NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sevda Aryan

Nala putri, seorang gadis yatim piatu yang miskin, nekat merantau ke ibukota berbekal kejujuran dan keberanian yang membaja.
Namun, nasib membawanya masuk ke ruang wawancara PT Dirgantara Megah Utama, tepat di hadapan Adrian Dirgantara _ Sang CEO tampan yang terkenal kejam, arogan, dan sangat membenci wanita akibat penghianatan masa lalu.

Bagi Adrian, semua wanita adalah makhluk bermuka dua yanh menjijikan, Namun, saat ia mencoba menindas Nala, gadis desa itu justru menatap matanya dengan berani dan membalasnya dengan kalimat menohok yang meruntuhkan harga dirinya.

Alih-alih memecatnya, Adrian yang penasaran justru menjebak Nala dengan menjadikanya sekertaris pribadi demi menyiksanya dengan tugas-tugas mustahil. Adrian mengira Nala akan menamgis dan menyerah. ia keliru, Nala tidak sekedar bertahan, gadis itu justru perlahan- lahan meruntuhkan dinding pembatas di hati Adrian dengan ketulusannya dan ketegasannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sevda Aryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 : Aliansi Meja Oval Dan Jebakan Untuk Sang Parasit

Pintu kayu jati tebal ruang CEO Pt. Dirgantara megah utama tertutup rapat, dan dikunci dari dalam.

Di dalam ruangan bernuansa modern maskulin itu, atmosfer mendadak berubah menjadi sangat pekat dan dingin.

Adrian Dirgantara duduk di kursi kebesarannya dengan tatapan mata yang menghunus tajam.

 "Sementara Nala Putri berdiri di sampingnya dengan kedua tangan bertumpu di atas meja oval, memburu menahan amarah."

Di depan mereka, asisten Han berdiri dengan sikap tegap, namun guratan amarah yang luar biasa terlihat jelas dari urat-urat di lehernya.

 Han baru saja, menceritakan secara detail seluruh rekaman percakapan Rita di telepon yang tidak sengaja ia dengar di lorong toilet, serta insiden pelabrakan di lobi utama tadi siang.

"Jadi....wanita bernama Rita itu dan ibunya Rani, sengaja menjadikan Sisil sebagai mesin ATM hidup di Bandung?"

Tanya Nala dengan suara yang bergetar. sebagai seorang wanita yang mandiri, jujur, dan memiliki ketegasan prinsip yang tinggi, Nala paling muak melihat penindasan.

 Apalagi korbannya adalah Sisil - sahabat karibnya sendiri, sejak masa SMA yang sudah seperti saudara kandung.

Nala memukul meja dengan pelan namun bertenaga.

 Uang hasil kerja keras Sisil siang - malam diperas sampai habis untuk berpoya _ poya.

 "Sementara ayah kandung Sisil dibiarkan meninggal tanpa pengobatan?"

"Mereka benar-benar iblis berwajah manusia!"

Amarah Nala mendidih seketika, matanya berkilat penuh tekad untuk menghancurkan Rita.

Adrian sejak tadi terdiam perlahan menegakkan tubuhnya. rahang kokoh sang CEO arogan itu mengeras sempurna hingga membentuk garis patahan yang tajam.

Jemarinya mencengkram pinggiran kursi hingga memutih.

Bagi Adrian bukan hanya marah karena Sisil adalah sahabat istrinya atau tunangan dari asisten terpercaya nya, melainkan karena ada alasan emosional lain yang jauh lebih mendalam.

Sisil adalah pahlawan bagi keluarganya. jauh sebelum Adrian dan Nala menikah.

 Sisil - dengan jiwa barbarnya yang pemberani - pernah dengan nekat menghajar seorang copet jalanan yang mencoba merampas tas mewah milik Nyonya Victoria.

Dan juga Sisil telah membantu, untuk menjebak tikus Turki 'Haryanto' sang penghianat lewat dekorasi bunga di panggung altar pernikahan.

 Sejak aksi heroik itu. Nyonya Victoria sudah menganggap Sisil bukan lagi sekedar orang asing atau penjual bunga biasa, melainkan sudah diangkat dan disayangi seperti putri kandungnya sendiri.

Adrian pun juga sama, sudah menganggap Sisil seperti adik kandungnya sendiri.

"Mereka berani menginjak - injak orang yang sudah dianggap putri oleh mama ku!"

"Dan mereka pikir bisa melenggang bebas di dalam perusahaanku?"

Suara bariton Adrian terdengar sangat rendah, dingin dan sarat akan ancaman maut.

Asisten Han melangkah satu demi satu mendekati meja.

 "Pak Adrian, berkas lamaran pekerjaan Rita untuk posisi administratif saat ini ada di meja saya. sesuai instruksi awal, saya bisa langsung merobek berkas ini dan melemparkannya ke tempat sampah sekarang juga untuk mengusirnya dari jakarta."

"Jangan, Han! tahan dulu, "sela Adrian cepat.

Sebuah senyuman sinis yang teramat dingin terukir di sudut bibirnya.

Nala menoleh menatap suaminya, langsung menangkap arah pikiran licik sang CEO.

"Kamu mau mengikuti permainan mereka dulu, sayang ?" tanya Nala, ketegasannya langsung beradaptasi dengan strategis taktis di lapangan.

Adrian mengangguk, menyatukan kedua jemarinya di atas meja.

 "Jika kita mengusirnya sekarang, wanita serakah seperti Rita dan ibunya hanya akan mencari cara lain yang lebih licik di luar jangkauan kita. untuk mencelakai sisil."

Kita masukkan tikus Bandung itu ke dalam sangkar kita sendiri.

 Biarkan dia, mengira bahwa godaan murahannya berhasil dan dia merasa berada di atas angin.

Nala melipat kedua tangannya di dada, tersenyum tajam menyetujui ide suaminya.

"Benar. biarkan Rita diterima bekerja di divisi administratif luar.

 Di bawah pengawasan ketat kita, kita akan melihat sejauh mana parasit ini akan bertingkah. kita berikan dia harapan palsu sampai dia mengeluarkan semua rencana jahatnya untuk menjebak Sisil."

Adrian melirik Han yang masih tampak posesif dan tidak sabar untuk memberi pelajaran pada Rita.

"Han, kendalikan emosimu! dulu"

 Biarkan tunanganmu sisil, tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa di toko bunga.

"Tugasmu adalah menjadi bayangan yang mengawasi setiap gerak-gerik Rita di kantor ini."

Begitu dia mulai melakukan pergerakan, untuk membinasakan reputasi Sisil atau mencoba menyentuh sistem keuangan korporasi.

Adrian sengaja mengantuk kalimatnya, tatapan matanya seolah mengunci takdir Rita di masa depan.

"...Saat itulah kita lakukan skakmat total. kita seret dia dan ibunya masuk ke sel penjara yang sama dengan Haryanto."

Mereka akan tahu apa akibatnya jika berani mengusik ketenangan keluarga Dirgantara lingkaran persahabatan kalian, sambung Adrian tegas.

"Di terima, Pak Adrian. permainan resmi dimulai besok pagi. "jawab asisten Han dengan suara kaku, namun di dalam hatinya, dia sudah tidak sabar untuk menghancurkan mimpi - mimpi indah kakak tiri jahat Sisil tersebut.

Hari pertama Rita bekerja di Pt. Dirgantara megah utama dimulai dengan arogansi yang meluap-luap.

 Mengenakan pakaian kerja yang sengaja dimodifikasi terlalu ketat dan riasan yang mencolok.

Rita melangkah di koridor lantai eksekutif dengan kepala mendongak. ia merasa berada di atas angin, mengira bahwa kelulusan berkas lamarannya adalah akibat dari daya pikat dan godaan murahannya pada asisten Han tempo hari.

Namun, Di balik senyum kemenangannya, dada Rita masih membara oleh rasa benci yang teramat dalam kepada Sisil.

"Mengetahui adik tirinya yang dulu iya jadikan sapi perah, kini dekat dengan asisten Han, Rita menyusun rencana yang jauh lebih ekstrem dan menjijikan bersama ibunya, Rani."

Siang itu, saat suasana pantry lantai eksekutif sedang sepi, Rita mengendap-ngendap masuk.

 Dari balik tas bermerek kw miliknya, ia mengeluarkan sebuah botol kecil berisi serbuk obat perangsang dosis tinggi yang sengaja ia bawa dari Bandung.

Rencananya sangat licik; ia akan mencampurkan serbuk itu ke dalam cangkir kopi milik Asisten Han.

 Rita berniat menjebak Han agar melakukan tindakan asusila dengannya di kantor, sehingga reputasi Han hancur, dan hubungan pria itu dengan Sisil akan binasa dan berantakan.

"Rasakan kamu Sisil, setelah ini, karir pria andalanmu itu akan berakhir di tangan saya."

Bisik Rita dengan senyuman sinis seraya mencampurkan serbuk tersebut ke dalam cangkir pesanan Han.

'Rita berharap Minuman itu akan membuat Han jatuh sakit saat rapat penting berlangsung, sehingga Han akan disalahkan kelalaian profesionalnya.'

Dengan langkah melenggok, Rita membawa nampan berisi kopi yang telah ia sabotase itu menuju kubikel luar ruangan eksekutif. namun, jalannya terhadang oleh Kevin yang sedang berdiskusi dengan Angel.

Angel, sang model papan atas, hari itu sedang berkunjung untuk menemani Kevin makan siang.

 Melihat Kevin yang tampak akrab dengan Angel, Rita mencoba mencari perhatian dengan sengaja mendekat dan menyenggol bahu Kevin saat lewat.

Kevin langsung menarik tubuhnya menjauh dengan ekspresi tidak nyaman, sementara Angel menatap Rita dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan pandangan dingin.

"Nona, jika anda tidak bisa berjalan dengan benar di koridor ini sebaiknya anda belajar etika kantor terlebih dahulu, "sindir Angel tajam.

Rita hanya mendengus kesal dan bergegas menuju ruangan asisten Han, tanpa menyadari bahwa gerak-geriknya di pantry tadi telah terekam oleh kamera pengawas kantor.

Setelah meletakkan kopi di meja asisten Han, Rita berjalan kembali menuju koridor utama.

Di sana, ia berpapasan dengan Nala yang baru saja keluar dari lift khusus. hari itu, Nala tampil elegan namun sederhana, membawa beberapa evaluasi.

Rita yang tidak tahu bahwa Nala adalah istri dari Adrian sang CEO. langsung menghentikan langkahnya, iya menatap Nala dengan pandangan meremehkan.

"Heh, kamu!" Panggil Rita dengan nada Ketus.

"Ngapain kamu setiap hari mondar-mandir di area CEO?"

 Jangan cari muka ya? kamu itu cuma staf biasa. Area ini hanya untuk orang-orang penting, bukan untuk staf rendahan seperti kamu!" ejek Rita dengan senyum sinis.

Nala menghentikan langkahnya dan menatap Rita dengan sangat tenang. "Nona Rita, sebaiknya anda fokus pada tugas administratif anda sendiri.

 Daripada mengurusi siapa yang masuk ke ruangan suami saya," jawab Nala dengan nada tegas namun tenang.

Rita mengerutkan kening, terlalu dikuasai amarah hingga tidak mencerna kata 'suami saya' dengan baik.

"Jangan sok tahu! kita lihat saja nanti siapa yang akan bertahan di kantor ini!" ancam Rita sebelum melangkah pergi.

Nala hanya menggelengkan kepala, menyadari bahwa Rita sedang menggali lubangnya sendiri.

"Tepat pukul satu siang, Nyonya Victoria, ibunda Adrian, datang ke kantor membawakan makan siang untuk Adrian dan Nala."

Saat melewati koridor , langkahnya terhenti melihat tingkah laku Rita yang tidak profesional. seperti sedang bersiap untuk menarik perhatian para pimpinan di kantor dengan cara yang tidak pantas.

Nyonya Victoria merasa aneh melihat karyawan baru yang berperilaku sangat berlebihan.

"Siapa wanita itu, Han?" tanya Nyonya Victoria, saat asisten Han datang menyambutnya.

Han membungkuk hormat. "itu Rita, staf baru dari Bandung, Nyonya. dia adalah mantan kakak tiri Nona Sisil, "bisik Han

Mendengar nama keluarga tiri Sisil yang pernah berbuat buruk di masa lalu, mata Nyonya Victoria berkilat tajam. ia tidak akan membiarkan siapapun mengganggu Kedamaian keluarga maupun profesionalisme di perusahaannya.

Suara ketukan keyboard di dalam ruang kerja CEO mereda seketika saat asisten Han memutar layar tablet digitalnya ke hadapan Adrian Dirgantara, Nala Putri, dan nyonya Victoria.

Layar beresolusi tinggi itu menampilkan sudut pandang kamera pengawas sembunyi yang terpasang di langit-langit pantry lantai eksekutif, sebuah kamera taktis yang posisinya sama sekali tidak disadari oleh karyawan biasa.

"Pak Adrian, ibu Nala, Nyonya Victoria....ini adalah rekaman dari ruang pantry tiga puluh menit yang lalu," ujar asisten Han dengan suara baritonya yang kaku nama sarat akan ketegasan mutlak.

Di dalam video tersebut, terlihat sangat jelas Bagaimana Rita mengendap-ngendap masuk dengan gelagat yang sangat mencurigakan.

"Wanita dari Bandung itu tampak menoleh ke kanan dan ke kiri Sebelum mengeluarkan sebuah botol kaca kecil dari dalam tasnya."

 Dengan senyum sinis yang penuh kemenangan, Rita menuangkan serbuk obat perangsang itu ke dalam cangkir Kopi Hitam yang sudah disiapkan - akan diantarkan ke meja kerja asisten Han.

Nala Putri yang berdiri di samping suaminya langsung melipat tangan di dada. matanya berkilat tajam memancarkan aura ketegasan seorang istri CEO yang tidak bisa ditipu.

"Dia benar-benar berniat melakukan sabotase fisik di kantor ini!"

Kepalanya sudah dipenuhi racun benci sampai nekat demi menjatuhkan hubunganmu dengan Sisil, kak Han. "ujar Nala dingin."

Adrian Dirgantara bersandar pada kursi kebesarannya, rahangnya yang kokoh Mengetat sempurna.

"Han. Cangkir kopi yang sudah diracuni itu sudah kamu amankan?"

"Sudah, pak Adrian. cangkir tersebut sudah ditukar oleh tim keamanan dan sebelum sempat disentuh oleh siapapun."

Isinya telah disegel di dalam botol sampel sebagai barang bukti forensik Kepolisian, yang sah untuk menjerat Rita pasal percobaan pencabulan dan sabotase operasi.

"Jawab Han tegap, sifat protektifnya sebagai tunangan resmi sisil membuat Han bertindak dengan perisai luar biasa tanpa meninggalkan celah sedikit pun bagi lawan."

Strategi serangan balik pun langsung dijalankan siang itu juga .

Dengan menggunakan wewenangnya sebagai asisten utama. Han sengaja memanggil Rita masuk ke dalam ruangan administrasi dalam, dengan dalih ada berkas evaluasi kontrak kerja yang harus ditandatangani segera .

Rita melangkah masuk dengan senyuman yang teramat centil, mengira bahwa umpan obatnya sudah mulai bekerja di dalam tubuh asisten Han.

'Namun, langkah kakinya mendadak kaku saat melihat bahwa di dalam ruangan tersebut tidak hanya ada Han, melainkan sudah berdiri Adrian Dirgantara, Nala Putri, dan Nyonya Victoria yang menatapnya dengan pandangan sedingin es.'

1
Iffanaya 😽
niatnya mau nyulik si kembar eh malah bakal kena jebakan si kembar 🤭
Sevda Aryan: Iya ka, si kembar terlalu Genius. karena waktu ngidam papanya Adrian Makan semur jengkol 🤣. Nanti Kevin merasa tersaingi sama si kembar dan frustasi.
lanjut di bab selanjutnya yeah ka.
total 1 replies
Dinda Rahayu
Semangat thor💪
Sevda Aryan: Terima kasih ka, atas dukungan nya .
total 1 replies
Endang Manuskowati
lanjut author, bagus
Sevda Aryan: "Halo semuanya, terima kasih atas komentar dan antusiasmenya yang luar biasa! Maaf ya kalau updatenya agak terlambat, karena saya penulis pemula dan sedang merapikan susunan kata serta tanda baca dari bab awal agar lolos komtrak editor. Dukungan kalian membuat saya sangat bersemangat. Tunggu kelamjutan ceritanya ya, jangan lupa novel ini di rak buku kalian 😍
total 1 replies
Iffanaya 😽
Sisil sama Han udh kek tom & jerry 🤣🤣
Sevda Aryan: iya tiap ketemu berantem terus
total 1 replies
Iffanaya 😽
ditunggu lanjutannya kk ~
Sevda Aryan: iya kaka, mohon maaf jika telat
total 2 replies
Iffanaya 😽
wong edan...udh ngrebut perusahaan bpk nya sekarang mau ambil perusahaan anaknya, dasar serakah 😡
Sevda Aryan: Nama nya juga manusia serakah , ka🤣
total 1 replies
Iffanaya 😽
jgn² Sisil jodoh nya Han 🤣🤣
Iffanaya 😽: tp cewek mcm Sisil cocok sama cowok model Han yg kaku kek kanebo kering 🤣🤣
total 2 replies
Iffanaya 😽
semangat up nya kk
Sevda Aryan: iya makasih banyak atas dukungannya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!