NovelToon NovelToon
Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

"Kamu harus menikah dengannya Daren!" lantang suara nenek Lusi berkata pada cucunya itu.


"Aku tidak mau nek, Aku punya pilihan sendiri dan nenek tidak bisa semaunya mengatur hidupku!" suara Daren pun tak kalah lantangnya dari suara nenek Lusi.


"Baiklah kalau kamu tetap menolak menikah dengan Nadia. Sekarang nenek kasih kamu pilihan, Menikah dengan Nadia atau kamu tidak akan pernah mendapatkan warisan apapun dari nenek," suara nenek Lusi merendah tapi penuh penekanan membuat kuping Daren memerah mendengarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.33 Map coklat dan Bukti-bukti

Selesai sarapan, sebelum Nadia sempat kembali ke kamarnya, Daren menahan langkah wanita itu dengan meletakkan sebuah map cokelat tebal di atas meja makan.

"Nadia, tolong luangkan waktu lima menit saja untuk melihat ini. Aku tahu aku salah karena telah meragukanmu kemarin, tapi aku ingin kamu tahu siapa dalang di balik foto-foto itu," ucap Daren dengan nada memohon yang sangat tulus, tanpa ada sisa keangkuhan lagi. Nadia menghentikan langkahnya, menatap map itu sejenak, lalu perlahan membukanya.

Di dalam map tersebut, terdapat data pelacakan lengkap, foto fotografer amatir yang membuntuti Nadia, riwayat obrolan pesan singkat, hingga bukti transfer bank dari rekening rahasia Elsa kepada si fotografer. Semuanya klop dan tidak bisa diganggu gugat.

Di dalam riwayat obrolan antara Elsa dan orang suruhannya itu terlihat jelas kalau Elsa benar-benar memerintahkan pada orang bayarannya itu untuk mengikuti Nadia dan mengambil gambar saat dia di pegangi oleh Dokter Adrian ketika dia hampir terjatuh karena keseimbangannya yang tidak stabil dan gambar itulah yang di kirim Elsa untuk di jadikan umpan mempengaruhi pikiran Daren.

Di dalam map itu juga terdapat satu lembar bukti transfer sejumlah uang yang di kirimkan atas nama Elsa ke rekening orang bayarannya tersebut.

Nadia membaca lembar demi lembar dengan ekspresi yang sulit ditebak. Daren langsung berlutut di samping kursi Nadia, menggenggam tangan istrinya yang terasa dingin. "Maafkan aku, Nadia. Rasa takut kehilanganmu membuatku buta semalam. Elsa sengaja melakukan ini untuk menghancurkan kita. Aku bersumpah, aku tidak akan melepaskan wanita itu kali ini."

Nadia menarik napas panjang, lalu menutup map itu. Dia menatap Daren yang sedang berlutut di hadapannya. Meskipun dinding esnya tidak langsung mencair, tatapan mata Nadia sedikit melunak karena melihat kesungguhan Daren dalam mencari kebenaran. "Bangunlah, Tuan Daren. Jangan merendahkan dirimu seperti ini. Selesaikan urusan Anda dengan Elsa agar dia tidak mengganggu kehidupan kita lagi."

Daren berdiri kembali dengan semangat baru. Dia langsung menghubungi pengacara pribadinya dan pihak kepolisian yang sudah dia siapkan sejak subuh. Dengan bukti-bukti manipulasi, pencemaran nama baik, dan tindakan penguntitan ini, Daren siap menyeret Elsa ke jalur hukum hari ini juga. Elsa benar-benar tidak akan punya jalan keluar lagi!

"Bukti-bukti dan semua data tentang kejahatan Elsa sudah saya siapkan Tuan, Kita akan bergerak sekarang juga meluncur ke apartemen Elsa," ucap pengacara Daren lewat sambungan telepon.

"Aku ikut dengan kalian," ucap Daren penuh semangat.

Daren tidak menunda waktu lagi. Dia langsung ikut bersama pengacara dan tiga orang polisi menuju apartemen tempat Elsa bersembunyi. Daren ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri saat wanita itu hancur.

Di dalam apartemennya, Elsa sedang tersenyum-senyum puas di depan laptop, mengira rencananya berhasil memecah belah Daren dan Nadia "Lihat saja nanti Daren, kamu pasti akan datang ke sini memohon padaku untuk kembali lagi ke dalam pelukanmu hahahah....," Elsa tertawa lebar dan puas sekali, Namun seketika tawanya terhenti saat tiba-tiba pintu apartemennya di dobrak paksa oleh polisi. Elsa tersentak kaget dan menjatuhkan cangkir kopinya hingga pecah berserakan ke lantai.

Elsa pucat pasi saat melihat Daren melangkah masuk di belakang polisi dengan tatapan sekeras batu. Polisi langsung menunjukkan surat perintah penangkapan atas kasus pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan, dan manipulasi informasi elektronik.

"Nona Elsa silahkan ikut kami ke kantor polisi dan ini surat penangkapan anda," polisi itu berkata pada Elsa sambil menunjukkan surat resmi penangkapan dirinya.

"Tidak, Tidak ini tidak mungkin," ucap Elsa menggeleng-gelengkan kepalanya panik dan mundur beberapa langkah dari polisi yang akan membawa dirinya itu.

Elsa menoleh pada Daren yang masih berdiri di belakang polisi itu dengan sorot mata yang tajam menatap Elsa tanpa ampun lagi.

Elsa langsung berlutut dan mencoba menggapai kaki Daren, "Daren! Ini pasti salah paham! Aku melakukan ini semua karena aku mencintaimu! Nadia yang licik, dia pasti yang menjebakku!" Namun, Daren dengan dingin menarik kakinya menjauh, menatap Elsa seperti menatap tumpukan sampah. "Cintamu itu menjijikkan, Elsa. Selamat menikmati rumah barumu di penjara," desis Daren.

Elsa meronta-ronta, menangis histeris, dan berteriak seperti orang gila saat kedua tangannya diborgol besi oleh polisi. Rambutnya yang berantakan dan wajahnya yang penuh air mata merusak semua sisa harga diri yang dia miliki.

"Tidak....!! Aku tidak salah Daren...!! Aku mencintai kamu....Dan aku lakukan semua ini agar kita bisa bersama, Nadia jalang itu yang sudah merusak hubungan kita Daren!! Kamu harus tahu itu, Aku hanya jadi korban, kamu harus dengarkan aku Daren ...!!!" teriak Elsa histeris.

Elsa digelandang keluar apartemen melewati koridor dan lobi, disaksikan oleh banyak penghuni apartemen lain yang berbisik-bisik dan memotretnya. Ular yang biasanya anggun itu kini benar-benar kehilangan taringnya.

Elsa tertunduk lesu, dia sudah tidak mempunyai daya untuk terus meronta meminta Daren mendengarkan perkataannya karena sekeras apapun dia meronta dan menjerit, Daren malah tidak memperdulikan dirinya dan terus saja berjalan jauh di depan Elsa yang sedang di gelandang oleh polisi di belakangnya itu.

Polisi membawa Elsa masuk ke dalam mobil tahanan yang sudah menunggu di depan apartemen.

Setelah mobil tahanan yang membawa Elsa pergi, Daren menarik napas lega. Plong rasanya satu parasit besar sudah disingkirkan dari hidup mereka.

"Ini semua akibat ulahmu sendiri Elsa, kamu sengaja memancing amarahku dan sekarang kesabaranku sudah habis, Nikmatilah hari-harimu di penjara," desis Daren menatap sinis ke arah mobil tahanan yang sudah berlalu dari hadapannya itu.

Daren mengambil ponselnya dan mengirim pesan singkat kepada Nadia "Urusan dengan Elsa sudah selesai. Dia sudah dibawa oleh polisi. Aku akan segera pulang untuk menemanimu."

Di rumah, Nadia membaca pesan itu. Ada seulas senyum tipis sangat tipis hampir tak terlihat muncul di bibir Nadia. Dia meletakkan ponselnya, dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, dadanya terasa begitu lapang. Dinding esnya mungkin belum runtuh sepenuhnya, tapi fondasinya sudah mulai goyah oleh perjuangan nyata Daren.

Nadia menatap ke luar jendela kamar, membiarkan helaan napas panjang meloloskan sisa-sisa sesak yang selama ini menghimpit dadanya. Teror, ancaman, dan kebohongan yang sengaja diciptakan Elsa akhirnya runtuh juga. Meskipun luka di masa lalu tak serta-merta sembuh begitu saja, tindakan tegas Daren hari ini membuktikan bahwa pria itu benar-benar bersungguh-sungguh ingin melindunginya.

Tak berapa lama, suara deru mobil yang sangat familier terdengar memasuki halaman rumah. Langkah kaki Daren yang tergesa-gesa bergaung di koridor, hingga akhirnya pintu kamar terbuka pelan. Pria itu berdiri di sana, dasinya sudah sedikit melonggar, dan napasnya tampak agak memburu. Pandangan mata Daren langsung terkunci pada Nadia, memancarkan rasa lega yang luar biasa.

Daren melangkah mendekat dengan perlahan, seolah takut mengusik ketenangan yang baru saja tercipta. "Semua sudah selesai, Nadia. Tidak akan ada lagi yang bisa menyakitimu," bisik Daren lembut, matanya menatap Nadia penuh tulus.

Nadia menatap pria di hadapannya itu sejenak. Kali ini, tidak ada tatapan dingin ataupun penolakan. Nadia hanya mengangguk pelan. "Terima kasih, Tuan Daren," jawabnya lirih. Kalimat sederhana itu sudah lebih dari cukup untuk membuat senyum merekah di wajah Daren, memberi secercah harapan hangat di tengah dinginnya hubungan mereka.

1
partini
hemmm satu daftar kebegoan Darren langsung gas esmosi
🤦
partini
aihhhh harusnya istri mu lihat pas kamu ngusir Elsa malah di hapus dasar lemot
partini
ehhh kenapa ga dari kemarin" urus aihh cari penyakit aja kamu ren
be smart don't be stupid alias i d i o t🤭
partini
kasih kali kau Darren,, bikin tekdung aja lah jalur cepat itu ren
partini
bikin mereka ga bisa berpisah nek ,ayo lah nek be smart
partini
lagian ada" saja mau di Pepet terus juga percuma lah wong ga ada rasa di hati buat kamu loh ren
partini
pastinya ga perduli Nadia kan ga ada rasa sama kau Darren
partini
rasain loh 🤭🤭🤭
ayo berfikir Darren istri mu sayang banget sama nenekmu harusnya kamu lebih pintar mengunakan nenekmu untuk mendekati istri mu
partini
aku kira lagi Ina inu thor
Isshabell: ah kakak..🤭
total 1 replies
partini
rutuh yah aduhh
partini
gampang banget masuk rumah CEO behhh ga ada pengaman ga ada cctv juga wow
partini
ga cuma pengemis Maaaf tapi cinta juga loh ,,dari sinopsisnya seperti itu ya Thor di tunggu part di mana babang bego mengemis cintahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
partini
mantap Nadia bikin suami mu ga bisa tenang CEO bego mau aja di kadalin
partini
iya juga ngapain juga mikirin mereka berdua,,bisa agak bar bar ga Thor Nadia nya
Isshabell: gitu ya kak🤭
total 1 replies
partini
nice
Isshabell: terimakasih kak .....
total 1 replies
partini
minum aja yg banyak habis itu Ina inu aihhhhh CEO 1/2 ons ,,aku benci Ama si nenek Thor bikin sengsara orang aja
partini
nek kamu malah bikin seorang perempuan di hina di rendah kan dan di sakiti kaya bintang cuma mau bikin cucumu sadar tega kamu nek
partini
mau di apain cucumu nek ,lagi tergila gila ma pacarannya mau dengar kalau iya cuma masuk telinga kiri keluar telinga kanan susah cucumu CEO 1/2 ons
partini
ikuti aja alur nya Nadia nanti juga jatuh cinta kalau sudah tau betapa beratnya sang kekasih untuk sekarang masih cinta buta mau ini itu ga bakal mempan adanya kamu yg sakit hati
jadi bar" dikit nad jangn lembek yg bisanya cuma mewek doang
Isshabell: hai kak maksih ya sdh mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!