NovelToon NovelToon
CEO DINGIN ITU MEMANJAKANKU

CEO DINGIN ITU MEMANJAKANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nacha Adhi

Sejak usia sembilan tahun, Naura harus menelan pahitnya hidup. Setelah kedua orang tuanya meninggal, ia diasuh Paman Surya dan Bibi Rina yang tidak mampu namun terobsesi pada kemewahan. Naura sering disiksa dan dimanfaatkan, dipaksa bekerja keras demi menghidupi dirinya sendiri dan membiayai sekolah. Meski demikian, ia tumbuh menjadi gadis yang kuat, jujur, dan cerdas hingga berhasil lulus kuliah.

Bekerja di sebuah perusahaan swasta pun tidak membuat hidupnya lebih mudah. Atasan iri memfitnahnya, sementara paman dan bibinya terus memeras gaji dengan ancaman. Saat dipecat secara tidak adil dan berjalan dalam kesedihan, ia hampir tertabrak mobil mewah milik Aldo Pratama—CEO muda yang dingin, berwibawa, dan disegani banyak orang. Pertemuan tak terduga itu mengubah segalanya.

bagaimana kisah menarik selanjutnya... ???? lanjut bacanya sampai akhir yaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nacha Adhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Harapan di Tengah Persiapan

Setelah pernikahan dan kebenaran masa lalu terungkap, kehidupan Naura dan Aldo berjalan dengan damai dan penuh harapan. Kandungan Naura yang kini menginjak usia tujuh bulan membuat suasana di rumah besar itu semakin hangat dan penuh warna. Aldo yang dulunya dikenal sebagai CEO paling dingin dan tegas di dunia bisnis, kini berubah menjadi sosok yang sangat perhatian dan protektif—bahkan seringkali dianggap berlebihan oleh orang-orang di sekitarnya.

Pagi itu, Aldo sudah bangun lebih awal dari biasanya. Ia berjalan perlahan menuju kamar tidur, melihat istrinya yang masih terlelap. Cahaya matahari pagi yang masuk melalui celah jendela menyinari wajah Naura yang terlihat damai. Dengan hati-hati, Aldo duduk di tepi tempat tidur dan mengusap lembut rambut istrinya. Sejak mengetahui akan menjadi ayah, hidupnya terasa memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar kekuasaan dan kekayaan.

Beberapa menit kemudian, Naura membuka matanya perlahan. Senyum tipis terukir di bibirnya saat melihat suaminya yang sudah terjaga. "Pagi, Aldo. Sudah bangun sejak kapan?" tanyanya dengan suara lembut.

"Pagi juga. Baru saja. Kamu tidur nyenyak?" jawab Aldo sambil mencium kening istrinya.

"Ya, sangat nyenyak. Tapi kamu sepertinya tidak bisa diam. Sudah berapa kali kamu memeriksa suhu tubuhku malam ini?" tanya Naura sambil tertawa kecil.

Aldo menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sedikit tersipu. "Hanya dua atau tiga kali. Aku khawatir kalau-kalau kamu merasa tidak enak badan."

Naura tersenyum melihat sikap suaminya itu. "Aku baik-baik saja. Dokter juga bilang kandunganku sehat. Kamu tidak perlu terlalu khawatir."

"Bagiku, kamu dan anak kita adalah hal terpenting. Tidak ada salahnya bersikap hati-hati," jawab Aldo tegas.

Setelah sarapan bersama, mereka berdua memutuskan untuk berkeliling rumah sambil berjalan santai. Aldo selalu menggandeng tangan Naura erat, memastikan istrinya tidak terpeleset atau terjatuh. Saat mereka berjalan melewati ruangan yang belum terpakai, Naura berhenti dan menatap ke dalam.

"Aldo, ruangan ini luas sekali. Apakah kita bisa mengubahnya menjadi kamar untuk bayi kita?" tanyanya penuh harap.

Aldo menoleh dan melihat ruangan itu. Ia mengangguk setuju. "Tentu saja. Kita bisa mendesainnya sesuka hatimu. Warna apa yang kamu inginkan? Biru muda, merah muda, atau netral saja?"

"Bagaimana kalau warna krem dengan sentuhan warna-warni cerah? Biar terlihat ceria dan hangat," usul Naura.

"Bagus. Aku akan memanggil desainer interior terbaik untuk mengaturnya. Kamu juga bisa memilih perabotan dan mainan apa saja yang kamu suka," kata Aldo dengan senyum lebar.

Namun, ketenangan mereka tidak berlangsung lama. Saat mereka sedang duduk di teras menikmati teh hangat, asisten pribadi Aldo datang dengan wajah sedikit serius.

"Maaf mengganggu, Tuan Aldo. Ada telepon penting dari kantor pusat. Dikatakan ada masalah mendesak yang perlu perhatian Tuan segera," lapornya sopan.

Wajah Aldo sedikit berubah, namun ia tetap tenang. "Baik, sambungkan ke ruang kerja. Aku akan segera ke sana."

Setelah asisten pergi, Aldo menoleh ke arah Naura. "Aku harus menangani ini sebentar. Kamu beristirahatlah di sini, jangan berjalan terlalu jauh. Kalau butuh apa-apa, panggil saja pelayan."

Naura mengangguk mengerti. "Baiklah. Hati-hati, jangan terlalu memaksakan diri bekerja."

Aldo mencium tangan istrinya sebelum berjalan masuk ke dalam rumah. Di ruang kerja, ia mengangkat telepon dan mendengarkan penjelasan dari manajer utamanya. Ternyata, ada masalah dengan salah satu cabang perusahaan di luar kota. Beberapa dokumen penting hilang secara misterius, dan ada indikasi adanya penyimpangan keuangan yang cukup besar.

"Ini tidak bisa dibiarkan. Siapa yang bertanggung jawab di sana?" tanya Aldo dengan nada tegas.

"Kepala cabang saat ini adalah Bapak Rendra. Beliau yang diangkat beberapa tahun lalu. Namun, menurut laporan awal, beliau juga tidak mengetahui keberadaan dokumen itu," jawab manajer di seberang telepon.

"Aku akan memerintahkan tim audit khusus untuk menyelidiki dari dekat. Sementara itu, bekukan semua transaksi keuangan di cabang itu sampai semuanya jelas. Aku tidak mau ada uang perusahaan yang hilang karena kelalaian atau keserakahan seseorang," perintah Aldo dengan tegas.

Setelah menutup telepon, Aldo menghela napas panjang. Ia tahu, sebagai pemimpin perusahaan besar, masalah seperti ini tidak bisa dihindari. Namun, ia bertekad untuk selalu memastikan keadilan dan kejujuran tetap terjaga.

Beberapa saat kemudian, Naura masuk ke ruang kerja dengan langkah pelan. Ia membawa segelas jus buah dan meletakkannya di meja. "Masalah yang serius?" tanyanya lembut.

Aldo menatap istrinya dan mengangguk pelan. "Ada sedikit masalah di cabang luar kota. Dokumen penting hilang dan ada kejanggalan keuangan. Tapi jangan khawatir, aku akan menyelesaikannya."

Naura duduk di kursi di seberang meja. "Kalau butuh bantuan, aku siap membantu. Lagipula, aku juga memiliki hak dan tanggung jawab di perusahaan ini," katanya dengan senyum percaya diri.

Aldo tersenyum melihat semangat istrinya. "Aku tahu. Tapi untuk saat ini, lebih baik kamu fokus menjaga kesehatanmu dan calon anak kita. Nanti kalau semuanya sudah jelas, aku akan memberitahumu detailnya."

Hari-hari berikutnya, Aldo sibuk mengatur penyelidikan. Ia mengirim tim audit dan hukum terbaik ke cabang yang bermasalah. Sementara itu, persiapan kelahiran bayi juga terus berjalan. Desainer interior telah selesai merancang kamar bayi sesuai keinginan Naura, dan perabotan mulai diantarkan ke rumah.

Suatu sore, saat mereka sedang memeriksa barang-barang yang baru datang, telepon genggam Aldo berdering. Ia melihat nama penelepon dan mengangkatnya dengan wajah serius. Setelah mendengarkan penjelasan selama beberapa menit, wajahnya berubah menjadi tegas.

"Baik, teruskan penyelidikan. Jangan biarkan ada yang ditutup-tutupi. Laporkan perkembangan terbaru setiap hari," perintahnya sebelum menutup telepon.

"Ada apa?" tanya Naura penasaran.

"Tim penyelidik menemukan sesuatu. Ternyata ada orang yang sengaja menyembunyikan dokumen dan memanipulasi laporan keuangan untuk keuntungan pribadi. Orang itu bukan orang asing, melainkan kerabat jauh dari keluarga mantan direktur yang dulu berusaha merusak perusahaan kita," jelas Aldo.

"Jadi ini ada hubungannya dengan masa lalu?" tanya Naura terkejut.

"Sepertinya begitu. Mereka masih menyimpan dendam dan berusaha mengambil apa yang bukan hak mereka. Tapi kali ini, mereka tidak akan lolos begitu saja," jawab Aldo dengan nada tegas.

Naura memegang tangan suaminya. "Kita akan hadapi ini bersama. Kita tidak akan membiarkan kejahatan menang."

Aldo menggenggam tangan istrinya erat. "Terima kasih. Dengan kamu di sampingku, aku merasa lebih kuat."

Malam itu, mereka berdua duduk di kamar bayi yang sudah mulai terisi perabotan. Naura mengelus perutnya yang membesar sambil tersenyum. "Kita akan berikan kehidupan yang baik dan penuh kejujuran untuk anak kita. Kita ajarkan bahwa kekayaan bukanlah segalanya, tapi kejujuran dan kebaikan hati adalah hal yang paling berharga."

Aldo memeluk istrinya dari belakang. "Ya. Kita akan ajarkan hal itu bersama. Dan kita pastikan, tidak ada lagi orang jahat yang bisa mengganggu kebahagiaan keluarga kita."

Di luar, langit malam terlihat indah dengan bintang-bintang yang berkelap-kelip. Meskipun masih ada tantangan yang menanti, namun dengan cinta dan kebersamaan, mereka yakin bisa melewatinya dengan baik. Harapan akan masa depan yang cerah semakin tumbuh di hati mereka, seiring dengan pertumbuhan kehidupan baru yang sedang berkembang di dalam kandungan Naura.

1
elfanaya 💞
kamu udh dpt gaji mending keluar dari rumah yg berasa seperti neraka itu
Kim Borahae
seru😍. semangat terus ya 💪

Btw, saya pun baru mula menulis novel kalau ada masa boleh tinggalkan komen. Tinggal tekan profile saja, terima kasih /Joyful/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!