replies
nayla tsaqif
Tp ttp aja,, kamu punya ank dr jalang itu pak ali,, jadinya jijik liat kamu bekas jalang,, harusnya baxee janda dulu biar bekas orang jg,, biar impas😩
Rosdianah 🌷: nah iya lagi, harusnya dibikin janda dulu ya🤣🤣🤭
total 1 replies
Adiba Azahra
Haloooo kak izin mengikuti dan nyimak yaaa dari awal hahaha 🙏😁👍 semangat terus pokok nya 😍👍
Rosdianah 🌷: okay ka🫶
total 3 replies
Mia Camelia
ehmm rencana apa sih yg di bikin violet dan katrine 🤔🤔🤔
Mia Camelia
violet baru nonggol udah pingin jitak aja🤣🤣🤣🤣
ayolah baxenna tundukkan si bocil tantrum itu🤭🤭🤭
nayla tsaqif
AJ besanan ama mantan nih,,, 😌
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!